I
t
I t t
t I
t
I
PERKAPALAN
:engaruh Pemakaiaan Kuat Arus dan Waktu Pembersihan Terak Las r.rhadap Deformasi Las Pada Pelat Datar Qbed Metekohy
lvlESlN
Analtsa Pengaruh Variasi Waktu Pengapaian Dan Penggunaan Premrum BE 50 Terhadap Unluk Kerla Dan Emisi Gas Buang Motor Bensin
Hendry J Nanlohy
Analisa Kapasitas Generator Berdasarkan Kondisi Operasional Kapal Pada KM Manusela Antony Slnanjuntak
Tinjauan Komparatif Kebutuhan Tenaga dan Daya Masukan Pada Kompresor Tiga Tingkat Yang Mengalami Penurunan Tekanan
Abraham Kalallnbong
Analisa Redaman Efektif Honeycomb Seal Pada Kompresor Bertekanan Tinggi Benjamin G Tentua
SIPIL
Analisis Kepadatan dan '., olume Sedimen Yang Mengendap Setelah
T
'ahun Pada Pengoperasian waduk Senuel Uneputty, Obednego D NaraTEKNIK MANAJEMEN PANTAI
Analisis Fisik Kerusakan Witaysh p.r;r'r" Pantai Hatu
-
Liliboy Kecar atan Leihitu Untuk Perencanaan Tata RuangPesisir
pieter Th Berhitu, Danny s pelupessy
ldentifikasi Kerusakan Pantar Pada Kawasan Pesisir Teluk Ambon Dalar, Tlrza J Kakislna
ELEKTRO
Karakterisasi Perambatan Moda-Moda Pandu Gelombang Optik Dengan Analisis Skalar Variasional Menggunakan Medan Listrik Cobaan Gaussian
-
HermiteRichard R. Lokollo
rssN
1693-9425
"TEKNOLOGI ''
Jumat ltmu - Itmu tefori{ [an Saitu
'/otune
5No.2 o(lober
200EPENANGGUNG
JAWAB
Dekan Fakultas Teknik Unpatti
Penerbit:
Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon
Ketua
DewanRedaksi
:Pieter Th Berhitu, ST.MT
Penyunting Pelaksana Tirza Kakisisna. ST.
MTDenny pelupessy. ST. MEng
Jhoni Latuni ST. Meng Fella Gaspersz ST.MT
PenyuntingAhli :
Prof. Dr.lr.Sutanto Soehodho.M.
EngProf lr. Harsono T.MSIE,
Ph.DProf. Dr. lr. N.V.Huliselan.M.Sc Prof. Dr. lr H Manalip, MSc.
DEAProf. AryadiSuwono Dr.H Soefyan Tsauri,M
Sc.APUDr. lr. A.A Masroeri, Meng Dr. lr. Wisnu Wardhana, MSc,
SEDr. M.K.J Norimarna, MSc lr.
R.G.Wattimury, Meng
Sekrctariat Redaksi:
Fakultas
Teknik
Unpatti.Jln
lr.
M. Putuhena Kampus Poka Ambon E-mail: Teknologi@rad net.idTeknologi
merupakan Jurnal ilmu ilmu Teknik dan Sains yang menyajikan hasil penelitian dibidang ilmu Teknik dan sains. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun bulan April dan Oktober.?EKTVOTOGE
$on4l 'lhruc'''1h4 ?h4 dl$a Satrl
1/oh*a 5?16.8 O& ffitr
Daftsr Isi
Pengaruh Pemakaian
Kuat Arus Dan Waktu
Pembersihan Terak Las l'erhadapDeibrniasi
Las yaoa Peiar DatarAnalisa
PengaruhVariasi \'"aktu
FengapaianDarr
PenggunaartPrernium BE 50
TerhadapUnjuk Kerja Dan Emisi Gas
BuangMotor
BensinAnalisa Kapasitas Generator
BerdasarkanKondisi
Operasional Kapal PadaKM
ManuselaTinjauan Kcrmparatif Kebutuhan Tenaga Dan Daya Masukan Pada Kompresor Tiga Tingkat Yang Mengalami Penurunant Tekanan
Analisa Redaman Er'ektif Honeycornb Seal Pada
Kompressor Bertekanantingggi
Analisis Kepadatan Dan Volume Sedimen Yang
Mengendap Setelah T Tahun Pada PengoperasianWaduli
An,rlisis Fisik
KerusakanWiiayah Pesisir
PzurtaiHatu - Liliboy
Kecamatan
Leihitu
Untuk Perencanaan tataRrnng
Pesisiridentifrkasi
Kerusakan Pantai Pada Kawasan PesisirTeluk
Arnbon DalamKarakterisasi
PerarnbatanModa-Moda Pandu
GelombangOptik
DenganAnalisis
SkalarVariasional
hlenggunalian iv{edanListrik
Cobaan Caussian - Hermite
Obe<l
Metekohy $5:444
Hendry
Y Nanlohy
445 - 4-50Antoni Simanjuntak
451-
457Abraham
Kalaiimbong
458-
464Benjamin G
Tentua.
465- 4i0
Semuel Unepufty, Cbednego D Nara
P.
Th. Berhitrr
Danny S PelupessyTirza J.
Kakisina
411
-
475476
-
484485 - 491
Ricliard
RLokollo
492-
505PENGARUH PEMAKAIAN KUAT ARUS DAN
WAKTU PEMBERSIIIAN TERAK LAS TERI{ADAP DEFORMASI LAS PADA PELAT DATAR
Obed
Metekohy'
"ABSTRACT
Development
of
welder technology along with having swellit
science and technology. Most all industrial areas requires quality of good welder, causing is required knowledge and skilled in welder engineering. Mean knowledge must be followed skilled higtt, so that to get resultof
welder top nattily is required a weld expert had expertise koowledge and skilled ofperfect welder. Based on defiaition frorn Deutsche Industrie Not-men ( DIN) that welder process is a rretallurgy bond at metaljoint
or alloy metal executedin
a stateof melt
or liguid. Sta-ting from the definition can be formulated that weld is local joint from some metal slabs by using temperatue dissociatioo energyof
diatomic. Hot after tabie from tho electric arc hence tip of elechode and mains metal
will
melt and ossifies together. Temperature yielded from electric arc burning hardly depended from srrong usage of current, tomperature yietdedwill
make temp€raturewill
inffease so that steel atoms prop€rtywill
obtain motive power in formation of crystai gratirg to solvent of weld and stength from the welder.
Key lYords : Welder, Metallurgy, temperature
T. PENDAIIULUAN
Teknologi las pada era
globalisasi sekarangini
perkernbangarut)'a sangat pesal seiring dengan perkembanganteknologi,
Karena. hampirdisemua bidang industri memerlukan
kualitaspengelasan yang baik, sehingga
dibutuhkan pengetahuandan
ketrampilanteknis
pengelasan.Karena
itu dalam
pengelasan pengetahuan harusturut serta
mendampingipraktek. Maka
untuk mendapatkanmutu
atau kualitas pengelasan yangbaik,
diperlukankonguksi
ran&mgan dan teknik pengelasan yang sesuai dengan prosedur, sdingga dibutuhkan seorangjuru las yang memiliki
ilmu pengetahuan dan t€knik pengelasan y&ng sempuma.Berdasarkan definisi dari
DeutscheIndustrie
Not'men(DIN)
hahwa proses pengelasan adaiah suatu ikatan metalurgi pada sambturgan logamatau
logam paduannvayang
dilaksanakan dalam keadaanlumer alau cair. Bertolak dari
definisi tersebut dapatdijabarkan lehih lanjut
bahwa lasadalah menrpakan sambungan setempat
dari beberapa,lembar loga.m dengan
mengunakanenergi panas. Dalam proses pengelasan,
las elektroda terbungkus merupakan salah satu cara pangelasan yang banyak dipergunakan,di
manadalam pengelasan digunakan kawat
elektroda logam yang dihungkus denganfluks.
Dalam
pengelasanuntuk
mendapatkanbusur nyala adalah dengan
mengkontakkanelektroda las positif
dengan bendakerja
massanegatif yang akan dilas, setelah arus listrik mengalir dari elektroda ke benda kerja
makakontak arus diputuskan dengan
menarikele
ktoda sedikit di atas benda
ker-ianoenimbulkan busur nyala.
Maka dari definis di
atas, tampak jelas bahwa busur listrik terbentuk di antara ujung elektroda
denganlogam induk. Akibat panas dari busur listrik tersebut maka ujung elektroda serta
logaminduk akan mencair kemudian
membekubersama. Proses pemindahan logam
elektrodaterjadi pada ujung elektroda mencair
danmembentuk butir-butir yang terbawa oleh
arusbusur listrik
yarrgterjadi. Jika kuat
aruslistrik
yang digunakanterlalu
besar maka butiran logancair yang berbawa menjadi halus,
sebailiknyajika kuat
aruslistrik
yang digunakankecil
makabutiran akan menjadi besar pada
pemindahan logam cair.Dari pengamatan
di
lapanganbhwa
salahsatu faktor yang
mempengaruhi deformasi daribahan yang dilas
adalah pemakaiankuat
arus.Sebagaimana dalam proses pengelasan, pada bagian
yang dilas akan menerima perlakuan
panas perrgelasan setempat dan selarna proses pengelasan berjalan,penyebarannya
berubah terus menens sehingga menimbulkan dishibusi suhu tidak merata yang diakibatkan panas tersebut, maka pada bagianyang dilas akan terjadi
pengembangan thermal,sedangkan bagian yang dingin tidak
terjadi pengembangan thermal, akibatnya terjadi perubahan bentuk yangtidak
merata. Panas yang dihasilkan oleh nyala busurlisffik
tergantung pada pemakaian kuat arus pengelasan dalam melumerkan kristalisasi butiran-butiran elektroda ke permukaan benda yangdilas. Kristalisasi butiran yang terbentuk
pada sambunganlas
tersebut kenudian dilindungi oleh gas dan terak yang dihasilkanoieh fluks
(lapisanelektroda
las)
sehingga logamcair
tersebut tidakObed lutetelofu, Dosen Program Sndi Tebik Pertaplm
Fahlw
TeknitU@ti
Obed t{aekohy; Petgaruh Penukaiaa Kwt Ano DanWakhn Pembersilsn Terak Ins
T*ladq
Deformasi Las Pelol Dotorterkontaminasi dengan udara luar yang
dapat menyebabkan oksidasi. Terak yang rcrbentuk dalammelindungi sambungan las kemudian
akandibersihkan Melalui pengamatan dilapangan ditem ui
waktu
pembersihanterak inipun kadang
tidakdiperhatikan sehingga
hal ini
dapat mempengaruhi siiat mekanik dari logam lasan.oari
perrnasifahanini
kami mencoba untu(melakukan penelitian dengan pemakaian
kuat
arus pengelasan danwaktu
pembersihanterak
yangbervariasi terhadap perubahan bentuk
serta kekuatan dari hasil pangelasan tersehd'II. TINJAUAN PUSTAKA
1.Las Busur Listrik
Las busur listrik adalah
merupakansalah satu jenis pengelasan yang
seringdilakukan pada pengerjaan
pengelasan logam,baik itu untuk
penyambunganlogam
maupunpelapisan permukaan logam. Pada las
busurlistrik sambungan terjadi akibat panas
yangdatang dari busur listrik, busur listrik ini terjadi pada waktu adanya
perpindahan aruslistrik dari
kawai las ke benda, kerja lelvat udara'Busur ini menyala dalam garis lintasan
udarayang mengalirkan arus listrik, karena
tahanany"ng tiflggi
padawaktu
peipindahan aruslistrik a^ri- u;ung kawat las ke benda- kerja
makatimbullah
busur.Dalam
prosesini energi listrik
rtiubahmenjadi
energi panas dalam bustulistrik
dan suhu yang dihasilkan dapat mencapai 6000C' oleh karena psmanasan tersebut bersifat seternpat maka
alan
mencair, cairandari
beadakeda
dan kawat las bercampur dan membentuk kampuh las'2. Las Efu{drods Terbungkus
f)i
negara-negaraindusbi,
penggunaan elektroda terbungkus sudah banyak distandarkan berdasarkanpenggunaanny& Di negara Jepang
misalnyaitet t
oau las tsrbungkus untuk Baja kekuatan sedang di$andarkan Standar Industri Jepang (JIS) standar di Amerika Serikat{ASTM),
didasarkan pada standar Assosiasi Las Amerika (AWS). Standar slekfoda baik dalamJIS
mzufnrn dalamAS'IM
didasar*an pada fluks, posisi pengelasan dan arus las.Fluks
dalamlas
eleklroda terbungkus momegangperanan peirting dalam
mernpertahankan sifat mekanik dari logam lasan.Fungsi fluks dapet dijelaskan sebapi berikut
1 Membuat suatu
perisaiun0rk
melindumgigas disekeliling busur api dan
logamlasan
guna mencegahoksigen
dan nitrogendari udara luar memasuki logam
las'2
Mernbuat busur api stabil dan rnudah dikontrol'3 Membuat terak Pelindung
danmenurunkan
kecepatan pendinginan
logamlas.
4
Mangatur ukuran dan frekwensi tetesanl','l:.
Isair.
3.
Siklus Temal Daerah
LasanDaerah lasan
terdiri dari 3
bagian y;'ir':logam lasan, daerah pengaruh panas yang baha:''t
inggirsnya adalah "Heat Affected Zone"
dat;.disingkat
menjadi HAZ
dan logam induk yang t. i' terpengaruhi pengelasan. tngam las adalah tngian ii.lti.logam yang
pada waktu
pengelasanmencait
cii'r, kemudian membeku. Daerah pengaruh panasiit.,l daerah HAZ adalah logam dasar
yarii.bersebeiahan
dengao logam las yang
selal;raproses pengelasan mengalami siklus
ter.ir:rl p€rmanasandan pendinginan cepat.
Sedangkarr logaminduk yang tak
terpengaruhi adalahk;gjt:'
logam dasar di mana pnas dan suhu pengelasan
tidlk menyebabkan terjadinya
perubahan-peruba,ha:rstnrktur dan sifat. Di
samping ko'tiga pembag,^;:, unma tersebut masih ada satu daerah khusus ya;'g membalasi antara logarnias
dan daerah penganr:' panas, yang di.sebut Batas las.4.
Logarr tnduk
Logam induk yang digur,akan
dalarrrsetiap konstruksi sambungan Ias
harusmemenuhi persyaratan-persyaratan baik dari segi jenis, mutu maupun ukuran-ukurannya.
Baja untuk pemakaian secara umum
dapatdibagi
dalamtiga kelompok
sebagai berik-ut :o Kelompok
pertamaterdiri dari jenis
Fe 31ti.baja ini biasanya digunakan untuk
bagian- bagiandi
manatidak
ditentukan syarat-syer?t khusus.r Kelompok kedua terdiri dari jenis Fe
36,1}(ST 37) Fe 590
(ST
37), Fe 430 dan Fe51ti' Baja ini digunakan untuk
bagian-bagierryang liat dan kuat, misalnya:
konstruklri'haui, poros engkol, batang
penggerak r1;"nsebagainya.
e Kelompok ketiga terdii dari jenis Fe
490 (ST 50), Fe 590 (ST 60) dan Fe 690 (ST 70)' Bajaini
digunakan untuk bagian-bagian keras dan tahan aus, misalnya: pasak, stempeldal
sebagainya.
5.
Jenis-JeoisSarnburgan
LasPada dasamya
yang
dipergunakan dalam merancangsuatr desain
sambunganlas
harusmernprhatikan;
c Spesifikasi
kekuatanyang diinginkan.
r Bentuk
dan bahankonstruksi
r Tegangan-tegangan yang timbul akibat
pengelasan (residual stres).
Maupun437 lurnal TEKNOLAOI, Yolunte 5 Nonur 2,2M8: 135 - 111
tegangan-tegangan
yang
diperhitungkan akan timbul akibat pemakaian.Dalam sambungan
las
harus diperlihatkanpada gambar jenis
sambungan.Ada
beberapa sambunganlas dalam
konstruksibaja yang
pada daqarnyadigolongkan dalam bentuk
sambungansebagai berikut :
&. Sambungan tumpul
b.
SambunganT c.
Sambungan sudutd.
Sambungansisi e.
Sambungan tumPangf.
Sambungan dengan PenguatS.
Sambungan silang6. Gerekan Pengelusan
Dalarn proses pengelasan untuk
mengisi
kampuhlas diperlukan gerakan elelffoda- Tetapi
tiapgerakan eleklroda atau ayunan eiektroda mempunyai spesifikasi
tersendfi dan
bergunauntuk
mengatur lebaralur
las yang dilqehendaki sertarigi-rigi
yangbaik sesuai dengan posisi pengeiasan.
Ayunan elektroda itu antara lain (a)
ayunansetengah lingkaran (b) ayunan melingkar (c) ayunan zigzag (d) ayunan segitiga
dan sebagainya. Untuk membuattig-.ig
las yang baikmaka pada tepi-tePi karnpuh dihentikan
sesaatayunannya untuk
mengisi daerahyang
kosong pada tepi kampuh dan daerahdaerah yang lain.7. Posisl Pengelasan
Posisi pengelasan atau
sikap
pengelasan adalah pengaturanposisi dan gerakan serta arah
dari padaelektroda sewaktu
rnengelasbenda
kerja, karenaposisi benda kerja yangakan dilas
belumtentu
dapatdiatur sendiri. maka kernungkinan terjadinva
kesulitan dalam mengelas^.eaa a posisi pengelasan yaitu: 8) (a)
posisibawah
t&ngan,posisi ini
sangatmudah
dalam mengelas,-temliingan eiektroianya sekitar
70"(b) posisi horisontal, di mana
gerakane!ektrodanya mengikuti garis horisontal
danposisi elektrodanya
50-
lOu(c) posisi
vertikalyaitu arah gerakan elektrodanya tegak
sesuaidengan arah benda kerja dan
posisi
elektrodanya antara 100-
150(d) posisi atas kepala yaitu: posisi
elektroda beradadi
barvah bendakerja, posisi ini
sangatsukar dan berbahaya serta
kemiringaneleklrodanya antara 50 sampai 200 .
Dalam penelitian ini kami memakai
posisipengelasan datar.
8.
Deformasi
PlastisDeformasi plastis
dapatjuga disebut
deformasi sisa.Deformasi ini
dimasukan dalam kelompokpertama,
jika setelah gaya yang bekerja
padakonstruksi las dihilangkan, bentuk dan
ukurankonstruksi las tidak kembali pada
keadaansemula. Sedangkan
deformasiyang
dimasukandalam kelompok kedua yaitu: jika
setelah gaya yang bekerja padakonstruksi
las tersebul, sesuaibentuk dan ukuran konstruksi las kembali
ke keadaan semula.Tipe-tipe ulama dari suatu
deformasiplastis/distorsi
padasuatu konstruksi las
dalam pembuatan suatukapal
adalah: perubahan sudut, penlusutan, bending danlain-lain.
a.
Perubahan
SudutPerubahan
sudut disebabkan karena
adanya perbedaantemp€ratur
permukaanyang
dilas dan permukaan sekitarnya.b. Penyusutan
Besarnya penyusutan
dipengaruhi oleh
tebalpelat (h), kecapatan pengelasan (v)
danbesarnya arus (I). Hubungan
aotarapenyusutan
melintang dan kondisi
pengelasanpenyusutannya ke arah memanjang
keel'Apabila dibandingkan terhadap
penyusutanmelintang hal ini disebabkan ole[
adanyaperlawanan dari iogam induk.
c. Penrbahan Bentuk dalam Las TumPul
Peryusutan
lintangl
grenlusuhn pada las akanberkurang dengan
bertambahnyapelat
danakhirnya mencapai suatu harga
terteotu.Penyusutan tersebut menjadi iebih besar dengan bsrtamhh besarnya masukan panas.
Pada
dasarnya perubahansudut terdiri
dariperubahan sudut melintang dan
mernanjang.Pada. sambungan Ias tumprl, di samping perubaban sudut rnelintang ia merupakan
type
deformasiyang paling dominan. Dari uraian di
stssmaka
deformasi yangdibahas
dalam penelitianini adalail melintang
(transversalangular distortion) Sedangkan
pengaruhdiameter
elektrode,
aCalah sebagpi berik'e jikadiameter elekboda pada
pengelasan tumpulbertambah besar, maka perubahan
sudutmelintang yang terjadi juga akan
bertamhit besar. Karena dengan bertambah hesamlt diameterelektroda, maka metal; las yang
terdeposit akan bertambah besar,lvtenyebabkan
perbandingensntara
pengerutan permukaansisi
atas dan pernukaan sisi bawatr akan bertambah besar.9. Penganrh Tebal Fclet
Bila pelat yang dilas tipls, maka akan
terjadi perubahan sudut melintang yangkecil.
Perubahaniudut menjadi lebih
besar,jika pelat
yang dilas semakin tebal, akan tdapi pada suatu betas ketebelan tstentu penambahan sudut akan menurun dengan mekintebalnya pela! hal ini
disebabkanoleh
adanya penahanan yang kuat dari logam yang tiehl t€rs&but..-
I
Obed Maekohy; Pengaruh Pemakotan Kuat Arus
lhn
Wakhtu Pembersihan Terak Las Terhadq Defornosi Los PelatIhtar
438
10. Pengaruh
Bentuk Alur
LasPada las hrmpul, batas perbedaan bentuk
alur
yang sama berhubungan dengan perbedaan kuutbahan lasan@a
permukaanlaq
denganpernukaan
sebaliknyasan$t
mempengaruhi besamya perubahan sudut,melintang dari sambungan las tumpul
yang mempunyai bermacarn-macambenhk
grove dengan berat material yang terdeposit.1I.
PengaruhJumlah Lapisan
Dengan bertambahnya
jumlah
lapisan dalam suatu pengelasan,maka akan
bertambahbesar
pula perubahan sudut melintang 1'ang terjadi.Perubahan sudut menjadi lebih besar bila peiat yang dilas makin tebal, tetapi sampai fqda balas ketebalan t€rtenh! perubahan sudutnya nqnurun dengar makin tebalnya
pelat Hal ini
disebabkanoleh
penahanan yang kuat dari logam yangtebal.
Perubahan sudut akan mencapai harga tertinggi pa.da suatu hargaI&
di mana I = arus
lassh:tebal pelat dan v
= kecepatanlas. Di
tengah-tengahsumbu di
atasharga tertinggi pada
d,a"sarnyadipengaruhi
olehukuran elektroda tetapi harga untuk
perubahansudut t€rtinggi menjadi lebih besar
dengan bertambahnya diarne.ter elelcrodaIII. METOI}OIOGI PENELITIAN
1. Tempat Penclltian
Pembuatan sp€simen dan pengelasan dilakukan
di
Laboratorium Teknologi Las
FakultasTeknik,Unpatti. Sedangkan pengujian
danpemeriksaan kekuatan hasil
pengelasandilakukan di Laboratorium Pengujian
BahanPoliteknik
Negeri Ambon.2.
Kriterir
Percobaan 2.1.Uluren Iletail
Spesimen sebagai benda
uji
sebelumnya harus di rancang.Ukurang-ukuran dari
benda
uji
terdapat padatabel 3.1. Bentuk
bendauji harus sesuai dengan rancangan,
makaspecimen digambarkan terlebih dahulu,
sepertigambar 3.1. Dan dalam
pengerjaanswivel ini, dimulai dari lembaran pelat yang
setranjutnya dipotong-potong sesuai dengan ukuran yangtelali
ditentukan dalam percobaan.Tabel 3.1
tlkuran
SpesimenTebsl pelat
L Lv
b, R-- l0
200 b"+'5
45 40 10/Gambar 3.1. Bentuk Benda
Uji
Keterangan:0:60'
C:3 mm F : 3mm
r:2,5mm T:7mnr br:5,3mm
Pr : Pr = 100
ntmDalam percobaan ini akan dilakukan
Iimapercobaan perlakuan panas usai las,
dengan empatkali
ulangan. Jadi sampel yang digunakandalam
percobaanini
sebanyak20 buah.
Jenissambungan las yang digunakan
adalahsambungan tumpul (butt joint) kampuh V
terbuka.
L2. Elektroda
Tipe elekEoda yang digunakan
adalah elektrcda terbungkus dengan klasit-ikasi AWS E60130lS
Dt313) dengan spesifftasi sebagai berikut :o
Diameterr
Padang.
flaeratr jangkauharan
arusAmpere
o
Tegangan busuro
JenisListrik
polaritas gandao
Posisi Pengelasano
KecepatanPengelasan:o
Temperatur ptnas pengetrasano
Aplikasi pengelasan:3,2
mm :350 mmr 80 -120
: 24
volt
rAC atau DCr semua prosisi 0,14 crtu'detik
r 30000 oC Baja lunak Jenis
fluks
: Titania tinggi, Kaiium Temperaturpenyimpanan
: 40"C*
50'CKekuatan tarik minimum logam
las
: > 43k/mm2
Komposisi kimiawi iogam las a
a a
/
Karbon (C)/
Mangan (Mn)r'
Silikon (Si)/ Nikel (Ni)
minimum 0,67o minimum
l7o
minimum 0,8 o/o minimum 0,5%ob,
439 lutnal TEKNOLOGI, Volume S Nonar 2,20O8:
$3
-14
/
Chrom(Cr)
: minimum Q3%r'
Mohbden(Mo)
: minimum Q2%y'
Vanadium (Va)
: minimum 0,17o2.3.Llngkah-langkah
PengelasanMesin las yang dipergunakan
ddalahmesin las jenis UWR 402 dengan
interval pemakaian arus80 A,90 A,
100A, ll0 A
dan 120A.
Dalam melakukan pengerjaan pengelasan,untuk menjamin
keseragarrranhasil
lasan dalam percobaan,maka langkah-langkah
pengelasanharus dipenuhi. Langkah-langkah
pengelasan tersebut adalah sebagar herikut:a. Persiapan sisi-sisi specimen yang
akandilas, yBitu sisi-sisi yang akan dilas dibersihkan darl kotoran-kotoran
sepertikarat" minyak, debu, air dan lain
sebagainya.
Pada
percobaan.ini
memakai kampuhV
terbuka denganteknik
las posisidatar dan jenis
sambungantumpul
(buttjoint).
b. Specimen dirakit sesuai dengan kriteria percobaan, selanjutnya diberi
penahanuntuk mencegah adanya deformasi
atauperutrahan bentuk yarg terjadi
karena pengelasan,2.4.
Perlakuan
SampelSetelah pekerjaan
pengelasan
spesimendilakukan
makadilanjutkan
dengan pendinginanusai las dengan lama pendinginan
untukpelepasan terali,
sesuai dengan
besarn;*apernakaian arus secara bertahap. Dan untuk mengetahui
perlakuan pemakaian arus terhadap interval wal.tu, maka akan dilakukanlima
macamperla.kuan
pemakaianarus dan
masing-masingperlakuan akan ditahan waktu
pelepasanlerak selama 10 menit, 15 menit, 20 menit dan
25menit. Kemudian dilakukan pelepasan
teraksecara pedahan-lahan dengan menggunakan palu terak.
Kelirna perlakuan tersehul yaitu :
Perlakuan Peftama
Dalam perlakuan ini, pemakaian
arus sebesar 80Amper- dan
setelahkerja
pengelasansambungan lasan didinginkan selama
t0
rnenit, 15menit, 20 menit dan 25 menit unhrk masing-masing sampel pada saat pelepasan terak.
Perlakuan Kedua
Dalam perlakuan ini pemakaian
arussebesar 90
Amper,
dan setelahkerja
pengelasan sambungan lasan didinginkan selatnal0
menit, 15 menit, 20 meni.t dan 25 nrcnit untuk masing-masing sampel pada saat pelePasanterak.Perlakuan Ketiga
Dalam perlakuan ini pemakaian
arussebesar 100
Amper,
dan setelahkerja
pengelasan sambungan lasan didinginkan selamal0 menit.
15menit, 20 menit dan 25 menit unfuk masing-masing sampel pada silt pelepasan terak.
Perlakuan Keempat
Dalam perlakuan ini pemakaian
arus sebesar 110Amper,
dan setelahkerja
pengelasan sambungan lasan didinginkan selamal0
menit, 15menit, 20 menit dan 25 menir untuk masing-masing sampel pada saat pelepasan terak.
Pcrlakuan Kelima
Dalam perlakuan ini pemakaian
anissebesar 120 Amper, dan setelah kerja
pengelasan sambungan lasan
didinginkan
selamal0 menit,
15menit,
20menit
dan 25 menit untuk rnasing-masing samnel pada saat pelepasan terak3. Pemeriksaan
Dari hasil pengujian tarik
padaspecimen, maka akan dilakukan
beberapa perneriksaanuntuk
melihatshuktur
logam setelahpekekerjaan pengelasen. Dan
diialcukanpemeriksaan dengan menggunakan mikoskop.
Pemeriksaan mikroskopis dilakukan
untuk melihat struktur mikro. Untuk
pemeriksaanmilcoskopis ini dipskai
mikroskop Metatlografi r'ertikal rnodslMNM \IIL
Sedaryrgkanuniuk hasil pemeriksaan mikroskop akan digambarkan sfuktur logam hasil pengelasan.
4. Rancangan Percobaan
Dari hasil yang. di&pat
@
pengujim tarik untrk melitutafkah
ada pengaruh antara temperatur perlakuan pangsusai las
dengan kekuatan hasil pengelasan,sefta untuk
menenfukan temperatur perlakuan panasmana yang tepal Maka
akanftmcangan acak lengkap dan uji
pembending ganda beda nyata terkecil4.1. Rancangsn
Acak Lengkap
Rancangan
ini
digunakanuntuk
melihatapakah terdapat pengaruh antara
temperatur perlakuan panasusai las
dengirnkekudan
hasil pengelasarDi
mana dari fierhitmgan ini akan didapalharga Untuk
hargaftab
didapatdari
tabel F berdasarkan atas derajat bebas (db) pembilang(t-l)
dan
db
penyebut (1 G-1)) pada.taraf
lo/o dan 5o/o.Kemudian harga Fhit dan Ftab disusun dalam Tabel Analisis Keragaman, di mana dari tabel tersebut akan diketahui
pertaaan
antara hargaFhil
dengan Ftab.Dengan kriteria bahwa. :
Fhit > Ftab (0,05) : Nyata,
artinya terdapat pengaruh antara temperatureFhit > Ftab(0,01) = Sangat Nyats,
artinya terdapat pengaruh yana kuat
antaratemperatur perlakuan panas usai las
dengan kekuatan hasil pengelasan.I I
Obed Metekohl; Pengaruh Pernakaiot Ktat lras Ihn Wakhn Pemberclhan Teraklas TerWap Deformasi Ld Petd
M& u0
4.2. Uji Perbandingan Ganda Beda
Nyata Terkecil(BNT)
Setela} diketahui bahwa terdapat pengaruh antara temperatur perlakuan panas usai las dengan, kekualan hasil pengela-san, maka selanjutnva akary
dicari
perlakuan mana yang terbailq digunakan uji pembanding ganda nYata terkecilDengan p€rsyaratan
nilai t hitting
harussama dengan atau lehih besar dari pada
nilai t
tabel.Di
manauntuk uji
dengantingkat
nyata sehesa!'a
: (0,05 ;
0,01) dinyatakan dengan rumus :ES
bnt
(a) : tai2 .l Vn
di
mana :tal2
= angka tabel t.S : akar dari ragam galat
gabrmgankuadrat tengah gBlat Percobaan N
:
banyaknYa Perlakuan.Ilarga t didapat dari Tabel t
d:n6iandidasarkan pada peluang nilai
t
(a/2) dan db galal (t(r-l)). Seteiah didapat harga bnt.
kemudian(- \
dibandinglan dengan be{ia
terkecii
[ * - *, j
\/
dengan syarat
Bedr
Terkccil
>bnt
Kernudian
mtuli melihat
periakuan manayang teftaik &buatkan tabel nilai-nilai
tengahperiakuarg Maka disusun nilai-nilai
tengahpertakuan
terkecii ke nilai-nilai talgah
perlakr:an yatg besar.Dari tabel tersebu! dicari
beda terkecil mana yang paling besar daribnt.
maka halitu
akanrnenyatakan bhrx'a perlakuan tcrsebut
adalahperlakuan yang tcrbaik.
IV. HASIL PENELITLAN
1 Hasil Penelitian1.1. PenguJian
Tarik
Untuk lebih mengetahui sejauh
manakekuatan hasil dari nengelasan dari masing-
masing perlakuan, rnaka akan dilakukan p"ngujiun terhadap spesimen.
Pengujian,ntrt loganr pada umufirnva dapat
dibagidalam pengujian merusak dan pengujian
tak m.rusai<.Di sini
akan dilakukanjenis
pengujian merusak, karena sangat erat hubungannya dengan percobaanDi nlana Pengujian merusak
Padakonstruksi las adalah pengujian
terhadapmodel atau pada batang uji yang telah
dilas sampaiterjadi
kerusakan padamodel
tersebut'Karena
pengujian rnerusakyang
sangaterat
hubungannya dalan'ilas
sambungan turnpuladalah pengujian mekanik
yaitu
berupauji tanrik
terhadapbatang uji. Dari hasil pengujian tarik
tersebut dibuatkan tabel sepertiterlihat
pada tahel 4.1.Tabel 4.1.
fhlfUgq,irrlatk
Keterangan:
AT =
Pertambahan panjangPma,r
Beban tarik maksimumPe
Beban PutusSo
LuasPenamPang11
Kekuatantarik
Tt
Pmax SoDari
dBtatsbel
dspatdililIat
spokah ade penganrh. antara pemakaian arus pogelasan danwalilt
pen&nginanurruk
pelepasantrrak
usai las terfuadapket.rm*t tmit
pqrgelasarL N{a*awtuk prnhkiat
hipdesis'
dismkm
rdrcrcgan acakrmg@ &n
ujipanbar&E bedo ny&
takail
1.2. Rencangan Acek
LengkrP
Karena .dalam percobaan
ini
satuan yang digunakan homogen, maka yang digunakan adalah rancangan acak lengkap.Di
mana dalam percobaanini dilakukan
limakali
pedakuat dengar pedangar s*ranyak-
€n@ kali sehinga teith@ 20 sampel.Rancangan
ini
digunakanuntuk
melihatapakah terdapat pengaruh antara pehrakaian arus pengelasan dan waktu pendinginan untuk pelepasan
SnrpI
Ifir
Pcodh
tr
AL (EB)B.bs Tuik B.ba
PEtBs PP 0.9)
Ija Tt
l(Srm2
DAM E
Ierd.
t
mPBu (18)
So (en2)
3 6 7 9
A t0A
I 2 4
l0' l5'
20' 25',
l5 l3 l5
25 t050 loc20 12080 14080
7550 8020 9780 l 1480
5 5 5 5
25.56 31,81 38,58 a4 56
Rata- t7 I l05E 9207,5 315 35,10
B 90A
1
z
3
7 l0' t5' 20' 25',
t4
!3 l,l
15 Ei40 10080 17120 i4040
7t 40 8880 11120 13340
5 J
25,85 32,00 38,48 M_5A
It ta- 14 I 1095 i0t20 3t5 34,22
C 100 A
f
?_
T 10'
i5' N'
25' t7,s
1' l6
8080 10100 12130 14t90
6080 4900 10530 I 1090
5 5 5
25,6 32,07 38J1 45.05 Rat&
ra!8 18,125 1l 125 8900 3r5 35,31
D lloA
I rl +l
I0' l5' N'
25' 32 23 2t
u
E180 9020 12 180 14r80
6t80 4320 llrl8o
l roJiat 5 5 5 5
97 29,&
38,67 rt5.01
Rate u,5 10890 9265 3l-s 34$1
E 120 A
I
2
5
4 t0 l5 20 25l8
13
26 2t
9150 o0.l0 2000 41t0
6550 87rlo 9600 I 1680
3l5 3I5 315 3rJ
25,n 3r,87 3E,09 ,15.01 Rde.
rafa r9, 0925 )142) 315 ls2r
411
Iunol
TEXI'\OLffiI, Yolume 5 Nono 2, 2008: 435 ' 111terak usai las terhadap kekuatan hasil pengelasan' Selanjutnya dari hasil pengujian tarik yang terdapat tabel 4.1., dibuatkan tabel rancangan pengujian tarik seperti terlihat Padalalcr-l
4'2'
Ta}r,l4.2.
Keterangan
r:
BanyaknYauiangan
4Kernudal &hifling
fldtr
knd$i Cdenp
pusamatr-_ xi r.t
di
mana: t:
banYaknYaPerlakuan:5 r = balslnyaulangan+
rnaka didaPat
(221.0q2
C = j--4.5 48858,682
c=-
70: 2442,934
Selanjutnva harga
jumtah
kuadrattdal
diperoleh dengan persamaanJKro,.r :I(E-X')-C : 2547,042 - 2442,934 :104,108
Jumlah lruadrat yang berasal dad
perubahanklasifikasi yaitu periakuaq bia-sanya disebut
jrmlah
kuadrat"ntat
grrp
ataujumlah kuadrat per-
lakuan dan didapat menurut rumus :x2
+...+xt?' c
Jkp =
:2M3,075 - 2442,934 :0,141
Maka didaPat
Jumlahkuadrat galat
:Kgulut = Ktotul - Kpedakuan : 104,108 - 0,141
=
103,96?Kemudian untuk
mernpermudahmelihat
apakah pengaruh antara pemakaian arus pengelasan -dariwaliu
pandinginan untuk pelepasantsrak
usai las terhadap kekuatanhasil
pengelasan, maka dibuattabel analisis
keragamanseperti terlihat
Wdatabetr 4,1.
Sedangkan harga F1ob. didapat dari
tabsl
didasaikan pa.dadb
pembilang(t'I) : 4-dan
dbpenyebut O
G-tll :
15 serta pada taraf lYo d,,It 5o/o'Keterangan
:
db:
ueraJat oeDasKT = Kuadrat Terrgah
:JK;db
Fhit: Hasil
bagi aniara kuadrat tengah perlakuan dengan kuadrat tengahgalat.
b. U;i femUanding Ganda tseda Nvata Terkecil Selanjutnya
untuk mellat pedakuan mana
yang terbaikuntrk itu
digunakanuji
pembanding ganda beda nyataterkecil.
Dcngan persyaratannilai
t1;;tharus sama atau lebih besar dari Lu"r.
Di
mana unfukuji
dengan tingkat nyata sebesara:0,05
dinyatakandengan persamaax :
bnt = ta l2,l- I'-S TT
Di
mana : S = akar dari raganr galat gabungan KT galat'l
= BanYaknYa ulangan = 4sedanekan harea
t
itiOamt dari-tabelnilai:-nilai
t a""nu-i didasarfan pada -peluangI (al2)
dan dbgalat (t(;
I )): l5
dari -tabet nitai-nitai t diperoleh hargat--
2.131 sehingga didagatffi""1^t
bn(0.05) = 2,131-[L It
tr.esn
= 2,I3l.i--
:3,968 I4
Kemudian harga bnt
dibandingkandengan beda terkeoil (Xi-Xn) serta
untukmeripermudah
membandingkandibuatkan
tahel beda antaranilai
tengah, seperti telihat pada tabel 4.4.Dari uji tarik, ju$(l@ia*A| .sfi*tgahentuk
erafik hubungan aritara teg&ngan
dengani"gungu, di inana hasilnya seperti terlihat paia
-gamUarkurva
tegangan-rsganganteknik SAMPEL
Tabel4.3
db
:
Derajat bebas KT = Kuadrat TerrgahTabel4.4 Beda Antara
Nilai
T0,169 0,203 0.205
0,035 0,o37 0.067
u2
(Gambar 4,1) yang menvatakan
tiap
perlak-uan.1.3. Pemeriksaan
Mikroskopis
Untuk mengamati mikostrukur
darispecimen akibat pengelasan, maka
dilakukan pemeriksaanmikroskopis. Dengati
menggunakan tv{il''roskopMetallgrafi Vertlkal
modelMNM VII,
yang terdapat pada Laboratorium Pengujian Bahan Politeknik Negeri Ambon..
Sedangkan untuk hasil pemeriksaan akan digamberkan strukturdari
logam induk dan logam lasan, seperti tcrlihal pada gambar mikostruktur.Garnbar 4.3 0. Iv{ikrosstruktur menit
:20
.-.
Obed Maekohy; Pengaruh Penafuiian Kuo!
lrttt
tklr, Wakhru Pembersihan Tera* I-as Terhadq Defornwsi las PelatIhto
@@
Pada Perlakuan
t
.-S3fl;-,:-:::,.:ffi;
Carnbar 42"
L{ikrwtrulfir
Pada Perlatxurl t = 25 menit C. Pada Perlakuan Pernakaian Arus 100 Amper 1. Untuk waktu pelepasan teraktl : l0
menit- Matriks Ferit
(matriksputih)
tersebar merata di antara matriksPerlit
(matriks kelabu)di
seluruh permukaan.- Terdapat distribusi grafit.
-
Pada kedua daerah tersebut matriks Ferit lampak lebih halus dan. inenoniol.2, Untuk waktu peiepasan
terake:
15 menitMatriks
Ferit (mstriks putih) tersebar merata di antara mahiksPerlit
(mahiks kelabu)di
seluruh permukaan.- Terdapat distribusi grafit.
Pada kedua daerah tersebut matriks
Ferit
sedikillebih halus dari pada mikrostruktur
padaperlakuan 11.
3. Untuk rvaktu pelepasan terali t3 =
20
menitStruktur milcro dari daya karbon
yang mempunyaikadar karbon (C) maksimum
0,8o/o,Silisium (Si) maksimum
0,03olo,Mangan
(Mn) O,35%,Fmfor (P)
maksimum0,A0o/t. Sulfir
(S)maksimum 0,023o/o dan Ternbaga (Cu) 0.20olo, terdiri
dari Ferit dan Perlit.
Sehinggakadar unsur
besi" mumi
Fe adalah 98,577yo kadar karbon yang lebih tinggi menambah junrlah Perlit. Dalam halini
apabila kadar karbon di atas 0,87o Baja initerdiri dari Perlit
dan Sementit yangterpisah. Kadar
karbon yang Iebihtinggi
menambahjunlah
SernentitMikrostruktur Perlakuan
Pada Pemakaian Arus 100 Armper pada Penampang P dan L.
Gambar 4.28.
Milrostruktu
Pada Perlakuant:
10menit
menit
|+ .la-?
*--i--
Gambar 4.1. Kurva Tegangan-Regangan Pada Periakuan Rata-Rata Xt
443 tutnol TEKIIOLAGI, Vobme 5 Nomor 2' 2&)8:135 ' '141
- Matrks Terit (matriks putih)
tersebar merata di antara matriksPerlit
(matriks kelabu)di
seluruh permukaart.Terdapat distribusi grafi t.
- Pada kedua daerah lersebut
matrks Ferit
tampak lebih sedikit besar dan menonjol.4. Untuk waktu pelepasan terak
t4:20
menit.
.-Matriks Ferit tenebar
rneratadi
antara nidtrttsPedit di
seluruh permukaan. Terdapat distribusi grafit.Pada
kedua
daerdt tersebut matriksFerit
tampaklebih sedikit halus daripada
mikrostruktur perlakuan pada t31.4. Penguiian
Terik
Dari hasil yang telah diperoleh
padapengujian tarik yang mana tertera pada
tabel4.1 terlihat dari data mentah patla
perlakuan pemakaian arus 100Arnper
atau padasampel
Cmenghasilkan Saya tarft maksimum
rata-rataterbesar. Setelah dilakukan
pembuktianhipotesa pertama, dengan
menggunakan rancangan acaklengkap scperti
padatabel 4'2 serta mengtasi'lkan suatu analisis teragaman seperti
padatabel 4.3
ternyata didapatkan:< Ftat (O;05) ': Hal ini diretatkan kareia
hanyamengetahui
aPakah terdaPatpengaruh antara pemakaian'kua1 arus ?Efl Eelasan dengan kekuatan hasil pengelasan-
Jasi pada hipotesa pertama dapat diterima.
Sedangkan dalam
menenentukanpernakaian kuat arus pengelasan dan waktu melepasan terak maka Yarg terbaik,
digunakan uji pembanding Ganda beda
nyataterkecil. yaag mana hasilnya terlihat
padatabel 4.4. Di
manaharga
bedaterkecil
terdapat pada perlakuant2.
Bardasarkanhasil
percobaan data tersebut, maka hipotesa kedua diterima.Dengan demikian daPat
dikatakanbahwa pemakaian kuat arus pengelasan
danwaktu
pelepasan yahg optimal sangat
berhubungan erat dengan pemakaian benda kerja, bila dilihat dari
penggunaankampuh
jenis
sambungan, ketebalanpelat,
danlain-lain terhadap kekuatan hasil
pengelasan.Dan hal itu bila dilakukan perlakuan
(panasdalam) pernakaian kuat ams yarg
seoptimalmungkin pada prosss
pengelasantentu
akanmenghasilkan kckuatan las yang maksimal'
Hal mana sesuai PernYataan
Yangme[gatakan bahwa pros€s pemindahan logam elektroda pada saat mencair
danmembentuk butir-butir yang terbaws oleh
aruslistrik. Bitra
digunakan.arus listrik yang
besar makabutiran logam cair yang
terbawa menjadihalus dan sebaliknya bila arusnya kecil
maka butirannya rnenjadi besar' pola pemindahan logamcair
sangat mempengaruhisifat mampu las dari logam induk sehingga secara umum dapat dikatakan bahwa logam
mempunyaisifat mampu las tinggi bila
pemindahan terjadidengan butiran yang halus, sehingga
dapatdikatakan bahwa pola pemindahan
ca.irandipengaruhi oleh besar kecilnya
pemakaianarus.
Maka dapat dikatakan
Pengaruhpemakaian kuat arus dapat
menentukan hasil pengelasandengan kekuatan
pengelasan yang semaksimal mungkin.Y.
KESIMPIILAN DAN SARAI{
1.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian dan
pembahasan yang telah diureikan rnaka kesimpnlannya sebagaiberkut:
1. Terdapat pengaruh antara
pemakaiankuat
arus pengelasan elektroda dan
waktu pembersihanterak
terhadap kekuatan hasil pengelasan.Dan pada kedua.
psrameter tersebuttidak tcrdapat interaksi.
Se}inggasetiap perlakuan dapat
rnempengaruhikekuatan hasil pengelasan, tbtapi
ticlak tergantung dengan perlakuan yang lain.2. Untuk
lapisan terak yang melindunggi logam lasan mempunyai fungsi yang sangat penting,sehingga dalam pekerjaan
pengelasandibutuhkan p€nanganan Yang tepat
3. Perlakuan yang dominan
mempengaruhikekuatan hasil lasan adalah
perlakuan pernakaiankuat arus
pengelasan elektrodaterhadap ketebalan pelat dan
deformasiyang
terjadi tidak terlalu
beresiko negatif.4. f)alarn pemeriksaan. mikroskopis,
terlihat pemakaiankuat
arus terhadap elektroda danwaktu pembersihan terak
mempengaruhislruktur logam
las.5. Pemakaian kuat arus yang sesuai
danpenyediaan waklu tertentu untuk pembersihan
terak makin terbentuk struktur
logam yanglebih baik, sehingga didapatkan
keuletan dan ketangguhan logam lasan.6. Dari hasil uji tarik dan kurva
tegang-regang teknik, maka didapatkan hasil
pengelasan yangmaksimal untuk
pekerjaan pengelasandi dalam
ruangan dengan suhu 2744oC maka elektroda
sebelumdigunakan disimpan pada-oven
pemanaseiektroda dengan suhu 400C. dan
setelah pengelasandiberikan beda waktu 10,
15,20 dan 25 menit kemudian dilakukan pembersihan terak.
2. Sernn
Dengan dilatar beiakangi oleh
hasilpenelitian.
pembahasan serta kesimpulan yangdiambil maka beberapa saran yang
dapat dikemukakan adalah sebagaiberikut
l.
2.
3.
ObedMackohy;PengaruhPemakaianK'dArusD"tWakhuPembersilstr
Terak l"as Terlwdq
Molxtsi
Lds Pelol DrtarDalam pengelasan besarnya
pemakaiankuat
arusodisarankan disesuaikan
dengan ketebalan pelat yang ditentukan.Kepada
para pekerja las di
lapangan perludibiri pengetahuan mengenai fungsi
darifluks
yang melapisi kawat las dan terak yangUntuk
menghasilkan kekuatan sambungan lasyang optimal, maka untuk suhu ruang 28'
300C sebaiknya pembersihanterak
dilakukan 20 menit setelah Pengelasan.DAFTARPUSTAKA
Biro Klasifikasi
Indonesia"peraturan-B@ leg
Las.
Jilid Y, lakarta
Hatsono Wiryosumarto clan Toshie
Okumura,1991, Teknologi Pengblasan
Logam' PradnYa Paramits" Jakarta'Kenyon. W., 1985, Dasar4?sar
?en&elasan Erlangga, JakartaMarihot
T{tb. Cokhlas, 19E4. Mengelas Lqgam dan Pemilihan Kaw'atLeL
Grarnedia' Singer,Sriwiclharto,
1987, PetunjrikKerja Laq
PradnYa Paramita' Jakarta
Sato
Takeshi,'G
danN.
Sugiarto t{art'anto, 1989, MenggambarMesi& Pradnya
Faramita,lakarta-
Suharto, 1991, Teknologr
Peoggleseg-lLegeE RinekP- CiPta Jakarta.Suntoyol Yitnosumarto, 1991,
PercobaarrPerancane,an
Analisis dan
tntsrPretasi' Gramedia Fustaka Utama. JakartaTata 'surdia dan Kenn 'Chiiiwa, 1975, Teknft
Pengecoran
Loqa4' Fradnya
Paramita, l{tkarfs-Tata Surdia dan Shinroku Saito,
1992'Peagqlahpan lahan'Tel<nik ?railnva
Pararnita, Jakatfa
Sindo