KEGIATAN PRAKTIKUM 1
PDGK 4107 – MODUL 1 MAKHLUK HIDUP
TUTOR : Dra. EDININGTIJAS SULISTIJARINI, M.M
DWISIWI CITRA DEVI 858861875
UPBJJ UT MALANG
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA
2024.1
LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD PDGK 4107 MODUL 1 MAKHLUK HIDUP
CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP
NAMA : Dwisiwi Citra Devi NIM : 858861875
UPBJJ : UT MALANG POKJAR KEPANJEN
A. KEGIATAN PRAKTIKUM 1 : CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP 1. Ciri-ciri Makhluk Hidup
B. Tujuan
Mengamati ciri-ciri makhluk hidup yang ada disekitar tempat tinggal
C. Alat dan Bahan 1) Alat-alat tulis, 2) Tabel pengamatan, 3) Alam sekitar,
D. Landasan teori
Mengutip kemendikbut RI tumbuhan dan hewan memiliki ciri umum yaitu bernafas, membutuhkan makanan dan minuman, bergerak dan berkembang biak, dan peka terhadap rangsangan, adptasi terhadap lingkungan. Ciri-ciri tersebut untuk membedakan makhluk hidup dan benda yang tidak hidup. (Lestari, Omegawati, Kurniawati, 2006) Ciri-ciri makhluk hidup diantaranya:
1. Makhluk hidup memerlukan makanan Semua makhluk hidup termasuk manusia memerlukan makanan agar tetap hidup.Hewan dan tumbuhan juga memerlukan makanan.Ada hewan yang makan tumbuhan. Ada hewan yang makan daging hewan lain.
Ada juga hewan yang makan tumbuhan dan hewan lain.
2. Tumbuhan juga membutuhkan makanan untuk hidup.Cara tumbuhan makan tidak seperti hewan dan manusia.Tumbuhan hijau dapat membuat makanan sendiri.Tumbuhan hijau dapat menyerap air dan garam mineral dari dalam tanah.Tumbuhan membuat makanan dengan melakukan fotosintesis di daun
3. Semua makhluk hidup dapat bergerak.
Manusia dapat berjalan dan berlari menggunakan kaki. Hewan dapat berjalan, berlari, melompat, terbang, bahkan berenang. Hewan menggunakan kaki, sayap, sirip, atau perut.
Hewan bergerak menggunakan kaki, misalnya kucing dan kambing. Hewan yang bergerak menggunakan sayap, misalnya: burung dan serangga. Hewan yang bergerak menggunakan sirip, misalnya: ikan. Hewan yang bergerak menggunakan perut, misalnya: cacing dan ular.
Tumbuhan juga dapat bergerak, namun gerakannya tidak seperti hewan dan manusia.
Tumbuhan bergerak karena adanya sentuhan atau cahaya. Misal putri malu mengatup bila disentuh, dan akan membuka kembali setelah beberapa saat. Daun petai cina akan menutup pada membuka pada siang hari, dan mengatup pada malam hari.
4. Makhluk hidup tumbuh
Pada manusia bertambah berat dan tinggi menunjukkan adanya pertumbuhan. Pada tanaman pertumbuhan dapat dilihat dari beberapa hal, misal: batangnya semakin tinggi, dan daunnya semakin banyak. Sementara pada hewan, misal: anak ayam. Anak ayam yang baru menetas memiliki bulu yang halus di tubuhnya.Beberapa waktu kemudian anak ayam tersebut tumbuh menjadi besar.
5. Makhluk hidup berkembang biak
Setelah dewasa makhluk hidup akan berkembang biak. Hewan akan berkembang biak dengan cara melahirkan anak atau bertelur. Tumbuhan lebih beragam, ada yang berkembang biak secara alami dan buatan. Secara alami dengan biji, dan tunas. Secara buatan dengan cara stek, cangkok, dan runduk. Sementara itu, okulasi, dan sambung dilakukan untuk memperbaiki mutu tanaman.
6. Makhluk hidup bernafas
Ciri lain makhluk hidup adalah bernafas. Pada saat bernafas makhluk hidup menghirup gas oksigen dari udara, kemudian mengembuskan gas karbon dioksida. Setiap makhluk hidup mempunyai alat pernafasan tertentu.Hewan yang hidup di darat biasanya bernafas dengan paru-paru. Hewan yang hidup di air biasanya bernafas dengan insang. Tumbuhan bernafas melalui lubang-lubang di seluruh bagian tumbuhan.
E. Cara Kerja / prosedur percobaan
1) Menyiapkan alat tulis dan tabel pengamatan yang perlu dilakukan
2) Pergilah kelingkungan ssekita tempat tinggal. Seperti kebun, sawah, hutan, atau lingkungan lainnya.
3) Menemukan 10 makhluk hidup yaitu 5 tumbuhan dan 5 hewan
4) Mengamati ciri-ciri dari setiap makhluk hidup yang telah dicatat dalam lembar pengamatan.
5) Hasil Pengamatan
Tabel 1.1
Hasil Pengamatan Ciri-ciri Makhluk Hidup
6) Pertanyaan – pertanyaan
1) Apakah tumbuhan memenuhi ciri-ciri gerak dan bereaksi terhadap rangsang? Jelaskan!
2) Jelaskan persamaan dan perbedaan ciri kehidupan pada hewan dan tumbuhan!
H. Pembahanan
I. Kesimpulan
J. Daftar Pustaka
Lestari, Omegawati, Kurniawati, 2006) Ciri-ciri makhluk hidup. Andrews WA, Andrews BJ,
Balconi DA, and Purcell NJ. (1983). Discovering Biological Science.
K. Kesulitan yang di alami
ada beberapa kesulitan yang dialami yaitu dengan mengamti hewan dan tumbuhan cuaca yang tidak mendukung sehingga membuat proses pengamatan dan pengambilan gambar sedikit terganggu.
L. Foto Praktikum
Makhluk Hidup
1) 5 Tumbuhan
Pare Cabe Pisang Sawo Terong
2) 5 Hewan
Ayam Kambing Ikan Kucing Burung
LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD PDGK 4107 MODUL 1 MAKHLUK HIDUP
GERAK PADA TUMBUHAN
NAMA : DWISIWI CITRA DEVI
NIM : 858861875
UPBJJ : UT MALANG POKJAR KEPANJEN
A. Kegiatan Praktikum 1 : Gerak Pada Tumbuhan 2. Gerak Pada Tumbuhan
B. Tujuan
1) Mengamati gerak Seismonasti 2) Mengamati gerak Niktinasi
3) Menikmati gerak Geotropisme negatif pada tumbuhan C. Alat dan Bahan
1) Seismonasti dan Niktinasi
a) Tanaman putri malu dalam 1 gelas aqua buah
b) Kotak dari karton warna putih atau kardus dilapisi kertas warna putih 1 buah c) Alat-alat tulis dan penggaris
d) Jam tangan 1 buah 2) Geotropisme
a) Gelas aqua berukuran kecil 2 buah b) Tanah yang subur secukupnya c) Biji kacang hijau secukupnya d) Air secukupnya
D. Landasan Teori
Tumbuhan sebagai mahluk hidup juga melakukan gerak. Namun, gerak yang dilakukan oleh tumbuhan tidak seperti yang dilakukan oleh hewan maupun manusia. Gerakan pada tumbuhan sangat terbatas. Gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan hanya dilakukan pada bagian tertentu. Misalnya bagian ujung tunas, bagian ujung akar, ataupun pada bagian lembar daun tertentu (Ferdinand, 2003 dalam Rumanta, 2019).
Gerak yang disebabkan rangasangan gaya gravitasi disebut geotropisme. Karena gerak akar diakibatkan oleh rangsangan gaya tarik bumi (gravitasi) dan arah gerak menuju arah
datangnya rangsangan, maka gerak tumbuh akar disebut geotropisme positif. Sebaliknya gerak organ tumbuhan lain yang menjauhi pusat bumi disebut geotropisme negatif
(Campbell, 2004 dalam Rumanta, 2019). Nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang tidak
dipengaruhi oleh rangsang. Gerak ini disebabkan oleh adanya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang. Karena tidak dipengaruhi oleh arah sehingga tidak ada nasti positif atau negatif.
macam-macam gerak nasti:
a) Niktinasi
Niktinasti (rangsang berupa gelap), merupakan gerak tidur pada tumbuhan yang disebabkan karena keadaan gelap. Proses niktinasti banyak terjadi pada tumbuhan berdaun majemuk. Niktinasti terjadi karena sel-sel motor di persendian tangkai daun (anak-anak daun majemuk) atau pulvinus memompa ion K+ dari satu bagian ke bagian lainnya sehingga menyebabkan perubahan tekanan turgor. Contoh niktinasti adalah pada daun lamtoro dan Cassia corymbosa yang melipat kebawah pada saat malam hari.
b) Seismonasti
Seismonasti adalah gerak pada tumbuhan karena adanya rangsangan berupa getaran. Daun putri malu saat disentuh akan menutup, reaksi menutupnya daun putri malu dikarenakan adanya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang. Dengan jenis sentuhan yang berbeda, maka reaksi daun putri malu pun berbeda-beda. Jika disentuh secara halus, daun putri malu menutup secara perlahan mulai dari pangkal daun sampai ujung daun. Saat disentuh dengan sentuhan sedang, daun langsung menutup dari pangkal daun hingga tengah disusul dengan bagian ujung. Sedangkan jika disentuh dengan sentuhan kasar, daun dan tangkai langsung menutup sekaligus.
E. Cara Kerja
1) Seismonasti dan Niktinasti a) Seismonasti
3. Sediakan alat dan bahan yang diperlukan
4. Pot putri malu sudah disediakan beberapa hari sebelumnya 5. Sentuh putri malu mulai dari halus sam pai kasar
b) Niktinasti
• Sediakan 2 gelas aqua dan label dengan huruf A dan B
• Gelas A diletakkan ditempat yang terang, Gelas B ditutup Kardus dan biarkan kurang lebih 30 menit
• Buka kardus dan diamati, lalu catat pada lembar laporan pengamatan c) Gotropisme
• Sediakan 2 gelas aqua beri tanaman kacang hijau beri label dengan huruf A dan B
• Gelas B diletakkan horizontal sedangkan Gelas B vertikal
• Lakukan pengamatan setiap hari selama 1 minggu
• Dan tulis hasil laporan pengamatan
F. Hasil Pengamatan
1) Seismonasti dan Niktinasti
Tabel 1.2
Pengamatan Seismonasti
Tabel 1.3 Pengamatan Niktinasi
Tabel 1.4
Pengamatan Geotropisme Negatif
G. Pertanyaan-pertanyaan
1) Sebutkan dua jenis tanaan lain yang dapat melakukan niktinasti! Jelaskan alasan anda memilih!
2) Apa perbedaan antara niktinasi dengan seismonasti pada percobaab yang telah ada lakukan? Jelaskan!
3) Pada percobaan geotropisme yang telah anda lakukan sebenarnya adna juga sekaligus telah membuktikan adanya gerak ftotropisme. Mengapa? Jenis fototropisme apakah yang terjadi? Jelaskan!
H. Pembahasan
I. Kesimpulan
J. Daftar Pustaka
(Ferdinand, 2003 dalam Rumanta, 2019).
(Campbell, 2004 dalam Rumanta, 2019).
K. Kesulitan yang dialami
kesulitan yang dialami yaitu menyiapakan peralatan dan bahan yang duperlukan terumata Ketika mencari tumbuhan putri malu di sawah memerlukan kesabaran karena banyak durinya dan factor cuaca yang tidak tentu. Kemudaian pada tumbuhan kacang cara mengamati berkembang pada tumbuhan kacang memang membutuhkan waktu yang lama sehingga pengamatan meperkirakan terjadinya gerak berdasarkan teori yang diperoleh kurang maksimal.
L. Foto Praktikum
Niktinasti Seismonasti
Geotropisme Negatif
LEMBAR KERJA (LAPORAN) PRAKTIKUM IPA SD PDGK 4107 MODUL 1 MAKHLUK HIDUP
RESPIRASI PADA MAKHLUK HIDUP
NAMA : DWISIWI CITRA DEVI
NIM : 858861875
UPBJJ : UT MALANG POKJAR KEPANJEN
A. KEGIATAN PRAKTIKUM 1 : RESPIRASI PADA MAKHLUK HIDUP 3. Respirasi pada makhluk hidup
B. Tujuan
1) Membuktikan bahwa respirasi memerlukan udara (oksigen) 2) Membuktikan bahwa respirasi memerlukan karbondioksida
C. Alat dan Bahan
1) Untuk membuktikan respirasi memerlukan udara (oksigen) a) Botol ukuran kecil 3 buah.
b) Sedotan air kemasan gelas (aqua gelas) 3 buah.
c) Plastisin secukupnya.
d) Vaselin secukupnya.
e) Kapur sirih secukupnya.
f) Kapas secukupnya.
g) Kacang merah/kedelai yang sedang berkecambah secukupnyit:
h) Kecoa atau belalang 1 ekor.
i) Pipet tetes 1 buah
j) Air yang diberi pewarna merah secukupnya.
2) Untuk membuktikan respirasi memerlukan karbondioksida a) Kapur tohor atau kapur sirih secukupnya.
b) Air suling bila tidak ada bisa digunakan air tawar secukupnya.
c) Botol selai atau botol lain yang bermulut agak lebar 3 buah.
d) Plastisin secukupnya.
e) Sedotan limun 6 buah f) Spidol 1 buah.
g) Selang plastik kecil 1 meter.
h) Kertas saring (jika perlu) 2 lembar.
i) Corong plastik ukuran kecil 1 buah.
D. Landasan Teori
Salah satu ciri makhluk hidup adalah bernapas/melakukan respirasi. Bernapas berarti memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Oksigen diangkut oleh darah ke sel- sel tubuh. Di dalam sel terjadi proses pembakaran bahan-bahan makanan oleh oksigen dan menghasilkan karbondioksida.
Ketika melakukan respirasi/pernapasan, makhluk hidup mengambil oksigen dari lingkungannya dan mengeluarkan karbondioksida serta uap air ke dalam lingkungannya.
Oksigen di dalam tubuh makhluk hidup digunakan untuk proses pembakaran (oksidasi), dari proses ini akan dihasilkan energi yang akan digunakan untuk aktivitas hidup.
E. Proserdur Percobaan
1) Respirasi Memerlukan Udara (Oksigen) a) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
b) Masukkan sedikit kapur sirih ke dalam dasar botol , selanjutnya masukkan kapas secukupnya.
c) Masukkan kacang merah/kedelai yang sedang berkecambah ke dalam botol yang telah diberi alat kapas.
d) Lapisi bagian dekat pangkal sedotan air kemasan dengan segumpal plastisin, kira- kira dapat menyumbat mulut botol selanjutnya masukkan pangkal sedotan air kemasan yang dilapisi gumpalan plastisin tersebut hingga plastisin menutup mulut botol sedotan air kemasan menghubungkan udara luar dengan udara di dalam botol.
e) Rapikan plastisin pada mulut botol hingga mulut botol tertutup dengan rapat dan rapi.
f) Olesi dengan vaselin celah yang terjadi di antara plastisin dengan sedotan air kemasan gelas agar tidak terjadi kebocoran udara yang bisa menghambat jalannya percobaan.
g) Respirometer buatan ini selanjutnya diberi label A dengan menggunakan spidol , kemudian letakkan secara horizontal
h) Lakukan langkah a-g, dengan cara yang sama, namun kecambah diganti dengan kecoa atau belalang dan diberi label B
i) Lakukan langkah a-g, hanya tanpa menggunakan makhluk hidup (sebagai kontrol)) dan diberi label C
j) Dalam waktu yang hampir bersamaan, dengan menggunakan pipet tetes, tetesilah ujung sedotan air kemasan gelas pada setiap
k) Amatilah tetesan air berwarna pada setiap respirometer dengan selang waktu 5 menit selama 5 kali pengamatan.
2) Respirasi Menghasilkan Karbondioksida CO2
a) Larutkan kapur tohor (jenis kapur yang apabila kena air mengeluarkan panas)atau kapur sirih ke dalam lebih kurang 250 mi hingga jenuh (sebagian ada yang tidak melarut)
b) Biarkan air kapur mengendap semalaman hingga diperoleh air yang jemih.
c) Sedotlah air kapur yang jernih dengan selang plastik kecil. hati-hati agar endapan kapur tidak ikut tersedot
d) Bila Anda ceroboh maka endapan kapur akan ikut tersedot dan air kapur menjadi keruh.
e) Kapur jenuh pada botol selai (A). (B) dan (C) dengan pengadukan yang sama, sekitar 50 ml.
f) Siapkan peralatan percobaan lainnya yaitu sedotan limun dan plastisin.
g) Hirup udara dari botol A melalui sedotan limun (1), gunakan untuk bernapas.
h) Selanjutnya hembuskan napas Anda pada botol (B) melalui sedotan limun (1) i) Lakukan langkah (4) berulang kali hingga air kapur di botol (B) menjadi keruh.
j) Amati posisi air berwarna dalam pipa dari sedotan gelas aqua pada setiap respirometer.
k) Catat hasil pengamatan Anda pada Lembar Kerja
F. Hasil Pengamatan
1) Respirasi menghasilkan Oksigen (udara) Tabel 1.4
Tabel 1.5
G. Pertanyaan-pertanyaan
1) Apa guna kapur sirih dalam percobaan respirasi memerlukan okdigen?
2) Apa yang terjadi pada pergerakan tetesan pewarna (eosin) pada alat respirometer A. B, dan C? Mengapa hal itu terjadi? Jelaskan!
3) Pada akhir percobaan respirasi menghasilkan karbondioksida, air kapur pada botol manakah yang paling keruh? Mengapa demikian?
H. Pembahasan
I. Kesimpulan
J. Daftar Pustaka
https://pustaka.ut.ac.id/reader/index.php?subfolder=PDGK410702/&doc=M1.pdf
K. Kesulitan yang dialami
kesulitan yang dialami pengamat adalah menyiapkan alat dan bahan diperlukan karena waktu yang sangat singkat untuk mencarii belalang karena belalang sepertinya hewan yang hamper sulit ditemui sehingga pengamat butuh waktu yang maksimal untuk mendapatkan hasil yang di tentukan.
L. Foto Praktikum
Respirasi memerlukan Udara (Oksigen)
Respirasi menghasilkan kabondioksida