• Tidak ada hasil yang ditemukan

pola konsumsi hajiyyah dan tahsiniyyah rumah tangga

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "pola konsumsi hajiyyah dan tahsiniyyah rumah tangga"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

Pola konsumsi hajiyyah dan tahsiniyyah rumah tangga muslim (studi pada ibu rumah tangga di Desa Sukarami II Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola konsumsi hajiyyah dan tahsiniyyah rumah tangga muslim pada ibu rumah tangga di Desa Sukarami II Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Padahal rata-rata pendapatan rumah tangga perbulan di Desa Sukarami II Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur diatas UMR (Upah Minimum Regional). Rata-rata data pendapatan, pengeluaran dan tabungan rumah tangga per bulan masyarakat Desa Sukarami II Kecamatan Kelam.

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mendalami lebih lanjut pola konsumsi haji dan tahsini pada rumah tangga muslim (studi pada ibu rumah tangga di desa Sukarami II, kecamatan Kelam Tengah, kabupaten Kaur). Faktor apa saja yang mempengaruhi pola konsumsi hajiyyah dan tahsiniyyah pada rumah tangga muslim (studi pada ibu rumah tangga di desa Sukarami II kecamatan Kelam Tengah kabupaten Kaur).

Tujuan Penelitian

Melalui penelitian ini diharapkan masyarakat umum dan khususnya warga Desa Sukarami II Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur dapat menjadi bahan masukan untuk meningkatkan peran aktifnya dalam memilih dan mengontrol pola konsumsi yang benar menurut Islam.

Penelitian Terdahulu

Penelitian yang dilakukan oleh Desi Suryati dengan judul “Pola Konsumsi Pangan dan Non Pangan Rumah Tangga Muslim Kaya dan Rumah Tangga Miskin di Kota Bima”, 2017. 14Desi Suryati, Pola Konsumsi Pangan dan Non Pangan Rumah Tangga Muslim Kaya dan Rumah Tangga Miskin di Kota Bima, ( Skripsi, Fakultas Pendidikan dan Keguruan, Universitas Nahdlatul Wathan, Mataram, 2017).

Metode Penelitiaan

  • Jenis penelitiaan lapangan
  • Waktu dan Lokasi Penelitiaan
  • Subjek/Informan Penelitiaan
  • Teknik Analisis Data

Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh ibu rumah tangga di Desa Sukarami II Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur yang berjumlah 63 ibu rumah tangga. Informan dalam penelitian ini dilakukan melalui purposive sampling17 dengan memilih informan yang bekerja sebagai PNS dan ibu rumah tangga yang suaminya bekerja sebagai PNS. Data diambil langsung dari ibu rumah tangga Desa Sukarami II Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur melalui wawancara dengan pedoman wawancara dan juga kertas kerja yang telah disiapkan sebelumnya.

Kegiatan mengamati objek inkuiri ini adalah untuk memperoleh informasi data yang lebih akurat tentang hal-hal yang diteliti dan untuk mengetahui relevansi jawaban dengan fakta yang terjadi di lapangan. Teknik analisis data yang digunakan peneliti bertujuan untuk mencari dan mengumpulkan data yang peneliti peroleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi masalah secara sistematis agar mudah dipahami dan dapat dikomunikasikan kepada orang lain.

Sistematis Penulisan

Dengan melakukan verifikasi data, peneliti mengecek kembali pengumpulan data awal yang telah dilakukan sehingga dapat menganalisis secara kualitatif data yang terkumpul untuk menarik kesimpulan. Rumusan masalah adalah suatu pertanyaan yang dirumuskan secara formal atau suatu pernyataan yang diharapkan dapat dijawab oleh penelitian, atau suatu pertanyaan yang diharapkan dapat dijawab oleh penelitian yang dilakukan, dan juga berguna untuk memperlancar pelaksanaan penelitian, karena rumusan masalah sebagai pendorong atau penyebab penelitian harus dilakukan.22 Hal ini juga berguna untuk memperlancar pelaksanaan penelitian, karena perumusan masalah sebagai pendorong atau penyebab dilakukannya kegiatan penelitian. Tujuan penelitian, yang memuat penjelasan-penjelasan khusus tentang hal-hal yang ingin dicapai oleh penelitian yang dilakukan.

Bab ini berisi telaah teori, memaparkan teori-teori yang berkaitan dengan penelitian yang diteliti dengan bantuan teori-teori pendukung dan relevan dari buku-buku atau literatur yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti dan juga sumber referensi informasi. 25 Bab ini berisi tentang konsep konsumsi, faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi, tujuan konsumsi, fungsi konsumsi, konsumsi dalam perspektif Islam dan mashlaha dalam konsumsi. Menjabarkan hasil dan pembahasan yang merupakan jawaban atas rumusan masalah yang berkaitan dengan kajian teori dan memberikan data dan fakta temuan penelitian berdasarkan metode dan pendekatan yang telah ditentukan dan dijelaskan dengan analisis dan hasil penelitian. data yang diperoleh dan diolah.

KAJIAN TEORIKAJIAN TEORI

Pengertian Pola Konsumsi

Mayres, konsumsi adalah penggunaan barang dan jasa secara langsung dan terakhir untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sedangkan menurut ilmu ekonomi, konsumsi adalah setiap kegiatan mengeksploitasi, mengonsumsi, menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kelangsungan hidup. Sedangkan pola konsumsi adalah pengaturan kebutuhan seseorang akan barang dan jasa untuk dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu yang dipenuhi dari pendapatannya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi

Islam mengajarkan kepada umat Islam bahwa ketika memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier, manusia melakukannya dengan niat beribadah kepada Allah dengan mengikuti norma-norma ajaran Islam. Kemudian dalam ayat ini juga disinggung larangan umat manusia menyuap birokrasi agar bisa membelanjakannya. Ayat ini menjelaskan anjuran kepada manusia untuk berhemat dalam memenuhi kebutuhannya dan larangan untuk boros dan kikir.

Ayat di atas menjelaskan larangan bagi manusia untuk memakan sesuatu yang melebihi batas kewajaran, di luar batas kewajaran. Ayat ini mengajarkan manusia untuk meletakkan segala sesuatu pada tempatnya yang wajar, tidak berlebihan dan tidak menurunkannya.

Prinsip-Prinsip Konsumsi Dalam Perspektif Islam

Ayat di atas menjelaskan prinsip kebersihan dalam berkonsumsi, seorang muslim harus memperhatikan kebersihan barang yang dikonsumsinya. Ayat di atas menjelaskan tentang pakaian yang menutupi aurat ketika hendak melaksanakan shalat dan tawaf. Ayat di atas memerintahkan manusia untuk hidup sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi dunia dan akhirat.

Artinya: “Maka, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)ku”. Ayat di atas menjelaskan tentang salah satu ciri orang mukmin ialah sentiasa bersyukur kepada Allah atas apa yang Allah berikan kepadanya.

Mashlahah dalam Konsumsi

Prinsip moralitas tidak hanya tentang makan dan minum secara langsung, tetapi dengan tujuan akhir, yaitu untuk mengangkat atau mempromosikan nilai-nilai moral dan spiritual. Konsumen merasakan manfaat dari suatu kegiatan konsumsi ketika mereka mendapatkan pemenuhan kebutuhan fisik atau psikologis atau material. Jika seseorang menginginkan suatu kebutuhan, maka pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendatangkan mashlahah sekaligus kepuasan, namun jika pemenuhan suatu kebutuhan tidak didasari oleh keinginan, maka hanya akan mendatangkan manfaat.

Pemenuhan kebutuhan atau keinginan masih diperbolehkan asalkan dapat menambah mashahah atau tidak menimbulkan mudharat. Kemaslahatan dan keberkahan hanya akan diperoleh bila prinsip dan nilai-nilai Islam diterapkan secara bersama-sama dalam perilaku ekonomi.

Kebutuhan Dalam Islam

Kenyamanan itu sendiri mencakup hal-hal yang bukan merupakan kebutuhan pokok dan bukan merupakan kebutuhan yang nyaman tetapi yang memberikan kesenangan dan kenyamanan bagi manusia. Kebutuhan tahsiniyah (tersier) adalah tingkat kebutuhan yang jika tidak terpenuhi tidak mengancam kelangsungan lima tujuan syariat (jiwa, akal, agama, keturunan dan kehormatan), juga tidak menimbulkan kesulitan. Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa kebutuhan para dharuris merupakan dasar dan dasar bagi kebutuhan para jamaah dan tehsinis.

Adanya kebutuhan hajiyyah dan tahsiniyyah tergantung pada pemenuhan kebutuhan dharuryyyah, dalam arti jika kebutuhan dharuriyyah tidak terpenuhi dengan baik, maka pemenuhan kebutuhan hajiyyah dan tahsiniyyah akan sia-sia. Namun al-dharuriyyah harus sempurna, sehingga al-hajiyyah dan al-tahsiniyyah harus dipertahankan dan diusahakan untuk menyempurnakannya.

Deskripsi Wilayah Penelitian 1. Sejarah Singkat Desa Sukarami II

Penduduk desa Sukarami II adalah penduduk lokal atau penduduk asli yang berasal dari daerah itu sendiri. Jumlah penduduk Desa Sukarami II Kecamatan Kelam Tengah sampai saat ini (awal tahun 2017) terhitung sejak tanggal 20 April 2017 tercatat sebanyak 229 jiwa dengan 63 KK yang terbagi menjadi 116 laki-laki dan 113 perempuan.

Data Penduduk Desa

DATA SARANA DAN PRASARANA

Pemerintahan Desa Sukarami II Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur dipimpin oleh kepala desa dan dibantu oleh sekretaris desa, serta perangkat desa.

DATA PEKERJAAN MASYARAKAT DESA SUKARAMI II

Karakteristik Responden

Prinsip prilaku konsumsi dalam Ekonomi Islam

DATA UMUR RESPONDEN

Faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi hajiyyah dan tahsiniyyah rumah tangga muslim ( studi ibu rumah tangga desa

Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur)

Menurut ibu Lisi Adli, faktor yang mempengaruhi pola penggunaan ialah kekayaan (pendapatan) dan budaya, menurut ibu Cici Hijrah, faktor yang mempengaruhi pola penggunaan ialah kekayaan (pendapatan) dan budaya, menurut ibu Suhaini, faktor yang mempengaruhi pola penggunaan ialah kekayaan. (pendapatan) dan faktor gaya hidup, menurut ibu Citri Yanti faktor yang mempengaruhi pola konsumsi adalah faktor kekayaan (pendapatan), faktor budaya dan gaya hidup, menurut ibu Tasi faktor yang mempengaruhi pola konsumsi haji dan tahsiniyah adalah faktor kekayaan (pendapatan) dan budaya. Faktor, menurut ibu Tasi, ibu Lidarti, faktor yang mempengaruhi pola konsumsi haji dan tahsiniyah adalah faktor budaya dan faktor kekayaan (pendapatan), menurut ibu Marli faktor yang mempengaruhi pola konsumsi adalah faktor kekayaan (pendapatan) dan gaya hidup, menurut ibu Midi Harati. adakah faktor yang mempengaruhi corak pengambilan haji dan tahsiniyah ialah faktor budaya, faktor kekayaan (pendapatan) dan gaya hidup, menurut mrs. Mufi Hartati faktor yang mempengaruhi pola konsumsi haji dan tahsiniyah adalah faktor kekayaan (pendapatan) dan faktor budaya, menurut ibu Alvi Tendesti faktor yang mempengaruhi pola konsumsi haji dan tahsiniyah adalah faktor kekayaan (pendapatan) dan gaya hidup, menurut ibu Ririn faktor tersebut. bahawa pola konsumsi haji dan tahsiniyah mempengaruhi faktor budaya, faktor kekayaan (pendapatan) dan gaya hidup, menurut ibu Hanny, faktor yang mempengaruhi pola konsumsi haji dan tahsiniyah, faktor kekayaan (pendapatan) dan gaya hidup,. Dari pernyataan 15 informan di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor yang sangat mempengaruhi pola konsumsi haji dan tahsiniyyah rumah tangga di Desa Sukarami II, Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur mempunyai tiga faktor, yaitu: (1) Kekayaan ( faktor pendapatan), kerana semakin tinggi tingkat pendapatan isi rumah maka tingkat penggunaan atau pengeluaran isi rumah itu sendiri akan meningkat.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Pola konsumsi pangan dan non pangan rumah tangga muslim kaya dan rumah tangga miskin di Kota Bima. Perilaku konsumsi saat menggunakan smartphone dari perspektif ekonomi Islam (studi kasus mahasiswa ekonomi Islam di IAIN Bengkulu). Beri nomor secara berurutan, alasan Anda membeli, barang mana yang karena kebutuhan atau karena keinginan, misalnya 1 membeli barang karena perlu, 2 membeli barang karena ingin).

Apakah barang yang dibeli ibu tersebut halal (menurut cara memperoleh barang tersebut) dan thayyib/baik (dilihat dari manfaat yang diperoleh dari barang yang dibeli). Faktor apa saja yang mempengaruhi ibu dalam membeli barang sekunder (hajiyah) dan tersier (tahsiniyah), (tercantum di atas). Beri nomor dalam urutan yang mempengaruhi pola konsumsi Anda, misalnya 1 untuk paling terpengaruh, 2 untuk yang terpengaruh, 3 untuk yang tidak terpengaruh).

Gambar

Table 3.3 Pekerjaan
Tabel 4. 1 Daftar Nama Responden
Gambar 4.1 Data Umur Responden

Referensi

Dokumen terkait

Temuan ini senada dengan hasil studi [19] yang menyatakan bahwa informasi yang diperoleh dari review konsumen yang pernah membeli sebelumnya secara online dapat mempengaruhi atau