POLA TATA RUANG MAGERSARI DI JAWA
@avi
MA G ER SA RI
Hak magersari adalah hak yang memberi wewenang kepada abdi dalem untuk mendirikan dan mempunyai rumah di atas tanah pamijen Keraton. Hak
anggaduh adalah hak yang memberi wewenang kepada sentana dan abdi dalem “Kawula Alit” tingkat tinggi untuk mendirikan dan mempunyai bangunan di atas pamijen Keraton untuk jangka waktu yang tidak tebatas dan dipergunakan untuk tempat tinggal.
Hak sewa adalah hak abdi dalem “Kawula Alit” untuk menempati ruang atau bangunan yang digunakan untuk rumah tangga dengan membayar kepada parentah keraton sebagai sewa untuk jangka waktu tertentu.
Hak tenggan adalah hak yang memberi wewenang kepada sentana untuk menempati bangunan di tanah pamijen keraton.
Karjoko (2009)
STATUS TANAH KERATON
Pada awalnya tanah keraton yang diberikan kepada pihak lain dibagi dalam lima kelompok, yaitu.
1). Tanah Paringan Dalem merupakan tanah yang diberikan kepada pangeran atau putra raja, tanah itu diberikan/ dipinjamkan selama pengeran itu masih
hidup dan masih membutuhkan. Bila sudah tidak membutuhkan tanah harus dikembalikan kepada raja,
2). Tanah Palilah Anggadhuh turun-temurun yaitu tanah yang diberikan
kepada abdi dalem keraton yang bersifat turun-temurun tetapi biasanya yang masih ada garis keturunan,
3). Tanah Palilah Griya Anggaduh yaitu tanah yang diberikan kepada abdi dalem yang mengabdi untuk keraton dan tidak bersifat turun-temurun,
4). Tanah Palilah Magersari yaitu tanah yang diberikan kepada abdi dalem
“Kawula Alit” keraton atau abdi dalem “Kawula Alit” para pangeran (sentana dalem) untuk bertempat tinggal di pekarangan yang sama,
5). Tanah Tenggan yaitu tanah yang diberikan kepada seseorang yang dipercaya untuk menjaga suatu wilayah misalnya juru kunci.
Isbandiyah (2008)