Dewan juri yang terhormat saya sbg tim kontra akan mengklarifikasi poin definisi yang dibawa tim pro tadi tim pro mengatakan bahwa kebijakan childfree itu akan menjadi kebijakan yang tepat untuk diterapkan karena membantu anak anak yang terlantar atau yang tidak mendapatkan
kebutuhan dasarnya sbg anak dengan baik akibat dari ekonomi orang tua yang belum mencukupi.
Namun perlu kita sadari kebijakan childfree itu bukan lah kebijakan yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut, karena apabila kita analisis lebih matang kebijkan childfree malahan akan memunculkan permasalahan baru dari beberapa aspek seperti social,dan bahkan permasalah ekonomi lain juga akan timbul dengan adanya kebijakan ini.
Kondisi yang terjadi saat ini kebijakan childfree belum begitu familiar bagi Masyarakat Indonesia kami khawatir bahwa nanti akan terjadi miskonsepsi tentang tujuan childfree contohnya kebijakan childfree ini akan memberikan kesempatan bagi seorang laki – laki dan Perempuan untuk menikah hanya karena untuk menghalalkan berhubungan seksual tanpa adanya rasa tanggung jawab untuk memiliki anak dan lemahnya komitmen antar pasangan karena tidak memiliki ikatan anak sebagai perantaranya yang Dimana itu sbg tujuan utama dalam pernikahan.
TUJUAN
Sebagai pembicara pertama dari pihak kontra, saya dengan tegas menolak mosi yang menyetujui kebijakan childfree bagi pasangan menikah. Ada beberapa alasan kuat mengapa kebijakan ini tidak seharusnya didukung:
Pertama, mengapa dengan menolak mosi ini dapat dibenarkan.
kebijakan childfree bertentangan dengan tujuan dasar pernikahan dan keluarga. Dalam banyak budaya dan agama, salah satu tujuan utama pernikahan adalah untuk memiliki dan membesarkan anak. Memiliki
keturunan dipandang sebagai berkat dan tanggung jawab suci bagi
pasangan menikah. Kebijakan childfree akan mengikis nilai-nilai keluarga tradisional yang telah lama dijunjung tinggi masyarakat.
Kedua, mengapa dengan menolak mosi tersebut dirasa menjadi hal yang lebih tepat apabila dibandingkan.
meskipun childfree sering dikaitkan dengan kebebasan pribadi, kita perlu mempertimbangkan dampak sosial yang lebih luas. Keputusan untuk tidak memiliki anak bukan hanya memengaruhi pasangan tersebut, tetapi juga keluarga besar, masyarakat, dan bahkan negara. Penurunan populasi akibat childfree dapat mengancam keberlanjutan budaya, tradisi, eksistensi suatu bangsa dalam jangka Panjang,dan bahkan mengancam keberlangsungan ekonomi itu sendiri diakibatkan penurunan populasi/SDM yang membuat SDM berkualitas menjadi semakin langka dalam hal mengurus perekonomian negara sendiri . Sehingga Daripada mendukung childfree, kita harus fokus pada solusi konstruktif untuk calon orang tua, seperti dukungan finansial dan sosial, perbaikan pendidikan anak, dan kebijakan ramah keluarga di tempat kerja. Ini akan mendorong keluarga sehat tanpa mengorbankan nilai
tradisional. Kami menolak kebijakan childfree dan mengajak negara dan Masyarakat untuk memperkuat institusi keluarga serta mendukung pasangan dalam membesarkan generasi penerus, bukan mengancam fondasi
masyarakat. Terima kasih.