• Tidak ada hasil yang ditemukan

POLA TATA RUANG MAGERSARI DI JAWA - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "POLA TATA RUANG MAGERSARI DI JAWA - Spada UNS"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

POLA TATA RUANG MAGERSARI DI JAWA

@avi

(2)

MA G ER SA RI

Hak magersari adalah hak yang memberi wewenang kepada abdi dalem untuk mendirikan dan mempunyai rumah di atas tanah pamijen Keraton. Hak

anggaduh adalah hak yang memberi wewenang kepada sentana dan abdi dalem “Kawula Alit” tingkat tinggi untuk mendirikan dan mempunyai bangunan di atas pamijen Keraton untuk jangka waktu yang tidak tebatas dan dipergunakan untuk tempat tinggal.

Hak sewa adalah hak abdi dalemKawula Alit” untuk menempati ruang atau bangunan yang digunakan untuk rumah tangga dengan membayar kepada parentah keraton sebagai sewa untuk jangka waktu tertentu.

Hak tenggan adalah hak yang memberi wewenang kepada sentana untuk menempati bangunan di tanah pamijen keraton.

Karjoko (2009)

(3)

STATUS TANAH KERATON

Pada awalnya tanah keraton yang diberikan kepada pihak lain dibagi dalam lima kelompok, yaitu.

1). Tanah Paringan Dalem merupakan tanah yang diberikan kepada pangeran atau putra raja, tanah itu diberikan/ dipinjamkan selama pengeran itu masih

hidup dan masih membutuhkan. Bila sudah tidak membutuhkan tanah harus dikembalikan kepada raja,

2). Tanah Palilah Anggadhuh turun-temurun yaitu tanah yang diberikan

kepada abdi dalem keraton yang bersifat turun-temurun tetapi biasanya yang masih ada garis keturunan,

3). Tanah Palilah Griya Anggaduh yaitu tanah yang diberikan kepada abdi dalem yang mengabdi untuk keraton dan tidak bersifat turun-temurun,

4). Tanah Palilah Magersari yaitu tanah yang diberikan kepada abdi dalem

“Kawula Alit” keraton atau abdi dalem “Kawula Alit” para pangeran (sentana dalem) untuk bertempat tinggal di pekarangan yang sama,

5). Tanah Tenggan yaitu tanah yang diberikan kepada seseorang yang dipercaya untuk menjaga suatu wilayah misalnya juru kunci.

Isbandiyah (2008)

(4)

STATUS TANAH KERATON

Palilah Griya Pasiten Anggadhuh dan magersari termasuk perjanjian sewa menyewa, dan Palilah Griya Pasiten

Tenggan termasuk perjanjian pinjam pakai, tetapi secara jelas bahwa tanah di Baluwarti adalah milik Keraton

Kasunanan Surakarta. Bangunan pada Palilah Griya Pasiten Anggadhuh dan magersari bukan milik Keraton sedangkan pada Palilah Griya Pasiten Tenggan tanah dan bangunan milik Keraton.

Isbandiyah (2008)

(5)

DUDUK LUMPUR

Berdasarkan hasil dengan para penghuni tanah Baluwarti, beberapa tahun yang lalu dikenakan pajak berganda yaitu pembayaran uang duduk lumpur (sewa) ke Griya Pasiten

Keraton sebesar sekitar Rp.10.000,- per tahun dan dikenakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), tetapi lima tahun terakhir ini tidak dikenakan biaya duduk lumpur oleh keraton, tetapi para penghuni hanya membayar PBB sebesar luas

huniannya masing-masing.

wawancara oleh Marlina (2014-2017)

(6)

RUMAH MAGERSARI ABDI DALEM

NDALEM SASANAMULYA

(7)

RUMAH MAGERSARI ABDI DALEM NDALEM SASANAMULYA

“MAGERSARI NGINDUNG”

(8)

RUMAH MAGERSARI ABDI DALEM NDALEM SASANAMULYA

“MAGERSARI NGINDUNG”

(9)

RUMAH MAGERSARI ABDI DALEM EMPU TARI KUSUMO KESOWO

“MAGERSARI TIDAK NGINDUNG”

(10)

RUMAH MAGERSARI ABDI DALEM MELAYANI MINUMAN”UNJUK’AN

“MAGERSARI TIDAK NGINDUNG”

(11)

RUMAH MAGERSARI ABDI DALEM NYAI ADISORO

“MAGERSARI TIDAK NGINDUNG”

Referensi

Dokumen terkait

DECISION TABLE Works Approval / Licence section Condition number W = Works Approval L= Licence Justification including risk description & decision methodology where relevant