KELOMPOK 3
• Rivo Rivaldo Achmad Sevano
• Tresnagusty Asdars Wirayudha
• Aldy Purnama
• Muhammad Naufal Rizal
• Rakha Hijrikasanov Amroe
■ Tresnagusty Asdars Wirayudha
NIM : 1102202410
Pekerjaan : Dalang Kerusuhan
Hobby : Memancing Keributan
■ Muhammad Naufal Rizal
NIM : 1102202511
Pekerjaan : Tidur tapi uang lancar
Hobby : Basket
■ Rivo Rivaldo Achmad Sevano
NIM : 1102202401
Pekerjaan : Elit Global
Hobby : Mencari Hobby
■ Rakha Hijrikasanov Amroe
NIM : 1102202465
Pekerjaan : Pencari Rezeki
Hobby : Futsal
■ Aldy Purnama
NIM : 110220
Pekerjaan : Pedagang Sukses
Hobby : Mencari Betina
Dalam menyongsong era ekonomi digital yang terus berkembang, peran insinyur menjadi semakin penting dalam menanggapi tantangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang pesat memicu permintaan akan solusi inovatif di berbagai sektor, termasuk transportasi. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), muncul pula berbagai pertanyaan etis dan regulasi yang perlu diatasi.
LATAR BELAKANG
Peran insinyur dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengelola solusi transportasi
berbasis AI.
BATASAN MASALAH
Peran regulasi dalam menciptakan lingkungan yang aman, efisien, dan
etis bagi perkembangan teknologi AI di sektor transportasi.
Tantangan dan peluang yang dihadapi oleh insinyur dan regulator dalam merespons perkembangan teknologi AI
di sektor transportasi
Bagaimana insinyur dapat
merancang solusi transportasi yang efektif dengan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI)?
Bagaimana peran regulasi dalam menciptakan standar keselamatan yang tinggi untuk pengembangan teknologi AI dalam sektor transportasi?
Bagaimana insinyur mengatasi kendala teknis, seperti integrasi sistem, keamanan, dan skalabilitas, dalam mengadopsi teknologi AI?
RUMUSAN MASALAH
Mengidentifikasi dan memahami tantangan teknis yang dihadapi oleh insinyur dalam merancang solusi transportasi berbasis AI.
Menentukan standar keselamatan yang diperlukan untuk teknologi AI
dalam konteks transportasi.
Mengidentifikasi dan menganalisis kendala yang muncul dalam integrasi
teknologi AI dengan sistem transportasi yang sudah ada
TUJUAN
DATA PERTUMBUHAN PENJUALAN MOBIL LISTRIK INDONESIA
Periode Volume Penjualan (Unit) Pertumbuhan (%)
2022 Januari-Desember 1.200 0%
2023 Januari-Maret 1.800 50%
2023 April-Juni 2.200 90%
2023 Juli-September 3.000 150%
2023 Oktober-Desember 3.800 220%
666 666
Tahun Periode Volume Penjualan
(Unit)
Pertumbuhan (%)
2022 Januari-
Desember
6,6 juta 64,9%
2023 Januari-Maret 2,7 juta 73,1%
2023 April-Juni 3,8 juta 41,7%
2023 Juli-September 5,0 juta 33,3%
2023 Oktober-
Desember
6,2 juta 20,0%
DATA PERTUMBUHAN EKONOMI MOBIL LISTRIK INDONESIA
• Jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 297 juta jiwa pada tahun 2030.
• Persentase kepemilikan kendaraan bermotor di Indonesia yang diperkirakan mencapai 50% pada tahun 2030.
• Kebijakan pemerintah Indonesia yang menargetkan penjualan mobil listrik di Indonesia mencapai 2 juta unit pada tahun 2030.
Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kebutuhan mobil listrik di Indonesia pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 2,2 juta unit. Kebutuhan tersebut dihitung berdasarkan beberapa faktor, antara lain:
• Jumlah penduduk Indonesia yang besar dan terus bertambah.
• Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat.
• Kesadaran masyarakat akan pentingnya kendaraan ramah lingkungan
.
Kebutuhan mobil listrik di Indonesia tersebut akan didominasi oleh mobil listrik berbasis baterai (BEV), yaitu sebesar 1,8 juta unit. Sisanya, yaitu 400.000 unit, akan didominasi oleh mobil listrik hibrida (HEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Data di atas menunjukkan bahwa kebutuhan mobil listrik di Indonesia masih cukup besar. Hal ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain:
• Insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil listrik.
• Percepatan pembangunan infrastruktur pendukung kendaraan listrik, seperti stasiun pengisian daya listrik (SPKLU).
• Pengembangan ekosistem kendaraan listrik, termasuk industri baterai dan komponen pendukung lainnya.
Dengan kebijakan-kebijakan tersebut, diharapkan kebutuhan mobil listrik di Indonesia dapat terpenuhi pada tahun 2030.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai kebijakan, antara lain:
KEBUTUHAN MOBIL LISTRIK DI INDONESIA
KEAMANAN DATA DAN PRIVASI
Penetapan Standar Keamanan
Transparansi dalam Penggunaan Data Pengaturan Akses
Perlindungan Hak Privasi
KETIDAKSETARAAN AKSES
Evaluasi Dampak Sosial Pendanaan dan Subsidi Keterlibatan Komunitas
Rencana Kompensasi
STANDAR KESELAMATAN OTONOMI
Uji keselamatan yang ketat Pengembangan sistem darurat
Pelaporan kecelakaan dan kejadian darurat
KESIMPULAN
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di sektor transportasi berpotensi meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan aksesibilitas. Namun penggunaan teknologi ini juga memiliki tantangan seperti keamanan data, perlindungan data, dan kesenjangan akses. Pada penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan regulasi AI di bidang transportasi, dengan fokus pada pengembangan regulasi yang mendukung inovasi dan keselamatan. Namun Regulasi AI dalam transportasi
menghadapi dua tantangan besar: keamanan data dan privasi,
serta akses yang tidak setara. Regulasi yang efektif harus
mengatasi tantangan-tantangan ini sekaligus mendukung
inovasi dan keselamatan.
SARAN
• Penyempurnaan Regulasi: Pemerintah dan lembaga terkait perlu terus menyempurnakan regulasi AI dalam transportasi. Hal ini mencakup pengembangan peraturan yang mencakup aspek keamanan, privasi, dan dampak sosial teknologi AI .
• Pelibatan Pihak Terkait: Pelibatan aktif dari stakeholder, termasuk pemerintah, industri, dan masyarakat, penting untuk memastikan bahwa regulasi yang dibuat mencerminkan kebutuhan dan nilai-nilai semua pihak terkait.
• Stimulasi Inovasi: Regulasi seharusnya tidak menjadi hambatan untuk inovasi. Pemerintah dapat merancang regulasi yang memberikan insentif bagi pengembangan teknologi AI yang inovatif dan berkelanjutan dalam sektor transportasi.
• Pendidikan Publik: Upaya perlu ditempuh untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang teknologi AI dan kontribusinya terhadap transportasi. Pendidikan publik dapat membantu mengurangi kekhawatiran dan meningkatkan penerimaan terhadap penggunaan teknologi ini.
• Kerjasama Internasional: Kolaborasi internasional diperlukan untuk mengembangkan standar global dalam regulasi AI untuk
transportasi. Ini akan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan pengembangan teknologi di tingkat global.