DAFTAR ISI DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Gagasan/Rumusan Masalah 1.3 Manfaat Gagasan/Tujuan Program 1.4 Luaran Program
1.5 Manfaat Program
BAB 2 SKENARIO KONTEN 2.1 Ide
2.2 Sinopsis Panjang 2.3 Rancangan Treatment 2.4 Rancangan Naskah Skenario BAB 3 TAHAP PELAKSANAAN
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya
4.2 Jadwal Kegiatan DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota dan Dosen Pembimbing Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana
Lampiran 5. Gambaran Pemecahan Masalah
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Kurang dari dua pekan, Satuan Narkoba Polres Kediri menangkap puluhan pengedar narkoba. Keberhasilan mengamankan barang bukti memang bukan main-main. Sedikitnya ada 137,482 butir pil koplo, 24,91 gram sabu-sabu dan 17,97 gram ganja kering.
Setiap penyimpangan terhadap peraturan yang berlaku di negara manapun, termasuk Indonesia, akan menyebabkan peningkatan kejahatan di masyarakat. Fenomena yang marak belakangan ini adalah penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.
Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis narkoba, dan situasi generasi muda bahkan lebih buruk lagi. Penyebab utamanya adalah permasalahan sosial berupa lemahnya langkah birokrasi dan strategis pemerintah Indonesia serta rendahnya ketegasan hukum.
Jumlah pengguna narkoba baru terus meningkat di Indonesia, namun layanan rehabilitasi yang memadai masih kurang. Pesatnya perkembangan atau pertumbuhan perdagangan narkoba di Indonesia disebabkan oleh kemajuan teknologi informasi dan transportasi, sehingga upaya pencegahan impor barang berbahaya juga menjadi tantangan besar bagi aparat penegak hukum. Penyalahgunaan narkoba kini semakin marak dan menjadi kekhawatiran utama masyarakat Indonesia.
Data BNK Kota Kediri menyebutkan pada tahun…
Meskipun berbagai upaya dilakukan oleh komunitas internasional, termasuk Indonesia sendiri, jumlah operasi penyelundupan prekursor obat-obatan terlarang yang dilakukan oleh pelaku kejahatan terorganisir masih belum berkurang. Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sebagai ancaman nyata yang perlu ditangani sedini mungkin dan melibatkan seluruh wilayah di tanah air. Situasi global saat ini menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan dalam perkembangan penyalahgunaan narkoba dan perdagangan gelap. Pada tahun, peredaran obat-obatan terlarang menjadi masalah, dan pada tahun, masalah penyalahgunaan dan peredaran narkoba menjadi kejahatan yang bersifat transnasional (kejahatan internasional).
Terkait penyalahgunaan narkoba, diperlukan pula arah kebijakan dan strategi yang diberikan pemerintah untuk mengatasi permasalahan narkoba. Memperkuat pencegahan dan pengendalian penyalahgunaan narkoba dengan menggunakan indikator keberhasilan yang mengendalikan prevalensi penyalahgunaan narkoba secara numerik. Dengan adanya kebijakan pembangunan nasional yang ditetapkan untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut, maka arah kebijakan dan strategi yang ditetapkan pemerintah dalam pembangunan nasional melawan permasalahan narkoba telah meningkatkan upaya sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba.
1 1.2 Rumusan Masalah
1. Apa hambatan utama yang dihadapi dalam rehabilitasi penyalahgunaan obat?
2. Bagaimana pendekatan rehabilitasi yang ada saat ini dapat diperbarui dan dimodernisasi untuk meningkatkan efektivitasnya?
3. Apa saja peluang baru dalam rehabilitasi penyalahgunaan obat yang dapat dieksplorasi?
4. Bagaimana pengembangan aplikasi (APK) dapat membantu mengatasi hambatan dalam rehabilitasi dan meningkatkan efektivitasnya?
5. Apa dampak yang diharapkan dari implementasi APK dalam praktik rehabilitasi penyalahgunaan obat?
1.3 Tujuan Program
1.Mengidentifikasi hambatan utama dalam rehabilitasi penyalahgunaan obat untuk meningkatkan pemahaman tentang tantangan yang dihadapi dalam upaya rehabilitasi.
2. Memperbarui dan memodernisasi pendekatan rehabilitasi yang ada untuk meningkatkan efektivitasnya, dengan mempertimbangkan perkembangan terkini dalam bidang rehabilitasi penyalahgunaan obat.
3. Mengeksplorasi peluang baru dalam rehabilitasi penyalahgunaan obat, seperti penggunaan teknologi dan inovasi dalam memberikan dukungan dan perawatan kepada individu yang sedang dalam proses rehabilitasi.
4. Mengembangkan aplikasi (APK) yang dapat membantu mengatasi hambatan dalam rehabilitasi, dengan menyediakan sumber daya, dukungan, dan pemantauan yang diperlukan oleh individu yang sedang dalam proses rehabilitasi.
5. Meningkatkan regulasi dan standar nasional layanan rehabilitasi untuk mendukung upaya rehabilitasi yang lebih efektif, termasuk peningkatan aksesibilitas, kualitas, dan keberlanjutan layanan rehabilitasi penyalahgunaan obat.
1.4 Luaran Program
Luaran penelitian ini adalah laporan kemajuan, laporan akhir kegiatan dan video yang diunggah di youtube.
1.5 Manfaat Program
1. Mengidentifikasi hambatan utama dalam rehabilitasi penyalahgunaan obat akan membantu memahami secara lebih mendalam tantangan yang dihadapi dalam upaya rehabilitasi. Hal ini dapat memperbaiki pemahaman tentang masalah yang dihadapi dan memungkinkan
pengembangan strategi yang lebih efektif.
2. Memperbarui dan memodernisasi pendekatan rehabilitasi yang ada akan meningkatkan efektivitasnya.
3. Mengeksplorasi peluang baru dalam rehabilitasi penyalahgunaan obat akan membuka potensi pengembangan inovasi baru dalam memberikan dukungan dan perawatan kepada individu yang sedang dalam proses rehabilitasi.
2 4. Mengembangkan aplikasi (APK) yang dapat membantu mengatasi hambatan dalam
rehabilitasi akan memberikan manfaat praktis bagi individu yang sedang dalam proses rehabilitasi.
5. Meningkatkan regulasi dan standar nasional layanan rehabilitasi akan memperbaiki kualitas dan aksesibilitas layanan rehabilitasi penyalahgunaan obat.
BAB 2
SKENARIO KONTEN
Tema :
Judul : BOOMERANG: Boldly Overcoming Obstacles in Modernizing Effective
………..Rehabilitation And New Avenues for Growth Premis :
Draft :
Scene/Ringkasan Scene 1
The Visionary Beginnings Pembukaan film menampilkan tokoh utama yang memiliki visi untuk merubah wajah rehabilitasi. Dia memperkenalkan
gagasannya kepada timnya yang beragam dan bersemangat.
Scane 2
Facing Skepticism Tokoh utama dan timnya menghadapi
ketidaksetujuan dan ketidakpercayaan dari pihak-pihak yang skeptis terhadap
perubahan. Mereka dihadapkan pada tantangan komunikasi untuk meyakinkan orang-
orang akan pentingnya inovasi.
Scane 3
The Research Expedition Tim memulai ekspedisi penelitian untuk menggali pengetahuan terbaru dalam rehabilitasi, mencari metode yang lebih efektif dan mengintegrasikan elemen- elemen baru seperti teknologi dan psikologi.
Scane 4
Overcoming Cultural Resistance Tokoh utama berhadapan dengan resistensi budaya terhadap perubahan. Mereka bekerja sama dengan komunitas lokal untuk
memahami dan mengatasi hambatan budaya yang mungkin muncul.
Scane 5
Technological Breakthroughs Tim mengembangkan solusi teknologi terbaru untuk meningkatkan efektivitas rehabilitasi. Ini mencakup penggunaan kecerdasan buatan, virtual reality, dan
platform digital untuk memonitor dan mendukung individu yang menjalani rehabilitasi.
Scane 6
Psychological Innovations Pendekatan psikologis yang inovatif diterapkan untuk memahami kebutuhan mental dan emosional individu dalam proses rehabilitasi. Tokoh utama bekerja sama dengan ahli psikologi untuk menciptakan program yang lebih holistik.
Scane 7
Confronting Technical Challenges Tim dihadapkan pada hambatan teknis dan kesulitan dalam
mengimplementasikan solusi yang telah mereka temukan. Mereka harus menemukan cara untuk mengatasi masalah teknis dan memastikan bahwa perubahan dapat diadopsi dengan sukses.
Scane 8
The Turning Point Tokoh utama dan timnya mengalami titik balik kritis dalam perjalanan mereka.
Meskipun menghadapi rintangan besar, mereka tidak menyerah dan menemukan solusi untuk melanjutkan perubahan mereka Scane 9
Unveiling the Transformation Puncak film menunjukkan perubahan positif yang telah dicapai melalui upaya keras tokoh utama dan timnya. Mereka berhasil memodernisasi pendekatan rehabilitasi dan membuka pintu bagi pertumbuhan baru.
Scane 10
Avenues for Growth Film berakhir dengan menyoroti peluang baru yang terbuka di bidang rehabilitasi. Tokoh utama memberikan inspirasi kepada penonton untuk terus mencari inovasi dan menjelajahi cara baru untuk pertumbuhan dan perkembangan positif.
BAB 3
TAHAP PELAKSANAAN
BAB 4
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN