• Tidak ada hasil yang ditemukan

Karakteristik Petani

Dalam dokumen persepsi angota kelompok tani ngudi rahayu (Halaman 57-61)

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Karakteristik Petani

Karakteristik petani sebagai responden pada penelitian ini yaitu anggota kelompok tani di Ngudi Rahayu sebanyak 30 orang data karakteristik petani sebagai responden diperoleh dari daftar hadir dan diperoleh dari pengambilan data melalui penyebaran kuisioner yang sudah dibagikan. Data karakteristik tersebut berisi tentang informasi yang meliputi usia, pendidikan, lama berusahtani dan luas lahan. Dilakukannya penggolongan karakteristik petani sebagai responden untuk mengetahui secara jelas gambaran responden yang menjadi sasaran pada penelitian ini.

4.3.1 Responden Berdasarkan Usia

Penggolongan usia petani sebagai responden dalam penelitian ini akan meunjukkan pengalaman, ketertarikan dalam menerima materi yang disampaikan pada saat kegiatan penyuluhan dilaksanakan. Berikut ini adalah tabel 8 berdasarkan usia.

Tabel 8. Responden Anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu Berdasarkan Usia Tahun 2022

No. Usia (Tahun) Jumlah

(Orang) Persentase (%)

1 17-29 11 36,6

2 30-40 12 40

3 41-45 2 6,6

4 46-60 5 16,6

Jumlah 30 100

Sumber : Data yang diolah 2022

Berdasarkan tabel 8 menunjukkan usia yang dimiliki petani bervariasi dan menunjukkan usia yang dominan adalah 30-40 jumlah 12 orang dengan persentase 40% dengan hasil tersebut maka dapat dikategorikan dalam usia yang produktif. Dari kondisi umur yang produktif maka petani sangat diharapkan mempunyai kemampuan fisik yang kuat dan dapat menjalankan usahataninya dengan maksimal. Dari data yang didapatkan maka menjadi faktor penentu

petani dalam proses penerimaan terhadap materi yang diberikan. Hasil ini sejalan dengan pendapat Mauceri et.,..al dalam Mwangi (2016), yang menjelaskan bahwa seiring dengan bertambahnya usia petani maka ada peningkatan menghindari resiko dan penurunan minat dalam jangka panjang, disisi lain petani yang lebih muda lebih suka mengambil resiko dan rasa ingin mencoba teknologi terbaru.

4.3.2 Responden Berdasarkan Pendidikan

Pendidikan adalah sebuah proses yang sudah dilalui oleh sesorang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan juga sikap dari petani itu sendiri.

Pendidikan akan berpengaruh pada pola pikir serta wawasan seorang petani dalam mengambil atu bertindak dalam sebuah keputusan. Tingkat pendidikan petani dalam penelitian ini terdapat pada tabel 9.

Tabel 9. Responden Anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu Berdasarkan Pendidikan Tahun 2022

No. Pendidikan Jumlah

(Orang) Persentase (%)

1 SD 11 36,6

2 SLTP 9 30

3 SLTA 10 33,3

Jumlah 30 100

Sumber : Data yang diolah 2022

Pada tabel 9 menunjukkan bahwa tingkat pendidikan di dominasi oleh lulusan SD (Sekolah Dasar) jumlah 11 orang dengan persentase 36,6% dan berbeda tipis dengan lulusan SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) jumlah 10 orang dengan persentase 33,3%. Dapat dilihat mulai dari tingkat pendidikan SD, SLTP dan SLTA memiliki persentase yang tidak terlalu jauh dimana SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) jumlah 9 orang juga memiliki persentase 30%. Menurut Hasman (2016), pendidikan formal petani akan mewakili tingkat pengetahuan dan pemahaman yang luas bagi petani untuk menerapkan apa yang telah mereka peroleh untuk meningkatkan praktik pertanian mereka.

4.3.3 Responden Berdasarkan Lama Berusahatani

Lama berusahatani yaitu lamanya petani dalam melakukan kegiatan berusahatani pada bidang pertanian sampai dengan penelitian ini dilaksanakan.

Lama berusahatani dalam penelitian ini terdapat pada tabel 10.

Tabel 10. Responden Anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu Berdasarkan Lama Berusahatani Tahun 2022

No. Lama Berusahatani (Tahun)

Jumlah

(Orang) Persentase (%)

1 > 1 Tahun 10 33,3

2 >5 Tahun 15 50

3 >10 Tahun 5 16,6

Jumlah 30 100

Sumber : Data yang diolah 2022

Pada tabel 10 menunjukkan bahwa lama berusahatani di dominasi oleh petani yang memiliki pengalaman berusahatani lebih dari 5 tahun jumlah 15 orang dengan persentase 50% dari data yang didapatkan maka setengah dari jumlah sampel penelitian ini memiliki dominan yang baik. Petani yang memiliki lama berusahatani lebih dari 1 tahun jumlah 10 orang dengan persentase 33,3%

dan petani yang memiliki lama berusahatani lebih dari 10 tahun jumlah 5 orang dengan persentase 16,6% termasuk petani yang memiliki usia lebih dari 46 tahun. Hasil ini tidak sejalan dengan Seokarwati dalam Amala (2017), yang menyatakan bahwa lama berusahatani atau pengalaman dalam berusahatani mempunyai hubungan positif dengan kecepatan dalam adopsi inovasi. Petani yang berpengalaman akan lebih cepat dalam mengadopsi dibandingkan dengan petani yang belum berpengalaman. Berbeda dengan kondisi dilapangan karena sekalipun petani lebih berpengalaman yaitu diatas 10 tahun keatas tapi tetap saja hal tersebut tidak memiliki hubungan yang positif dan erat diantara keduanya.

4.3.4 Responden Berdasarkan Luas Lahan

Luas Lahan yang dimiliki oleh petani yaitu seberapa luas hamparan yang sudah dikelola oleh petani hingga pada saat penelitian dilaksanakan. Luas lahan petani di ukur dengan satuan hektar terdapat pada tabel 11.

Tabel 11. Responden Anggota Kelompok Tani Ngudi Rahayu berdasarkan Luas Lahan Tahun 2022

No. Luas Lahan (Hektar) Jumlah

(Orang) Persentase (%)

1 >1 Ha 13 43,3

2 <1 Ha 17 56,6

Jumlah 30 100

Sumber : Data yang diolah 2022

Pada tabel 11 menunjukkan bahwa luas lahan yang dimiliki petani kurang dari 1 Ha (Hektar) yaitu jumlah 17 orang dengan persentase 56,6% dan luas lahan yang dimiliki petani lebih dari 1 Ha (Hektar) yaitu jumlah 13 orang dengan persentase 43,3%. Rata-rata petani memiliki lahan kurang dari 1 Ha. Semakin luas lahan yang dimiliki oleh seorang petani maka akan menunjukkan teknik dalam berbudidaya pada lahan yang dikelola. Hasil ini juga tidak sejalan dengan pendapat Soekarwati dalam Amala (2017), yang menyatakan bahwa luas lahan menentukan petani dalam mengambil keputusan untuk menerapkan suatu inovasi terbaru. Pada hasil wawancara dengan ketua kelompok petani Ngudi Rahayu menyatakan bahwa petani yang memiliki lahan lebih luas mereka dapat mencoba inovasi terbaru dengan sebagian lahannya, tetapi tidak dengan lahan yang kecil karena selain tidak ada lahan untuk mencoba mereka juga takut akan terjadi kegagalan dalam penerapannya. Pada kondisi yang sesungguhnya banyak petani yang memiliki lahan <1 Ha sebanyak 17 orang sehingga masih sedikit petani yang menerapkan inovasi baru.

4.4 Hubungan Antara Karakteristik Petani dan Sistem Sosial Terhadap

Dalam dokumen persepsi angota kelompok tani ngudi rahayu (Halaman 57-61)

Dokumen terkait