PENDAHULUAN
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
- Persepsi
- Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi
- Bidan
- Peran Bidan
- Millenium Development Goals (MDGs)
- Pengertian MDGs
- Sasaran MDGs
- Sasaran Pembangunan Millenium Indonesia
- Kontroversi
- Upaya kesehatan ibu dan anak
- Kerangka Konsep
Millennium Development Goals atau disingkat dalam Bahasa Inggris Millennium Development Goals (MDGs) adalah hasil kesepakatan antar kepala negara untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dalam pembangunan masyarakat di seluruh dunia, yang didalamnya memuat kewajiban negara terhadap setiap masyarakat untuk mencapai tujuan pembangunan tersebut. milenium, yaitu untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan (Nitha, 2012). Deklarasi tersebut berisi komitmen masing-masing negara dan komunitas internasional untuk mencapai 8 tujuan pembangunan Tujuan Pembangunan Milenium ini. Dalam Tujuan Pembangunan Milenium PBB (30 November 2010), Deklarasi Milenium PBB ditandatangani pada bulan September 2000, menyetujui bahwa semua negara harus melaksanakannya.
Target tahun 2015: Menurunkan angka kematian anak di bawah usia 5 tahun sebesar dua pertiganya. Tujuan tahun 2015: Menghentikan dan mulai mencegah penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit serius lainnya. Diharapkan pada tahun 2015 jumlah penduduk yang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman akan berkurang setengahnya.
Pemerintah Indonesia melaksanakannya di bawah koordinasi Bappenas dibantu kelompok kerja PBB dan menyelesaikan laporan Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) pertamanya yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan rasa kepemilikan pemerintah Indonesia terhadap laporan tersebut (United MDGs, 2010). Laporan Tujuan Pembangunan Milenium ini menguraikan upaya awal pemerintah untuk mengkaji situasi pembangunan manusia terkait dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), mengukur kemajuan dan menganalisisnya sejalan dengan upaya untuk mewujudkan pencapaian, serta untuk mengidentifikasi dan meninjau. kebijakan dan program pemerintah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. Kini Millennium Development Goals (MDGs) telah menjadi acuan penting bagi pembangunan di Indonesia, mulai dari tahap perencanaan yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (MTDP) hingga pelaksanaannya (Tabloid Diplomacy, 30 Nov 2010: 7).
Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) di Indonesia akan dijadikan landasan perjanjian dan implementasi kerja sama di masa depan. Hal ini termasuk kampanye perjanjian pertukaran utang (debt swap) bagi negara-negara berkembang sejalan dengan Deklarasi Jakarta tentang Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) di Asia dan Pasifik (Tabloid Diplomacy, 30 November 2010:9). Target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) Indonesia pada tahun 2015 adalah menurunkan angka kematian anak sebesar dua pertiga dari angka tahun 1990, yang pada saat itu adalah 97 kematian per 1.000 kelahiran hidup.
Target tujuan pembangunan tahun 2015 adalah 32 kematian per 1.000 kelahiran hidup, dan Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia adalah mengurangi rasio tersebut sebesar tiga perempat dari tahun 1990an, dengan asumsi rasio saat ini sekitar 450. Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) MDGs pada tahun 2015 adalah sekitar 110 (Tabloid Diplomacy, 30 November 2010 ). Program-program Millennium Development Goals (MDGs) seperti pendidikan, kemiskinan, kelaparan, kesehatan, lingkungan hidup, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan memerlukan biaya yang cukup besar (Budi Sulistyo, 2010). Menyikapi pernyataan mengenai kemungkinan Indonesia tidak dapat mencapai Millennium Development Goals (MDGs) jika beban penanggulangan kemiskinan dan pencapaian MDGs pada tahun 2015 serta beban pembayaran utang diambil dari APBN pada tahun 2015. Sekretaris Utama Sekda Perdana Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Syahrial Loetan, meyakini bahwa Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) belum tercapai pada tahun 2015, sejumlah utang dapat dikonversi untuk membantu mencapai tujuan tersebut.
Diharapkan kedepannya setelah pertemuan tersebut, LSM dan pemerintah dapat saling bahu membahu dalam mencapai tujuan Millennium Development Goals (MDGs). Upaya bidan untuk mewujudkan keberhasilan Millennium Development Goals (MDGs) adalah bidan harus mampu memberikan pengawasan, perawatan dan memberikan nasehat yang diperlukan kepada perempuan pada masa kehamilan, persalinan dan masa nifas, memimpin persalinan dengan tanggung jawabnya pula. seperti perawatan bayi baru lahir dan anak.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Sumber Data
- Defenisi Operasional
- Teknik Analisa Data
Cakupan program kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Siunggam Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara pada bulan Januari sampai Agustus 2015. Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa dari 4 orang yang disurvei mayoritas menyatakan informan Persepsi peran bidan sebagai pelaksana adalah menurunkan angka kematian ibu dan anak serta memberikan pelayanan sesuai standar pelayanan kesehatan. Lebih lanjut gambaran persepsi informan terhadap peran bidan sebagai pemimpin kerjasama antar tenaga kesehatan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa dari empat orang yang disurvei, mayoritas menyatakan informan berpengalaman berperan sebagai bidan. Lebih lanjut tabel di bawah ini memberikan informasi mengenai partisipasi informan mengenai peran bidan sebagai manajer. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa dari empat orang yang disurvei, mayoritas menyatakan persepsi informan terhadap peran bidan sebagai.
Dari hasil penelitian peran bidan sebagai pelaksana sesuai dengan tulisan dalam 50 tahun IBI, Bidan menghadapi masa depan, perhatikan suatu program kesehatan. Dari hasil penelitian mengenai peran bidan sebagai manajer terdapat kesamaan dengan artikel yang menyatakan bahwa peran bidan sebagai manajer adalah pengembangan pelayanan kesehatan dasar khususnya pelayanan kebidanan bagi individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat di wilayah kerja dengan melibatkan masyarakat/klien dan ikut serta dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain di bidang pekerjaannya dengan meningkatkan keterampilan penolong persalinan, tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan lainnya yang berada di bawah kepemimpinan di bidang pekerjaannya.
Gambaran persepsi informan terhadap peran bidan sebagai pendidik secara umum dapat diketahui dari penyuluhan pendidikan dan kesehatan yang diberikan informan dan melibatkan tenaga pelayanan kesehatan. Peran bidan sebagai pendidik merupakan pendidikan dan pendidikan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat mengenai mengatasi permasalahan kesehatan khususnya yang berkaitan dengan kesehatan. Temuan survei mengenai peran bidan sebagai pendidik menunjukkan sedikit perbedaan dengan artikel yang menyatakan bahwa standar profesi kebidanan menguraikan bahwa peran, fungsi dan kompetensi bidan harus mencakup peran praktisi, manajer, pendidik dan peneliti.
Gambaran persepsi informan terhadap peran bidan sebagai peneliti pada umumnya kurang baik, mayoritas informan menyatakan belum pernah melakukan penelitian kesehatan. Peran bidan sebagai peneliti atau yang sering disebut penyidik adalah melakukan penyelidikan atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan baik secara mandiri maupun berkelompok. Hasil penelitian mengenai peran bidan sebagai peneliti tidak sejalan dengan pasal yang menyatakan bahwa mereka sebagai pekerja profesional tidak boleh mencurigai adanya masalah pada kliennya.
HASIL PENELITIAN
Wilayah Kerja Puskesmas Siunggam
Wilayah kerja Puskesmas Siunggam Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara terdiri dari 9 desa. Untuk memperjelas wilayah kerja Puskesmas Siunggam dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Struktur Organisasi
Cakupan program kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Siunggam Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara pada bulan Januari sampai dengan Oktober 2015. Sasaran cakupan program kesehatan ibu dan anak setiap bulannya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Lebih lanjut, sejauh mana upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Peran saya dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu dan anak. Peran saya dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan bagi ibu dan anak.” Sedangkan dari hasil wawancara yang dilakukan kepada 4 orang informan, diketahui bahwa pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan standar pelayanan kesehatan, seperti salah satu informan mengatakan, sebagai berikut.
Selain itu, dari hasil wawancara yang dilakukan kepada 4 orang informan diketahui bahwa pemberian pelayanan kesehatan selalu melibatkan keluarga klien/pasien, seperti yang diungkapkan salah satu informan sebagai berikut. Kemudian dari hasil wawancara yang dilakukan kepada 4 orang informan dikatakan bahwa terdapat kerjasama yang baik antar petugas kesehatan, seperti yang diungkapkan oleh 2 orang informan sebagai berikut. Hal ini terlihat dari upaya para informan dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak, antara lain dengan memberikan pelayanan kesehatan yang standar.
Sedangkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap 4 informan menunjukkan bahwa informan melaksanakan program kesehatan, yang mana 3 informan menyatakan sebagai berikut. Dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap 4 orang informan menyatakan belum pernah melakukan penelitian kesehatan, yang mana salah satu informan mengatakan sebagai berikut.
Cakupan Program KIA
Susunan Kepegawaian
Proses Pengolahan Data
Sedangkan dari hasil wawancara yang dilakukan kepada 4 orang informan diketahui bahwa para informan telah memberikan perawatan yang tepat kepada klien ketika terjadi keadaan darurat pada kehamilan, seperti yang diungkapkan oleh 2 orang informan berikut ini. Pelayanan kebidanan merupakan tugas yang menjadi tanggung jawab praktik profesional kebidanan dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak guna mencapai kesehatan keluarga dan masyarakat. Sedangkan dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap 4 orang informan, disebutkan bahwa 1 orang informan tidak mengikutsertakan tenaga pelayanan kesehatan sehari-hari, sedangkan 1 orang informan tidak mengikutsertakan tenaga pelayanan kesehatan sehari-hari, seperti yang dikemukakan oleh 3 informan sebagai berikut. .
Lembaran persepsi Informan tentang peran Bidan sebagai
Gambaran persepsi Informan tentang peran Bidan sebagai
Puskesmas dan bidan desa dapat mengembangkan pelayanan dasar dengan mengikuti pelatihan dan seminar.
Gambaran persepsi Informan tentang peran Bidan sebagai
Bidan hendaknya mencari dan menggali masukan atau fakta dari klien, keluarga dan anggota tim kesehatan lainnya serta dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh bidan itu sendiri.
Gambaran persepsi Informan tentang peran Bidan sebagai
PEMBAHASAN
Gambaran Persepsi Informan tentang peran Bidan sebagai
Gambaran persepsi Informan tentang peran Bidan sebagai
Bahwa bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan pelatihan kebidanan yang diakui dan memperoleh izin praktik kebidanan.
Gambaran persepsi Informan tentang peran Bidan sebagai
Jadi kami yang semakin dekat, tahun ini kami bahkan tidak mempelajarinya, tapi itu agak sulit". Sampai saat ini bidan masih banyak yang menjalankan peran dan fungsi sebagai eksekutor dan sangat sedikit sebagai manajer. Untuk dapat menjalankan peran dan fungsi sebagai manajer, pendidik, dan peneliti, diperlukan tingkat pendidikan yang memadai.
Gambaran persepsi Informan tentang peran Bidan sebagai
Apakah Anda memberikan perawatan yang tepat kepada klien ketika terjadi keadaan darurat selama kehamilan, persalinan dan nifas?
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran