PENDAHULUAN
Latar Belakang
Masyarakat yang heterogen akan mengalami hal yang berbeda-beda dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam bertutur kata, cara berpakaian, dan cara beribadah antara agama yang satu dengan agama yang lain. Contoh yang pernah mereka lakukan adalah di Desa Sicini Kecamatan Parigi, di tempat ini dibangun gereja sehingga banyak masyarakat yang dahulunya beragama Islam meninggalkan agamanya dan berpindah agama menjadi Kristen karena godaan materi. Sebagai masyarakat multikultural, kita tentu harus sepakat bahwa setiap bentuk kehidupan mempunyai nilai tersendiri.
Rumusan Masalah
Sikap toleransi dapat kita terapkan dalam: 1) Menghargai hak orang lain, baik seagama maupun tidak. Sikap toleransi ini apabila selalu dikembangkan dalam kehidupan maka akan memberikan manfaat yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Hati orang lain akan terbuka terhadap mereka yang memperlakukan mereka dengan hormat dan cinta.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Defenisi Operasional
Secara umum, istilah masyarakat digunakan untuk merujuk pada sekelompok orang yang hidup bersama dalam suatu komunitas yang terorganisir. Yang dimaksud dengan masyarakat adalah sejumlah besar orang yang tinggal di suatu wilayah yang sama, relatif independen terhadap orang-orang di luar wilayah tersebut, dan mempunyai kebudayaan yang relatif sama. Yang dimaksud dengan masyarakat adalah orang-orang yang berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan mempunyai kesamaan kebudayaan.
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
Kajian teori
- Pengertian Persepsi
- Pengertian Masyarakat
- Pengertian Eksistensi
- Pengertian Gereja
Pertama: Dibolehkan mempekerjakan orang kafir dalam kerja atau projek orang Islam selagi ia tidak memudaratkan orang Islam. Mereka (wanita Islam) tidak halal bagi orang kafir dan orang kafir juga tidak halal bagi mereka." (QS. Al Mumtahana: 10). Kelapan: Dibolehkan bagi orang Islam meminta pertolongan daripada orang kafir untuk menghalang musuh daripada memerangi orang Islam.
Kerangka Pikir
Persepsi masyarakat terhadap keberadaan gereja di Desa Borisallo Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa dipilih menjadi judul karena penulis ingin menyampaikan bahwa terdapat perbedaan persepsi di masyarakat mengenai keberadaan gereja di kalangan masyarakat muslim, ada yang berpendapat, ada yang menolaknya, dan ada pula yang tidak mempedulikannya. Partai ini mengutamakan perdamaian dan toleransi antar umat beragama, dan keberadaan gereja ini telah membantu perekonomian sebagian masyarakat. Berbeda dengan mereka yang setuju, mereka yang tidak setuju dengan keberadaan gereja juga mempunyai alasan tersendiri, seperti kekhawatiran akan seruan masyarakat muslim setempat untuk meninggalkan Islam dan masuk Kristen, karena hal seperti ini sudah sering terjadi, seperti. seperti di Desa Sicini, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa pada tahun 80an.
Mereka yang tidak peduli menekankan bahwa mereka tidak harus mengurusi urusan orang lain dan bergantung sepenuhnya pada pemerintah daerah serta mengutamakan persatuan, kebebasan dan kenyamanan hidup bersama tanpa campur tangan pihak manapun. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya campur tangan dari pihak-pihak yang setuju, tidak setuju, atau tidak peduli. Melihat permasalahan di atas, tentunya harus ada solusi yang lahir sebelum konflik muncul, misalnya pertemuan antara Gereja dan masyarakat yang berbeda pendapat dan dimediasi oleh pemerintah dan aparat keamanan setempat untuk berunding dan mencapai kesepakatan mengenai hal-hal tertentu. . tak satu pun dari mereka menginginkan itu.
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Informan Penelitian
- Fokus Penelitian
- Instrument Penelitian
- Jenis Dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Tehnik Analisis Data
- Tehnik Keabsahan Data
Sikap toleransi yang ditanamkan pada masyarakat Desa Borisallo merupakan salah satu butir Pancasila. Di sinilah peran toleransi sangat diperlukan, dimana untuk terciptanya hubungan yang harmonis antara satu sama lain kita harus bisa saling menghormati dan menghargai perasaan orang lain. Sikap toleransi adalah sikap hidup dalam perkataan, tindakan, dan perilaku yang mencerminkan sikap menghargai dan menghargai orang lain.
Sebagai makhluk individual, manusia mempunyai hak yang tidak dapat diganggu gugat oleh orang lain. Menoleransi atau memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melaksanakan atau melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Jika sikap toleransi tidak ditumbuhkan dalam kehidupan sehari-hari, maka akan berakibat pada kejadian-kejadian negatif atau dapat menimbulkan pengaruh negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Tingkat pendidikan seseorang mempengaruhi tingkat toleransinya dalam masyarakat, namun khusus bagi warga desa Borisallo toleransi yang diberikan berbeda-beda. Salah satu kecenderungannya, bahkan menjadi kebiasaan penduduk desa Borisallo adalah selalu ingin berbuat baik kepada orang lain, menjalin hubungan baik. Hal ini merupakan bukti nyata dampak globalisasi di bidang agama yang terjadi pada masyarakat desa Borisallo.
Sikap toleran yang diperbolehkan oleh agama diterapkan oleh masyarakat Desa Borisallo dengan menghormati dan tidak mengganggu aktivitas Gereja selama keberadaannya.
GAMBARAN DAN HISTORIS LOKASI PENELITIAN
Gambaran Lokasi Penelitian
Desa Borisallo berada di daerah perbukitan atau pegunungan dan desa ini merupakan bagian dari kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa. Di Desa Borisallo terdapat sebuah bangunan yang awalnya beredar rumor bahwa yang akan dibangun adalah gedung olah raga dan pada akhirnya yang dibangun adalah gereja. Ia memiliki semua situs spiritual di Tanah Suci di Israel dengan desain yang mirip dengan aslinya.
Kawasan ini terletak di atas lahan seluas 44 hektar dan berjarak 52 km dari kota Makasar, Sulawesi Selatan. Gereja YHS berada di puncak desa Borisallo sehingga akan sangat mudah untuk melihatnya karena letaknya sangat strategis di pinggir jalan poros Malino. Dari luar tidak akan ada yang menyangka kalau ini adalah gereja, karena dari luarnya hanya terlihat taman luas dengan bunga-bunga indah disertai pohon mangga dan rambutan.
Setelah masuk ke dalam dan berjalan sejauh 300 meter, Anda menyadari bahwa ini adalah sebuah gereja, disertai dengan bangunan pendukung lainnya seperti.
Sejarah Desa Borisallo
Sebab dari hasil penelitian di kawasan Borisallo, warga setempat hanya mengetahui nama Tumanurung tanpa mengetahui kapan ratu pemersatu akan datang. Mereka hanya mengetahui Tumanurung pertama kali turun di daerah Pammolongang, sebuah desa tua di Pakko Lompo, sekarang di desa Borisallo. Pada masa pemerintahannya di Borisallo, Dampang Togotogo menikah dengan Dampang Kanniya, diperkirakan permaisurinya juga berasal dari keluarga bangsawan di Dampang.
Setelah Karaeng Pallowiya beranjak dewasa, ia beranjak remaja dan kemudian menikah dengan seorang gadis bangsawan di Borisallo yang tidak diketahui namanya, sehingga lahirlah dua orang putra bernama Karaeng Janggoka Ponno. Dari namanya Karaeng Janggoka adalah seorang remaja berjanggut, sedangkan adiknya Karaeng Ponno ketika sudah dewasa menikah dengan Karaeng Nisauka.
Kebudayaan
Di masyarakat Borisallo, terdapat berbagai macam peralatan yang sering digunakan antara lain peralatan rumah tangga, peralatan yang digunakan saat bertani, seperti penggunaan sapi dan traktor untuk membajak sawah tergantung kondisi, begitu pula dengan cangkul, pisau dan cangkul. Begitu pula pada budaya masyarakat petani di desa Borisallo, sebelum mengenal agama Islam, mereka sudah mempercayai roh orang mati dan tempat suci yang sering mereka sebut dengan Karaenga. Hal yang menarik dalam kegiatan ini adalah adanya interaksi antar beberapa petani yang ikut serta melakukan panen bersama di sawah, seperti bertukar tenaga kerja atau saling membantu secara bergiliran.
Para petani yang membantu mendapatkan gaji atau bantuan seperti di atas, atau mereka tidak mendapat gaji, namun mendapat bagian hasil panen yang kecil, sehingga bisa berbagi nikmatnya nasi hasil panen asa (padi) yang baru. Tentu saja ada beberapa upacara dalam sebuah pernikahan, bahkan sebelum pesta pernikahan harus meminta izin terlebih dahulu kepada Karaeng, karena dianggap dapat menjaga hubungan suami istri di kemudian hari. Namun di dunia modern, hal seperti itu sudah mulai ditinggalkan. Tingginya perkembangan pendidikan di desa Borisallo membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap apa yang diyakini nenek moyang mereka.
Dari segi usaha/pekerjaan, warga Borisall juga umumnya memandang hidup sebagai kerja keras (reso'/jamang). Oleh karena itu, tidak heran jika budaya bertani di desa Borisallo menganut prinsip kerja keras dan oleh karena itu desa Borisallo dikenal sebagai suku pekerja keras dalam segala bidang termasuk di bidang pertanian. Selain itu, Sulawesi Selatan pada umumnya merupakan sentra tanaman pangan, dan persawahan menjadi salah satu tolak ukur kewibawaan Desa Borisallo.
Jika semua padi telah dituai, mereka kembali melakukan upacara kesyukuran (do'a salama) sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada para petani untuk menikmati hasil tuaian.
Kesenian
Dalam pandangan masyarakat Borisallo, sangat disayangkan jika seseorang yang sudah cukup umur tidak mempunyai pekerjaan, bahkan menjadi beban orang lain.
Pakaian Adat
Kekerabatan
Mata Pencaharian
Faktor tersebut sangat didukung oleh kesuburan tanah yang sangat baik sehingga menjadikan kawasan desa Borissallo sebagai kawasan pertanian. Mata pencaharian terakhir yang banyak dilakukan oleh masyarakat desa Borisallo adalah berdagang, karena hasil dari para petani akan dibagikan kepada para pedagang, kemudian pedagang tersebut mengumpulkan jumlah yang lebih besar dan membagikannya kembali kepada masyarakat umum desa Borisallo. Dari seluruh mata pencaharian tersebut, masyarakat suku Bugis memperoleh perekonomian untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
Selain itu, saat ini masyarakat Desa Borisallo juga banyak yang mengenyam pendidikan dan terjun ke dunia birokrasi pemerintahan.
Sistem Kepercayaan
Menghargai orang lain merupakan salah satu upaya untuk memajukan keharmonisan dan keharmonisan antar manusia agar tercipta kehidupan bermasyarakat yang saling menghargai dan menghormati satu sama lain sesuai harkat dan martabat seseorang sebagai manusia. Menghormati dan menghargai orang lain harus dilakukan tanpa memandang pangkat, status, warna kulit, atau profesi orang tersebut. Sikap menghargai orang lain tentunya didasari oleh jiwa santun yang dapat menumbuhkan sikap menghargai orang diluar diri.
Kita manusia adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Sikap perhatian membuat kita bisa merasakan atau memedulikan perasaan orang lain sehingga orang lain tidak merasa tersinggung. Sikap toleransi disebut juga assikapaccei, merupakan ungkapan dari bahasa Makassar yang artinya kita... merasakan apa yang dirasakan orang lain.
Kita wajib melindungi dan menghormati hak dan kewajiban orang lain agar hak dan kewajiban kita juga dihormati oleh orang lain. Dan disinilah diperlukan kesadaran dari setiap anggota masyarakat untuk memperhatikan atau menghargai kepentingan orang lain. Jika Anda tidak menghormati orang lain, orang lain tidak akan pernah menghormati Anda.
Menghargai orang lain akan mengurangi musuh, ini merupakan hal yang menarik dimana masyarakat harus saling bekerja sama dan menghadapi musuh dengan cara yang lebih beradab. Menghargai orang lain membuat hidup lebih menyenangkan. Musuh adalah salah satu hambatan hidup lainnya dan bisa menjadi guru terbaik. Sebagai makhluk sosial, manusia memerlukan kerjasama dengan manusia lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik materiil maupun spiritual.