Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru pendidikan agama Islam di SMP N 1 Sukadana. Observasi dan dokumentasi dilakukan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru PAI di SMP N 1 Sukadana. Meskipun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru pendidikan agama Islam ketika proses belajar mengajar berlangsung.
PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka bagian utama penelitian yang akan peneliti lakukan adalah mengajukan masalah sebagai berikut: Bagaimana persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru pendidikan agama Islam di SMP N 1 Sukadana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru pendidikan agama Islam di SMP N 1 Sukadana. Bagi guru SMP N 1 Sukadana, khususnya guru pendidikan agama Islam, hal ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan masukan dalam memperbaiki kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran.
Penelitian Relevan
- Pengertian Persepsi dan Peserta Didik
- Perkembangan Peserta Didik Usia Sekolah Menengah a. Perkembangan Fisik
- Hakikat Persepsi
- Objek Persepsi
- Ciri-ciri Umum Persepsi
- Faktor-faktor yang Berpengaruh pada Persepsi
8Dian Putri Rahmadani, “Studi Deskriptif Persepsi Siswa Terhadap Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Pelaksanaan Layanan Konseling Individu” di Psihopedagogika, (Jogjakarta: Universitas Ahmad Dahlan), vol. Berdasarkan pengertian di atas, dapat dipahami bahwa ada beberapa tahapan dalam perkembangan kognitif siswa sekolah menengah tergantung pada usia siswa tersebut. Berdasarkan teori yang dijelaskan di atas, siswa sekolah menengah berusia antara 11 dan 15 tahun.
Keterampilan Mengajar Guru
- Pengertian Keterampilan Mengajar Guru
- Jenis-jenis Keterampilan Mengajar Guru
- Jenis Penelitian
- Sifat Penelitian
Untuk mencapai standar tersebut, seorang guru harus menerapkan berbagai keterampilan mengajar di kelas untuk memudahkan interaksi guru dengan siswa. Menarik perhatian siswa dengan gaya mengajar, menggunakan media pembelajaran/TIK dan model atau pola interaksi pembelajaran yang berbeda. Pembelajaran akan sia-sia jika guru tidak menyelesaikan materi yang disampaikan karena siswa biasanya tidak mampu mengingat semua materi yang telah dijelaskan.
Bedanya jika guru mampu memberikan rangkuman, maka siswa akan lebih mudah mengingatnya. Tugas guru di kelas terutama mengajar siswa dengan menyelidiki berbagai kondisi belajar. Karena ketika diberikan penguatan, poin-poin tersebut nantinya akan membantu siswa memahami materi yang telah dijelaskan sebelumnya.
Karena poin-poin tersebut akan membantu siswa saat diskusi kelompok kecil dan dapat digunakan oleh guru sebagai pedoman sebelum melakukan diskusi kelompok kecil di kelas. e. Dengan mendorong siswa untuk bertanya, dapat merangsang kemampuan berpikir mereka. Semakin baik guru menjelaskan materi dengan jelas dan lantang, maka akan semakin mudah siswa memahami apa yang disampaikan.
Selain kondisi ruangan yang tidak nyaman, penampilan guru juga kurang menyejukkan hati siswa.
Sumber Data
Penelitian kualitatif bersifat deskriptif.Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk memberikan gejala, fakta atau peristiwa secara sistematis dan akurat, mengenai karakteristik populasi atau wilayah tertentu, bentuk laporan dan deskripsi. Berdasarkan sifat penelitian di atas, maka peneliti berupaya mendeskripsikan secara sistematis dan faktual data persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru Pendidikan Agama Islam di SMP N 1 Sukadana. Sumber sekunder adalah informasi yang diperoleh dari sumber lain yang mungkin tidak berhubungan langsung dengan peristiwa 61 Berdasarkan pengertian di atas, peneliti mengumpulkan data tidak hanya mengandalkan sumber primer.
Namun juga menggunakan sumber sekunder yaitu melalui metode observasi dan juga dokumentasi mengenai persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru PAI di SMP N 1 Sukadana.
Teknik Pengumpulan Data
- Metode Wawancara
- Metode Observasi
- Metode Dokumentasi
Penelitian yang dilakukan peneliti pada tanggal 17 November 2017, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pedoman wawancara tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar tentang apa yang akan ditanyakan. Dari wawancara yang dilakukan, yang terdiri dari 14 pertanyaan, peneliti kemudian memperoleh persepsi siswa tentang keterampilan mengajar guru PAI di SMP N 1 Sukadana.
Pedoman Wawancara Persepsi Siswa Terhadap Keterampilan Mengajar Guru Pendidikan Agama Islam di SMP N 1 Sukadana. Dua yang penting adalah proses observasi dan memori 64 Karena metode observasi ini terdiri dari dua jenis, yaitu observasi partisipatif dan non-partisipatif. A. Dalam observasi ini, peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang diamati atau dijadikan sumber data penelitian.
Pengamatan tersebut dapat dibedakan menjadi empat, yaitu: .. partisipasi pasif, partisipasi sedang, partisipasi aktif dan partisipasi penuh. Observasi nonpartisipatif atau tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis terhadap apa yang akan diamati. Sehingga peneliti hanya datang ke SMP N 1 Sukadana kemudian melihat proses pelaksanaan pembelajaran yang sedang berlangsung dengan mengambil formulir observasi yang telah peneliti susun sebelumnya.
Diantaranya adalah: sejarah singkat berdirinya SMP N 1 Sukadana, visi, misi dan tujuan SMP N 1 Sukadana, situasi guru di SMP N 1 Sukadana, situasi siswa di SMP N 1 Sukadana, situs rencana SMP N 1 Sukadana dan struktur organisasi SMP N 1 Sukadana.
Teknik Penjamin Keabsahan Data
Uji reliabilitas dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan mengaudit seluruh proses penelitian. Apabila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut memenuhi standar validasi. Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan memeriksa tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh dengan waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif.
Oleh karena itu, data yang diperoleh kemudian diuji kembali terhadap sumber data lain untuk sampai pada kesimpulan lebih lanjut. Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan menguji data terhadap sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda.71 Misalnya data diperoleh melalui wawancara, yang kemudian dicek kembali dengan observasi, dokumentasi atau angket. Apabila ketiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut menghasilkan data yang berbeda, peneliti melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data yang relevan atau pihak lain untuk menentukan data mana yang dianggap benar.
Pengumpulan data dengan teknik wawancara pada pagi hari, pada saat informan masih segar tidak banyak masalah memberikan data yang lebih valid, sehingga lebih dipercaya. Dalam menguji kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara mengecek wawancara, observasi atau teknik lain pada waktu atau situasi yang berbeda. Karena penelitian yang dilakukan peneliti bermaksud untuk melihat bagaimana persepsi atau pandangan siswa terhadap keterampilan mengajar guru pendidikan agama Islam, maka peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknis untuk memastikan keabsahan data.
Dengan demikian, peneliti menggunakan triangulasi sumber dalam praktiknya untuk mengetahui bagaimana persepsi siswa terhadap keterampilan guru pendidikan agama Islam.
Teknik Analisa Data
- Sejarah Singkat SMP N 1 Sukadana
- Visi, Misi dan Tujuan Berdirinya SMP N 1 Sukadana a. Visi SMP N 1 Sukadana
- Keadaan Guru dan Karyawan SMP N 1 Sukadana
- Struktur Organisasi
- Keadaan Siswa SMP N 1 Sukadana
- Keadaan Sarana dan Prasarana SMP N 1 Sukadana
- Denah Lokasi
Sehingga penelitian yang telah peneliti lakukan mendapatkan data tentang persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru pendidikan agama Islam. Kepala Sekolah yang pertama kali mengepalai SMP Negeri 1 Sukadana adalah Bpk. Hanafiah. Tenaga pengajar pada saat itu adalah guru dari SGB ditambah dua orang guru pendamping. Pada tahun 1962, Bpk. Hanafiah digantikan oleh Bpk. K.M. Yusuf Aqil meninggal dunia, maka pada tahun 1975, Pak Damiri diangkat sebagai pelaksana tugas kepala sekolah.
Pada tahun 1976 Bpk. Damiri digantikan oleh Mr. Suwardi dari Metro sampai tahun 1983, kemudian tahun 1983 sampai 1985 direktur sekolah digantikan oleh Bpk. M. Said Ilyas B.A dari Tanjung Karang. Dari tahun 1985 hingga 1991, Tn. Damir kembali menjabat sebagai kepala sekolah menggantikan Mr. M. Said Ilyas B.A, kemudian pada tahun 1991 Bpk. Damiri digantikan oleh Mr. dr. Wahab, pada tahun 1997 Bpk. Wahab digantikan oleh Mr. Sukamto, HS sampai tahun 1998, tahun 1999 Bpk. Sukamto HS digantikan oleh Ny. dr. Bertha Suraidi, MM hingga tahun 2007. Selanjutnya mulai tahun 2007 digantikan oleh Dr. H. Rizal Hendra sampai dengan tahun 2012, kemudian dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2013 digantikan oleh Bpk. H. Jaenuri, S.Pd.M, Pd. Dan direktur kemudian digantikan oleh Ny. Yuli Aquarita, S.Pd Hingga saat ini.
Keadaan guru di SMP Negeri 1 Sukadana tahun ajaran 2017/2018 berjumlah 45 guru dan 10 pegawai. Siswa disini berarti semua siswa yang berpartisipasi aktif dalam proses belajar mengajar di SMP Negeri 1 Sukadana. Sesuai dengan data yang ditemukan peneliti, keadaan siswa SMP N 1 Sukadana tahun pelajaran 2017/2018 berjumlah 630 siswa.
Analisis data persepsi siswa terhadap keterampilan mengajar guru Pendidikan Agama Islam di SMP N 1 Sukadana.
Analisis Data Mengenai Persepsi Peserta Didik tentang Keterampilan Mengajar Guru Pendidikan Agama Islam di SMP N 1 Sukadana
- Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran
- Keterampilan Mengelola Kelas
- Keterampilan Memberi Penguatan
- Keterampilan Membimbing Kelompok Kecil
- Keterampilan Bertanya
- Keterampilan Menjelaskan Pelajaran
- Keterampilan Mengadakan Variasi
Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara dengan 10 siswa kelas VIII SMP N 1 Sukadana. Selanjutnya peneliti menanyakan kepada siswa di atas tentang langkah-langkah yang dilakukan guru saat membuka pelajaran. Selain itu, peneliti juga menanyakan kepada siswa tentang langkah terakhir yang dilakukan guru sebelum mengakhiri pembelajaran.
Namun yang disayangkan guru tidak menyimpulkan pelajaran, melainkan hanya menanyakan materi yang belum dipahami siswa. Peneliti bertanya kepada siswa tentang bagaimana keadaan kelas selama proses belajar mengajar dan langkah apa yang dilakukan guru ketika kelas menjadi tidak kondusif. Diperkuat oleh 10 siswa yang setuju bahwa guru akan berusaha menenangkan siswa ketika kelas menjadi tidak kondusif dengan mencairkan suasana.
Berdasarkan persepsi siswa, guru memfasilitasi diskusi kelompok kecil dengan baik. Hal ini ditunjukkan oleh 10 siswa yang setuju, guru akan berusaha memusatkan perhatian siswa pada topik dan topik pembahasan. Beranjak dari permasalahan tersebut, peneliti kemudian menanyakan kepada siswa tentang sikap guru saat tidak ada yang bertanya dan bagaimana cara guru mengajukan pertanyaan kepada siswa.
Berdasarkan persepsi 9 dari 10 siswa mengatakan bahwa guru akan melanjutkan materi jika tidak ada siswa yang bertanya. 6 dari 10 siswa mengatakan guru menggunakan media di kelas, termasuk buku cetak Islam. Meskipun media yang digunakan tidak banyak, namun guru dapat menjaga semangat siswa dengan baik.
PENUTUP
Saran
Keterampilan mengajar guru PAI secara keseluruhan sudah baik, namun masih ada beberapa keterampilan yang perlu ditingkatkan oleh guru mata pelajaran. Keterampilan tersebut antara lain: keterampilan menutup pelajaran, alangkah baiknya ketika menutup pelajaran, guru tidak lupa menyelesaikan materi. Kemudian yang terakhir adalah kemampuan membuat variasi, guru harus menambahkan jenis media yang digunakan agar siswa tidak jenuh dan bosan selama proses pembelajaran.
Fokus penelitian yang peneliti lakukan terfokus pada keterampilan mengajar guru yang meliputi keterampilan membuka dan menutup. Profil Keterampilan Mengajar Siswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior” dalam Jurnal Riset Pendidikan, Surabaya: STKIP Al Hikmah, Volume 1, No. Persepsi Siswa Terhadap Keterampilan Mengajar Guru Pendidikan Agama Islam di SDN Rambutan 03 Pagi Jakarta untuk Tahun Akademik 2012.