• Tidak ada hasil yang ditemukan

Politik dan Saham Oleh Mutamimah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Politik dan Saham Oleh Mutamimah"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Politik dan Saham Oleh Mutamimah

Gejolak politik akhir-akhir ini sangat dinamis dan belum juga usai, seperti Koalisi Merah Putih yang akhirnya memenangi pemilihan kursi Ketua DPT dan MPR dan juga lolosnya UU Pilkada yang terbaru. Namun fenomena tersebut mempunyai dampak signifikan terhadap perekonomian nasional, yang terefleksikan dalam pergerakan harga saham dan indeks harga saham gabungan (ISHG) di Bursa Efek Indonesia. Setelah sempat pulih dari koreksi tajam akhir pecan lalu, ISHG kembali turun 62,99 poin atau 1,26% menjadi 4.937,81. Indeks saham LQ45 turun 1,37% menjadi 831,3. Level tertinggi pecan lalu pada kisaran 5.024,57 dan terendah 4.993,04. Bahkan beberapa hari lalu memicu investor asing menjual saham- sahamnya hingag Rp. 4,1 triliun.

Turunnya ISHG mencerminkan kurang kondusifnya perekonomian nasional, sebagai dampak dari isu-isu politik di tanah air. Banyak isu negatif politik yang menyebabkan harga saham anjlok dan membuat panic investor saham berkait keamanan dananya serta kemungkinan turunnya perolehan laba per lembar saham.

Banyaknya investor yang menjual saham pasti berdampak pada turunnya harga dan indeks saham, dan pertumbuhan ekonomi pun tidak kondusif. Apa yang harus dilakukan investor saham saat ini? Apakah harus mengikuti dinamika politik yang penuh ketidakpastian?

Strategi apa yang harus dipilih investor saham agar tetap bias mendapatkan keuntungan?

Sumber dana

Pasar modal punya peran strategis dalam kegiatan ekonomi nasional karena menjadi alternatif bagi perusahaan untuk mendapatkan sumber pendanaan. Jika perusahaan akan berekspansi, sumber pendanaan favourable adalah dengan menerbitkan sejumlah lembar saham. Ada dua faktor yang mempengaruhi harga saham, yaitu faktor mikro dan makro.

Faktor mikro berkait faktor internal yang mudah dikendalikan oleh perusahaan, seperti devidem, laba per lembar saham, utang, atau komposisi struktur dewan direksi. Adapun faktor makro ekonomi berkait kondisi eksternal perusahaan dan sangat sulit dikendalikan oleh perusahaan, seperti kondisi politik, inflasi, peraturan pemerintah,dan sebagainya.

Ada dua motif investor dalam jual beli saham, yaitu dividend an capital gain. Dividen merupakan bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada investor saham. Dividen ini biasanya diminati oleh investor yang takut risiko. Motivasi kedua adlaah untuk mendapatkan capital gain, yakni selisih antara harga beli dan harga jual saham. Jika harga

(3)

jual lebih tinggi ketimbang harga beli maka investor mendapatkan capital gain. Sebaliknya, bila harga jual lebih rendah dari harga beli maka investor merugi (capital loss)

Harga saham berfluktuasi naik turun tiap jam, bahkan tiap menit, yang dipicu oleh sentiment pasar, yang bias positif atau negatif. Dalam suasana politik tidak menentu, sangat mungkin investor khawatir akan keamanan dananya, termasuk khawatir keuntungannya turun.

Kekhawatiran investor terefleksikan pada perilaku mereka yang beramai-ramai menjual saham.

Pasalnya, harga saham terbentuk seperti pasar lelang, yaitu harga sangat ditentukan oleh tarik menarik antara permintaan dan penawaran. Ketika jumlah penawaran saham lebih besar dari jumlah permintaan maka harga saham turun. Dampak lanjutannya adalah ISHG yang terbentuk dari komponen saham-saham yang sudah dibobot, akan turun. Hal ini tercermin pada pemberitaan bahwa ISHG turun beberapa poin akhir-akhir ini.

Strategi investor

Lalu apa yang harus dilakukan investor saham? Investor jangan mudah terpancing isu-isu politik mengingat politik sangat dinamis. Isu-isu tersebut biasanya terjadi dalam jangka pendek, dan banyak sekali spekulan bermain untuk meraih keuntungan besar. Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan investor saham dalam kondisi politik yang panas seperti saat ini.

Pertama, sebaiknya investor memilih saham-saham yang mempunyai faktor fundamental yang tercermin dari prospectus dan laporan keuangannya (neraca ataupun laporan laba/rugi) bagus, serta punya prospek menguntungkan dalam jangka panjang. Kedua; bila motivasi investor adalah untuk mendapatkan dividen, pilihlah perusahaan yang tren pembagian dividennya sehat dan naik. Ketiga; investor sebaiknya cermat dan konsisten menganalisis saham sehingga keputusan membeli atau menjual saham didasarkan pada analisis yang rasional.

Keempat; bila tersedia cukup dana, lakukan investasi lebih dari satu saham. Hal itu selaras dengan Teori Portofolio Saham dari Hary Markowitz yang menyatakan, “don’t put your eggs in one basket, but put your eggs in many basket.” Teori itu mengajarkan jangan menaruh telur pada satu keranjang karena jika telur-telur itu jatuh/pecah atau investasi rugi maka kerugian yang dialam investor sangat besar. Berinvestasilah pada lebih banyak variasi saham karena bila saham yang satu itu rugi maka kerugian itu tidak terlalu besar karena bias dikompensasi oleh saham yang lain..

Referensi

Dokumen terkait

Harga saham minimal 36 menunjukkan bahwa semakin rendah harga saham perusahaan, semakin buruk kinerja perusahaan sehingga dapat memberikan tingkat pengembalian yang lebih

Hal ini akan membuat minat investor terhadap perusahaan karena kinerja perusahaan dikatakan baik yang dilihat dari net profit margin, maka membuat harga saham naik dikarenakan banyaknya