• Tidak ada hasil yang ditemukan

perspektif hukum keluarga islam terhadap anak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "perspektif hukum keluarga islam terhadap anak"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Apa faktor pendorong yang mendasari anak-anak bekerja sebagai pencari nafkah keluarga di Desa Pasar Sebelat? Bagaimana meninjau hukum keluarga Islam tentang anak sebagai pencari nafkah di desa Pasar Sebelat.

Tujuan dan Manfaat Peneliti

Maka dalam penelitian ini peneliti mendeskripsikan anak-anak dibawah umur yang bekerja untuk menghidupi keluarganya di desa Pasar Sebelat, kecamatan Putri Hijau, kabupaten Bengkulu Utara. Sasaran penelitian dalam skripsi ini adalah orang tua, wirausaha dan anak usia sekolah (bawah umur) yang bekerja di desa Pasar Sebelat, kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara. Wawancara terhadap 6 orang anak pekerja dibawah usia 6 tahun, 6 orang tua dari 6 anak dan 2 orang pengusaha.

Dari wawancara tersebut diketahui bahwa orang tua anak yang bekerja sebagai buruh tani sebenarnya melarang anak tersebut untuk bekerja. Berdasarkan hasil wawancara tersebut diketahui bahwa orang tua dari anak yang bekerja justru melarang anaknya. Tinjauan Sosiologis dan Tinjauan Hukum Anak Bekerja Sebagai Badut STKIP Labuhanbatu Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 2017.

Peneliti Terdahulu

Metode Penelitian

Berdasarkan sifat penelitiannya maka menggunakan metode deskriptif, artinya penelitian yang menggambarkan atau menganalisis objek tertentu dan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Penelitian ini memakan waktu selama satu bulan yaitu tanggal 15 Oktober – 17 November untuk melakukan penelitian dengan cara mendatangi langsung rumah informan penelitian dan penelitian ini akan dilakukan di Desa Pasar Sebelat, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan observasi yang disengaja dan sistematis mengenai fenomena sosial dengan gejala psikologis untuk dicatat.13 Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data aktual mengenai pekerja anak di bawah umur di Desa Pasar Sebelat, Kakamtan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara. .

Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan wawancara terstruktur yang berbeda dengan wawancara tidak terstruktur.

Sistematika Penulis

  • Fungsi Keluarga

Fungsi edukatif (pendidikan), keluarga berkewajiban memberikan pendidikan bagi anggota keluarga, khususnya bagi anak-anaknya, karena keluarga merupakan lingkungan terdekat dan terdekat bagi anak. Fungsi sosialisasi, kewajiban menafkahi anggota keluarga sehubungan dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat setempat. Fungsi dari sosialisasi ini diharapkan anggota keluarga dapat memposisikan dirinya sesuai dengan status dan struktur keluarga, misalnya dalam konteks masyarakat Indonesia selalu memperhatikan bagaimana seorang anggota keluarga memanggil dan menempatkan keluarga lainnya. anggota agar kedudukan garis keturunan tetap dipertahankan 18.

Fungsi relaksasi, keluarga merupakan tempat yang dapat memberikan kesejukan dan pelepas penat serta refreshing (menyegarkan) dari segala aktivitas setiap anggota keluarga.

Nafkah Suami Terhadap Isteri dan Anak

  • Dasar Hukum Nafkah
  • Macam-macam Nafkah

Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa, penghidupan adalah segala sesuatu yang bernilai manfaat atau materiil yang dapat diberikan oleh seorang laki-laki kepada isterinya, anak-anaknya dan anggota keluarga lainnya sebagai tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang dinafkahinya. Maka wajib hukumnya bagi seorang ayah untuk mengurus orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya serta merawat dan menjaganya. 22. Maka suami wajib memberi nafkah sesuai dengan taraf hidupnya, suami tidak boleh pelit dalam memberi nafkah sehingga istri menderita karenanya.

Dan orang yang bekalannya telah disempitkan, i.e. orang yang terhad pendapatannya, maka hendaklah ia menafkahkan dirinya dari harta yang dikurniakan Allah kepadanya, yang bermaksud tidak memaksa dirinya untuk menafkahkan dirinya dengan mencari rezeki daripada sumber yang tidak diredhai. dari Tuhan.

Tinjauan Umum Tentang Anak dan Orang Tua

  • Pengertian Anak di Bawah Umur Menurut Hukum
  • Pengertian Anak Menurut Hukum Positif
  • Hak-hak Anak di Bawah Umur Dalam Hukum Islam
  • Hak dan Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak

Al-Tamyz adalah tingkatan anak yang sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, bahkan sudah berkembang akalnya. Hal ini berbeda dengan pengertian anak yang terdapat dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa. Sedangkan pengertian anak yang termasuk dalam Program Kesejahteraan Anak (PKSA) sebagai program prioritas nasional yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia menyatakan bahwa “anak adalah seseorang yang belum mencapai umur 18 (delapan belas tahun). ) berumur bertahun-tahun, termasuk anak-anak yang masih dalam kandungan.”36.

Buruh kanak-kanak secara amnya boleh ditakrifkan sebagai kanak-kanak melakukan kerja rutin untuk ibu bapa mereka, (termasuk untuk) orang lain, atau untuk diri mereka sendiri yang memerlukan masa yang banyak, dengan atau tanpa pampasan. Dalam hadis riwayat Abu Daud, maksudnya: “Perintahkanlah anak-anak kamu solat pada usia tujuh tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya pada usia sepuluh tahun dan pisahkan tempat tidur mereka”. Maksudnya: "Dan hendaklah orang-orang yang bertakwa kepada Allah meninggalkan anak-anak mereka yang lemah, supaya mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berkata benar." 40.

Kanak-kanak di bawah umur mempunyai hak untuk dipelihara, dididik, disediakan untuk masa depan, dilindungi harta mereka, yang mesti dilaksanakan atau dipenuhi oleh keluarga atau mahram mereka. Oleh itu, tiada hak untuk bapa dan ibu, apatah lagi selain mereka berdua, memaksa anak-anak bekerja dan mencari rezeki sendiri. Jika ibu anak-anak itu mampu, dia boleh diperintah memberi nafkah yang mencukupi untuk anak-anaknya, tetapi nafkah itu dikira sebagai hutang bapa.

Seringkali anak ditempatkan pada posisi subordinat terhadap orang tuanya, sebagai makhluk yang dianggap tidak mempunyai kesempatan untuk menentukan nasibnya sendiri, karena hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak-haknya. Hak atas pendidikan justru terabaikan, karena anak wajib membantu orang tuanya.42.

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

Kondisi Demografis Desa

Desa Pasar Sebelat merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara yang mengalami perkembangan yang cukup pesat, baik perkembangan penduduk asli maupun penduduk pendatang yang menetap di Desa Pasar Sebelat.

Kondisi Anak yang Bekerja

Aku bekerja sesuai keinginanku sendiri, karena aku melihat orang tuaku lebih terpuruk, maka aku pun bekerja membantu orang tuaku. Saya bekerja untuk diri saya sendiri agar tidak bergantung pada orang tua saya, untuk uang saya sendiri dan saya dapat membantu orang tua saya untuk kebutuhan sehari-hari keluarga kami. Orang tua saya bekerja sebagai perorangan, penghasilannya tidak mencukupi, dan adik-adik saya mempunyai banyak pengeluaran sehingga harus mengeluarkan banyak uang.

Sebagian uang yang saya peroleh dari bekerja saya berikan kepada orang tua saya dan sebagian lagi untuk kebutuhan saya sendiri.” Berdasarkan wawancara di atas, diketahui bahwa orang tua dari anak-anak yang bekerja sebagai nelayan disuruh oleh kedua orang tuanya untuk mempunyai uang tambahan untuk keluarga. Kehidupan sehari-hari Kita sebagai orang tua sebenarnya sedih melihat anak kita bekerja sebagai buruh tani dan sejenisnya, karena pasti banyak jawaban orang dimana sebenarnya orang tuanya kenapa anaknya harus bekerja.

Berdasarkan wawancara, keadaan ekonomi orang tua menjadi faktor yang terkadang menyebabkan anak berperan dalam menafkahi perekonomian keluarga. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pekerjaan orang tua tidak terjamin sehingga pendapatan yang diterima tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Pengeluaran hidup dan kebutuhan sehari-hari, terutama yang primer (sandang, pangan, papan dan pendidikan), sepanjang masih dibawah umur dan belum dapat menciptakan lapangan kerja sendiri (walaupun tidak mempunyai cukup pekerjaan dan penghasilan), menjadi tanggung jawab sepenuhnya. dari orang tua.

Banyak orang tua yang menyuruh anaknya bekerja untuk kebutuhan hidup sehari-hari, untuk membiayai kebutuhan sekolah anak, dan untuk uang jajan anak. Apabila orang tua tidak mampu mengambil tanggung jawab terhadap anak-anaknya, maka tanggung jawab tersebut dapat dialihkan kepada keluarga mereka.78. Penyebab anak dibawah umur bekerja di Desa Pasar Sebelat, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara adalah alasan yang paling utama yaitu faktor ekonomi, dimana anak tersebut terpaksa dan terpaksa membantu orang tuanya untuk mencari nafkah. keluarganya dan untuk membiayai sendiri kebutuhan anak yang pekerja ini putus sekolah, pendidikan sekolahnya SMA ya?

Surat Al-Baqarah ayat 233 menjelaskan mengapa nafkah itu wajib bagi orang tua.

Kondisi Perekonomian Desa

Faktor Pendorong dan Mendasari Anak Bekerja

  • Faktor Ekonomi
  • Faktor Lingkungan
  • Faktor Kemaun Sendiri
  • Pemahaman Pekerja Anak Mengenai Sistem
  • Persepsi Orang Tua Terhadap Anak Bekerja di Desa
  • Pengusaha (pemilik usaha)

Tinjauan Hukum Keluarga Islam Terhadap Anak

Biasanya alasan yang mereka berikan juga berbeda-beda, namun yang lebih dominan adalah mereka bekerja karena ingin membantu keluarga terutama orang tuanya. Melalui kesimpulan hasil wawancara, penulis melihat bahwa sebagian besar anak yang bekerja disuruh oleh orang tuanya, terutama karena anak tersebut ingin membantu perekonomian keluarga. Dalam uraian kasus di atas, orang tua memerintahkan anak-anaknya yang masih di bawah umur untuk bekerja, sehingga berhak mendapat pengasuhan dan pendidikan sesuai dengan kemampuannya.

Ayat di atas memberikan gambaran tentang hubungan timbal balik yang dimiliki orang tua dalam menjalankan fungsi pendidikannya secara efektif terhadap anaknya. Salah satu manfaat yang didapat dari anak bekerja adalah dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya, untuk biaya sekolah dan kebutuhan lainnya. Anak-anak di bawah umur hendaknya mendapat pengasuhan dan pendidikan yang baik dari orang tuanya dan tidak dipaksa bekerja yang berdampak negatif pada anaknya.

Maka perbuatan mempekerjakan anak yang mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan nafkah anak, merupakan pelanggaran terhadap kewajiban orang tua yang wajib mengasuh anak, karena anak merupakan amanah yang dititipkan Allah kepadanya, berdasarkan hak dan kewajiban diamnya orang tua mengenai kewajiban (pemeliharaan) yang dibebankan kepada orang tua, maka hal tersebut merupakan perbuatan melawan hukum. Dalam hukum Islam tidak dijelaskan secara langsung batasan umur anak yang boleh bekerja, namun pada ayat 98 Kompilasi Hukum Islam ayat (1) disebutkan batasan umur anak yang boleh berdiri sendiri atau dewasa adalah 21 tahun. . tahun, sepanjang anak tersebut tidak cacat lahir dan batin atau belum pernah kawin. Dalam hukum Islam dilarang mempekerjakan anak, artinya jika orang tua melalaikan kewajiban menafkahi anaknya dan tidak mendapat pendidikan yang layak, maka nyawa atau fisiknya tidak boleh terancam.

Diharapkan kepada anak untuk selalu mengutamakan pendidikan demi kesejahteraan hidup, karena tanpa pendidikan segala sesuatunya tidak ada artinya, selain itu orang tua juga mempunyai peranan penting dalam permasalahan kehidupan anak. Masyarakat dan pemerintah dapat berkontribusi lebih besar dalam upaya mengurangi jumlah anak di bawah umur yang bekerja.

PENUTUP

Saran-saran

Ikhtisar Hukum Perdata Islam dan Peraturan Pelaksana Lainnya dalam Negara Hukum Indonesia, Jakarta: Rajawali Press, 2008. Ketenagakerjaan Anak di Bawah Umur Kajian Banding Hukum Islam dan Hukum Positif, Jurnal Institut Agama Islam Negeri Bengkulu, 2018. Praktik Ketenagakerjaan Anak di Hukum Islam dan Hukum Positif Perspektif Hukum dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Emosi Anak, Jurnal Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung, 2019.

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, adanya program pemberian bantuan sandang dan pangan untuk Ibu Nengah, mengingat bahwa kebutuhan keluarga yang sangat diperlukan adalah kebutuhan akan sandang dan

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERAN ISTRI SEBAGAI PENCARI NAFKAH UTAMA DALAM KELU ARGA DI DESA LOMBANG, KECAMATAN JUNTINYUAT, KABUPATEN INDRAMAYU ... Analisis

Kalau manusia itu sudah tidak hidup sendiri, maka umumnya dia akan hidup bersama orang lain dalam suatu satuan kelompok kecil yang disebut sebagai keluarga. Didalam keluarga

Pada era modern saat ini, tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup manusia telah mengalami peningkatan. Selain berupa kebutuhan primer, yaitu sandang, papan pangan yang

Abstrak: Pada piramida kebutuhan, rasa aman termasuk pada kebutuhan primer, setelah kebutuhan fisiologi (seperti sandang, pangan, dan papan) terpenuhi. Untuk hal jaminan rasa

Matrik hasil analisa data untuk mengetahui ketepatan sasaran ditinjau dari kebutuhan pangan (mengenai makan sehari-hari, kebutuhan pangan mengenai pemenuhan protein),

Salah satu tujuan program ASPDB adalah terpenuhinya kebutuhan dasar hidup dan perawatan sehari-hari penyandang disabilitas berat sandang, pangan, air bersih, perawatan sehari- hari

Pasal 71; “Nafkah meliputi sandang, pangan dan papan dan sejenisnya yang baik yang sesuai dengan ketentuan yang ada dalam masyarakat”.26 Pasal 72 ayat 1: “Suami tetap terikat dengan