Dengan izin dan rahmat yang diberikan oleh Allah SWT, penulis dapat menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII MTs Islahil Athfal Rumak Lombok Barat. Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar”. motivasi siswa kelas VIII MTs Islahil Athfal Rumak Lombok Barat.
Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII MTs Ishlahil Athfal Rumak, Lombok Barat
Rumusan Masalah dan Batasan Masalah 1. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka dapat peneliti rumuskan yaitu “Adakah pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas VII MTs Islahil Athfal Rumak Kediri Kabupaten Lombok Barat. lingkungan fisik sekolah seperti: perpustakaan sekolah, musala/masjid sekolah, halaman sekolah, ruang olah raga dan lain-lain yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran di sekolah.
Tujuan penelitian
Tujuan Dan Manfaat penelitian 1. Tujuan Penelitian
Dapat memperluas wawasan dan pengetahuan yang luas tentang dampak lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar di MTs Islahil Athfal Rumak. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan awal dalam penelitian peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan lingkungan sekolah dan motivasi belajar.
Definisi Operasional 1. Lingkungan sekolah
17Muhammad Asroruddin Al Jumhuri tentang pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar MT Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada (Skripsi FITK IAIN Mataram, Mataram 2007). Menurut peneliti ini memiliki kesamaan dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa, sehingga data yang akan dipelajari oleh peneliti saat ini akan berbeda.
Hipotesis Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang diuji dalam penelitian ini dan dengan memperhatikan tujuan dan manfaat, maka jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan ex post facto dengan menghubungkan pengaruh lingkungan sekolah dengan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan metode ilmiah/ilmiah karena memenuhi prinsip-prinsip ilmiah, yaitu konkrit/empiris, objektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode ini disebut juga metode penemuan karena dengan metode ini berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi baru dapat ditemukan dan dikembangkan.
Penelitian ex-post facto adalah salah satu jenis penelitian yang berbeda, baik dalam ilmu alam maupun ilmu sosial. Istilah ex-post facto menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan variabel bebas, peneliti dihadapkan pada masalah bagaimana menentukan sebab akibat yang diamati. Karena tidak ada kontrol, maka dalam penelitian ex-post facto lebih sulit kita simpulkan bahwa variabel bebas (X) benar-benar berhubungan dengan variabel terikat (Y) 52 Variabel bebas (X) atau disini yaitu sekolah lingkungan, sebagai variabel terikat (Y) adalah motivasi belajar siswa.
Populasi dan Sampel 1. Populasi 1.Populasi
- Sampel
Berdasarkan pengertian di atas maka populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Ishlahil Athfal Rumak tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 30 siswa. Jika populasi besar dan peneliti tidak memungkinkan untuk menyurvei semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar representatif (mewakili). 54 Sugiyono menjelaskan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. 55.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa sampel adalah bagian dari perwakilan populasi yang akan diteliti. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 siswa kelas VIII MTs Ishlail Athfal Rumak yang menggunakan teknik sampling jenuh. Adapun kapan penelitian ini akan dilaksanakan di MTs Ishlahil Athfal Rumak Kediri Lombok Barat pada kelas VIII.
Lokasi penelitian dilakukan di MTs Ishlahil Athfal Rumak Kediri Lombik Barat kelas VIII karena data didapatkan berdasarkan observasi awal pada saat siswa berada di lingkungan sekolah, peneliti mengamati perilaku dan aktivitas siswa selama waktu bermain dimana kelas VIII siswa belajar di lingkungan sekolah.
Variabel Penelitian
Variabel bebas (independen): adalah kondisi atau karakteristik yang dimanipulasi oleh peneliti untuk menjelaskan hubungan dengan fenomena yang diamati. Karena fungsi variabel ini sering disebut sebagai variabel pengaruh, karena berfungsi untuk mempengaruhi variabel lain, sehingga bebas mempengaruhi variabel lain.59 Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lingkungan sekolah (X). Variabel terikat (tergantung): yaitu, kondisi atau karakteristik yang berubah atau muncul ketika penelitian memperkenalkan, memodifikasi, atau mengganti variabel bebas.
Sesuai fungsinya, variabel ini dipengaruhi oleh variabel lain, karena itu sering disebut variabel terpengaruh atau variabel terpengaruh.”60 Variabel dependen dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa (Y).
Desain Penelitian
Instrumen dan keabsahan data Penelitian 1. Instrumen Penelitian
- Keabsahan Data
Kuesioner tertutup adalah kuesioner yang disajikan sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih jawaban yang sesuai dengan karakteristiknya dengan memberikan tanda centang (√). 64 Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok. masyarakat tentang fenomena sosial. Indikator-indikator tersebut kemudian digunakan sebagai titik awal untuk menyusun item instrumen, yang dapat berupa pernyataan dan pertanyaan. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan untuk motivasi belajar siswa hanya menggunakan lembar observasi yang berkaitan dengan motivasi belajar siswa.
Suatu alat ukur untuk mengukur sifat X dikatakan valid jika yang diukurnya adalah benar-benar sifat X dan bukan sifat yang lain. data dimana jumlah subjek (N) kurang dari 25, rumusnya “:69 Alat ukur yang handal jika alat dalam mengukur suatu gejala pada waktu yang berbeda selalu menunjukkan hasil yang sama.
Teknik Pengumpulan Data
- Kuesioner (Angket)
- Observasi
Kuesioner digunakan untuk memperoleh informasi dari berbagai sampel atau sumber yang lokasinya sering tersebar di wilayah yang luas, nasional bahkan internasional. Dalam penelitian ini, kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang lingkungan sekolah dan motivasi siswa. Observasi yang artinya pengamatan bertujuan untuk memperoleh data tentang suatu masalah agar diperoleh pemahaman dan sebagai alat atau bukti dari keterangan/informasi yang diperoleh sebelumnya.
Sugiyono menyatakan bahwa observasi merupakan teknik pengumpulan data yang memiliki keistimewaan tertentu dibandingkan dengan teknik lainnya. Sedangkan menurut Sangadji & Sopiah, observasi adalah proses pencatatan pola perilaku subjek (orang), objek (objek) atau kejadian yang sistematis tanpa ada pertanyaan atau komunikasi dengan individu yang diteliti. sebelum penelitian dan untuk mengamati perilaku yang berkaitan dengan aktivitas siswa dan data pra-studi.
Teknik Analisis Data
- Statistik Deskriptif
- Uji Prasarat a. Uji Normalitas
Artinya ada pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII. kelas MTs Islahil Athfal Rumak. Artinya tidak terdapat pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII. kelas MTs Islahil Athfal Rumak. MTs Ishlahil Athfal Rumak adalah Madrasah di bawah naungan Pondok Pesantren Islahil Athfal Rumak yang terletak di Jalan Wisata Rumak Barat Selatan, Des.
Pukul 07.30 s/d 13.15 semua peserta didik di MT Islahil Athfal Rumak memulai kegiatan di madrasah, madrasah ini memiliki 10 guru laki-laki, 10 guru perempuan, 2 tenaga administrasi, 1 operator sekolah dan jumlah siswa yang mencapai 160 siswa terdiri dari 45 siswa di VII. kelas VIII sebanyak 30 siswa. kelas IX dan 50 siswa. kelas.86. Menurut sejarahnya, Madrasah Tsanawiyah Ishlahil Athfal didirikan pada tahun 1988, dipimpin oleh tiga sesepuh masyarakat. Pada saat pendiriannya, madrasah ini meletakkan dasar pendidikan agama dan akhlakul karim serta ilmu umum bagi seluruh santrinya sehingga dapat memberikan naungan baru bagi masyarakat terkait hasil Islahil Athfal.
Hal ini ditunjukkan dengan menjamurnya lulusan Islahil Athfali sebagai guru Pendidikan Agama Islam di berbagai daerah di Lombok Barat, bahkan banyak yang mendapat predikat dari masyarakat sebagai “tokoh”. Hal ini terlihat jelas dengan paradigma baru Islahil Athfal yang ditetapkan oleh Ketua yaitu Visi dan Misi ke depan Islahil Athfal masing-masing. Visi MT Islahil Athfal Rumak adalah madrasah sebagai lembaga pendidikan yang relijius dan bermutu yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan.
Data Hasil Penelitian a. Deskripsi data a.Deskripsi data
- Uji realibilitas
- Uji linieritas
Berdasarkan hasil pengujian angket lingkungan sekolah, angket terdiri dari 20 pernyataan dan 30 responden menurut skala Likert yang terdiri dari lima alternatif jawaban yaitu SS (sangat setuju), S (setuju), KS (tidak setuju) dan TS ( tidak saya setuju). setuju), STS (tidak setuju sama sekali). Skor alternatif jawaban tertinggi adalah 5, dan skor terendah adalah 1. Berdasarkan data dari tabel di atas terlihat bahwa hasil tes instrumental lingkungan sekolah (X) pada penelitian ini memiliki nilai terendah. skor 54, skor tertinggi 88 dengan rata-rata 77,96667. Pengujian instrumen penelitian ini dilakukan pada 30 siswa MTs Ishlahil Athfal Rumak dengan angket/kuesioner lingkungan sekolah yang berisi sebanyak 30 pernyataan dan lembar observasi motivasi siswa sebanyak 20 pernyataan.
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dengan rumus Alpha Cronbach diperoleh r-score lingkungan sekolah sebesar 0,747 dengan kategori reliabilitas tinggi. Untuk menghitung koefisien korelasi antara lingkungan sekolah (X) dengan motivasi siswa (Y) ditentukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment (r). Artinya korelasi antara X dan Y sangat signifikan karena koefisien korelasinya positif, artinya semakin sesuai/baik lingkungan sekolah maka motivasi belajar siswa semakin tinggi.
Kemudian untuk mengetahui kontribusi variabel lingkungan sekolah (X) terhadap motivasi siswa (Y) digunakan rumus koefisien determinasi (KD). Dari hasil analisis regresi linier sederhana diperoleh korelasi yang menggambarkan kekuatan hubungan antara pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa MTs ishlahil Athfal Rumak tahun ajaran 2017/2018. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan sesuai dengan hipotesis “ada pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas 2017/2018”.
Saran
Kepada kepala sekolah agar selalu memperhatikan kebutuhan guru dalam meningkatkan pengajaran untuk mendukung motivasi belajar siswa yang tinggi. Pengawas agar benar-benar memperhatikan lingkungan sekolah jika ada siswa yang membuang sampah sembarangan agar mendapat peringatan dan contoh yang baik. Abd Haris tentang Peranan Lingkungan Pesantren Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Akidah Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Darul Aminin Nw Aikmual Praya Tahun Pelajaran (Skripsi IAIN Mataram, Mataram 2009/2010).
Sri Astuti tentang Pengaruh Lingkungan Keluarga Terhadap Prestasi Belajar Siswa Bidang Pendidikan Agama Islam Kelas VII SMP Negeri 3 Sikur Lombok Timur Tahun Pelajaran (Disertasi FITK IAIN Mataram, Mataram 2008/2009). Muhammad Asroruddin Al Jumhuri tentang pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas I MTs Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada. 18 sekolah selalu memfasilitasi siswa dengan buku LKS untuk belajar 19 sekolah menyediakan sapu dan peralatan.
ANGKET
Artinya korelasi antara X dan Y adalah positif atau sangat signifikan karena koefisien korelasinya positif, sehingga dapat diartikan bahwa semakin cocok/baik lingkungan sekolah dalam mengolahnya maka motivasi belajar siswa akan semakin tinggi.