Penyebab Korupsi dan Ciri-ciri
Perbuatan Korupsi
Anggota Kelompok :
1.Adzky Putra Dimasya (2202004) 2.Arif Maulana (2202009)
3.Firly Rizky Septiani (2202020) 4.Leo Dirga Putra (2202030) 5.Muhammad Arfadrian (2202033)
6.Puja Oktazavionas (2202044) 7.Rahmat Novriadi (2202045) 8.Sri Dea Maharani (2202057)
Pengertian Korupsi
Korupsi adalah penyalahgunaan
kekuasaan atau jabatan publik untuk keuntungan pribadi. Biasanya, korupsi melibatkan tindakan ilegal atau tidak etis yang bertujuan memperoleh
keuntungan pribadi, baik itu dalam bentuk uang, barang, atau fasilitas lainnya. Menurut Undang-Undang No.
31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, korupsi
mencakup berbagai perbuatan, seperti penyalahgunaan jabatan, suap,
gratifikasi, dan tindakan lain yang bertujuan untuk memperoleh
keuntungan yang tidak sah.
Penyebab Terjadinya Korupsi
Faktor Politik Faktor Hukum Faktor Ekonomi
Politik merupakan salah satu penyebab terjadinya korupsi. Hal ini dapat dilihat ketika terjadi instabilitas
politik, kepentingan politis para pemegang kekuasaan, bahkan ketika meraih dan mempertahankan kekuasaan.
Faktor hukum bisa
dilihat dari dua sisi, di satu sisi dari aspek perundang-undangan dan sisi lain lemahnya penegakan hokum
hingga sanksi yang terlalu ringan
Kenyataannya korupsi juga
dilakukan oleh orang yang sudah kaya. Ini membuat korupsi sebenarnya bukan disebabkan oleh kemiskinan, tapi justru sebaliknya, kemiskinan
disebabkan oleh korupsi.
Faktor penyebab korupsi internal:
a) Sifat tamak/rakus manusia b) Moral yang kuang kuat
c) Gaya hidup yang konsumtif d) Aspek Sosial
Faktor Penyebab Korupsi Eksternal a) Aspek sikap masyarakat
terhadap korupsi.
b) Aspek ekonomi c) Aspek Politis
d) Aspek Organisasi
Beberapa factor lain yang
menyebabkan terjadinya korupsi meliputi:
1. Lemahnya Penegakan Hukum
2. Kurangnya Transparansi dan Akuntabilitas
3. Gaji dan Insentif yang Rendah
4. Budaya dan Norma Sosial
5. Ketiadaan Sistem Pengawasan yang Efektif
6. Keserakahan dan
Moralitas yang Rendah
faktor penyebab korupsi dibagi menjadi dua
faktor internal dan eksternal
Ciri-ciri
Perbuatan
Korupsi
1.Penyalahgunaan Wewenang:
Korupsi sering kali melibatkan
penggunaan kekuasaan atau jabatan
untuk keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.
2.Tindakan yang Melanggar Hukum:
Pelaku korupsi melanggar peraturan atau undang-undang yang berlaku untuk
mendapatkan manfaat pribadi.
3.Keuntungan Pribadi atau Kelompok:
Tujuan utama perbuatan korupsi adalah mendapatkan keuntungan materi atau non-materi, seperti uang, barang, atau fasilitas,
untuk diri sendiri atau kelompoknya.
4.Merugikan Negara atau Masyarakat:
Korupsi biasanya menyebabkan kerugian pada keuangan negara, kualitas layanan publik, dan kepercayaan masyarakat.
5.Adanya Sogokan atau Suap:
Korupsi sering melibatkan pemberian hadiah, uang, atau fasilitas untuk
memengaruhi keputusan pejabat atau pihak berwenang.
6.Manipulasi Data atau Informasi:
Pelaku korupsi sering kali melakukan manipulasi laporan keuangan, data, atau dokumen untuk menutupi perbuatannya.
7.Tidak Transparan dan Akuntabel:
Tindakan korupsi biasanya tidak terbuka dan sulit dipertanggungjawabkan karena adanya upaya menutupi perbuatan
tersebut.
8.Penggelapan atau Penyalahgunaan Dana:
Penggunaan dana publik atau organisasi secara ilegal untuk kepentingan pribadi juga merupakan bentuk umum korupsi.
Contoh Kasus Korupsi yang Terjadi Diindonesia
Kasus PT TPPI Korupsi PT Timah (Rp 300 triliun) Kasus korupsi
yang menyeret PT Trans-Pacific
Petrochemical Indotama (TPP) menempati
peringkat kedua dengan kerugian negara mencapai Rp 2,7 miliar
dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 37,8 triliun.
Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap tindak pidana korupsi dalam tata niaga
komoditas timah menetapkan 21 tersangka terlibat dugaan korupsi PT Timah. Dua di
antaranya adalah eks
Dirketur Utama PT Timah Tbk.
Mochtar Riza Pahlevi Tabrani dan Harvey Moeis.Kejagung menetapkan para tersangka menyebabkan dampak
kerugian lingkungan mencapai Rp 300 triliun.
Kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) merupakan kasus korupsi yang terjadi saat krisis moneter 1997. Kala itu,
puluhan bank kolaps akibat lonjakan
utang dan kurs rupiah terhadap dollar AS ambruk.
Bank Indonesia (BI) memberikan
suntikan dana sebesar Rp 147,7 triliun ke 48 bank agar tidak kolaps.
Kasus BLBI (Rp 138 triliun)
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, and includes icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik