PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan
Manfaat
Hipotesis
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat persepsi petani mengenai peran penyuluh dalam meningkatkan produksi padi. Irsa et al., (2018), dalam penelitiannya yang berjudul “Persepsi Petani dan Efektivitas Kelompok Tani Dalam Program UPSUS Pajale Di Kecamatan Banjarbaru Kabupaten Tulang Bawang”.
Landasan Teori
- Persepsi
- Kelompok Petani
- Agens Hayati
- Trichoderma sp
- Aspek Penyuluhan
- Teori Sikap
- Skala Pengukuran Sikap
- Teori Keterampilan
- Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keterampilan
Berdasarkan uraian di atas maka faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi petani terhadap peran kelompok tani ada dalam penelitian ini. Menurut Syahyuti et al., (2014) peran penyuluh lapangan dalam pemberdayaan kelompok tani belum optimal karena masih rendahnya partisipasi petani dalam pemberdayaan penyuluh memimpin yang didasari oleh rendahnya kualitas produk pertanian dan pelayanan penyuluhan pertanian oleh pemerintah. .
Kerangka Pikir Penelitian
Analisis hubungan karakteristik petani dan sistem sosial terhadap persepsi petani terhadap penggunaan Trichoderma sp pada anggota kelompok tani Ngudi Rahayu. INFORMASI ANGGOTA KELOMPOK TANAH NGUDI RAHAYU TENTANG PENGGUNAAN AGEN HAYATI Trichoderma sp DI KECAMATAN LANDASAN ULIN BANJARBARU.
METODE PENELITIAN
- Lokasi dan Waktu
- Metode Kajian
- Populasi dan Sampel
- Jenis Sumber Data
- Definisi Operasional
- Teknik Pengumpulan Data
- Variabel Penelitian
- Instrumen Penelitian
- Uji Validitas dan Relibillitas
- Teknik Anlaisis Data
- Metode Perancangan Penyuluhan
- Penetapan Sasaran
- Penetapan Tujuan
- Penetapan Materi
- Penetapan Metode
- Penetapan Media
- Penetapan Evaluasi Penyuluhan
- Metode Implementasi/Uji Coba Rancangan Penyuluhan
- Persiapan
- Pelaksanaan
- Evaluasi
Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui peningkatan tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan anggota Kelompok Tani mengenai pemanfaatan Trichoderma sp. Hasil tersebut berarti bahwa aktivitas anggota kelompok tani mempengaruhi persepsi tentang penggunaan agen hayati Trichoderma sp. dapat mempengaruhi. Membantu anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu dalam pemanfaatan bahan organik melalui kegiatan pembuatan dan penerapan agen hayati Trichoderma sp.
KUESIONER PERSEPSI ANGGOTA PETERNAKAN NGUDI RAHAYU TERHADAP PENGGUNAAN AGEN HAYATI TRICHODERMA SP DI KECAMATAN LANDASAN ULIN BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Identitas sasaran. EVALUASI KUESIONER TERHADAP SIKAP ANGGOTA KELOMPOK TANAH NGUDI RAHAYU TERHADAP PENGGUNAAN AGEN HAYATI Trichoderma sp di KABUPATEN. Sikap dan keterampilan petani terhadap penggunaan agens hayati Trichoderma sp. Metode: diskusi kelompok dan pendekatan. Kelompok sasaran (pelaku): Kelompok tani Ngudi Rahayu.
Tujuan penyuluhan : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam pemanfaatan agens hayati Trichoderma sp. PENILAIAN KUESIONER PENGETAHUAN ANGGOTA KELOMPOK TANAH NGUDI RAHAYU TERHADAP PENGGUNAAN AGEN HAYATI Trichoderma sp di KECAMATAN LANDASAN ULIN BANJARBAR.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
- Letak Wilayah
- Luas Wilayah Kependudukan
- Kondisi Tanah dan Topografi
- Data Penggunaan Lahan WilayahSyamsuddin Noor
- Iklim
- Sumber Daya Pertanian
Desa Syamsudin Noor merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Desa Syamsudin Noor berjarak sekitar 15 km dari pusat pemerintahan Banjarbaru yang merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Selatan. Desa Syamsudin Noor merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.
Jarak antara Pemerintahan Kecamatan Syamsudin Noor dengan Kecamatan Landasan Ulin sekitar 1 km, sedangkan pusat pemerintahan Kota Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan sekitar 15 km. Sebagian besar wilayah Syamsudin Noor merupakan tanah mineral dengan tekstur dominan lempung, sebagian besar jenis tanahnya latosol dan mempunyai tingkat kesuburan yang relatif baik. Kondisi iklim wilayah Kecamatan Landasan Ulin berdasarkan curah hujan di Stasiun Penampung Hujan Kecamatan Landasan Ulin, rata-rata curah hujan tahunan sebesar 226,5 mm.
Dengan demikian tipe iklim di wilayah UPT BPP Landasan Ulin Kecamatan Landasan Ulin menurut klasifikasi Oldeman adalah tipe C-2. Potensi sumber daya pertanian di wilayah Kecamatan Syamsudin Noor antara lain terdapat pada Tabel 3-7.
Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas
Karakteristik Petani
- Responden Berdasarkan Usia
- Responden Berdasarkan Pendidikan
- Responden Berdasarkan Lama Berusahatani
- Responden Berdasarkan Luas Lahan
Hasil ini konsisten dengan Mauceri et. merasakan teknologi terkini. Tabel 9 menunjukkan bahwa tingkat pendidikan didominasi oleh lulusan SMA sebanyak 11 orang dengan persentase 36,6% dan berbeda tipis dengan lulusan SMA sebanyak 10 orang dengan persentase 33,3%. Lamanya pertanian merupakan lamanya petani melakukan kegiatan pertanian pada sektor pertanian sampai dengan terwujudnya penelitian ini.
Tabel 10 menunjukkan bahwa lama usahatani didominasi oleh petani yang mempunyai pengalaman bertani lebih dari 5 tahun, berjumlah 15 orang dengan persentase data yang diperoleh sebesar 50%, sehingga separuh dari total sampel pada penelitian ini mempunyai dominasi yang baik. . Tabel 11 menunjukkan bahwa luas lahan yang dimiliki petani kurang dari 1 Ha (Hektar) yaitu jumlah 17 orang dengan persentase 56,6% dan luas lahan yang dimiliki petani lebih dari 1 Ha (Hektar) yaitu jumlah berjumlah 13 orang dengan persentase 43,3%. Hasil ini juga tidak sejalan dengan pendapat Soekarwati dalam Amala (2017) yang menyatakan bahwa luas lahan menentukan keputusan petani dalam menerapkan inovasi terbaru.
Dalam wawancara dengan ketua kelompok tani, Ngudi Rahayu menyatakan bahwa petani yang mempunyai lahan lebih luas boleh mencoba inovasi terbaru pada sebagian lahannya, namun tidak pada lahan yang kecil karena selain tidak mempunyai lahan untuk dicoba, mereka juga takut gagal dalam implementasinya. Pada kondisi saat ini, terdapat 17 petani yang memiliki lahan <1 ha, sehingga masih sangat sedikit petani yang menerapkan inovasi baru.
Hubungan Antara Karakteristik Petani dan Sistem Sosial Terhadap
Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diterima petani mampu membentuk persepsi petani terhadap penggunaan agen hayati Trichoderma sp. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa lamanya usahatani tidak mampu membentuk persepsi petani terhadap penggunaan agen hayati Trichoderma sp. Materi utama yang disampaikan terkait pemanfaatan agen hayati Trichoderma sp di Kecamatan Landasan Ulin.
PERANCANGAN DAN UJI COBA RANCANGAN PENYULUHAN 56
Penetapan Tujuan Penyuluhan
Tujuan penyuluhan yang dilakukan adalah untuk mengetahui peningkatan pengetahuan, tingkat sikap dan tingkat keterampilan anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu serta mengubah sikap anggota kelompok tani ke arah yang jauh lebih baik. dari sebelumnya dan untuk mengukur keterampilan agar petani menerima ide-ide baru yang diberikan dan menjadikan petani lebih modern dan dinamis.
Penetapan Sasaran Penyuluhan
Materi Penyuluhan Pertanian
Metode Penyuluhan Pertanian
Media Penyuluhan Pertanian
Karakteristik Wilayah
- Karakteristik Sosial
- Karakteristik Ekonomi
- Karaktersitik Budaya
Kecamatan Landasan Ulin belum mampu melaksanakan pengelolaan air secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia (SDM). Memasuki musim kemarau sering terjadi kebakaran lahan yang tinggi, dan memasuki musim penghujan sering terjadi banjir yang mengakibatkan lahan terendam air sehingga menyebabkan rusaknya lahan pertanian dan pemukiman. Keadaan perekonomian di wilayah Kecamatan Landasan Ulin Banjarbaru Kalimantan Selatan khususnya pada kelembagaan perekonomian petani terdapat suatu perkumpulan kelompok tani bernama Gapoktan Berkah Bumi dengan omzet sebesar Rp. 6.000.000.
Kondisi budaya di wilayah Kecamatan Landasan Ulin secara umum mengenai penerapan teknologi di tingkat petani pada semua jenis usahatani dan komoditas sangat beragam. Pada subsektor pertanian, varietas unggul padi untuk tanaman pangan belum dilaksanakan dengan sistem jajar legowo, sedangkan untuk tanaman palawija, varietas unggul jagung didominasi oleh varietas unggul. Mesin pertanian berupa traktor tangan dan penggarap sudah digunakan dalam pengolahan lahan untuk tanaman pangan dan produk hortikultura.
Untuk pemupukannya sudah beralih ke penggunaan pupuk organik, kecuali tanaman padi ada juga yang masih menggunakan pupuk konvensional, namun untuk pengendalian HPT (Hama Tanaman) menggunakan Agen Hayati. Pada subsektor peternakan baik unggas, ternak kecil maupun ternak besar penggunaan benih unggul dan penyediaan pakan cukup baik.
Implementasi/Uji Coba Rancangan Penyuluhan
- Persiapan Penyuluhan
- Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan
Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian dilaksanakan di Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada hari Selasa tanggal 22 Maret 2022 pukul 13.00 s/d 15.00 WITA. Sasaran kegiatan yang diperluas ini adalah seluruh anggota aktif Kelompok Tani Ngudi Rahayu yang berjumlah 30 responden, laki-laki berusia 17-60 tahun dengan pendidikan mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (secondary school). Penyampaian materi bertajuk “Pemanfaatan Agen Hayati Trichoderma sp” dilakukan dengan bantuan leaflet, video dan objek nyata.
Kegiatan ini meliputi tanya jawab dan saran terkait penyampaian materi yang dilakukan oleh pemateri dengan diskusi langsung oleh anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu yang juga dibantu oleh PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan). Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi dibacakan kepada anggota kelompok, kemudian dilanjutkan dengan pengisian kuesioner kepada siapa dibagikan. Pengisian kuesioner ini dipandu secara langsung dan anggota Kelompok Tani dapat bertanya jika ada yang kurang jelas.
Kegiatan penutup diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh ketua kelompok Ngudi Rahayu sebagai pembimbing dan dilanjutkan dengan pembagian ucapan terima kasih atas kehadiran anggota Kelompok Tani dan salam penutup.
Evaluasi Penyuluhan
13 Manfaat yang ditawarkan Trichoderma sp tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. 14 Anggota kelompok tani mudah untuk diikuti.
PEMBAHASAN
Hasil Evaluasi Penyuluhan
Kegiatan evaluasi yang dilakukan adalah untuk mengetahui respon anggota kelompok tani Ngudi Rahayu terhadap materi penyuluhan yang disampaikan. Dari kuesioner Pre-test dan Post-test yang diisi oleh anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Dari rumus diatas maka skor maksimum dan minimum yang diperoleh anggota Kelompok Tani dapat ditentukan oleh Trichoderma sp.
Pada tataran kreasi dapat dikatakan petani mampu mencipta, artinya anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu mampu merencanakan dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang ada. Reaksi/sikap yang dihasilkan dapat dibedakan menjadi reaksi positif dan reaksi negatif, dalam hal ini anggota kelompok tani Ngudi Rahayu menerima atau menolak strategi yang disarankan. Hal ini sejalan dengan pendapat Soekidjo (2003) yang mengatakan bahwa sikap merupakan reaksi atau reaksi seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek, oleh karena itu ada sebagian anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu yang menolak adanya kegiatan penyuluhan. . dilakukan.
Jadi rencana penyuluhan yang disampaikan meliputi materi penyuluhan, metode penyuluhan dan media ajar terkait penggunaan agen hayati Trichoderma sp sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sasaran anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu memahami dan menguasai cara pembuatan Trichoderma sp.
Rencana Tindak Lanjut
Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, hasil yang diperoleh dari penilaian menunjukkan persentase tingkat keterampilan sebesar 96% pada kategori kompetensi. Hal ini sejalan dengan teori tingkat keterampilan menurut Robins (2000) yang menyatakan berada pada tingkat pemecahan masalah.
PENUTUP
Kesimpulan
Rancangan penyuluhan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani dalam pemanfaatan Trichoderma sp. Media penyuluhan sesuai dengan karakteristik sasaran yaitu pamflet dan benda nyata, sedangkan untuk evaluasi penyuluhan yaitu evaluasi pengetahuan menunjukkan hasil Pre-test sebesar 75% dan hasil Post-test sebesar 99%. Evaluasi sikap menunjukkan bahwa respon petani lebih cenderung menerima materi penyuluhan, dimana sikap petani >50 diterima sebanyak 18 orang (60%) dan sikap petani menolak <50 berjumlah 12 orang (40%). ) .
Penilaian keterampilan menunjukkan skor 96% dan skor hampir sempurna 100% yang berarti anggota kelompok tani terampil dalam praktik pembuatan Trichoderma sp.
Saran