Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada tingkat SMP/MTs dan dirancang untuk menghasilkan peserta didik yang beriman dan berakhlak mulia yang berpedoman pada falsafah hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila, sehingga mampu bertindak secara efektif dan bertanggung jawab sebagai warga negara. . Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dirancang berbasis aktivitas dan berkaitan dengan banyak tema kewarganegaraan, yang diharapkan dapat mendorong peserta didik menjadi warga negara yang baik dengan peduli terhadap permasalahan dan tantangan yang dihadapi masyarakat sekitar. Buku ini menguraikan upaya minimal yang harus dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
Konsep Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Berdasarkan tujuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), ruang lingkup PPKn meliputi kajian sebagai berikut.
Struktur Kurikulum Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas IX
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Mengolah, menyajikan, dan menalar dalam ranah konkrit (menggunakan, menganalisis, menyusun, memodifikasi, dan mencipta) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang diajarkan di sekolah dan sumber lain yang sama. . pandangan/teori. Sesuai dengan sistem Semester, 32 minggu dibagi menjadi dua semester, yaitu semester pertama dan semester kedua. Sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia dalam satu tahun, maka penjadwalan setiap kompetensi dasar disusun sebagai berikut.
Pengembangan Indikator
Model Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Konsep Model Pembelajaran
Ciri-ciri model pembelajaran yang baik adalah adanya keterlibatan intelektual-emosional siswa melalui kegiatan mengalami, menganalisis, bertindak dan membentuk sikap; adanya partisipasi aktif dan kreatif dari siswa. Selama penerapan model pembelajaran, guru berperan sebagai fasilitator, koordinator, mediator dan motivator kegiatan belajar siswa; dan penggunaan metode, alat, dan media pembelajaran yang berbeda. Ciri-ciri mengembangkan model pembelajaran antara lain tujuan pembelajaran yang jelas; pembelajaran berfokus pada siswa; menekankan penguasaan keterampilan; menekankan pencapaian kinerja;.
Pengalaman Belajar
Guru merancang kegiatan mengumpulkan data objek observasi berupa benda, dokumen, buku atau melakukan tes yang dapat membantu siswa selama proses pembelajaran. Guru merancang situasi dan kegiatan belajar yang dapat dilakukan siswa dalam melakukan berbagai proses penalaran untuk menarik kesimpulan dari tingkat yang sederhana hingga yang kompleks (tingkat pra-struktural hingga abstrak yang diperluas). Guru merancang agar siswa dapat menyampaikan hasil konseptualisasi secara lisan, tertulis, diagram, sketsa, gambar, atau cara lain.
Strategi dan Model Umum Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Koalisi pelajar memfasilitasi kerja sama antar klub untuk melaksanakan tugas tertentu, misalnya penghijauan lingkungan sekolah. Siswa lokal difasilitasi untuk menggali kearifan lokal yang masih diterima secara sosial budaya sebagai sebuah nilai. Mahasiswa dalam kelompok hendaknya memeriksa konstitusionalitasnya (kesesuaian dengan ketentuan yang ada) dengan diskusi yang mendalam dan argumentatif.
Model Penilaian Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Pengertian Penilaian
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 menjelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh guru secara terus menerus dilakukan untuk memantau secara terus menerus proses, kemajuan pembelajaran dan peningkatan hasil belajar siswa, yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi siswa. menyiapkan bahan pelaporan kemajuan hasil pembelajaran, dan meningkatkan proses pembelajaran. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Guru menegaskan bahwa penilaian pendidikan adalah suatu proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur kinerja hasil belajar siswa dengan melaksanakan: penilaian otentik yang kompetensi sikap , Kompetensi Pengetahuan dan Kompetensi Keterampilan. Penilaian pengetahuan siswa dapat dilakukan dengan melakukan tes, mengamati diskusi, bertanya dan menjawab pertanyaan serta percakapan dan tugas.
Pendekatan Penilaian a. Penilaian Autentik
Penilaian hasil belajar siswa pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip berikut. Guru menilai kompetensi sikap melalui observasi, evaluasi diri, evaluasi teman sejawat siswa dan jurnal. Lembar ini diisi oleh siswa untuk menilai sikap sosial siswa lain dalam disiplin.
Penilaian Kompetensi Keterampilan
Skor 3 jika menepati masa Skor 2 jika tidak menepati masa Skor 1 jika tidak menepati masa 3 Hasil Kerja/Faedah Skor 4 jika sangat membantu. Skor 1 apabila kandungan laporan tidak benar, tidak rasional dan sistem tidak lengkap 5 Penggunaan bahasa Skor 4, apabila menggunakan bahasa dan. 4 Estetik Skor 4 apabila kreatif, bagus dan menarik Skor 3 apabila kreatif, bagus dan kurang menarik Skor 2 apabila kreatif, kurang bagus dan kurang menarik.
Peta Konsep Pembelajaran Bab 1
Dinamika Perwujudan Pancasila
Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa
Kompetensi Inti (KI)
Kompetensi Dasar (KD)
Indikator
Materi Pembelajaran
Langkah-Langkah Pembelajaran
- Pembelajaran Pertemuan Pertama (3 X 40 Menit)
- Pembelajaran Pertemuan Kedua (3 × 40 Menit)
- Pembelajaran Pertemuan Ketiga (3 × 40 Menit)
Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk tugas, siswa diminta mengerjakan Tugas Kelompok 1.1 Penilaian Tugas Kelompok 1.1. Dari berbagai soal yang telah dibuat, siswa diminta membaca buku ajar Bab I bagian A poin 2 dan 3. Dengan bimbingan guru siswa menyusun laporan tertulis hasil belajarnya pada aplikasi Pancasila pada masa Ri. Tatanan dan masa reformasi.
Penilaian pengetahuan dilakukan dalam bentuk tugas, siswa diminta mengerjakan tugas mandiri 1.1 dan tugas mandiri 1.2. Berdasarkan perbedaan soal yang telah dibuat, siswa diminta untuk membaca buku teks Bab I Bagian C.
Siswa secara berkelompok melengkapi perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai kehidupan dengan bimbingan guru. Dengan bimbingan guru, siswa menyusun laporan tertulis hasil belajarnya tentang perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan yang berbeda.
Pengayaan
Skor 3, apabila pembahasan data kurang sesuai dengan tujuan penelitian, maka dibuat kesimpulan dan saran, namun kurang relevan. Skor 2 jika pembahasan data tidak sesuai dengan tujuan penelitian, kesimpulan dan dalil, namun tidak relevan. Skor 1 apabila pembahasan data tidak sesuai dengan tujuan penelitian dan menarik kesimpulan namun tidak relevan dan tidak ada saran.
Remedial
Interaksi Guru dan Orang Tua
Peta Konsep Pembelajaran Bab 2
Pokok-Pokok Pikiran dalam Pembukaaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Materi Pelajaran
Sikap positif terhadap pokok-pokok pikiran dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Langkah-langkah Pembelajaran
- Pembelajaran Pertemuan Pertama (3 × 40 Menit)
- Pembelajaran Pertemuan Kedua (3 × 40 menit)
- Pembelajaran Pertemuan Ketiga (3 × 40 menit)
- Pembelajaran Pertemuan Keempat (3 × 40 menit)
- Penilaian Sikap
- Penilaian Keterampilan
Secara berkelompok, siswa mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan pokok-pokok Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Di bawah bimbingan guru, siswa menyusun laporan yang didalamnya mempelajari pokok-pokok Pembukaan UUD 1945. Negara Republik Indonesia tentang pokok-pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. e.
Siswa dibiasakan untuk disiplin dengan mencatat hal-hal penting dari penjelasan singkat guru mengenai pentingnya pokok pikiran dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Persepsi melalui tanya jawab mengenai kehidupan siswa dikaitkan dengan materi yang akan dibahas mengenai sikap positif terhadap pokok-pokok gagasan utama dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Siswa mengamati gambar atau teks tentang kasus-kasus yang bertentangan dengan gagasan pokok dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Indonesia 1945. .
Siswa duduk berkelompok untuk mengidentifikasi permasalahan yang berkaitan dengan sikap positif terhadap gagasan pokok pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Siswa secara berkelompok mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan yang berkaitan dengan sikap positif terhadap gagasan pokok pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.. e . Siswa secara berkelompok mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang ingin mereka ketahui tentang sikap positif terhadap pokok-pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. f.
Setiap siswa dalam kelompok menyusun laporan penelitian tentang sikap positif terhadap pokok-pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kehidupan berkeluarga, sekolah, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Lembar Penilaian Proyek Kewarganegaraan
Kegiatan pengayaan merupakan kegiatan pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang telah menguasai materi pada Bab 2, pokok-pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Siswa dapat dibekali bahan bacaan atau buku pengayaan yang relevan dengan gagasan pokok. dari Pembukaan Konstitusi. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Siswa dapat diberikan tugas tambahan dengan menganalisis kasus-kasus dari surat kabar atau majalah tentang perilaku yang bertentangan dengan pokok-pokok Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kemudian menganalisisnya dengan penjelasan. latar belakang perkara, akibat yang ditimbulkan, norma-norma yang bertentangan dengan perkara, solusi penyelesaian perkara.
Kegiatan remedial diberikan kepada siswa yang belum menguasai mata pelajaran dan belum mencapai kompetensi yang ditentukan. Siswa berencana mempelajari buku ajar PPKn kelas IX pada bagian tertentu yang belum dikuasainya. Siswa diminta berkomitmen belajar secara disiplin untuk memahami topik yang belum dikuasainya.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjalin komunikasi antara guru dan orang tua tentang kemajuan proses pembelajaran dan hasil yang dilakukan dan dicapai siswa. Guru hendaknya selalu mengingatkan dan meminta siswa untuk menunjukkan hasil tugas atau pekerjaan yang dinilai dan dikomentari oleh guru kepada orang tua siswa mengenai penilaian selanjutnya. Bentuk apresiasi orang tua ini akan meningkatkan semangat siswa untuk mempertahankan dan meningkatkan keberhasilannya, baik dalam rangka pemahaman dan penguasaan materi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
Diparaf atau ditandatangani oleh guru dan orang tua, hasil penilaian kemudian disimpan dan menjadi bagian portofolio siswa.
Peta Konsep Pembelajaran Bab 3
Kepatuhan Terhadap Hukum
Memberikan kepastian hukum bagi warga negara
Perang adalah keadaan dimana kepastian hukum telah hancur pada tingkat yang paling rendah.
Melindungi dan mengayomi hak-hak warga negara
Memberikan rasa keadilan bagi warga negara
Menciptakan ketertiban dan ketenteraman
Memotivasi siswa dengan menyanyikan lagu wajib nasional, permainan, lagu atau bentuk motivasi lainnya. Dari berbagai soal yang telah dibuat, siswa diminta membaca buku teks Bab 3 bagian B tentang pentingnya hukum yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Siswa secara berkelompok menyimpulkan pentingnya hukum yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara dengan bimbingan guru.
Di bawah bimbingan guru, siswa menyusun laporan hasil penelitiannya tentang pentingnya hukum yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Siswa merefleksikan manfaat dari proses pembelajaran yang telah dilakukan dan menentukan tindakan yang akan dilakukan sehubungan dengan materi pentingnya hukum yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Memotivasi siswa dengan menyanyikan lagu wajib nasional, permainan, yel-yel atau bentuk motivasi lainnya.
Siswa dalam kelompok mengidentifikasi dan mencatat pertanyaan yang ingin mereka ketahui tentang mematuhi hukum. Siswa menghubungkan informasi yang diperoleh untuk menarik kesimpulan tentang kepatuhan dan ketidaktaatan terhadap hukum. Setiap siswa diminta untuk melengkapi Continuous Symptom Checklist (CSC) untuk mengukur sejauh mana siswa berperilaku sesuai dengan hukum yang berlaku.
Siswa merefleksikan manfaat dari apa yang telah mereka pelajari dan menentukan tindakan yang akan mereka ambil terkait topik kepatuhan hukum.
Pembelajaran Pertemuan Keenam (3 × 40 Menit)
Memotivasi siswa dengan menyanyikan lagu wajib nasional, permainan, lagu atau bentuk motivasi lainnya. Secara berkelompok, siswa menuliskan daftar pertanyaan yang ingin mereka ketahui tentang permasalahan yang terjadi disekitarnya. . e. Siswa dalam kelompok bersama-sama memilih salah satu permasalahan sebagai topik kelompok dan mencari informasi.
Guru membantu siswa mengidentifikasi informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah berdasarkan topik yang dipilih. Dalam kelompok, siswa mendeskripsikan secara tertulis hubungan antara berbagai informasi yang telah mereka peroleh sebelumnya dengan topik masalah yang dipilih. Siswa dibimbing oleh guru untuk menyusun laporan tertulis hasil kajian perilaku yang mencerminkan sikap taat hukum dalam kehidupan sehari-hari di keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara.
Siswa secara berkelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dalam bentuk laporan tertulis mengenai permasalahan yang dibahas kelompoknya masing-masing. Dalam observasi ini misalnya terlihat aktivitas dan tingkat perhatian siswa selama kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengayaan merupakan kegiatan pembelajaran yang diberikan kepada siswa yang telah menguasai materi pembelajaran yaitu materi pada bab 3.
Guru kemudian melakukan uji kompetensi lagi terhadap materi yang belum dikuasai siswa yang bersangkutan.
Peta Konsep Pembelajaran Bab 4
Berbudi Pekerti Luhur Sesuai dengan Pancasila
Pembelajaran Pertemua Ketiga (3 × 40 menit)