• Tidak ada hasil yang ditemukan

POKOK TELOK KEL 1

N/A
N/A
Febrian Ullisia

Academic year: 2025

Membagikan "POKOK TELOK KEL 1"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) BUNGA TELUR

Disusun oleh:

Kelompok 1 1. Beryl Kaisah Safwanah

2. Zia Kiryl Tertia 3. Aisyaqila 4. Elva Rachmah Eddy

5. Adelia Khairanisa

SMPN 10 KOTA PONTIANAK TAHUN AJARAN 2024/2025

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadiran Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan praktek Projek Penguata Profil Pelajar Pancasila (P5) kami, yaitu "Bunga Telur”.

Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut memberikan kontribusi dalam penyusunan tugas praktek kami. Tentunya tidak akan maksimal jika tidak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan, baik dari penyusunan maupun tata bahasa penyampaian dalam praktek kami ini. Oleh karena itu, kami dengan rendah hati menerima saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki karya ini.

Kami berharap semoga karya ini yang kami susun memberikan manfaat dan juga inspirasi untuk pembaca.

Pontianak, 12 Maret 2025

Penulis,

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI... iii

BAB I... 1

PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah... 2

1.3 Tujuan Praktek...2

BAB II...3

TINJAUAN PUSTAKA...3

2.1 Pengertian P5...3

2.2 Pengertian Bunga Telur...3

2.3 Alat dan Bahan...3

2.4 Cara Membuat...4

BAB III... 6

PENUTUP...6

3.1 Kesimpulan...6

3.2 Saran...6

DAFTAR PUSTAKA...7

LAMPIRAN...8

(4)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka yang dirancang untuk membentuk karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. P5 bertujuan untuk membangun kompetensi peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman melalui pembelajaran berbasis proyek. Pendekatan ini mengutamakan pengalaman belajar yang bermakna, kolaboratif, serta kontekstual agar peserta didik mampu berpikir kritis, kreatif, mandiri, serta memiliki kepedulian sosial dan kebangsaan.

Implementasi P5 menyesuaikan dengan kondisi sekolah dan kebutuhan peserta didik, sehingga tema yang diangkat dapat beragam, seperti kearifan lokal, kebinekaan global, gaya hidup berkelanjutan, dan lain sebagainya. Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan relevan dengan kehidupan nyata.

Bunga telur adalah salah satu bentuk hiasan tradisional yang memiliki makna simbolis dalam berbagai budaya, terutama di Indonesia dan Malaysia.

Hiasan ini umumnya digunakan dalam berbagai upacara adat, seperti pernikahan dan kenduri, sebagai lambang keberkahan, kesuburan, dan harapan baik. Bunga telur dibuat dengan menempelkan telur rebus pada hiasan berbentuk bunga yang terbuat dari kertas, kain, atau plastik, kemudian ditancapkan pada tangkai.

Dalam tradisi Melayu, bunga telur sering diberikan kepada tamu sebagai tanda penghormatan dan doa baik bagi pasangan yang menikah. Makna filosofisnya juga mencerminkan harapan akan keturunan yang baik dan kehidupan yang harmonis. Seiring perkembangan zaman, bentuk dan bahan bunga telur semakin beragam, tetapi tetap mempertahankan esensi dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Dengan memahami kedua konsep ini, baik P5 maupun bunga telur, kita dapat melihat bagaimana pendidikan dan budaya dapat saling berinteraksi dalam

(5)

membangun karakter individu yang berakar pada nilai-nilai lokal sekaligus siap menghadapi tantangan global.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam pembelajaran berbasis proyek?

2. Apa makna dan nilai budaya yang terkandung dalam bunga telur?

3. Bagaimana cara membuat bunga telur?

1.3 Tujuan Praktek

2. Mengimplementasikan prinsip-prinsip P5 dalam kegiatan praktek.

3. Memahami makna budaya dan filosofi dari bunga telur.

4. Mengetahui cara pembuatan bunga telur.

(6)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian P5

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk memperkuat pencapaian kompetensi dan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. P5 memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami pengetahuan sebagai proses penguatan karakter dan pembelajaran terkait lingkungan sekitarnya.

Pelaksanaan P5 dilakukan secara fleksibel, baik dari segi muatan, kegiatan, maupun waktu pelaksanaan, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi satuan pendidikan. Proyek ini tidak harus terkait langsung dengan materi kurikulum, namun tetap bertujuan untuk mencapai kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Dengan demikian, P5 berperan sebagai sarana untuk membentuk pelajar Indonesia yang berkarakter kuat, berkompeten, dan siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

2.2 Pengertian Bunga Telur

Bunga telur adalah salah satu elemen penting dalam tradisi budaya Melayu yang sering digunakan dalam berbagai upacara adat, terutama pernikahan dan kenduri. Hiasan ini terdiri dari telur yang dihias dengan berbagai ornamen, seperti pita, bunga, dan tangkai yang dibuat dari bahan kertas, plastik, atau kain. Dalam budaya Melayu, bunga telur melambangkan kesuburan dan keberkahan, sehingga pemberiannya kepada tamu dianggap sebagai simbol doa agar pasangan pengantin dikaruniai keturunan yang baik.

Selain itu, bunga telur juga mencerminkan rasa penghormatan kepada para tamu yang hadir dalam acara adat. Seiring perkembangan zaman, bentuk dan desain bunga telur mengalami banyak variasi, namun nilai simbolisnya tetap dipertahankan dalam masyarakat.

2.3 Alat dan Bahan 1. Alat

(7)

Adapun alat yang digunakan dalam pembuatan bunga telur sebagai berikut:

 Gunting

 Lem

 Penggaris

 Pen/pensil 2. Bahan

Adapun bahan yang digunakan dalam pembuatan bunga telur sebagai berikut:

 Telur plastic

 Kain tile

 Pita

 Batang bambu

 Lem

 Kawat

 Kertas krep 2.4 Cara Membuat

1. Persiapan Bahan dan Alat

 Pastikan semua bahan seperti telur (rebus atau plastik), kertas krep, pita, plastik transparan, batang bambu, serta lem tembak sudah tersedia.

 Siapkan alat seperti gunting, pen/pensil, dan penggaris untuk membantu proses pembuatan.

2. Membuat Hiasan Bunga

 Potong kertas krep sesuai pola bunga yang diinginkan.

 Bentuk kelopak bunga dengan menggulung atau melipat kertas/kain agar menyerupai bunga asli.

 Gunakan lem tembak untuk merekatkan setiap kelopak agar membentuk satu bunga yang utuh.

3. Membungkus Telur

 Bungkus telur dengan plastik transparan atau kain tile agar lebih menarik dan rapi.

 Ikat bagian bawah telur menggunakan kawat kecil atau pita untuk mengamankannya.

(8)

4. Merangkai Bunga dan Telur

 Tempelkan bunga yang sudah dibuat pada batang bambu dengan lem.

 Rekatkan telur yang sudah dibungkus ke tengah bunga menggunakan lem atau kawat kecil.

 Tambahkan pita atau renda sebagai aksen tambahan agar lebih cantik.

5. Langkah Terakhir

 Bungkus batang bambu dengan kertas krep atau plastik warna-warni agar lebih rapi.

 Tambahkan manik-manik, glitter, atau aksesoris lain untuk mempercantik tampilan bunga telur (jika ada).

 Pastikan semua bagian sudah menempel dengan kuat agar tidak mudah lepas.

Bunga telur yang sudah jadi siap digunakan sebagai hiasan atau sebagai hadiah dalam berbagai acara adat seperti pernikahan dan kenduri.

(9)

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui pembelajaran berbasis proyek.

Penerapan P5 dalam pembuatan bunga telur bukan hanya sekadar kegiatan kreatif, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya lokal yang sarat makna.

Bunga telur, sebagai simbol keberkahan dan kesuburan dalam tradisi Melayu, mengajarkan nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, kreativitas, dan penghormatan terhadap budaya. Dengan menggabungkan prinsip P5 dan praktik pembuatan bunga telur, peserta didik dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis, mandiri, dan inovatif serta lebih menghargai nilai- nilai budaya yang ada dalam masyarakat.

3.2 Saran

Kegiatan pembuatan bunga telur dapat dikembangkan lebih lanjut dengan variasi bahan dan desain agar lebih menarik serta tetap relevan dengan perkembangan zaman.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

https://e-theses.iaincurup.ac.id/6625/1/FULL%20TEKS-5.pdf https://repository.uinfasbengkulu.ac.id/2924/3/BAB%20II.pdf

https://smkabdurrab.sch.id/artikel/250-bunga-bale-telur-khas-melayu

(11)

LAMPIRAN

Alat dan bahan Melipat kertas krep membentuk pola

Menggunting kertas krep beberapa bagian

Melilit batang bambu dengan pita

Membuat pola bunga Menggunting kertas krep sesuai pola

Membuka pola bunga yang sudah

digunting Memberikan lem dari tangkai ke

bunga

Menyatukan bunga ke tangkai dengan lem

Menggunting kertas krep untuk daun

Referensi

Dokumen terkait

Secara kelompok, siswa membuat pecahan gambar menggunakan kertas yang disiapkan guru dengan cara melipat lipatan yang simetris4. Siswa menuliskan dan

dengan pola, sehingga anak akan terlatih kemampuan motorik halusnya. Dengan kegiatan menggunting kertas berpola punya kelebihan yaitu:. bisa melatih tentang motorik halus

a) Membuat sketsa tokoh wayang pada kertas karton. b) Memotong gambar pada karton sehingga membentuk pola wayang. c) Menyalin pola pada kulit kerbau yang sudah kering. d) Memahat

Pada saat Mg dilarutkan dengan air panas, pertama-tama pita Mg dibungkus dengan kertas saring, kemudian susun alat seperti pada gambar yang ada di penuntun. Hasil pengamatan

anak tidak bisa membuat huruf “ i b u “ dengan memilih berbagai alat ( batu/daun/ biji-bijian/kertas Anak bisa membuat huruf “ i b u “ dengan memilih berbagai alat

 Kumpulkan kain perca, alat dan bahan yang dibutuhkan.  Pertama, buat pola dan ukuran yang berbeda-beda terlebih dahulu agar lebih mudah dan selanjutnya akan

Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum isolat protein adalah erlenmeyer, gelas piala, batang pengaduk, tabung reaksi, sentrifuse, kertas

Se∙rat -n Bio sel atau jaringan serupa benang atau pita panjang, berasal dr hewan atautumbuhan (ulat, batang pisang, daun nanas, kulit kayu, dsb), digunakan untuk membuat kertas,