• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT DHF

N/A
N/A
Qrenquar Maima

Academic year: 2025

Membagikan "PPT DHF"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

DENGUE HEMORARRAGIC FEVER (DHF)

KEPERAWATAN M EDIKAL BEDAH

Nama Kelompok 4

1. Bergita Kuriniati Ta Nim:

231112004

2. Bernadete Dedeus Nim:

231112003

3. Qrenquar Maima Nim:

231112009

Dosen Pengampu

Ns. Erna Febriyanti, S.Kep., MAN

(3)

Demam berdarah merupakan penyakit tropis yang masih menjadi masalah kesehatan internasional hingga saat ini dalam beberapa dekade terakhir, infeksi demam berdarah adalah sekelompok penyakit manusia yang disebabkan oleh

virus dengue". Demam haemoragic fever yaitu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan termasuk

kedalam golongan Arbovirus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus serta

penyebaran nya yang begitu cepat"

Defenisi DHF

Tinjauan Pustaka BAB II

(4)

Tinjauan Pustaka BAB II

1. Nadi cepat atau lemah.

2. Hipotensi.

5. Kulit teraba dingin atau lembab.

6. Gelisah atau hingga ke penurunan kesadaran.

3. Tekanan darah kurang lebih 20 mmHg.

4. Perfusi perifer menurun.

1. Penderita memiliki riwayat demam akut antara 2-7 hari.

2. Terjadinya perdarahan yang biasa dilihat dengan: uji torniquet positif, purpura, petekie, perdarahan pada mukosa (perdarahan pada gusi), saluran cerna.

Tanda dan Gejala

3. Trombositopenia

<100000/ul.

4. Kebocoran pada plasma yang ditandai dengan: naiknya hematokrit kurang lebih 20% dari nilai normal, penurunan hematokrit kurang lebih 20% setelah pemberian cairan adekuat.

5. Asites, efusi pleura dan hipoproteinemia termasuk kedalam tanda kebocoran pada plasma.

DHF Masalah Sirkulasi

(5)

SURABITURS, Eliteget Maurisita Ronsema.

20 JUNI 2045 26 MARET 2045

17 JULI 2045

TEMPAT WAKTU

Tinjauan Pustaka BAB II

Etiologi

Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari 4 virus asam ribonukleat

beruntai tunggal dari famili Flaviviridae yang

ditularkan oleh vector nyamuk Aedes aegypti

dan Aedes albopictus.

Masa inkubasi pada penyakit ini berakhir

kurang lebih empat sampai lima hari setelah

kemunculan panas/demam

(6)

KLASIFIK ASI

TIN JAUAN PUSTAKA BAB II

1. Stadium 1

Demam tinggi terus-menerus selama 2-7 hari, nyeri otot, nyeri dibelakang mata, nyeri sendi disertai gejala tidak khas dan satu-satunya uji perdarahan yaitu uji turniquet positif.

2. Stadium 2

Gejala seperti stadium 1 disertai dengan perdarahan

spontan pada kulit dan atau perdarahan lainnya, seperti mimisan, perdarahan gusi, menorrhagia pada anak

Perempuan.

3. Stadium 3

Ditemukannya Shock kegagalan sirkulasi (syok) seperti nadi cepat dan lemah, tekanan nadi menurun.

4. Stadium 4

Terdapat Dengue Sindrome (DSS) dengan nadi tak teraba dan tekanan darah tidak dapat diukur

(7)

Fenomena patologis yang utama pada penderita DHF adalah meningkatnya permeabilitas dinding kapiler yang

mengakibatkan terjadinya pembesaran atau kebocoran plasma, peningkatan permeabilitas dinding kapiler mengakibatkan

berkurangnya volume plasma yang secara otomatis jumlah trombosit berkurang, terjadinya hipotensi (tekanan darah

rendah) yang dikarenakan kekurangan haemoglobin, terjadinya hemokonsentrasi (peningkatan hematocrit > 20%) dan renjatan (syok).

Hal pertama yang terjadi setelah virus masuk ke dalam tubuh penderita adalah penderita mengalami demam, sakit kepala,

mual, nyeri otot, pegal-pegal di seluruh tubuh, ruam atau bitnik- bintik merah pada kulit (petekie), sakit tenggorokan dan hal lain yang mungkin terjadi seperti pembesaran limpa (splenomegali).

Patofisiol ogi

Tinjauan Pustaka BAB II

(8)

Pathway DHF

Tinjauan Pustaka BAB II

(9)

Tinjauan Pustaka BAB II

Pendarahan

Perdarahan massif dan dengue shock

syndrome (DSS) atau sindrom syok dengue (SSD) merupakan komplikasi yang dapat terjadi dan bisa berujung pada kematian.

Tanda-tanda DSS

Muntah Terus menerus

Nyeri perut hebat

Kaki dan tangan pucat, dingin

Jumlah urine menurun

Nadi melemah

Pada anak yang mengalami infeksi demam berdarah dengue. Seorang anak-anak yang berumur sekitar 10 tahun sering mengalami penurunan kesadaran. Tekanan nadi menurun menjadi 20 mmg atau sampai nol, tekanan

darah menurun menjadi 80 mmHg atau sampai nol, terjadi penurunan kesadaran, sianosis di sekitar mulut dan kulit ujung jari, hidung, telinga, dan kaki teraba dingin (Febriani, 2020).

 a. Pemeriksaan Darah Lengkap

 b. Uji Serologi

 c. Uji Hambatan Hemaglutinasi

 d. Uji MAC ELISA

 e. Rontgen Thoraks Pemeriksaan Penunjang

Komplikasi

(10)

SURABITURS, Eliteget Maurisita Ronsema.

20 JUNI 2045 26 MARET 2045

17 JULI 2045

TEMPAT WAKTU

Konsep Asuhan Keperawatan DH F

BAB III

Pengkaji an

a. Identitas Klien

Perempuan lebih berisiko terinfeksi virus dengue, sehingga memperoleh manifestasi klinis yang lebih parah daripada laki-laki, dikarenakan bed kapiler wanita rentan terhadap peningkatan permeabilitas. Serta paling banyak menyerang anak-anak. Bayi dan Balita (< 5 Tahun) Anak-anak (5-9 Tahun) Remaja (10-18 Tahun) Dewasa (19-59 Tahun) Lansia (60+ Tahun).

(11)

Konsep Asuhan Keperawatan DH F

BAB III

b. Riwayat Kesehatan Klien

1. Keluhan utama

Biasanya pasien datang dengan keluhan demam tinggi mendadak dan terus menerus selama 2 - 7 hari, terdapat petechie pada seluruh kulit, perdarahan gusi, neyri epigastrium, epistaksis, nyeri pada sendi-sendi, sakit kepala, lemah, nyeri ulu hati, mual dan nafsu makan menurun

2. Riwayat Kesehatan Sekarang

Riwayat kesehatan menunjukkan adanya sakit kepala, nyeri otot, pegal seluruh tubuh, sakit pada waktu menelan, lemah, panas, mual, dan nafsu makan menurun.

3. Riwayat Kesehatan Dahulu

Ada kemungkinan klien yang telah terinfeksi penyakit DHF bisa terulang terjangkit DHF lagi, tetapi penyakit ini tak ada hubungan dengan penyakit yang pernah diderita dahulu

4. Riwayat Kesehatan Keluarga

Riwayat adanya penyakit DHF pada anggota keluarga yang lain sangat menentukan, Penyakit DHF dibawah oleh nyamuk jadi bila terdapat

anggota keluarga yang menderita penyakit ini dalam satu rumah.

(12)

SURABITURS, Eliteget Maurisita Ronsema.

20 JUNI 2045 26 MARET 2045

17 JULI 2045

TEMPAT WAKTU

Konsep Asuhan Keperawatan DH F

BAB III

Pemeriks aan Fisik

c. Pemeriksaan Fisik:

1. Status Present :

a. Penampilan atau kesan umum Keadaan umum:

Tampak sakit sedang/ringan/berat Kesadaran:

Composmentis/Apatis/Somenolen/Delirium/S oporo coma/Coma

b. Pemeriksaan tanda - tanda vital ( TD, S, N,

Rr )

(13)

Konsep Asuhan Keperawatan DH F

BAB III

2. Pengkajian persistem a. Sistem Pernapasan

Sesak, perdarahan melalui hidung, pernapasan dangkal, epistaksis, pergerakan dada tidak simetris, perkusi sonor, pada auskultasi terdengar ronchi, krakles.

b. Sistem Persyarafan

Pada grade III pasien gelisah dan terjadi penurunan kesadaran serta pada grade IV dapat terjadi DSS

c. Sistem Kardiovaskuler

Pada grade I dapat terjadi hemokonsentrasi, uji tourniquet

positif, trombositipeni, pada grade III dapat terjadi kegagalan

sirkulasi, nadi cepat, lemah, hipotensi, cyanosis sekitar mulut,

hidung dan jari-jari, pada grade IV nadi tidak teraba dan

tekanan darah tak dapat diukur.

(14)

Konsep Asuhan Keperawatan DH F

BAB III

2. Pengkajian persistem d. Sistem Pencernaan

Selaput mukosa kering, kesulitan menelan, nyeri tekan pada epigastrik, pembesarn limpa, pembesaran hati, abdomen teregang, penurunan nafsu makan, mual, muntah, nyeri saat menelan, dapat hematemesis, melena.

e. Sistem perkemihan

Produksi urine menurun, kadang kurang dari 30 cc/jam, akan mengungkapkan nyeri sat kencing, kencing berwarna merah.

f. Sistem Integumen.

Terjadi peningkatan suhu tubuh, kulit kering, pada grade I

terdapat positif pada uji tourniquet, terjadi pethike, pada

grade III dapat terjadi perdarahan spontan pada kulit.

(15)

1. Hipertermia b.d Proses penyakit d.d suhu tubuh diatas nilai normal, kulit merah, takikardi (D.0130)

2. Nyeri Akut b.d Agen Pencedera Fisiologis d.d Mengeluh Nyeri, Tampak Meringis, Gelisah, Frekuensi nadi meningkat, Sulit Tidur (D.0077)

3. Hipovolemia b.d Kekurangan Intake Cairan d.d Frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, Tekanan darah menurun, turgor kulit menurun (D.0023) 4. Pola Napas Tidak Efektif b.d Hambatan Upaya Napas d.d Pola Napas

Abnormal (D.0005)

5. Defisit nutrisi b.d Ketidakmampuan menelan makanan d.d Berat badan menurun, nafsu makan menurun otot menelan lemah, membran mukosa pucat (D.0019)

6. Intoleransi aktivitas b.d Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen d.d mengeluh Lelah (D.0056)

7. Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit d.d Disfungsi Ginjal (D.0037) 8. Resiko Cedera d.d Hipoksia Jaringan Otak (D.0136)

Diagnosa

Keperawatan

Konsep Asuhan Keperawatan DH F BAB III

(16)

NO DIAGNOSA

KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA

HASIL INTERVENSI

1. Hipertermia b.d Proses penyakit d.d suhu tubuh diatas nilai

normal, kulit merah, takikardi (D.0150)

Setelah dilakuan intervensi keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan

Termoregulasi membaik dengan kriteria hasil:

1. Suhu Tubuh Membaik 2. takikardi menurun 3. kulit merah menurun  

(Termoregulasi, Hal 129 (L.14134))

(Manajemen Hipertermia, Hal 181 (I. 15506)) Tindakan

Observasi

Identifikasi penyebab hipertermia (mis: dehidrasi, terpapar lingkungan panas, penggunaan inkubator)

Monitor suhu tubuh

Monitor kadar elektrolit

Monitor haluaran urin

Monitor komplikasi akibat hipertermia Terapeutik

Sediakan lingkungan yang dingin

Longgarkan atau lepaskan pakaian

Basahi dan kipasi permukaan tubuh

Berikan cairan oral

Ganti linen setiap hari atau lebih sering jika mengalami hyperhidrosis (keringat berlebih)

 

(17)

NO DIAGNOSA

KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA

HASIL INTERVENSI

1. Hipertermia b.d Proses penyakit d.d suhu tubuh diatas nilai

normal, kulit merah, takikardi (D.0150)

Setelah dilakuan intervensi keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan

Termoregulasi membaik dengan kriteria hasil:

1. Suhu Tubuh Membaik 2. takikardi menurun 3. kulit merah menurun  

(Termoregulasi, Hal 129 (L.14134))

Lakukan pendinginan eksternal (mis: selimut hipotermia atau kompres dingin pada dahi, leher, dada, abdomen, aksila)

Hindari pemberian antipiretik atau aspirin

Berikan oksigen, jika perlu Edukasi

Anjurkan tirah baring Kolaborasi

Kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit intravena, jika perlu

 

(18)

NO DIAGNOSA

KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA

HASIL INTERVENSI

2. Nyeri Akut b.d Agen Pencedera Fisiologis d.d Mengeluh Nyeri, Tampak Meringis, Gelisah, Frekuensi nadi meningkat, Sulit Tidur

(D.0077)

Setelah dilakuan intervensi keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan Tingkat Nyeri Menurun dengan kriteria hasil:

1. Kesulitan Tidur Menurun 2. Keluhan Nyeri menurun 3. Meringis menurun

4. gelisah menurun

5. Frekuensi nadi membaik  

(Tingkat Nyeri, Hal 145 (L.08066))

(Pemberian Analgesik, Hal 251 (I.08243)) Tindakan

Observasi

 Identifikasi karakteristik nyeri (mis. pencetus, pereda, kualitas, lokasi, intensitas, frekuensi, durasi)

 Identifikasi riwayat alergi obat

 Identifikasi kesesuaian jenis analgesik (mis.

narkotika, non-narkotik, atau NSAID) dengan tingkat keparahan nyeri

 Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgesik

 Monitor efektifitas analgesik

 

(19)

NO DIAGNOSA

KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA

HASIL INTERVENSI

2. Nyeri Akut b.d Agen Pencedera Fisiologis d.d Mengeluh Nyeri, Tampak Meringis, Gelisah, Frekuensi nadi meningkat, Sulit Tidur

(D.0077)

Setelah dilakuan intervensi keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan Tingkat Nyeri Menurun dengan kriteria hasil:

1. Kesulitan Tidur Menurun 2. Keluhan Nyeri menurun 3. Meringis menurun

4. gelisah menurun

5. Frekuensi nadi membaik  

(Tingkat Nyeri, Hal 145 (L.08066))

Terapeutik

 Diskusikan jenis analgesik yang disukai untuk mencapai analgesia optimal, jika perlu

 Pertimbangkan penggunaan infus kontinu, atau bolus opioid untuk mempertahankan kadar

dalam serum

 Tetapkan target efektifitas analgesik untuk mengoptimalkan respons pasien

 Dokumentasikan respons terhadap efek analgesik dan efek yang tidak diinginkan Edukasi

 Jelaskan efek terapi dan efek samping obat Kolaborasi

 Kolaborasi pemberian dosis dan jenis analgesik, sesuai indikasi

 

(20)

NO DIAGNOSA

KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA

HASIL INTERVENSI

3. Hipovolemia b.d Kekurangan Intake Cairan d.d

Frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, Tekanan darah menurun, turgor kulit menurun (D.0023)

Setelah dilakuan intervensi keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan Status Cairan membaik dengan kriteria hasil:

1. Frekuensi nadi membaik 2. Tekuatan nadi meningkat 3. Tekanan darah membaik 4. Turgor kulit membaik  

(Status Cairan, Hal 107 (L.03028))

(Manajemen Syok Hipovolemik, Hal 222 (I.02050)) Tindakan

Observasi

Monitor status kardiopulmonal (frekuensi dan kekuatan nadi, frekuensi napas, TD, MAP)

Monitor status oksigenasi (oksimetri nadi, AGD)

Monitor status cairan (masukan dan haluaran, turgor kulit, CRT)

Periksa tingkat kesadaran dan respon pupil

Periksa seluruh permukaan tubuh terhadap adanya DOTS (deformity/deformitas, open wound luka terbuka, tenderness/nyer! tekan, swelling/bengkak) Terapeutik

Pertahankan jalan napas paten

Berikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen <94%

(21)

NO DIAGNOSA

KEPERAWATAN TUJUAN DAN KRITERIA

HASIL INTERVENSI

3. Hipovolemia b.d Kekurangan Intake Cairan d.d

Frekuensi nadi meningkat, nadi teraba lemah, Tekanan darah menurun, turgor kulit menurun (D.0023)

Setelah dilakuan intervensi keperawatan selama 3x24 jam, diharapkan Status Cairan membaik dengan kriteria hasil:

1. Frekuensi nadi membaik 2. Tekuatan nadi meningkat 3. Tekanan darah membaik 4. Turgor kulit membaik  

(Status Cairan, Hal 107 (L.03028))

Persiapkan intubasi dan ventilasi mekanis, jika perlu

Lakukan penekanan langsung (direct pressure) pada pardarahan eksternal

Berikan posisi syok (modified Trendelenberg)

Pasang jalur IV berukuran besar (mis. nomor 14 atau

16)Pasang kateter urine untuk menilai produksi urine

Pasang selang nasogastrik untuk dekompresi lambung

Ambil sampel darah untuk pemeriksaan darah langkap dan blektrolit

Kolaborasi

Kolaborasi pemberian infus cairan kristaloid 1-2 L pada dewasa

Kolaborasi pemberian infus cairan kristaloid 20 mL/kgBB pada anak

Kolaborasi pemberian transfusi darah, jika perlu.

Pemeriksaan Trombosit/Hematokrit

(22)

Konsep Asuhan keperawatan DH F BAB III

 Evaluasi ialah kegiatan berkelanjutan untuk

menetapkan apakah rencana keperawatan sudah efektif dan bagaimana melanjutkan,

memodifikasi atau

menghentikan rencana keperawatan tersebut

 Implementasi merupakan tahap ketika perawat

mengaplikasikan atau

melaksanakan rencana asuhan keperawatan kedalam bentuk intervensi keperawatan guna membantu klien mencapai tujuan yang telah ditetapkan

Implementasi Evaluasi

(23)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait