• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA Pengaruh Substitusi Tepung Biji Rambutan Terhadap Warna dan Daya Terima Biskuit Ubi Garut.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA Pengaruh Substitusi Tepung Biji Rambutan Terhadap Warna dan Daya Terima Biskuit Ubi Garut."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Andarwulan, N, Kusnandar, F, Herawati, D. 2011. Analisis Pangan. Dian Rakyat. Jakarta.

Apriliyanti, Tina. 2010. Kajian Fisikokimia Dan Sensori Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas blackie) Dengan Variasi Proses Pengeringan. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.

Astrianti, M., Ruslan, K., dan Nawawi, A. 2006. Telaah Fitokimia Biji Rambutan (Nephelium lappaceum L.). Skripsi. Farmasi Institut Teknologi Bandung.

Azizah, H. N. 2012. Pengaruh Penggunaan Tepung Tempe Sebagai Bahan Pensubstitusi Daging Sapi Terhadap Komposisi Proksimat Dan Daya Terima Sosis. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Bastin, S. 2010. Cookies. College of Agriculture. University Of Kentucky

Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura. 2011. Produksi, Luas panen dan Produktivitas Hortikultura di Indonesia. BPS.

Brown, A. 2000. Understanding Food Priciples and Preparation. Wadsworth, Belmont, California.

DeMan, J. M. 1997. Kimia Makanan (2nd Ed). Diterjemahkan oleh: Kosasih Padmawinata. Penerbit ITB Press. Bandung.

Dep. Perindustrian. 2003. Biskuit. Penanganan Gizi Buruk. Jakarta.

Djafar, T. F . dan S. Rahayi, 2010. Teknologi Pemanfaatan Umbi Garut. Unpublished, hal 29.

Dlimartha, Setiawan. 2005. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 3. Jakarta: Puspa Swara.

Faridah, A, Pada, K. S, Yulastri, A, dan Yusuf, L. 2008. Patiseri : Jilid 3. Jakarta: Diknas.

Fennema, O.R., 1996. Food Chemistry. 3rd ed/ Revised and Expanded, Dept. Food Science, University of Wincosin, Madison, Wincosin.

(2)

Hanny. 2008. Kajian Formulasi Cookies Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L) dengan Karakteristik Tekstur Menyerupai Cookies Keladi. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian Institute Pertanian Bogor

Hariana, B. 2009. Karakterisasi Tepung Ubi Kayu Modifikasi. Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian. 14:2.

Hernani dan Raharjo, M. 2006. Tanaman Berkhasiat Antioksidan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Husniarti, I. S. Utami dan S. Rahayu. 2001. Substitusi Terigu Dengan Pati Garut (Maranta arundianaceae L) Pada Pembuatan Roti Tawar. Majalah Ilmu dan Teknologi Pangan Pertanian. 21(1): 15-21.

Indiyah, S. U. 1992. Bahan Ajaran : Pengolahan Roti. PAU Pangan dan Gizi, UGM. Yogyakarta.

Jungmin Lee, Christoper Rennaker, Ronald E. Wrolstad. 2005. Determination of Total Monomeric Anthovyanin Pigment Contentof Fruit Juice, Beverages, Natural Colorants and Wines by The pHDifferential Method: Collaborative Study, Journal of AOAC International vol. 88, No. 5.

Kalie, Moehd Boga. 1994. Budi Daya Rambutan Varietas Unggul. Yogyakarta: Kanisius.

Kurniawan, Agung. 2015. Mie Dari Umbi Garut. Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 NO. 3 p 847-854.

Lenny. 2006. Senyawa Flavonoid, Fenil Propanoid dan Alkaloid. Universitas Setia Budi, Surakarta.

Maemunah. 2008. Komparasi Uji Karbohidrat Pada Produk Olahan Makanan Dari Tepung Terigu Dan Tepung Biji Rambutan (Nephelium lappaceum Linn). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Marsono, Y., 2002. Indeks Glisemik Umbi-umbian. Agritech 22 (1): 13-16.

Marsono, Y., P. Wiyono, dan Zaki Utama, 2005. Indeks Glikemik Produk Olahan Garut (Maranta arundianaceae L) dan Uji Sifat Fungsionalnya pada Model Hewan Coba. Laporan RUSNAS Diversifikasi Pangan Pokok Tahun 2005. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Matz, S. A., 1962. Food Texture. The AVI Publishing Co. INC. Westport.

Matz, S. A., 1972. Bakery Technology and Engineering. Second Edition, The AVI Publishing Co, Inc, Westport, Connecticut.

(3)

Meilgard. 2002. Sensory Evaluation Techniques. Boston CRC.

Melisa, Asrianti. 2006. Telaah Fitokimia Biji Rambuatan (Nephelium lappaceum L). Bandung: Sekolah Farmasi ITB.

Mulyaningrum. 2011. Membuat Tepung Umbi dan Variasi Olahannya. Agro Media. Jakarta

Murtiningsih dan Suyanti, Bsc. 2011. Membuat Tepung Umbi dan Variasi Olahannya. Agro Media. Jakarta

Nugraha. 2008. Penilaian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bharata. Jakarta

P. A. N, Puspita Sari, et. al., 2012. Ekstraksi dan Stabilitas Antosianin dari Kulit Buah Duwet. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, Vol. XVI No. 2, Universitas Jember.

Rahayu. 1995. Mempelajari Pembuatan Cookies Dengan Substitusi Tepung Tempe. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian Institute Pertanian Bogor

Rampengan, V.J Pontoh dan D.T. Sembel., 1985. Dasar-dasar Pengawasan Mutu Pangan. Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bagian Timur, Ujung Panjang.

Ristiana, Linda. 2014. Aktivitas Antioksidan Dan Tingkat Kesukaan Konsumen Terhadap Biskuit Dengan Substitusi Tepung Biji Rambutan Dan Penambahan Kubis Merah (Brassica oleraceae). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah

Salleh, P. M. 2011. Snack Biji Rambutan. Yogyakarta: Kanisius.

Setiawan, E. 2013. Evaluasi Mutu Kukis Berbahan Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L), Tepung Tempe dan Tepung Udang Rebon (Acetes erythraeus). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Riau, Pekanbaru

Setyaningsih, dwi, Apriyanto, anton dan Sari. 2010. Analisis Sensori Untuk Industri Pangan dan Agro. IPB Press. Bogor

Soegiharto, IS. 1995. Mempelajari Pembuatan Cookies Dengan Substitusi Tepung Tempe. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian Institute Pertanian Bogor

Soekarta, S. T. 1990. Dasar-Dasar Pengawasan Mutu Dan Standarisasi Mutu Pangan. IPB Press. Bogor.

(4)

Solis, Fentes. 1972. Biscuit, Crackers and Cookie. Technology, Production and Management. Applied Science Publisher, London.

SNI 01-2973-1992. Syarat Mutu Biskuit. Dewan Standarisasi Nasional

Smith, W. H., 1972. Biscuit, Crackers and Cookie. Technology, Production and Management. Applied Science Publisher, London.

Suhardjo. 1989. Pangan, Gizi dan Pertanian. Jakarta: UI Press.

Thlitelerdecha, N., Teerawutgulrag, A., and Kilburn, J. D. 2010. Identification Of Major Phenolic Compounds From Nephelium lappaceum L. and Their Antioxidant Activities, Molecules. 15. 453-1464. Switzerland.

Truswell, A. S. 1992. Glycemic Index Of Food. Eur. J. Clin. Nutr. 46(suppl 2): 91-101.

Wade, L. G. 2006. Organic Chemistry. Sixth edition. New Jersey: Pearson Education Internasional.

Wahyuni, 2006. Metodologi Penelitian dan Bisnis. Penerbit Andi: Yogyakarta.

Wijayanti, Atik. Harjono. 2015. Pemanfaatan Tepung Garut (Marantha arudinaceae l) Sebagai Bahan Pembuatan Edible Paper Dengan Penambahan Sorbitol. Jurnal pangan dan Argoindustri Vol. 3 NO. 4 p. 1367-1374.

Winarno, F. G. 2006. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Winarno dan Rahayu, 1994. Bahan Tambahan Makanan dan Kontaminan. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.

Winarti, S. 2008. Olahan Biji Buah. Surabaya: Trubus Agrisarana.

(5)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung tempe terhadap kekerasan, warna dan daya terima pada cookies ubi jalar kuning..

Pemanfaatan Tepung Komposit Ubi Jalar Putih (Ipomea batatas L), Kecambah Kedelai (Glycine max Merr) dan Kecambah Kacang Hijau (Virginia radiate L) Sebagai Substituen Parsial

Judul Skripsi : Pengaruh Substitusi Tepung Daun Stevia (Stevia rebaudiana) Terhadap Kadar Gula Reduksi dan Tingkat Kekerasan Biskuit Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas

PENGARUH PROPORSI TEPUNG UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) DAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) PRATANAK PADA PEMBUATAN FOOD BAR TERHADAP DAYA PATAH DAN DAYA

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disarankan untuk menggunakan tepung jamur tiram sebesar 10% dari berat tepung ubi jalar ungu, karena paling disukai

Optimalisasi Pemanfaatan Ikan Pepetek (Leiognathus sp.) dan Ubi Jalar Putih (Ipomoea batatas L) untuk Substitusi Parsial Tepung Terigu dalam Pembuatan

yang di substitusi tepung ubi jalar kuning (Ipomoea batatas L) dan dapat di jadikan salah satu model dalam pemanfaatan potensi ubi jalar kuning.

Judul Proposal Penelitian : Pengaruh substitusi tepung ubi jalar kuning (Ipomoea batatas L) terhadap daya terima dan tingkat kekerasan kulit bakpia.. Nama Mahasiswa :