• Tidak ada hasil yang ditemukan

POLA PENGASUHAN ANAK DALAM KELUARGA BEDA AGAMA

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "POLA PENGASUHAN ANAK DALAM KELUARGA BEDA AGAMA "

Copied!
127
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

6 Ahamd Hasanudin Dardiri dkk, “Perkawinan Beda Agama dari Perspektif Islam dan Hak Asasi Manusia”, Jurnal Khazanah: Vol.6 No.1, 2013, h. Fakta adanya perkawinan beda agama di masyarakat, menurut ketentuan hukum fikih dan hukum yang berlaku di Indonesia, perkawinan beda agama tidak diperbolehkan.

Pertanyaan Penelitian

Maka dalam keluarga yang berbeda keyakinan antara kedua orang tua, mereka berpengaruh dalam mengasuh, mendidik dan membimbing serta menjadi panutan yang baik. Selanjutnya, dengan latar belakang tersebut dan hasil studi pendahuluan yang diuraikan, penulis melakukan penelitian tentang “Pola Asuh pada Studi Kasus Keluarga Beda Agama Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur”.

Tujuan dan manfaat

Tunjangan anak mumayiz diserahkan kepada anak untuk memilih antara bapak atau ibu sebagai pemegang hak nafkah. 120 Wawancara Ibu Minah (Taman Cari Kelurahan 15 April 2019) . anak-anak untuk belajar Islam, demi ayah mereka.

Penelitian relevan

LANDASAN TEORI

Pengertian Pernikahan Beda Agama

  • Pernikahan Wanita Muslimah Dengan Pria Non Muslim
  • Akibat Hukum Pernikahan Beda Agama
  • Pernikahan sesama muslim
  • Pernikahan beda agama
  • Akibat hukum pernikahan beda agama

Keluarga

  • Pengertian keluarga
  • Fungsi keluarga

Sedangkan dalam pengertian pedagogis, keluarga adalah “satu” komunitas hidup yang ditempa oleh kasih sayang antara pasangan dua jenis manusia, yang dikukuhkan dengan perkawinan, dengan tujuan untuk saling menyempurnakan. Fungsi-fungsi ini meliputi pengasuhan, sosialisasi anak, dukungan emosional dan material, dan pemenuhan peran tertentu.

Hadhanah

  • Pengertian Hadhanah
  • Dasar Hukum Hadhanah
  • Ketentuan Hadhanah

Dukungan/pengasuhan emosional, keluarga memberikan pengalaman pertama interaksi sosial bagi anak, interaksi yang mendalam, mengasuh, dan langgeng untuk memberikan rasa aman pada anak. Pasal-pasal tersebut menegaskan bahwa sudah menjadi tugas orang tua untuk menyekolahkan anaknya dengan mendidik dan membekalinya. Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada orang tua untuk menjaga keluarganya dari api neraka dengan berusaha agar seluruh anggota keluarga menjalankan perintah dan larangan Allah SWT, termasuk anggota keluarga dalam ayat ini adalah anak-anak.

Walau bagaimanapun, mereka berbeza bergantung kepada sama ada haji adalah hak ibu bapa (terutama ibu) atau hak anak. Malah menurut Wahbah Zuhaili, hak hadhana adalah hak masyarakat antara ibu, bapa dan anak. Jika pihak lelaki juga tiada, maka kewajipan berhadhana adalah kewajipan pemerintah.

Pola Pengasuhan Anak

  • Pengertian Pola Asuh Anak
  • Macam-Macam Pola Asuh
  • Pola Asuh Dalam Perspektif Islam
  • Hak-Hak Anak

62 Dewi Sartika Panjaitan, “Pengasuhan Orang Tua dan Perkembangan Sosialisasi Remaja di SMA Negeri 5 Medan”, Jurnal Keperawatan Holistik: Vol.1 No. Apa yang menjadi hak anak adalah suatu kewajiban yang harus diberikan oleh orang tua kepada anak atau sebagai wali anak. Adapun hak-hak anak dalam perspektif Islam tertuang dalam beberapa pedoman tentang perlindungan hak-hak anak.

Selanjutnya dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits tentang hak-hak anak dalam perspektif Islam. Salah satu hak anak adalah mengetahui bagaimana asal usulnya berhubungan dengan keturunannya dan memperoleh hak atas orang tuanya seperti dalam pendidikan, pengasuhan, pendidikan, pendampingan sehingga ia dewasa. Dari segi hak anak untuk memperoleh kepemilikan harta, karena dalam Islam sendiri anak yang baru lahir sudah . berhak atas warisan.

METODE PENELITIAN

  • Jenis Dan Sifat Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisa Data

Perlindungan yang diberikan orang tua kepada anak bertujuan agar anak merasa aman, tenteram dan nyaman. Permohonan yang dilakukan oleh orang tua kepada anak adalah untuk kepentingan anak, semakin dewasa anak maka pergaulan akan semakin mempengaruhi kehidupannya, oleh karena itu orang tua selalu mempelajari hal-hal yang baik dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam bentuk hukuman terhadap anak, agar anak tidak menyimpang dan bisa. Oleh karena itu anak-anak harus diberikan pendidikan sejak dini agar mereka belajar dididik untuk hal-hal yang baik.

Melalui penanaman akhlak yang diberikan oleh orang tua kepada anak yang juga mengawasi dan memberikan contoh yang baik kepada anak, membimbing anak ke arah yang positif dan selalu memperhatikan perkembangan anak untuk mengajarkan norma-norma yang baik di lingkungan masyarakat agar anak dapat selaras dengan kehidupannya. lingkungan. Orang tua selalu menghukum anak dengan tujuan mendidik anak agar tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukannya dan membesarkan anak menjadi lebih baik. 135 Pengamatan Membudayakan Ibadah pada Anak 20 April 2019. agar anak terdidik dan mengenal sikap santun dan santun.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Sosial Keagamaan Di Kecamatan Purbolinggo Kabupaten

Dengan demikian mereka akan menerima aqidah Al-Qur'an sejak dini kemudian tumbuh dan berkembang dalam kecintaan Allah dan Rasul-Nya serta menjalin hubungan yang erat dengan-Nya. Al-Qur'an diajarkan, yaitu dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. 124 Muhammad Suwaid, Mengajar Anak Bersama …,h. Tn. Keluarga Bambang selalu memberikan pengetahuan kepada anak-anak untuk saling menghormati, selain mengajarkan cara bergaul dengan teman, tetangga dan keluarga, seperti memberikan petunjuk sopan santun kepada orang yang lebih tua, terutama sebagai orang tua memberi contoh kepada anak mengatur bagaimana berperilaku dengan orang lain. tanpa memandang status sosial dan agama.”125 Jika seorang ibu selalu mengajarkan anaknya bagaimana bersikap sopan kepada orang lain, saling membantu tanpa membeda-bedakan, maka seorang ibu selalu mengingatkan anaknya untuk tidak berbuat nakal, seperti mencuri, berkelahi dan sebagainya. .”126. Seorang ayah yang ingin anaknya memiliki akhlak yang baik, seorang ayah selalu mengajarkan anaknya untuk tidak melakukan hal-hal yang buruk, seperti tidak iri kepada teman-temannya, tidak mengatakan hal-hal yang buruk, dan itu dimulai sejak usia dini.

Berdasarkan observasi yang dilakukan, ternyata ibu Siti juga memberikan pengenalan dan pendidikan tentang iman dan Islam kepada anak-anaknya, 133 dalam hal ini juga diberikan oleh sang ayah. Selanjutnya dengan melakukan observasi dan pengamatan bahwa keluarga bapak Bambang dan bapak Eko, hubungan suami istri untuk mendidik dan mengenalkan ibadah kepada anak-anaknya saling mendukung untuk mengajarkan ibadah dalam islam walaupun dalam rumah tangga terdapat perbedaan agama. Berdasarkan observasi dan observasi keluarga, ternyata penanaman akhlak juga dimanfaatkan oleh keluarga, dalam hal ini juga disampaikan oleh tetangga dan kerabatnya, untuk menanamkan akhlak yang baik pada anak dan saling menghargai satu sama lain. meskipun ada perbedaan agama antara ayah dan ibu mereka. 136.

Pola Pengasuhan Anak Dalam Keluarga Beda Agama Perspektif

  • Proses Pemenuhan Hak-hak anak dalam keluarga
  • Penanaman ajaran akhlak kepada anak

Analisis Pola Pengasuhan Anak Dalam Keluarga Beda Agama

Sementara itu, anak Pak Eko dan Bu Minah yang bernama Lisa dikenal sebagai anak yang periang, umumnya anak kecil.Mengingat usianya yang masih muda, Lisa merupakan anak yang sangat antusias dengan lingkungannya, apalagi jika ayahnya mengajaknya. selalu bertanya kepada ibunya yang tidak sembahyang seperti ayahnya, hal ini dikarenakan ibu Minah berbeda keyakinan dengan ayah Eko. Eko sebagai pemimpin keluarga yang beragama Islam sedangkan anak dari keluarga Bapak Bambang dan Ibu Siti dikenal sebagai anak yang taat beribadah karena anaknya sudah dewasa dan mengetahui kewajibannya sebagai seorang muslim tanpa memandang apakah bapaknya non - Muslim. Menurut hukum Islam, anak yang dilahirkan adalah fitrah (suci), dalam hal ini bagaimana orang tua membesarkan anaknya.

Hikmah di balik larangan perkawinan antara muslim (laki-laki/perempuan) dan non-muslim (laki-laki/perempuan, ahli kitab), akan sulit terciptanya rumah tangga yang baik, tentram dan sejahtera, melahirkan anak-anak yang shaleh sebagaimana antara laki-laki dan perempuan berbeda agama 141 Bahwa ada cara hidup dan filosofi hidup yang sama sekali berbeda antara Muslim dan non-Muslim selain Kristen dan Yahudi. Oleh karena itu perkawinan beda agama harus dihindari agar hal-hal tersebut tidak terjadi, terutama dalam hal pendidikan dan pengasuhan anak yang menimbulkan banyak perbedaan diantara keduanya. Heri Jauhari Muchtar, Fikih Pendidikan, Bandung: Pt Juvenile Rosdakarya, 2009 Hermia Anita Rahman, “Pola Asuh yang Dilakukan Ibu Tunggal”.

PENUTUP

Kesimpulan

Perwujudan hak-hak anak dalam keluarga, seperti pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan tidak membeda-bedakan keduanya, sekalipun orang tua berbeda keyakinan. Dalam memenuhi hak atas pendidikan, orang tua memberikan apa yang menjadi hak anak untuk menerima pendidikan dan pengajaran dari orang tua kepada anak, hal ini sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Demikian pula dalam penanaman akidah, ibadah dan akhlak yang dipraktikkan oleh keluarga Bapak Bambang dan Bapak Eko menurut perspektif hukum Islam, dalam aqidah orang tua memberikan pengenalan agama dan Islam dengan memberikan petunjuk dan pengetahuan ibadah dalam Islam , mengajari mereka untuk melakukan ibadah sholat dan lain - lain .

Sedangkan dalam menanamkan budi pekerti dan akhlak dalam keluarga selalu mengajarkan keteladanan yang baik dalam keluarga. Pola asuh yang digunakan dalam keluarga yang berbeda agama merupakan perpaduan antara pola asuh demokratis dan otoriter.

Saran

Masalah dengan keluarga yang berbeda agama seringkali terjadi bahkan dalam masyarakat yang majemuk, seperti di Indonesia. Sehingga tidak menimbulkan mafsadat dalam keluarga dan dapat memajukan keluarga yang serasi dan serasi dalam ajaran dan pandangan hukum Islam, khususnya dalam pendidikan dan pengasuhan anak, serta pasangan beda agama yang beragama Islam. lebih baik mendidik dan mengasuh anak-anaknya untuk selalu memperdalam ajaran Islam, agar mereka memiliki landasan dan keimanan yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh ajaran agama lain, serta harus menghormati orang tua yang mengajarkan berbeda agama kepada mereka. Ahmad Hasanudin Dardiri dkk., “Pernikahan Beda Agama Dari Perspektif Islam dan Hak Asasi Manusia”, Jurnal Khazanah: Vol.6 No.1, 2013.

Astuti, Mulia, "Otroci se soočajo z zakonom v smislu njihove vzgoje v družini", Revija Sosioinforma, let. Dewi Sartika Panjaitan, "Parent Parenting and Socialization Development of Adolescents in SMA Negeri 5 Medan", Journal of Holistic Nursing: Vol.1 No. Irma Setyowati Soemitro, Aspects of Child Protection, Jakarta: Bumi Aksara, 2001 Juwariyah, Children's Education in the Qur'an, Yogyakarta: Teras, 2010.

Muhammad Suwaid, Mendidik Anak Bersama Nabi, Solo: Pustaka Arafah, 2004 Nurul Irfan, “Keturunan dan Kedudukan Anak dalam Hukum Islam”, Jakarta: Amzah, Padjrin 2012, “Pola Asuh Anak Dalam Perspektif Pendidikan Islam”, Jurnal Intelektualitas. Yuliani, “Pola Pengasuhan Orang Tua Laki-Laki Pada Keluarga Cerai Terhadap Anak”, Jurnal Pendidikan Sosial: Vol.

Referensi

Dokumen terkait

Kemerosotan akhlak belakangan ini benar-benar menjadi keresahan bagi orang tua saat ini dalam dunia pendidikan. Pendidikan akhlak bisa didapatkan mulai dari lingkungan keluarga,