• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup

N/A
N/A
Siwi Citra

Academic year: 2024

Membagikan " Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD PDGK 4107 MODUL 1 MAKHLUK HIDUP

PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN, DAN PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP

NAMA : DWISIWI CITRA DEVI NIM : 858861875

UPBJJ : UT MALANG POKJAR KEPANJEN

F. KEGIATAN PRAKTIKUM 3 :

1) Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan B. Tujuan

Mengamati pertumbuhan dan perkecambahan kacang merah.

C. Dasar Teori

Pertumbuhan merupakan proses pertambahan volume dan jumlah sel yang mengakibatkan bertambah besarnya organisme. Pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya pembelahan mitosis, dan bersifat irreversiabel artinya organisme yang tumbuh tidak akan kembali ke bentuk semula. Pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya pembelahan mitosis.

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara faktor-faktor yang terdapat dalam tubuh organisme, seperti sifat genetika yang ada dalam gen dan hormon yang merangsang pertumbuhan.

Perkembangan adalah suatu proses kemajuan yang terjadi secara berangsur- angsur dari kompleksitas rendah ke kompleksitas tinggi dan terjadi diferensiasi.Perkembangan dapat dinyatakan melalui berbagai cara, mulai dari bagian tertentu suatu tanaman sampai jumlah total perkembangan tanaman.Pada tanaman, aktifitas perkembangan yang vital ini banyak tumpang tindih. Pertumbuhan apikal pada ujung akar dan ujung batang mendahului morfogenesis dan diferensiasi. Tetapi pembesaran batang terjadi oleh karena pembesaran sel – sel setelah morfogenesis dan diferensiasi berlangsung.

D. Alat dan Bahan

1. Biji Kacang merah 6 buah 2. Botol selai 2 buah

3. Kertas saring secukupnya 4. Kertas label secukupnya 5. Gunting 1 buah

E. Cara Kerja

1. Merendam biji kacang merah dalam air semalaman.

2. Melipat keras saring sehingga lebarnya setinggi dasar sampai leher botol selai. Bila perlu potonglah kelebihannya.

3. Menggulung kertas saring tersebut dan masukkan ke dalam botol selai sehingga menempel pada dinding botol bagian dalam.

4. Menyisipkan 6 biji kacang merah pada botol selai. Tambahkan air secukupnya sehingga kertas saring tetap basah (kira-kira 1/10 nya).

(2)

5. Menyimpan sediaan di tempat terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung selama 2 minggu. Jika air tampak berkurang (kertas saring mongering) menambahkan air secukupnya sehingga kertas saring tetap basah tetapi permukaan air tidak merendam biji.

6. Mengamati perkecambahan dan pertumbuhan biji-biji tumbuhan dari sediaan tersebut.

Mencatat kapan biji kacang merah mulai berkecambah, mengamati bagaimana akar, batang dan daun tumbuh. Memasukkan hasilnya ke dalam lembar kerja.

E. Data Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan Pertumbuhan dan Perkecambahan Biji Kacang Merah

F. Pembahasan

G. Kesimpulan

(3)

H. Jawaban Pertanyaan

1). Pada hari ke berapa akar kecambah mulai tumbuh?

2) perhatikan arah pertumbuhan akar setiap kecambah tersebut, adakah yang arah pertumbuhannya ke atas? Mengapa demikian?

Jawab :

I. KESULITAN DALAM PENGAMATAN Tidak terdapat kesulitan dalam pengamatan J. Daftar Pustaka

Maman Rumanta, dkk. Praktikum IPA di SD, PDGK 4107/3 SKS /Modul 1-9, Universitas Terbuk.

K. Foto/Video Praktikum

(4)

LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD PDGK 4107 MODUL 1 MAKHLUK HIDUP

PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN, DAN PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP

NAMA : DWISIWI CITRA DEVI NIM : 858861875

UPBJJ : UT MALANG POKJAR KEPANJEN

A. KEGIATAN PRAKTIKUM 3 : PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGBIAKAN LALAT BUAH

B. Tujuan Percobaan

1. Mengamati pertumbuhan dan perkembangan lalat buah ( Drosophila sp) dari telur sampai imago ( dewasa)

2. Mengetahui lamanya siklus hidup lalat buah

C. Alat dan Bahan

1. Plastik transparan secukupnya 2. Gelas plastik 3 buah

3. Pisang ambon ranum 3 buah 4. Tape I buah

5. Sendok makan 1 buah 6. Kertas saring

7. Lalat buah

D. Landasan Teori

Lalat buah merupakan hewan percobaan yang sering digunakan dalam praktikum genetika. Beberapa hukum genetika yang penting telah dihasilkan dari penelitian menggunakan lalat buah (Strickberger, 1985). Pilihan ini tepat sekali karena pertama, lalat ini kecil sehingga suatu populasi yang besar dapat dipelihara dalam laboratorium. Kedua, daur hidup sangat cepat. Tiap 2 minggu dapat dihasilkan satu generasi dewasa yang baru. Ketiga, lalat ini sangat subur yang betina dapat menghasilkan ratusan telur yang dibuahi dalam hidupnya yang pendek (Kimball, 2001).

Lalat buah termasuk dalam ordo dipteral yang mengalami

metamorphosissempurna dengan empat stadium perkembangan yaitu telur –larva –pupa – imago. Telurtelur lalat buah diletakkan oleh betina dewasa dalam jaringan buah (Kartasaputra,1987). Lalat buah biasa dijumpai pada medium pisang, papaya, tomat, nasi basi dan tempat sampah disekitar rumah (Yatim, 1991). Ciri-ciri umum lalat buah

(Drosophila Sp)

1. Warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang.

2. Berukuran kecil, antara 3-5 mm. Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua bagian dekat dengan tubuhnya.

3. Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 percabangan.

4. Mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwana merah.

5. Thorax berbulu-bulu dengan warna dasar putih, sedangkan abdomen bersegmen lima dan bergaris hitam

6. Mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwana merah.

siklus hidup lalat buah

(5)

Siklus hidup lalat buah yaitu pada telur lalat buah yang dewasa akan bertelur pada hari kedua dari pupa dan berkembang selama lebih kurang 1 minggu. pada larva, Larva berwarna putih keruh atau putih kekuning kuningan, berbentuk bulat panjang dengan salah satu ujungnya runcing. Larva lalat buah terdiri dari 3 bagian yaitu kepala, toraks (3 ruas), dan abdomen (8 ruas).

Ketika pupa bagian kepala terbentuk, pupa seperti ini biasanya disebut dengan instar keempat. Kemudian menjadi susunan yang lebih sempurna dengan bagian kepala, susunan kepala dan kaki kakinya. Imago lalat buah rata-rata berukuran 0,7 mm x 0,3 mm terdiri atas kepala, toraks dada dan abdomen.

E. Prosedur Percobaan Membuat media

1. Sediakan alat penumbuk atau blender, pastikan alat tersebut dalam keadaan bersih 2. Haluskan pisang ambon dan tape singkong.

3. Sesudah medium halus, masukan kedalam wadah 2 sendok makan dan ratakan

4. Masukan kertas saring steril/ kertas tisu yang sudah dilipat kedalam setiap wadah yang telah disediakan atau kayu sebagai tambahannya.

Menangkap lalat buah

1. Umpan yang paling efektif adalah tape singkong. Simpan di penjuru ruangan yang telah diwadahi.

2. Dekati plastik secara perlahan jangan sampai lalat buah beterbangan. Kemudian ketika tangan sudah dekat dengan plastik lalu tutup plastik dengan cepat

3. Setelah beberapa menit lalat buah akan mengerumuni tape singkong . 2. Setelah itu ikat dengan rapat

Mengkultur lalat buah

1. Masukan lalat buah yang terperangkap kedalam wadah kurang lebih 5-10 ekor lalat 2. Tutuplah wadah dengan plastik dan ikatlah dengan karet gelang

3. Tusuk-tusuklah tutup plastik dengan jarum pentul agar ventilasinya baik 4. Tempatkanlah wadah ditempat teduh dan aman

5. Amatilah biakan setiap pagi dan sore dengan teratur. Pengamatan meliputi kapan timbul telur, larva, pupa, pupa berubah warna, dan keluarnya lalat dewasa.

(6)

F. HASIL PENGAMATAN

Tabel Hasil Pengamatan

G. Pertanyaan

1) Pada hari ke berapa lalat meletakkan telurnya?

2) Pada hari ke berapa pupa dan lalat dewasa itu terjadi?

Jawab:

H. Pembahasan

I. Kesimpulan

J. DAFTAR PUSTAKA

Ashburner, Michael. 2002. Drosophila Genomics and Speciation.

http://www.gen.cam.ac.uk/Research/ashburner. diakses tanggal 22 April 2014

Chairunnissa, Mutiara. 2012. Pengamatan Drosophila melanogaster. (Online).

(7)

http://katahatimutiara. wordpress. com /2012/09 /25/ pengamatan- drosophila- melanogaster/ diakses tanggal 22 April 2014.

Kimball, J.W. 2001. Biologi. Jakarta: Erlangga.

K. KESULITAN YANG DIALAMI

Kesulitan yang dialami dapal penelitian kali ini adalah saat penangkapan lalat buah, perlu kesabaran dan kehati-hatian. Saran untuk praktikum ini lebih dipersiapkan waktu cukup banyak agar dapat lebih optimal.

L. FOTO/VIDEO PRAKTIKUM

(8)

LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD PDGK 4107 MODUL 1 MAKHLUK HIDUP

PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN, DAN PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP

NAMA : DWISIWI CITRA DEVI NIM : 858861875

UPBJJ : UT MALANG POKJAR KEPANJEN

A. KEGIATAN PRAKTIKUM 3: Perkembangbiakan Tumbuhan Perkembangbiakan Tumbuhan

B. Tujuan

Mengamati struktur bunga

C. Alat dan Bahan

1. Loup (kaca pembesar) 1 buah.

2. Pinset 1 buah.

3. Pisau/silet 1 buah.

4. Bunga kembang sepatu 1 buah (bisa diganti dengan bunga lain yang ada di daerah anda).

D. Prosedur Percobaan

1. Amatilah bagian-bagian bunga dengan tanpa merusaknya, perhatikan bagian kelopak, mahkota, benang sari, putik, dan dasar bunganya.

2. Gambarlah hasil pengamatan dan lengkapi keterangan gambar.

3. Amatilah bagian kelopaknya. Catatlah bentuk dan warna kelopak yang diamati.

4. Amati pula mahkota bunganya. Catat bentuk dan warnanya.

5. Untuk mengamati benang sari, Anda harus menyiingkirkan bagian mahkota bunga.

Hitunglah jumlah benang sari yang ada. Apakah benang sari melekat pada mahkota bunga?

Catat hasil pengamatan Anda. Dengan menggunakan kaca pembesar amati bagian kepala sari (anthera). Apakah anda melihat adanya serbuk sari yang bentuknya mirip debu pada kepala sari?

6. Amatilah bagian putik yang biasanya terletak di bagian tengah bunga. Catatlah bagaimana bentuk putik bunga tersebut. Perhatikan bagian ovarium, tangkai putik dan kepala putiknya.

7. Buatlah gambar struktur putik, meliputi ovarium, tangkai putik dan kepala putik.

E. Landasan Teori

salah satu ciri makhluk hidup adalah melakukan perkembangbiakan sebagai tujuan untuk menghasilkan keturunan. Hal ini juga dilakukan oleh tumbuhan. Secara umum cara perkembangbiakkan tumbuhan dibedakan menjadi dua jenis yaitu perkembangbiakkan secara generative dan secara vegetative.

A. Perkembangbiakkan Generatif Perkembangbiakkan tumbuhan yang dilakukan secara generative ini ditandai dengan terjadinya suatu tumbuhan baru yang disebabkan oleh proses penyerbukan. Proses penyerbukan merupakan suatu kondisi dimana jatuhnya serbuk sari yang ada di dalam tumbuhan jantan kepada kepala putik bunga yang ada di dalam tumbuhan betina. Alat untuk melakukan perkembangbiakkan pada tumbuhan ada di dalam bunganya. Jenis dan bentuk memiliki susunan yang berbeda-beda satu sama lain. Secara umum bagian bunga tumbuhan meliputi mahkota bunga, kelopak bunga, kepala sari, benang sari, kepala putik, tangkai putik, bakal biji, dasar bunga dan tangkai bunga.

B. perkembangbiakan vegetatif secara alami artinya tumbuhan berkembang biak tanpa adanya bantuan manusia. Perkembangbiakan ini juga tidak melalui perkawinan atau penyerbukan.

(9)

Namun, perkembangbiakan ini dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri dan juga tumbuhan lain. Berikut adalah beberapa cara dari perkembangbiakan vegetaif alami.

F. Hasil Pengamatan

Gambar 1. 12 Morfologi bunga Sepatu

Gambar 1.12

sayatan vertical bunga Sepatu

G. Pembahasan

H. Kesimpulan

(10)

I. Jawaban pertanyaan

J. Kesulitan Ketika Praktikum

Tidak ada kesulitan dalam pengamatan K. Daftar Pustaka

Maman Rumanta, dkk. Praktikum IPA di SD, PDGK 4107/3 SKS /Modul 1-9, Universitas Terbuka.

L. Foto/ Video Praktikum

Gambar 1. 12 Morfologi bunga Sepatu

Gambar 1.12

sayatan vertical bunga Sepatu

(11)

LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD PDGK 4107 MODUL 1 MAKHLUK HIDUP

PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN, DAN PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP

NAMA : DWISIWI CITRA DEVI NIM : 858861875

UPBJJ : UT MALANG POKJAR KEPANJEN

C. KEGIATAN PRAKTIKUM 3: Pengembangan Aseksual vegetatif alami - Pengembangan Aseksual Vegetatif Alami

D. Tujuan Percobaan

Mengidentifikasi tumbuhan yang melakukan perkembangbiakan secara vegetatif alami.

E. Dasar Teori

Perkembangbiakan secara vegetatif adalah perkembangbiakan yang terjadi tanpa melalui proses penyerbukan atau pembuahan. Tumbuhan yang baru terbentuk berasal dari

pertumbuhan dan perkembangan bagian tubuh tertentu dari induknya. Perkembangbiakan vegetatif dikelompokkan menjadi dua, yaitu perkembangbiakan vegetatif alami dan perkembangbiakan vegetatif buatan. Perkembangbiakan vegetatif alami adalah

perkembangbiakan tumbuhan tanpa bantuan manusia. Perkembangbiakan vegetatif alami dapat terjadi melalui spora, umbi batang, umbi lapis, tunas, akar tinggal, geragih, dan tunas adventif.

D. Alat dan Bahan

a. Alat-alat tulis dan lembar pengamatan b. Tumbuhan yang ada disekitar

c. Cangkul kecil atau sekop E. Cara Kerja

a. Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan.

b. Pergi ke kebun yang ada disekitar tempat tinggal.

c. Mencari jenis-jenis tanaman yang melakukan perkembangbiakan vegetatif alami d. Menggali tanaman, jika ingin meyakinkan umbi atau akar rimpang.

e. Menggambar morfologi tumbuhan yang melakukan perkembangbiakan vegetatif alami pada lembar kerja.

F. Data Hasil Pengamatan

Perkembangan aseksual alami pada tumbuhan

Nama tumbuhan dan jenis perkembangbiakan

aseksual

Gambar tumbuhan dengan perkembangbiakan aseksual

Paku (spora)

(12)

Pisang (tunas)

Cocor bebek (tunas daun/ tunas adventif)

Bawang merah (umbi lapis)

Ketela

(umbi batang)

(13)

Singkong (umbi akar)

Lengkuas (akar tinggal/

rhizoma)

geragih/ stolon G. Pembahasan

H. Kesimpulan

(14)

I. Pertanyaan-pertanyaan

J. Kesulitan yang dialami

tidak ada kesulitan dalam pengamatan K. Daftar Pustaka

https://pustaka.ut.ac.id/lib/pdgk4107-praktikum-ipa-di-sd-edisi-2/

L. Foto Praktikum

(15)

LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD PDGK 4107 MODUL 1 MAKHLUK HIDUP

PERTUMBUHAN, PERKEMBANGAN, DAN PERKEMBANGBIAKAN MAKHLUK HIDUP

NAMA : DWISIWI CITRA DEVI NIM : 858861875

UPBJJ : UT MALANG POKJAR KEPANJEN

A. KEGIATAN PRAKTIKUM 3 : PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF BUATAN

B. Tujuan Percobaan

Terampil melakukan perkembangbiakan vegetatif buatan dengan cara menyambung, okulasi dan cangkok

C. Alat dan Bahan 1. Gunting stek 2. Pisau tajam

3. Tanah gembur dan humus 4. Plastik/sabut kelapa

5. Tanaman untuk keperluan stek, okulasi, nyambung, dan cangkok 6. Vaselin

D. Landasan Teori

Perkembangbiakan secara buatan adalah berkembang biaknya tumbuhan tanpa bantuan campur tangan manusia.

1. Metode Mencangkok / Cangkok

Mencangkok adalah suatu cara mengembangbiakkan tumbuhan dengan jalan menguliti batang yang ada lalu bungkus dengan tanah agar akarnya tumbuh. Jika akar sudah muncul akar yang kokoh, maka batang tersebut sudah bisa dipotong dan ditanam di tempat lain.

2. Merunduk/ Menunduk

Merunduk adalah teknik berkembang biak tumbuh-tumbuhan dengan cara menundukkan batang tanaman ke tanah dengan harapan akan tumbuh akar. Setelah akar timbul, maka batang sudah bisa dipotong dan dibawa ke tempat lain.

3. Menyetek / Nyetek

Menyetek adalah perkembangbiak tumbuhan dengan jalan menanam batang tanaman agar tumbuh menjadi tanaman baru. Contohnya seperti singkong.

4. Menyambung / Mengenten

Mengenten adalah perkembang biakan buatan yang biasanya dilakukan pada tumbuhan sejenis buah-buahan atau ketela pohon demi mendapatkan kualitas buat yang baik.

E. Prosedur Percobaan

Okulasi (menempel)

1. Tentukan jenis tanaman yang akan ditempel

2. Tentukan pula jenis tanaman yang masih muda dengan diameter batang ± 1 cm (sebesar jari kelingking) dan berasal dari biji serta mempunyai sifat batang dan perakaran yang kuat, untuk dijadikan batang bawah

3. Buat torehan persegi panjang dengan ukuran 1,5 x 2 cm pada batang bawah

4. Ambil kulit yang berisi mata tunas dari ranting tanaman yang akan ditempel dengan ukuran yang sama dengan torehan pada batang bawah

5. Tempelkan kulit bertunas pada batang bawah dan ikat dengan tali rafia dan tutuplah dengan celah-celah yang ada dengan menggunakan vaselin

6. Setelah tunas baru tumbuh, bukalah tali pengikatnya dan potonglah bagian atas dari tanaman bawah

(16)

Menyambung

1. Carilah tanaman bawah (rootstock) kira-kira sebesar jari kelingking

2. Potonglah batang tersebut secara miring dengan jarak lebih kurang 5 cm dari permukaan tanah dan beri sedikit sayatan pada potongan tersebut

3. Ambillah ranting tanaman yang sejenis yang mempunyai sifat-sifat yang kita inginkan dan ukurannya kira-kira sama dengan ukuran batang bawah dan dipotong dengan kmeiringan yang sama dengan kemiringan potongan batang bawah dan diberi sedikit sayatan pada potongan batang bawah tersebut

4. Sambungkan ranting tersebut dengan batang bawah, lalu ikat dengan menggunakan sloptip transparan atau tali rapia

5. Buang ranting pada tanaman bawah dan jagalah tanaman tersebut agar tidak terkena sinar matahari terlalu banyak

Menyangkok

1. Tentukan jenis tanaman yang anda inginkan untuk dicangkok, syaratnya memiliki cambium dan mudah anda jumpai

2. Pilihlah cabang yang akan dicangkok dengan diameter ± 2,5 cm dan tidak berpenyakit

3. Kulit cabang tanaman tersebut sepanjang ± 10 cm dan berjarak 10-15 cm dari pangkal cabang

5. Buanglah kambiumnya dengan cara mengoreknya sampai bersih 6. Biarkan mongering selama 6-2 jam

7. Tutuplah bagian yang terbuka tersebut dengan tanah yang gembur dicampur kompos secukupnya

8. Bungkuslah dengan sabut kelapa atau plastik dan ikatlah kedua ujungnya F. Hasil Pengamatan

(17)

G. Pertanyaan-pertanyaan

1) Mengapa pada celah-celah tempelan pada percobaan okulasi sebaiknya diolesi dengan vaselin? Jelaskan!

2) Mengapa setelah mata tunas tumbuh menjadi tunas, tanaman bawah harus dipotong?

3) Pada hari keberapa tunas-tunas batang yang disambung pada percobaan menyambung mengalami pertumbuhan?

4) Pada hari keberapa sambungan tersebut sudah menyatu dengan kuat?

5) Pada percobaan mencangkok, setelah cambium dikorek, sebaiknya sayatan dikeringkan selama 6-12 jam. Apa tujuan perlakuan tersebut?

6) Pada hari keberapa akar cangkokkan yang anda kerjakan mulai tumbuh dan pada hari keberapa perakaran tersebut sudah cukup banyak dan siap disemaikan?

Jawab:

H. Pembahasan

I. Kesimpulan

J. Daftar Pustaka

https://pustaka.ut.ac.id/lib/pdgk4107-praktikum-ipa-di-sd-edisi-2/

K. Kesulitan yang dialami

Pada percobaan memerlukan waktu yang lama untuk melihat hasil, dan tidak selalu berhasil, sehingga diperlukan banyak percobaan untuk pengamatan

(18)

L. Foto Praktikum

Menempel (Okulasi)

Menyambung

Mencangkok

Referensi

Dokumen terkait

Kelangsungan Makhluk Hidup (Adaptasi - Seleksi Alam - Perkembangbiakan) Latihan

Mendeskripsikan perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dan hal-hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak (makanan, kesehatan, rekreasi, istirahat, dan

Setelah mengamati gambar, siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup contohnya pada pertumbuhan hewan.. Setelah mengamati, siswa dapat menyebutkan ciri-ciri

Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga,

Pertumbuhan adalah suatu peristiwa perubahan secara biologi pada makhluk hidup, yang berupa perubahan ukuran yang bersifat irreversibel, yang berarti tidak bisa berubah kembali

Media pembelajaran powerpoint atau ppt Perkembangan Makhluk Hidup Hewan dan

Perkembangan Bumi dan Munculnya Makhluk Hidup di Indonesia

Siklus Hidup: Rangkaian Perubahan pada Makhluk Hidup Bab ini akan membahas tentang siklus hidup makhluk hidup, yaitu serangkaian perubahan yang dialami makhluk hidup dari lahir hingga