• Tidak ada hasil yang ditemukan

persepsi dan tindakan lansia tentang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "persepsi dan tindakan lansia tentang"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Tindakan
  • Lanjut Usia (Lansia)
  • Rheumatoid Arthritis
  • Kerangka Pikir

Artritis reumatoid (RA) adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan proses inflamasi kronis dan sistemik. Penyakit ini mempunyai manifestasi klinis yang luas, terutama mengenai beberapa sendi simetris, disertai manifestasi ekstra artikular. Penyakit ini juga sering menyebabkan kerusakan pada sendi sehingga menimbulkan nyeri yang berkepanjangan dan kelainan bentuk sendi (Sumartini Dewi, 2009).

Artritis reumatoid adalah bentuk radang sendi serius yang disebabkan oleh peradangan progresif kronis yang menyerang persendian. Pada awal penyakit, sendi pergelangan tangan paling sering terkena, namun pada tahap ini sendi besar seperti pergelangan kaki, lutut, siku, dan bahu juga terpengaruh. Sendi yang terkena umumnya simetris, disertai pembengkakan, nyeri dan kekakuan sendi lebih dari satu jam, terutama pada pagi hari, masalah menetap secara bersamaan selama lebih dari 6 minggu.

Penderita rheumatoid arthritis mempunyai gejala konstitusional seperti demam, kelelahan, malaise, mialgia, penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan akibat peradangan sistemik. Pada rheumatoid arthritis berupa arthritis rheumatoid pada siku, tendon Achilles dan jari tangan, sesak nafas atau nyeri dada akibat pneumonia, mata merah dan nyeri akibat skleritis dan keratokonjungtivitis sika pada sindrom Sjogren. Faktor risiko penyakit rheumatoid arthritis dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu: faktor genetik dan non genetik.

Faktor genetik memegang peranan penting pada penyakit Rheumatoid Arthritis, hal ini terlihat dari tingginya angka kejadian Rheumatoid Arthritis pada kembar monozigot yaitu 12 – 15% dibandingkan dengan kembar dizigotik. Wanita mengalami Rheumatoid Arthritis 2-3 kali lebih sering dibandingkan pria, hal ini diduga berhubungan dengan faktor hormonal seperti estrogen dan progesteron (Sumartini Dewi, 2009). Artritis Sentuhan simultan pada sendi yang sama simetrisnya pada kedua sisi tubuh (sentuhan bilateral PIP, MCP, MTP dapat diterima. tidak ada simetri absolut).

Gejala ekstra artikular terdapat pada 50% pasien Artritis Reumatoid dan yang paling umum adalah sindrom Sjogren yang ditandai dengan keratocinitis sic dan xerostomia (terjadi pada 35% pasien Artritis Reumatoid). Pengobatan rematik atau rheumatoid arthritis sejak dini tentu lebih baik, sehingga dapat mencegah kerusakan sendi jangka panjang dengan mencegah nyeri berkelanjutan. Di bawah ini beberapa hal yang dapat diberikan untuk mengobati Rheumatoid Arthritis atau rematik dan makanan apa saja yang boleh dikonsumsi.

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), yang biasa diberikan kepada pasien artritis reumatoid pada tahap awal penyakit, ditujukan untuk mengatasi nyeri sendi akibat peradangan yang sering terjadi meskipun belum terjadi proliferasi sinovial yang signifikan. Kerangka di atas menunjukkan bahwa lansia mempunyai pemikiran yang sama mengenai penyakit rheumatoid arthritis, sehingga lansia dapat melakukan tindakan yang sama terhadap timbulnya penyakit rheumatoid arthritis.

METODE PENELITIAN

Waktu dan Tempat Penelitian

Tahapan penelitian dilakukan mulai dari penyelidikan pendahuluan, pembuatan proposal penelitian, konsultasi dengan pembimbing penelitian lapangan dan penyampaian hasil penelitian.

Informan Penelitian

Tehnik Pengumpulan Data

Dokumentasi bertujuan untuk memperoleh data bukti fisik berupa informasi tertulis yang berkaitan dengan penelitian, seperti dokumen jumlah pasien yang pernah berkunjung, foto-foto kegiatan pelayanan di Posyandu Lanjut Usia dan informasi pendukung lainnya. untuk mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan Artritis Reumatoid (Rheumatoid Arthritis). Djam'an Satori, 2013).

Jenis dan sumber data

Instrumen Penelitian

Metode Analisis Data

Data yang terkumpul dianalisis secara manual, yaitu dengan menuliskan hasil penelitian dalam bentuk transkrip wawancara mendalam, kemudian dirangkum dalam bentuk matriks yang disusun menurut standar bahasa jawaban informan. Rangkuman ini kemudian dijelaskan kembali dalam bentuk narasi dan menarik kesimpulan dari analisis yang diperoleh secara keseluruhan (Hamidi, 2010).

Tehnik Pemeriksaan Keabsahan Data

Berdasarkan hasil wawancara dengan seluruh informan mengenai persepsi tentang Rheumatoid Arthritis, diperoleh pernyataan bahwa Rheumatoid Arthritis merupakan suatu kelainan yang menyebabkan nyeri sendi pada kaki dan tangan. Berdasarkan hasil wawancara dengan seluruh informan mengenai persepsi informan mengenai usia di mana Rheumatoid Arthritis biasa menyerang penderitanya, diperoleh pernyataan bahwa informan mengatakan bahwa Rheumatoid Arthritis biasanya terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Berdasarkan hasil wawancara dengan seluruh informan mengenai tindakan apa saja yang dilakukan untuk mencegah penyakit Rheumatoid Arthritis, maka.

Berdasarkan hasil wawancara dengan seluruh informan, diperoleh pernyataan informan mengenai penyakit rheumatoid arthritis, suatu kondisi yang menyebabkan nyeri sendi pada kaki dan tangan. Selain itu penyakit rheumatoid arthritis juga menimbulkan rasa nyeri di sekitar persendian, kesemutan pada kaki dan tangan, semua informan bisa menjawab apa itu rheumatoid arthritis. Ungkapan jawaban informan di atas sesuai dengan pernyataan Sumartini Dewi (2009), yang menyatakan bahwa rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan kronis, bersifat sistemik. Penyakit ini mempunyai manifestasi klinis yang luas terutama menyerang sendi, penyakit ini juga sering menyebabkan kerusakan pada sendi disertai rasa nyeri dan bengkak terutama pada pergelangan tangan dan kaki.

Artritis reumatoid dapat menyerang hampir semua sendi, namun paling sering terjadi pada sendi di pergelangan tangan, lutut, dan pergelangan kaki. Sendi lain yang bisa diserang antara lain sendi tulang belakang, leher, bahu, rahang, bahkan sendi antar tulang kecil. di telinga bagian dalam (Sumartini Dewi, 2009). Konsep Usia Saat Penyakit Rematik Menyerang Penderita Berdasarkan hasil wawancara dengan seluruh informan, diperoleh informasi bahwa para informan mengatakan bahwa penyakit reumatoid arthritis biasanya terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Artritis reumatoid dapat menyerang semua usia termasuk balita, peradangan penyakit ini terjadi pada jaringan sinovial pada persendian, jaringan ini bekerja dengan cara memproduksi cairan untuk melumasi sendi.

Berdasarkan hasil wawancara dengan seluruh informan diketahui bahwa keluhan yang sering dirasakan adalah nyeri, kaku, kemerahan disertai bengkak pada pergelangan kaki dan tangan.Semua informan mampu menjawab keluhan yang sering dirasakan. oleh pasien dengan Artritis Reumatoid. . Artritis reumatoid paling sering menyerang sendi, pada awal penyakit sendi yang paling banyak terkena adalah sendi, pada tahap ini sendi besar seperti pergelangan kaki, lutut, siku dan bahu akan terkena. Pengobatan dini terhadap penyakit rematik atau rheumatoid arthritis tentu saja merupakan cara terbaik untuk mencegah kerusakan sendi yang berkepanjangan dan mencegah rasa sakit yang berkepanjangan. Di bawah ini beberapa hal yang dapat diberikan untuk mengobati Rheumatoid Arthritis.

Tindakan Penghindaran Makanan pada Penderita Artritis Reumatoid Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diperoleh pernyataan mengenai makanan apa saja yang sebaiknya dihindari oleh penderita artritis reumatoid, yaitu makanan yang mengandung santan, kacang-kacangan dan buah durian. Meskipun dokter tidak meresepkan makanan apa pun yang harus dihindari penderita rematik, beberapa pasien mengalami lebih banyak nyeri sendi jika mengonsumsi makanan tertentu, dan tujuan dari pembatasan makanan tersebut adalah untuk memaksimalkan penyembuhan yang Anda lakukan dan mengurangi rasa sakit. . akibat penyakit tersebut sebaiknya dihindari oleh penderita rheumatoid arthritis atau rematik: Menurut Fathir (2011), obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) umumnya diberikan kepada penderita rheumatoid arthritis pada awal penyakitnya untuk mengatasi nyeri sendi akibat peradangan yang sering terjadi. terjadi, meskipun ada proliferasi sinovial yang signifikan. itu tidak datang.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Posyandu Lansia Kelurahan Losung Wilayah Kerja Puskesmas Padangmatinggi Kota Padangsidimpuan mengenai persepsi dan tindakan lansia terhadap penyakit Rheumatoid Arthritis dapat disimpulkan bahwa seluruh informan mempunyai persepsi yang sama tentang rheumatoid arthritis, dan seluruh informan mampu melakukan tindakan apa saja yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah rheumatoid arthritis. Bagi Puskesmas ada baiknya meningkatkan sosialisasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya lansia tentang Rheumatoid Arthritis atau reumatik, sehingga lansia dapat terhindar dari masalah gangguan nyeri sendi untuk mencapai kesehatan yang optimal. .

Foto Lokasi Penelitian Posyandu Lansia Kel. Losung
Foto Lokasi Penelitian Posyandu Lansia Kel. Losung

HASIL PENELITIAN

Gambar

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
Foto Lokasi Penelitian Posyandu Lansia Kel. Losung
Foto Lokasi Penelitian Posyandu Lansia Kel. Losung
Foto wawancara dengan informan 1
+5

Referensi

Dokumen terkait

gonorrhoeae resistance to cefixime and azithromycin is influenced by mutations or transfer of Neisseria resistance genes as shown in Table 1 and Figure 2, including mtrR mutations,