PENDAHULUAN
Latar Belakang
Bagaimana meningkatkan kreativitas mengajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMAN 4 Wajo. Pengakuan terhadap tumbuhnya kreativitas mengajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMAN 4 Wajo. Sebagai dasar untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran mandiri pada pendidikan agama dapat meningkatkan daya kreatif siswa di SMAN 4 Wajo.
Paradigma dalam penelitian ini adalah model penerapan pembelajaran mandiri dalam pendidikan agama Islam dalam meningkatkan daya kreatif siswa. Dokumen yang diperlukan antara lain: (a) profil SMAN 4 Wajo; (b) Kurikulum Pendidikan Agama Islam; (c) laporan proses pelaksanaan pembelajaran mandiri; (d) laporan hasil penilaian diferensiasi produk siswa sebagai penerapan belajar mandiri.
Fokus Penelitian dan Dekripsi Fokus
Rumusan Masalah
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan memperluas pengetahuan mengenai pola penerapan pembelajaran dalam meningkatkan daya kreatif dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.
TINJAUAN TEORITIS
Telaah Pustaka
Penelitian ini menjelaskan konsep belajar mandiri yang diajarkan Ki Hajar Dewantara dan mencari keselarasan antara konsep pembelajaran Ki Hajar Dewantara dengan pendidikan agama Islam. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Yamin dan Syahrir berjudul: Pengembangan Pendidikan Merdeka Belajar (Ujian Metode Pembelajaran). Penelitian yang dilakukan oleh Adelia Miranti Sidiq dan Muqawin berjudul: Pengembangan Kreativitas Anak Melalui Konsep Belajar Mandiri di Saggar Anak Alam.
21 Adelia Minarti sidiq dan Muqawwim, “Pengembangan kreativitas anak melalui konsep belajar mandiri di Sanggar Anak Alam”, Jurnal program Studi PGRA, Vol.6. Alaika Bagus Kurnia PS. dkk, “Berg kebebasan belajar kebijakan”, memberikan analisis dan tanggapan kritis terhadap jargon kemerdekaan.
Landasan Teori
Meningkatkan kreativitas mengajar siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMAN 4 Pengajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 4 Wajo. Dalam pembelajaran berdiferensiasi sebagai model pelaksanaan pembelajaran mandiri, pengelolaan kelas hendaknya dibuat seefektif mungkin agar kebutuhan siswa dapat terpenuhi sepenuhnya.
Kerangka Teoritis Penelitian
METODE PENELITIAN
- Jenis dan Pendekatan Penelitian
- Paradikma Penelitian
- Sumber Data
- Waktu dan Lokasi penelitian
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Pengolahan dan Analisis Data
- Teknik Pengujian dan Keabsahan Data
Model penerapan pembelajaran mandiri dengan melakukan pembelajaran diferensiasi dan penilaian disambut baik di SMAN 4 Wajo karena siswa merasa mempunyai kebebasan untuk berkreasi dengan pikirannya, dengan kebebasan tersebut mereka termotivasi untuk belajar sehingga menghasilkan pembelajaran yang bermanfaat. . Apakah siswa mampu menjaga semangat belajarnya hingga akhir pembelajaran ketika mempelajari PAI? Dari hasil wawancara di atas terbukti bahwa proses pengajaran di SMAN 4 Wajo khususnya Pendidikan Agama Islam sangat pro-siswa karena RPP yang dibuat guru merupakan naskah pengajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Pengaruh penerapan konsep belajar mandiri terhadap kreativitas siswa cukup baik karena siswa mampu mengkaji dan menganalisis materi pembelajaran khususnya pada pembelajaran pendidikan agama Islam”113. Pembelajaran diferensiasi mendapat respon yang baik bagi guru dan siswa karena siswa merasa mendapat kebebasan untuk berkreasi dengannya. Keadaan lingkungan belajar pada saat pembelajaran PAI di SMAN 4 Wajo setelah dilaksanakannya pembelajaran mandiri, dengan terciptanya situasi belajar yang menyenangkan siswa merasa senang belajar.
Di SMAN 4 PAI Wajo guru selalu menggunakan metode yang berbeda-beda dalam setiap materi yang diajarkan dan metode yang digunakan selalu sangat tepat karena siswa sangat memahami penyampaian materi. Siswa SMAN 4 Wajo mempunyai kemampuan berpikir kritis karena jika siswa diberi tugas berupa kasus masalah maka mereka dapat mengerjakan tugas kasus tersebut. Jika guru PAI menggunakan metode diskusi, siswa dapat memilih argumentasi yang logis, relevan dan akurat dalam diskusi.
Pembelajaran pendidikan agama Islam harus memperhatikan pola pemanfaatan dalam pembelajaran, agar pembelajaran menjadi bermakna, pola pemanfaatan pembelajaran mandiri dapat menggali potensi dan bakat peserta didik dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik dapat berkreasi dan berkarya. produk pembelajaran yang inovatif.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Hasil Penelitian
- Pola Penerapan Merdeka Belajar pada Pendidikan Islam
- Peningkatan Daya Kreativitas Belajar Peserta Didik
Saya melihat penerapan pembelajaran mandiri di SMAN 4 Wajo dengan pembelajaran yang berdiferensiasi. Saya melihat reaksi siswa sangat baik karena anak benar-benar diberikan kesempatan untuk berkreasi. Dengan diberikannya kebebasan itu, siswa benar-benar termotivasi untuk belajar sehingga belajar benar-benar bermanfaat. Dari hasil observasi siswa, 60% menyatakan mampu bertahan hingga akhir pembelajaran, 20% menyatakan sangat kompeten dan 20% menyatakan cukup kompeten. Dari hasil observasi yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa 70% siswa menyatakan guru PAI selalu menyampaikan, 30% menyatakan sering menyampaikan.
Dalam proses pembelajaran di SMAN 4 Wajo dilaksanakan pembelajaran yang ditujukan untuk siswa termasuk mata pelajaran pendidikan agama Islam. Guru PAI mempunyai kurikulum dan menyesuaikannya dengan kebutuhan siswa, berdasarkan observasi dan wawancara terhadap siswa. 90% menjawab guru PAI selalu membawa RPP dan 80%. Pengelompokan berdasarkan kemampuan dasar siswa akan memudahkan dalam memilih metode yang tepat untuk memenuhi kebutuhan siswa. Berdasarkan hasil wawancara dan hasil observasi peneliti mengenai penilaian mata pelajaran PAI di SMAN 4 Wajo dapat dijelaskan bahwa 80% siswa menyatakan selalu dan 20% menyatakan sering melakukan.
Pembelajaran berdiferensiasi sebagai salah satu bentuk penerapan pembelajaran mandiri dapat meningkatkan kreativitas siswa di SMAN 4 Wajo khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, karena melihat produk yang dihasilkan dalam pembelajaran dan penilaian yang berdiferensiasi holistik dan menyenangkan sebagai pengganti USBN pada bulan April 2021, produk pembelajaran hasil karya siswa sangat kreatif dan inovatif, produk tersebut membuktikan penerapan konsep belajar mandiri. Ketika guru menggunakan metode diskusi, 75% siswa mampu memilih argumen yang logis, relevan dan akurat saat berdiskusi. Dalam pembelajaran diferensiasi, guru tidak harus terus-menerus menjelaskan materi, sehingga memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir kritis dengan menggunakan nalar dan imajinasinya.
Dengan penerapan belajar mandiri siswa mempunyai kepekaan emosi yang tinggi sehingga kreativitas belajar siswa lebih bermakna dan mempunyai rasa ingin tahu yang cukup tinggi. Indikator siswa berbakat adalah: (1) Pelajaran yang dijelaskan guru mudah dipahami dan ingatan mereka terhadap pelajaran baik/tahan lama. Siswa SMAN 4 Wajo mempunyai imajinasi setelah melaksanakan pembelajaran diferensiasi, berdasarkan hasil observasi wawancara dengan beberapa siswa dan observasi peneliti 75% siswa sering melakukan imajinasi sebelum membuat suatu karya dan 30% mengatakan kadang-kadang.
Pembahasan
Pendidik juga mempunyai kebebasan menentukan strategi pembelajaran dan memilih model berdasarkan karakter, bakat, dan keadaan peserta didik, tanpa adanya tekanan dari pihak luar. Pola penerapan pembelajaran mandiri melalui pembelajaran diferensiasi yang holistik dan menyenangkan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam pertama di SMAN 4 Wajo menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Dalam pembelajaran diferensiasi, guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang dapat mengajak siswa bergairah dalam belajar melalui bagaimana guru dapat memotivasi dan menstimulasi siswa agar siswa selalu bersemangat mencapai tujuan pembelajaran dan siswa dapat merasakan dukungan dari guru. guru, karena merasa semua kebutuhannya telah diperhitungkan selama proses pembelajaran sehingga mereka merasa senang. Oleh karena itu, pada awal tahun ajaran, guru terlebih dahulu melakukan penilaian kognitif dan nonkognitif untuk mengidentifikasi siswa berkebutuhan khusus dan kemudian memberikan perlakuan khusus dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran untuk kepentingan siswa di SMAN 4 Wajo setelah dilaksanakannya pembelajaran berdiferensiasi diawali dengan pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan siswa, baik dari segi penggunaan aplikasi, metode pembelajaran, strategi pembelajaran dan sarana dan prasarana yang digunakan dalam pembelajaran, baik fasilitas pribadi maupun fasilitas sekolah umum. Daya kreatif peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan penerapan pembelajaran diferensiasi sebagai wujud konsep belajar mandiri semakin meningkat, dengan melihat produk pembelajaran dan penilaian diferensiasi di USBN yang sangat kreatif dan inovatif serta telah diapresiasi oleh berbagai pihak. pihak baik dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan maupun dari atasan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Saat mempelajari Pendidikan Agama Islam, guru Pai menggunakan metode diskusi. Membahas perbedaan pandangan terhadap materi yang dibahas adalah hal biasa, namun siswa SMAN 4 Wajo dapat menerima sudut pandang yang berbeda.
Pemanfaatan self-directed learning dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMAN 4 Wajo digunakan untuk melaksanakan Ujian Nasional Sekolah (USBN) tahun ajaran 2020/2021 dengan menggunakan penilaian berdiferensiasi, yang diawali dengan tes pengetahuan pribadi. - Menjalani bimbingan belajar meski dalam masa pandemi Covid 19 selama sebulan dengan menggunakan sistem pembelajaran berdiferensiasi sebagai perwujudan belajar mandiri dan disambut baik oleh seluruh pemangku kepentingan sekolah baik siswa maupun guru serta kerabat lainnya. Contoh penggunaannya adalah: diawali dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sehingga dapat mengundang semangat dan semangat belajar siswa. Tujuan pembelajaran ditetapkan secara jelas bagi siswa agar siswa mengetahui arah dan titik akhir pembelajaran.
Pengelolaan kelas diselenggarakan seefektif mungkin agar dapat tercipta kesan yang menjamin siswa selalu mengingat materi yang dipelajari, sehingga pembelajaran berlangsung. Dengan keterampilan tersebut terlihat bukti nyata peningkatan kreativitas siswa SMAN 4 Wajo dalam produk USBN dengan menggunakan penilaian diferensiasi yang diawali dengan bimbingan dengan pembelajaran diferensiasi sebagai wujud pembelajaran mandiri yang mendapat apresiasi baik dari pengawas kantor wilayah selaku pengawas. pengawas kantor wilayah Biro Pendidikan dan Agama Sulawesi Selatan, Provensi Sulawesi Selatan dan tokoh masyarakat lainnya. Upaya apa saja yang dilakukan untuk menerapkan pembelajaran mandiri di sekolah Anda? siswa belajar kreativitas.
PENUTUP
Simpulan
Pembelajaran memihak siswa, menyikapi kebutuhan belajar siswa, artinya guru membedakan pembelajaran dengan cara menambah, memperpanjang, menyesuaikan waktu untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal.
Implikasi
Adelia Miranti Sidiq & Muqawim, “Pengembangan kreativitas anak melalui konsep kemandirian belajar di Sanggar Anak Alam”, Jurnal Kajian PGRA, Vol.6.No.2, Juli 2020, (online), h. Mu'amalah, Kholis. “Kemerdekaan Belajar Sebagai Metode Pendidikan Islam dan Perubahan Besarnya (Analisis Pemikiran K.H. Hamim Tohari Djazusi)”, Jurnal Tawadhu, Volume 4 no. 1, diakses dari https://lpmpjatim.kemdikbud.go.id/site/detailpost/esensi-merdeka-belajar-yang-seJadinya, pada 8 April 2021.
Shihab, Najelaa & Komunitas Guru Belajar, “Pembelajaran Merdeka di Kelas”, Tangsel: Lentera Hati, 2017. Wiki Aji Sugiri dan Sigit Priatmoko, “Perspektif Penilaian Otentik sebagai Alat Evaluasi dalam Pembelajaran Mandiri”, dalam Jurnal Pendidikan Guru . Yamin, Muhammad & Syahrir, Perkembangan Pendidikan Merdeka Belajar (Review Metode Pembelajaran), Jurnal Sains Pendidikan Mandala, Vol 6. Online), hppt://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JIME/index.
Saat mempelajari mata pelajaran PAI, mampukah Anda mempertahankan semangat belajar dalam jangka waktu yang lama? Saat Anda sedang berdiskusi apakah Anda mampu menerima sudut pandang orang lain meskipun sebenarnya Anda berbeda pandangan. BAGAN INSTRUMEN DAN DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA PENELITIAN KUALITATIF IMPLEMENTASI BELAJAR MANDIRI PADA PENDIDIKAN AGAMA MENDALAM ISLAM.
Kesepakatan GTK (sebagai pelaksanaan pembelajaran mandiri) saat rapat kerja UPT SMAN 4 Wajo Tahun Ajaran di ruang rapat Aulah Cemarah SMAN 4 Wajo, 22 Juni 2021. Peluncuran produk USBN yang didiferensiasi sebagai wujud kemandirian pembelajaran untuk SMAN 4 Wajo tahun ajaran 2020/2021 oleh kepala bagian pengabdian. Workshop Merdeka Belajar UPT SMAN 4 Wajo sebagai bentuk pendampingan guru mengemudi, di ruang pertemuan Aulah Cemarah SMAN 4 Wajo, 22 Juni 2021.