• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT FORTIFIKASI PGB KELOMPOK 9

N/A
N/A
Ragil Yosanda

Academic year: 2024

Membagikan "PPT FORTIFIKASI PGB KELOMPOK 9"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN HATI AYAM SEBAGAI FORTIFIKAN ZAT BESI DALAM BUBUR

BAYI INSTAN BERBAHAN DASAR UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L.)

PANGAN DAN GIZI

(2)

Anggota

Christin Katarina Vonbora Simamora (45) Ragil Yosanda (54)

(3)

Adapun strategi yang dapat

diterapkan untuk mengatasi anemia besi pada anak adalah fortifikasi.

Contoh bahan pangan yang dapat

digunakan sebagai fortifikasi besi ini diantaranya hati ayam.

Fortifikasi zat besi dapat

dilakukan pada bubur bayi instan sebagai makanan pendamping ASI

yang diberikan pada anak berumur 6 bulan sampai 24 bulan.

Pendahuluan

(4)

Tujuan

- Mengkaji kadar Fe pada bubur bayi isntan

- Mengkaji kadar

proksimat, densitas

kamba, dan daya rehidrasi pada bubur bayi instan

dengan penambahan

fortifikan hati ayam

(5)

Metodologi

Persiapan Alat

Bahan Pembuatan

Tepung Ubi Jalar Ungu

Pembuatan Tepung Hati

Ayam

Fortifikasi Zat Besi Pembuatan Bubur Bayi

Instan

(6)

Analisis Hasil

2.1 Kadar Fe pada Bubur Bayi Instan

- Kadar Fe paling rendah terdapat pada bubur bayi instan tanpa fortifikan (123,78 mg/100 gr) dan tertinggi padapenambahan hati ayam dg Fe 12 mg/100 gr (193,34 mg/100 gr).

- Pada kondisi alami, asam fitat akan membentuk

ikatan baik dengan mineral bervalensi dua, maupun protein menjadi senyawa yang sukar larut.

- NaFeEDTA dapat mencegah terhambatnya absorpsi zat besi dalam tubuh manusia. EDTA dikenal sebagai senyawa pengkelat logam yang dapat mengabsorpsi mineral penting dengan

mencegah terbentuknya ikatan dengan senyawa penghambat lain (asam fitat)

(7)
(8)

2.2 Kadar Karbohidrat

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar karbohidrat bubur

bayi instan dg kandungan Fe 8 mg/100 gr (38,90%) lebih kecil

daripada bubur instan tanpa fortifikan (58,89%). Sehingga

diperlukan peningkatan

kandungan karbohidrat dalam pembuatan bubur bayi instan

berbahan dasar ubi jalar ungu.

2.3 Kadar Protein

Hasil penelitian menunjukkan kadar protein bubur bayi instan

dengan fortifikasi hati ayam (35,67%) lebih besar daripada bubur bayi instan tanpa fortifikan

(2,40%).

(9)

2.4 Kadar Lemak

Hasil penelitian

menunjukkan bahwa kadar lemak bubur bayi instan dengan fortifikasi

hati ayam (16,78%) lebih besar daripada bubur

bayi instan tanpa fortifikan (0,85%)

2.5 Kadar Air

Hasil penelitian menunjukkan kadar air bubur bayi instan fortifikasi tepung hati ayam dengan kandungan Fe 8 mg/100 gr sebesar 12,55%, sedangkan kadar air bubur bayi instan tanpa fortifikan sebesar 12,37%.

(10)

2.7 Densitas Kamba

Hasil penelitian menunjukkan densitas kamba dari produk bubur bayi instan terfortifikasi lebih rendah dibandingkan dengan bubur bayi instan tanpa fortifikan. Nilai densitas kamba bubur bayi instan tanpa fortifikan sebesar 0,781 gr/ml sedangkan densitas kamba pada kelima produk bubur bayi instan terfortifikasi berkisar antara 0,69-0,752 gr/ml.

2.6 Kadar Abu Hasil penelitian

menunjukkan kadar abu

bubur bayi instan fortifikasi hati ayam dengan

kandungan Fe 8 mg/100 gr sebesar 3,29%, sedangkan kadar abu bubur bayi instan

tanpa fortifikan sebesar

2,76%.

(11)
(12)

2.8 Daya Rehidrasi

Hasil penelitian menunjukkan nilai daya rehidrasi keenam produk bubur bayi instan berkisar 1,4-4 ml/gr. Nilai daya rehidrasi pada bubur bayi instan dengan penambahan fortifikan hati ayam memberikan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan bubur bayi instan tanpa fortifikan.

(13)

Penambahan fortifikan hati ayam pada berbagai konsentrasi menyebabkan kadar besi lebih tinggi dibandingkan dengan bubur bayi instan tanpa fortifikan yang kadar besi nya didapat 123.78 mg/100 gr.

Penambahan fortifikan hati ayam dengan kandungan zat besi sebesar 8mg/100gr dalam bubur instan berbahan dasar tepung ubi jalar ungu menghasilkan bubur dengan kadar abu sesuai

Sedangkan, kadar protein, kadar lemak, dan kadar air lebih tinggi serta kadar karbohidrat yang terkandung di bawah spesifikasi MP- ASI yang disyaratkan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia.

Kesimpulan

(14)

Penambahan fortifikan hati ayam dalam

bubur instan berbahan dasar tepung ubi

jalar ungu memberikan pengaruh yang

kurang signifikan terhadap densitas kamba

Daya rehidrasi pada bubur bayi dengan

fortifikasi tepung hati ayam mengalami

peningkatan seiring dengan meningkatnya

kadar fortifikan hati ayam yang

ditambahkan.

(15)

Santosa, H., dkk. (2016). Pemanfaatan Hati Ayam sebagai Fortifikan Zat Besi dalam Bubur Bayi Instan Berbahan Dasar Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L.) Inovasi Teknik Kimia. 1(1): 27-34.

DAFTAR PUSTAKA

(16)

Sekian

Terima kasih sudah mendengarkan!

Referensi

Dokumen terkait

Penambahan air yang paling optimum dalam pembuatan adonan chips ubi jalar ungu yang menggunakan 100% tepung ubi jalar ungu terpilih berkisar antara 30 – 35% dari jumlah tepung

tepung ubi jalar, dan pati sagu terhadap karakteristik beras instan dan untuk. mengetahui formulasi tepung jagung, tepung ubi jalar, dan pati sagu yang

Pengamatan dilakukan terhadap bahan baku bubur instan (tepung umbi garut dan tepung tempe) dan formula (tepung bubur instan) yang dihasilkan meliputi kadar air, kadar abu, kadar

Gambar 32. Grafik Antioksidan Mie Instan Kering Ubi Jalar Ungu...54.. Komposisi Kimia Ubi Jalar Ungu ... Umur Simpan Pada Suhu dan Q 10 Tertentu... Alat Penentu Peringkat

Tepung ubi jalar ungu yang dihasilkan dari semua perlakuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan aplikasinya pada pembuatan beras tiruan instan.. Penentuan metode

Penggunaan pati sagu dan tepung ubi jalar ungu dalam pembuatan mi instan memberikan pengaruh nyata terhadap penilaian deskriptif warna, aroma, rasa dan

Lumpur Ubi Ungu Bahan-bahan: untuk 20 porsi  250 gram ubi jalar ungu kukus lalu haluskan  250 gram tepung terigu  200 gram gula  2 butir telur ayam  1 butir kuning telur 

Grafik skala sensorik flakes berbahan dasar tepung ubi jalar ungu dan tepung bekatul Rasa Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak rasio perbandingan tepung ubi jalar ungu