• Tidak ada hasil yang ditemukan

POLITIK, MEDIA MASSA, DAN KEBOHONGAN

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "POLITIK, MEDIA MASSA, DAN KEBOHONGAN"

Copied!
263
0
0

Teks penuh

MENGENAL POLITIK DAN MEDIA MASSA

Politik Pada Masa Kolonial

Ketika abad ke-19 memasuki kepulauan Indonesia terjadi perubahan politik, perusahaan VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799, setelah izinnya dicabut pada tahun 1795. Perusahaan menuntut pengembalian jutaan uang yang diperoleh Belanda sejak berlalunya Hukum kecocokan pada tahun 18677. Selanjutnya setelah Indonesia diakui oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai Eigen Rechtspersoonlijkheid (status badan hukum) pada tahun 1912.

Pembentukan undang-undang mengenai Volksraad oleh parlimen Belanda pada tahun 1916, kemudian sistem perwakilan politik di Hindia Belanda13.

Politik Pada Masa Orde Lama

Pers saat ini mengalami kebebasan yang besar, sehingga siapa saja yang memiliki modal dapat memiliki surat kabar. Pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden yang berisi pembubaran Konstituante, yang secara resmi dimuat dalam Lembaran Negara Tahun 1959 no. Sistem demokrasi pada masa demokrasi terpimpin pada dasarnya hanyalah pemberi berbagai perintah atau perintah, yaitu sipil dan militer.

Menurutnya, Demokrasi Terpimpin adalah demokrasi yang dipimpin, dalam hal ini Presiden Soekarno sebagai pusat kekuasaan yang harus diikuti oleh rakyat.

Politik Pada Masa Orde baru

Rezim Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto mampu memerintah Republik Indonesia selama 32 tahun. Melalui proses yang cukup panjang, pemerintah Orde Baru berusaha menciptakan stabilitas politik dan keamanan nasional pasca peristiwa 1965. Pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto memberikan peran sosial yang penting, terutama kepada ABRI (tentara).

Menurut Ali Murtopo, dwifungsi ABRI pada masa Orde Baru merupakan penyeimbang yang dinamis dalam kemitraan sipil dengan ABRI.

Jatuhnya Pemerintahan Orde Baru

Hal ini dapat dengan mudah dilakukan oleh pemerintah Orde Baru karena sistem pemerintahannya yang sentralistik. Segala bidang kehidupan diatur oleh pemerintah pusat, sehingga pemerintah pusat berkuasa penuh atas bidang politik, sosial, dan ekonomi. Krisis moneter dan keuangan yang awalnya terjadi di Thailand pada Juli 1997 menjalar ke Indonesia.

Lahirnya Orde Reformasi

Pada 12 Mei 1998, empat mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta ditembak mati aparat keamanan saat demonstrasi menuntut pengunduran diri Soeharto. Untuk mengatasi situasi tersebut, Presiden Soeharto mengundang beberapa tokoh masyarakat seperti Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid ke Istana Negara pada 19 Mei 1998. Ketua MPR/DPR Harmoko kembali meminta Soeharto mundur pada Jumat, 22 Mei 1998 atau MPR/ DPR terpaksa memilih presiden baru.

Peran pers dalam peristiwa revolusi Mei 1998 di tengah massa menjadi salah satu sumber informasi dan kekuatan mahasiswa dalam dakwah reformasi.

Arah Baru Perpolitikan Indonesia

Suatu kebijakan yang sangat monumental karena dianggap sebagai titik tolak kebebasan pers di Indonesia, yaitu dikeluarkannya Permenpen No. Politik di Indonesia tidak lagi terfokus pada semangat memperjuangkan nasib seluruh rakyat Indonesia, atau memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Sebaliknya, politik di Indonesia lebih menekankan pada individu dan bagaimana anggaran negara dapat dimenangkan melalui akses kekuasaan dan elit politik di DPR, lebih memperjuangkan partai politik masing-masing untuk memenuhi hasrat mereka akan kekuasaan.

Fenomena politik di Indonesia semakin menghalalkan segala cara, tidak paham mana yang legal dan mana yang ilegal.

Media Massa dan Regulasi

Sejalan dengan itu, Blake dan Haroldsen35 menekankan bahwa media massa dalam masyarakat modern merupakan lembaga penyebarluasan pesan-pesan, baik formal maupun informal, yang penting dalam masyarakat. Regulasi media massa juga mencakup kebijakan media massa, dimana kebijakan ini merupakan upaya untuk mengatur keberadaan media massa dan industrinya. Kebijakan media massa merupakan seperangkat prinsip dan norma yang mengatur sistem media massa di Indonesia.

Oleh karena itu, kebijakan media massa tidak dapat dipisahkan dari perkembangan sosial, politik, dan ekonomi suatu negara.

Rekam Sejarah Regulasi Media Massa

Namun akibat peristiwa Malari, sistem politik Orde Baru yang demokratis bergeser ke sistem otoriter, yang juga berdampak pada UU Media Massa. 21 Tahun 1982 sebagai penegasan TAP MPR adalah membatasi media massa dengan mewajibkan setiap siaran pers memiliki SIUPP (Izin Usaha Penerbitan Pers) sebagai pengganti SIT. Media massa pada dasarnya adalah perangkat teknis yang digunakan dalam proses komunikasi atau penyampaian pesan.

Konstruksi realitas politik di media massa - kajian analisis wacana kritis berita politik.

ESAI POLITIK DAN MEDIA MASSA

SEBUAH PENGANTAR

Publik hanya senang ketika media massa menulis surat-surat besar penuh pujian untuk artis. Tidak masalah juga ketika media massa selalu memberikan review positif terhadap sebuah tim sepak bola. Dalam konteks politik modern, media massa tidak hanya menjadi bagian integral dari politik, tetapi juga memiliki posisi sentral dalam politik.

Padahal, di banyak negara dengan pemerintahan otoriter, media massa hanya menjadi alat propaganda bagi penguasa untuk mempengaruhi rakyat.

PERPOLITIKAN INDONESIA PASCA

Pemilihan tersebut dihadiri oleh banyak pihak karena Habibie memberinya kebebasan untuk membentuk atau mendirikan partai politik. Posisi partai politik menjadi sangat strategis karena Indonesia memasuki babak baru sistem politik yang lebih terbuka. Skala negosiasi parpol, ditambah fakta bahwa pengelolaan parpol membutuhkan biaya yang sangat besar, politik transaksional sangat mungkin terjadi.

Namun, pada akhirnya, Jokowi nampaknya menyadari sepenuhnya rapuhnya pemerintahannya jika tidak mengakomodasi kepentingan partai politik. Pada masa Orde Baru, hal seperti itu tidak diperlukan karena dominasi pemerintah yang kuat terhadap partai politik yang ada. Padahal, di era reformasi ini, partai politik mengalami beberapa krisis, terutama masalah citra yang jauh dari kata memuaskan.

Nampaknya banyak partai politik yang muncul pasca tumbangnya Orde Baru masih dipenuhi wajah-wajah lama. Bahkan, cukup banyak orang yang dekat dengan rezim Orde Baru yang akhirnya membentuk partai politik. Ini sangat berbeda dengan gambaran pada masa Orde Baru, di mana hanya ada tiga partai politik.

Bahkan, isu bahwa parpol cenderung memilih memberikan dukungan kepada caleg dengan uang semakin santer terdengar. Sebab, ada kesan kuat bahwa Jokowi ingin melepaskan diri dari belenggu stigma partai politik yang citranya memang sedang tergerus.

MEDIA MASSA DI ERA MODERN SENJA-

Dengan beralih ke media online, ceruk iklan masih bisa direbut kembali oleh perusahaan media massa. Puluhan ribu media massa di Indonesia, dan kemungkinan besar akan terus bertambah, menandakan bahwa kebebasan pers di Indonesia berjalan cukup baik. Saat itu, pemerintah membatasi jumlah media massa dengan mewajibkan kepemilikan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP).

Lisensi juga dijadikan senjata oleh rezim Orde Baru untuk membungkam media massa yang tidak mereka sukai. Harus diakui bahwa pertumbuhan jumlah media massa di Indonesia pada era reformasi juga tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitasnya. Beragamnya liputan di media massa membuat ruang redaksi membutuhkan sumber daya dari berbagai disiplin ilmu pendidikan.

Dewan Pers kemudian mengambil langkah strategis dengan melakukan verifikasi media massa dan sertifikasi wartawan. Memang terdapat perbedaan yang mencolok antara informasi yang disampaikan oleh masyarakat dengan informasi berupa berita yang diproduksi oleh media massa. Namun, ada juga media massa arus utama yang sempat terkecoh dengan berbagai topik yang tersebar di media sosial.

Di media arus utama, berita yang dibuat oleh reporter di lapangan akan melalui proses pengecekan dan penyuntingan oleh editor. Padahal, banyak pegiat jurnalisme warga yang memiliki kemampuan sangat baik, bahkan melebihi jurnalis arus utama.

PERSINGGUNGAN POLITIK DAN MEDIA

Presiden Joko Widodo merupakan salah satu politisi yang sangat sukses menjalin relasi dengan media massa. Masyarakat dapat dengan sangat jelas membandingkan liputan di media massa yang dimiliki para politisi.

POLITIK DAN JURNALIS

Namun, pengemudi mobil yang ditumpanginya juga menjadi bahan perbincangan baik di media maupun di jejaring sosial. Pada bab-bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa para politisi sangat menyadari pentingnya media massa sebagai wahana pencitraan para aktivis politik dan politisi, termasuk mereka yang sedang berkuasa. Banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari membuat media massa sendiri hingga pendekatan redaksi personal hingga jurnalis di lapangan.

Bisa dibayangkan betapa banyak hal yang mempengaruhi setiap berita yang dibaca di sebuah media massa. Adapun hal-hal yang mempengaruhi ruang redaksi ada yang berasal dari dirinya sendiri, ada pula yang berasal dari kebijakan media. Dalam banyak hal, pengaruh tersebut juga dapat membawa hal-hal yang positif, khususnya bagi masyarakat.

Selain faktor kemampuan intelektual seorang jurnalis, tidak lepas dari upaya untuk dapat menguasai media massa yang memang besar pengaruhnya bagi masyarakat. Seperti pada perusahaan atau pabrik lain, bahan baku sangat penting dalam menentukan produk akhir yang dihasilkan. Namun, meski memiliki hubungan dengan redaksi, mereka tetap menjaga hubungan baik dengan wartawan di lapangan.

Sebab, tujuan dibuatnya media massa adalah untuk meraup keuntungan dari dana kampanye yang disalurkan oleh caleg dan pendukungnya. Beberapa teori di atas menunjukkan bahwa banyak hal yang dapat mempengaruhi independensi seorang jurnalis dalam memproduksi berita.

JURNALIS YANG BERETIKA

Pasalnya, kode etik tertulis telah disepakati bersama oleh berbagai organisasi jurnalistik dan Dewan Pers. Dewan Pers tentu saja pihak yang paling berkepentingan dengan pelanggaran etik yang dilakukan jurnalis di Indonesia. Dalam upaya mengembangkan kebebasan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional, dibentuk Dewan Pers yang independen.

Tidak ada lagi wakil pemerintah dalam keanggotaan dewan pers, seperti yang terjadi pada masa orde baru. Dewan Pers secara rutin menyiapkan kajian, modul, dan jurnal untuk perkembangan percetakan di Indonesia. Kode etik jurnalistik dibuat lebih dari 20 tahun yang lalu oleh Dewan Pers bersama dengan banyak organisasi jurnalistik.

Council for Journalism saat ini sedang bekerja keras menyiapkan database perusahaan pers yang saat ini hadir di Tanah Air. Jika media yang terlibat kurang memberikan ruang lingkup hak jawab, pihak yang dirugikan dapat melapor langsung ke Dewan Pers. Yang perlu diperhatikan, Dewan Jurnalisme hanya menangani masalah yang timbul antara publik atau pemerintah dengan media massa.

Meski sudah diatur undang-undang, masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi dan peran Dewan Jurnalistik. Dewan Jurnalistik telah membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Kapolri.

MEDIA SOSIAL SEBAGAI ALTERNATIF

POLITIK DAN KEBOHONGAN, KEBOHONGAN

Referensi

Dokumen terkait

Maka, dapat disimpulkan bahwa media tiga dimensi merupakan media yang dapat diraba, tampilannya dapat diamati dari arah pandang mana pun dapat diamati bentuknya

Hal lain yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan adalah adanya penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rhee dan Wang (2008) yang meneliti mengenai hubungan