• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPG DALAM JABATAN ANGKATAN III LK 2.1. Eksplorasi Aternatif Solusi

N/A
N/A
Antonia Waku

Academic year: 2023

Membagikan "PPG DALAM JABATAN ANGKATAN III LK 2.1. Eksplorasi Aternatif Solusi"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PPG DALAM JABATAN ANGKATAN III LK 2.1. Eksplorasi Aternatif Solusi

DISUSUN OLEH :

Antonia Waku, S.Pd

Kelas 001 Pendidikan Guru PAUD (PG-PAUD) UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE

PROVINSI MALUKU UTARA

2023

(2)

LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi Masalah dalam

Pembelajaran 

Penyebab

Masalah Kategorisasi Masalah Alternatif Solusi Kelebihan Kekurangan Mitigasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

materi media metode /

strategilainnya

1. Penggunaan media

pembelajaran meronce untuk melatih motoric halus anak masih kurang.

Media

pembelajaran yang digunakan guru masih kurang

Kajian Literatur

1. Meningkatkan kemampuan motoric halus anak melalui kegiatan meronce dengan media Manik- manik di kelompok B Kusnita Erna, (2017).

2. Melalui kegiatan meronce bentuk dan warna dapat meningkatkan kemampuan motoric halus anak pada kelompok B Mulyawartini Gusti Ayu, (2019).

Menggunakan media

pembelajaran dengan kegiatan meronce

a.Dapat melatih motoric halus anak.

b. Dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak misalnya : anak dapat membedakan warna manik- manik dan jumlahnya c.Dapat

meningkatkan

Menggunak an media pembelajara n dalam kegiatan meronce dengan menggunak an benang dan manik- manik a. Sulit

digunakan Karna benang yang disiapkan terlalu besar dan lubang

Kelemahan dapat diatasi dengan cara 1. Manik-manik

diganti dengan sedotan warna yang digunting agak pendek sehingga dengan mudah anak-anak memasukan benang dalam lubang sedotan.

guru harus memiliki

ketrampilan serta kreatifitas dalam melakukan kegiatan meronce ini agar lancer tanpa

(3)

Wawancara

1. Berdasarka hasil wawancara dengan kepala sekolah

bahwa melalui media

pembelajaran meronce dapat meningkatkan kemampuan motoric halus anak.

2. Berdasarkan hasil wawancara dengan teman sejawat, bahwa

perkembangan sosial emosional anak dapat ditingkatkan melalui kegiatan meronce.

3. Berdasarka hasil wawancara dengan Pengawas TK bahwa perkembangan kognif anak dapat ditingkatkan melalui kegiatan meronce

perkembangan sosial

emosional anak misalnya : dalam

kegiatan, anak dilatih untuk menunggu giliran

manik- manik terlalu kecil

mendapatkan sakit di jari-jari tangan anak

(4)

2.Rendahnya kemapuan anak dalam mengenal angka 1 – 10

Minimnya usaha guru dalam penggunaan media yang telah diajarkan

Kajian Literatur

1. Bermain kartu angka bergambar berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan mengenal konsep bilangan, proses pelaksanaan pemahaman konsep bilangan akan

memudahkan anak untuk lebih cepat

memahaminya dengan melalui pembelajaran kartu angka bergambar.

Zulfausi, (2022) 2. Kartu angka

merupakan fasilitas penting dalam

pembelajaran di sekolah karena bemanfaat untuk meingkatkan perhatian anak.

Dengan alat peraga kartu, anak diajak

Menggunakan media bermain dengan

menggunakan kartu angka a. Dapat

meningkatkan kemampuan kognitif anak misalnya : mengurutkan angka 1 - 10 b. Dapat

meningkatkan kemampuan sosial emosional misalnya di kegiatan anak dilatih untuk bersabar menunggu giliran c.Anak bisa

memperoleh dengan mudah cara berhitung dengan baik.

Mengguna kan media kartu angka yang sulit digunakan adalah a. Ukuran

kartu terlalu kecil dan tipis

Kelemahan dapat diatasi dengan cara

a. Ukuran kartu harus besar dan tebal.

.

(5)

secara aktif memperhatikan apa yang diajarkan oleh guru

3. Yenda Puspita dkk, (2022) Wawancara

1. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah bahwa melalui media kartu angka dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam mengenal angka.

2. Berdasarkan hasil wawancara dengan teman sejawat bahwa dengan kegiatan Menyusun kartu angka dari angka 1 – 10 dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak 3. Berdasarkan hasil

wawancara dengan (Ketua IGTKI) bahwa

(6)

perkembangan sosial emosional dapat

ditingkatkan melalui kegiatan Menyusun kartu angka, anak dengan sabar menunggu giliran

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peranan orang tua terhadap perkembangan sosial emosional anak kelas B di TK Pertiwi 1 Sine Sragen Tahun Ajaran 2011/2012. Tempat

Pada siklus I pertemuan pertama persentase perkembangan sosial emosional anak melalui metode bermain peran dengan indikator memehami dan menati aturan mencapai 6,25% sedangkan

memiliki ciri khas, antara lain: 1)Pengalaman dan kegiatan belajar relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia TK; 2.)Kegiatan-kegiatan

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul ” Upaya Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional anak Dengan Metode Bermain Melalui Kegiatan Drama Kabaret Pada Anak Kelompok B TK

Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan perkembangan sosial emosional anak melalui kegiatan bermain peran mikro menggunakan wayang yang dilakukan