Pemilihan Lokasi Industri
Kelompok 5
Nama Kelompok
Yuma Iftita Ivanda
5015201080
Shequilla Firdausa Baqarizky
5015201113
Nada Shofura Arifin
5015201112
Yasmin Nabila
5015201131
01
03
02
04
LATAR BELAKANG
01
Kawasan Industri
Kawasan Industri memegang peranan yang sangat
strategis sebagai infrastruktur industri dalam perwujudan
kesesuaian tata ruang, penyebaran industri, dan
kelangsungan lingkungan hidup. Hal ini sebagai
perwujudan amanat Pasal 106 Undang-Undang Nomor 3
Tahun 2014 tentang Perindustrian yang mewajibkan
industri baru berlokasi di dalam Kawasan Industri.
Pengertian
Kawasan industri semakin berkembang sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.
Berikut beberapa pengertian menurut
Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2016yang berkaitan dengan Kawasan Industri.
●
Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikem bangkan dan dikelola oleh perusahaan Kawasan Industri.
●
Kawasan peruntukan Industri adalah bentangan Iahan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri berdasarkan rencana tata ruang wilayah yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.
●
Perusahaan Industri adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang usaha industri di wilayah Indonesia;
●
Perusahaan Kawasan Industri adalah perusahaan yang mengusahakan
pengembangan dan pengelolaan Kawasan Industri.
Tujuan Penyelenggaraan Perindustrian
Mewujudkan industri nasional sebagai pilar
dan penggerak perekonomian nasional
Mewujudkan kedalaman dan kekuatan struktur
industri
Mewujudkan industri yang mandiri, berdaya
saing, dan maju, serta industri hijau
Pasal 3 UU No.3 Tahun 2014 tentang
Perindustrian
Tujuan Penyelenggaraan Perindustrian
Mewujudkan kepastian berusaha, persaingan yang sehat, serta mencegah pemusatan atau penguasaan industri oleh satu kelompok perseorangan yang merugikan masyarakat
Membuka kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja
Mewujudkan pemerataan pembangunan industri ke seluruh wilayah Indonesia guna memperkuat dan memperkukuh ketahanan nasional
Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat
Pasal 3 UU No.3 Tahun 2014 tentang
Perindustrian
Ruang Lingkup
Tahap Persiapan
Kelayakan lokasi, penyusunan dokumen, dan
pengurusan perizinan
Tahap Pembangunan
Pembebasan lahan dan penyusunan Detail Engineering Design (DED)
Tahap Pengelolaan
Kelembagaan, sistem manajemen, pelaksanaan tata tertib, pelayanan kepada tenan, pemasaran, pengembangan usaha, pengelolaan lingkungan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat
serta penyusunan data kawasan industri
Prinsip dan Klasifikasi
02
Prinsip Pembangunan Kawasan Industri
Kesesuaian Tata Ruang Ketersediaan Infrastruktur
Efisiensi Keamanan dan
Kenyamanan Berusaha
Ramah Lingkungan
Percepatan Penyebaran dan Pemerataan Pembangunan Industri
Klasifikasi Industri
Muhammad Faqih Mukhlisin
Klasifikasi Industri Berdasarkan Bahan Baku
Industri Ekstraktif
Industri yang bahan bakunya berasal dari alam.
Misalnya, Industri hasil pertanian, perikanan, dan kehutanan
Industri nonekstraktif
Industri yang mengolah lebih lanjut hasil industri lain.
Misalnya, industri kayu lapis, industri pemintalan, dan industri kain
Industri Fasilitatif
Kegiatan industri dengan menjual jasa dan layanan untuk keperluan orang lain.
Misalnya, perbankan, perdagangan, angkutan, dan pariwisata
Klasifikasi Industri Berdasarkan Tenaga Kerja
Industri Rumah Tangga
Industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang
Industri Kecil
Industri yang memiliki tenaga kerja berjumlah sekitar 5-19 orang
Industri Sedang
Industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20-99 orang
Industri Besar
Industri yang memiliki jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang
Klasifikasi Industri Berdasarkan Produk yang Dihasilkan
Industri Primer
Industri yang menghasilkan barang atau jasa tanpa perlu pengolahan lebih lanjut. Contohnya industri anyaman, konveksi, makanan dan minuman
Industri Sekunder
Industri yang menghasilkan barang yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum digunakan.
Contohnya industri pemintalan benang, industri ban, industri baja, dan industri tekstil
Industri Tertier
Kegiatan industri dengan menjual jasa dan layanan untuk keperluan orang lain.
Misalnya, perbankan, perdagangan, angkutan, dan pariwisata
Klasifikasi Industri Berdasarkan Lokasi Unit Usaha
Industri berorientasi pada pasar
Industri yang didirikan mendekati daerah persebaran konsumen
Industri berorientasi pada tenaga kerja Industri yang didirikan mendekati daerah pemusatan penduduk.
Industri berorientasi pada bahan baku Industri yang didirikan di tempat tersedianya bahan baku
Industri yang tidak terikat oleh persyaratan lain Industri yang didirikan tidak terikat oleh syarat-syarat di atas
Industri berorientasi pada pengolahan
Industri yang didirikan dekat atau ditempat pengolahan
Klasifikasi Industri Berdasarkan Barang yang Dihasilkan
Industri yang menghasilkan mesin-mesin atau alat produksi lainnya. Contohnya, Industri alat-alat berat, industri mesin, dan industri percetakan
Industri yang menghasilkan barang siap pakai untuk dikonsumsi. Contohnya, industri obat-obatan, industri makanan, dan industri minuman
Industri Berat Industri Ringan
Klasifikasi Industri Berdasarkan Subjek Pengelola
Industri yang dikelola dan merupakan milik rakyat.
contohnya, industri makanan ringan dan industri kerajinan
Industri yang dikelola dan merupakan milik Negara atau yang dikenal dengan BUMN. Contohnya, industri kertas, industri pupuk, industri baja, industri pertambangan, industri perminyakan dan industri transportasi
Industri Rakyat Industri negara
Klasifikasi Industri Berdasarkan Cara Pengorganisasian
Industri Kecil
Industri dengan ciri modal relatif kecil, teknologi sederhana, pekerja kurang dari 10 orang, produknya
sederhana, dan
pemasarannya hanya berskala lokal
Industri Menengah
Industri dengan ciri modal relatif besar, teknologi cukup maju, tapi terbatas, pekerja 100-200 orang, tenaga kerja tidak tetap dan lokasi pemasaran berskala regional
Industri Besar
Industri dengan ciri modal sangat besar, berteknologi canggih dan modern, organisasi teratur, tenaga kerja dalam jumlah banyak dan terampil, pemasaran berskala nasional dan internasionall
1. Aneka Industri, industri yang bertujuan untuk menghasilkan bermacam-macam kebutuhan sehari-hari, yaitu:
- Industri Tekstil, seperti benang, kain, dan pakaian jadi
- Industri alat listrik dan logam, seperti kipas angin, lemari es, mesin jahit, televisi, dan radio - Industri kimia, seperti sabun, pasta gigi, shampo, tinta, plastik, obat-obatan, dan pipa
- Industri pangan, seperti minyak goreng, terigu, gula, teh, kopi, garam, dan makanan kemasan - Industri bahan bangunan dan umum, kayu gergajian, kayu lapis, dan marmer
2. Industri Kecil
Industri yang bergerak dengan jumlah tenaga kerja yang sedikit dan berteknologi yang sederhana.
Contohnya yaitu, industri kerajinan, industri alat-alat rumah tangga, dan perabotan dari tanah
Klasifikasi Industri
Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 19/M/I/1986
Pemilihan Lokasi
Industri
03
Pendekatan Pemilihan Lokasi
Land Demand atau pendekatan permintaan lahan digunakan untuk daerah yang sudah memiliki pertumbuhan industri berdasarkan orientasi pasar (market oriented).
Bagi daerah yang memiliki potensi sumberdaya alam sebagai bahan baku industri dalam rangka meningkatkan nilai tambah perlu menciptakan kutub pertumbuhan baru.
Land Demand Growth Pole
1. Bahan Baku
Bahan baku menjadi penentu penting lokasi industri karena bahan baku merupakan bahan dasar dalam memproduksi suatu barang atau produk.
2. Pasar
Jika konsumen yang membutuhkan banyak, berarti industri tersebut mempunyai pasar yang cukup luas. Selain itu, keadaan ekonomi atau taraf hidup masyarakat juga mempengaruhi luasnya daerah pemasaran.
3. Biaya Angkut
Jika suatu daerah memiliki fasilitas transportasi yang memadai, maka pengiriman bahan mentah atau hasil industry juga lancar, sehingga biaya angkutan murah
Faktor Lokasi Industri
Menurut Robinson pada tahun 1976
4. Tenaga Kerja
Lokasi industri harus memperhatikan bagaimana penawaran tenaga kerja berkaitan dengan kualitas dan kuantitas tenaga kerja.
5. Modal
Modal adalah barang atau hasil produksi yang dapat digunakan untuk proses produksi selanjutnya. Berarti modal tidak harus berupa uang, tetapi dapat juga berbentuk barang.
6. Teknologi
Penggunaan teknologi di berbagai bidang industri akan menaikkan produktivitas.
Faktor Lokasi Industri
Menurut Robinson pada tahun 1976
1. Sumber Energi
Sumber daya atau sumber energi yang dimaksud di sini adalah yang berkaitan dengan energi yang dibutuhkan untuk proses produksi. Misalnya seperti PLTA atau listrik yang fungsinya untuk menggerakkan mesin-mesin industri.
2. Harga Tanah
Harga tanah yang tinggi tentunya akan membuat anggaran produksi menjadi lebih tinggi.
3. Topografi
Sebuah industri yang didirikan di atas tempat dengan topografi datar akan lebih menguntungkan.
Faktor Lokasi Industri
Persoalan Dasar Lokasi Industri
Perbedaan Skala Produksi
Perbedaan Tipe Industri
Perbedaan kebutuhan khusus
Kriteria Pemilihan Lokasi
No Kriteria Keterangan
1 Jarak ke pusat kota Minimal 10 km
2 Jarak terhadap permukiman Minimal 2 km
3 Jaringan transportasi darat Tersedia jalan arteri primer atau jaringan kereta api
4 Jaringan energi dan kelistrikan Tersedia
5 Jaringan telekomunikasi Tersedia
Sumber : Permenperin RI No 40 Tahun 2016
Kriteria Pemilihan Lokasi
No Kriteria Keterangan
6 Prasarana Angkutan Tersedia pelabuhan laut untuk kelancaran transportasi logistik barang maupun outlet ekspor/impor
7 Sumber air baku Tersedia sumber air permukaan
(sungai, danau, waduk/embung, atau laut) dengan debit yang mencukupi
8 Kondisi lahan - Topografi maksimal 15%
- Daya dukung lahan sigma tanah : 0,7-1,0kg/cm²
Sumber : Permenperin RI No 40 Tahun 2016
Kriteria Pemilihan Lokasi
No Kriteria Keterangan
9 Kondisi Lahan - Kesuburan tanah relatif tidak
subur (non-irigasi teknis) - Pola tata guna lahan:
non-pertanian, non-permukiman, dan non-konservasi
- Ketersediaan lahan minimal 50 ha
- Harga lahan relatif (bukan
merupakan lahan dengan harga yang tinggi di daerah tersebut)
Sumber : Permenperin RI No 40 Tahun 2016
Kelembagaan Kawasan Industri
Pengelolaan Kawasan Industri
Pengembang Sebagai Pengelola Pengalihan Pengelolaan Kawasan
Industri
Sistem Manajemen
Pengelolaan Kawasan Industri
Sistem manajemen mutu sesuai dengan standar
internasional (ISO 9001-2008)
Sistem keselamatan dan keselamatan kerja yang
memenuhi standar internasional (OHAS
18001)
Sistem manajemen energi yang memenuhi standar sistem maanjemen energi
secara internasional (ISO
50001)
Pelaksanaan Tata Tertib Kawasan Industri
Pengelolaan Kawasan Industri
Hak dan kewajiban masing-masing pihak
Ketentuan yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidusp sesuai dengan Amdal, Rencana Pengelolaan Lingkungan, dan Rencanaan Pemantauan Lingkungan
Ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait
Ketentuan lauan yang ditetapkan oleh pengelola Kawasan Industri
Pelayanan Kepada Tenan
Pengelolaan Kawasan Industri
Penanganan Kebakaran
Penanganan Lingkungan
Kebersihan
Pemeliharaan dan pengelolaan infrastruktur
Pemasaran dilakukan sebelum kawasan industri siap dioperasikan. Pemasaran yang dilakukan, yaitu berupa promosi melalui kegiatan pemasangan iklan, reklame,
brosur, pameran, media elektronik, dan lain lain.
Pengelolaan Kawasan Industri
Pemasaran
Perusahaan Kawasan Industri memiliki rencana pengembangan usaha yang disahkan oleh pimpinan perusahaan serta diperbarui sekurang-kurangnya 5 tahun
sekali
Pengelolaan Kawasan Industri
Pengembangan Usaha
Pengelolaan lingkungan dilakukan melalui berbagai upaya, yaitu:
❏ Memiliki kebijakan untuk mempromosikan dan mendorong praktik-praktik yang sejalan dengan industri hijau kepada para tenan
❏ Ketaatan dalam pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan melaporkan secara periodik dokumen RKL/RPL
❏ Melakukan upaya efisiensi dan penggunaan energi terbarukan
❏ Kegiatan yang dilakukan oleh pengelola Kawasan Industri dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air atau menurunkan jumlah penggunaan air
❏ Melakukan pengendalian air buangan
❏ Melakukan pemantauan dan penilaian kinerja kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L)
❏ Melaksanakan baku mutu limbah cair dan baku mutu limbah gas dan debu
❏ Memantau secara visual berbagai pitensi limbah/emisi dan B3
Pengelolaan Kawasan Industri
Pengelolaan Lingkungan
Adanya kawasan industri harus dapat memberikan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap masyarakat di sekitar Kawasan Industri. Untuk itu kegiatan yang dapat meningkatkan hubungan yang harmonis anatar Kawasan Industri
dengan masyarakat sekitar dilakukan kegiatan kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat sekitar Kawasan Industri dalam suatu kegiatan Corporate Social
Resposibility (CSR)
Pengelolaan Kawasan Industri
Kepedulian Sosial dan Pemeberdayaan Masyarakat
Kawasan industri menyusun:
❏ Data yang terkait dengan Kawasan Industri meliputi Kawasan Industri, luasan yang terjual, luasan yang terjual tetapi belum dibangun, luasan yang masih kosong, rencana pengembangan
❏ Data yang terkait dengan tenan (Jumlah dan daftar nama tenan beserta bidang usaha, alamat di dalam Kawasan Industri, orientasi pasar (domestik/ekspor) dan jumlah tenaga kerja
Pengelolaan Kawasan Industri
Penysunan dan Pelaporan Data Kawasan Industri
Studi Kasus
04
FAKTOR-FAKTOR PENENTU LOKASI INDUSTRI PT. GUDANG
GARAM, TBK,
KEDIRI JAWA TIMUR INDONESIA
Peta Lokasi PT Gudang Garam, Tbk.
Faktor Penentu Lokasi Industri
No Kriteria Keterangan Kondisi Eksisting
1 Jarak ke pusat kota Minimal 10 km 4,6 km
2 Jarak terhadap permukiman Minimal 2 km 50 m
3 Jaringan transportasi darat Tersedia jalan arteri primer atau jaringan kereta api
Berada sekitar 3 km dari jalan arteri
4 Jaringan energi dan kelistrikan
Tersedia tersedia
5 Jaringan telekomunikasi Tersedia tersedia
No Kriteria Keterangan Kondisi Eksisting 6 Prasarana Angkutan Tersedia pelabuhan laut untuk
kelancaran transportasi logistik barang maupun outlet
ekspor/impor
Belum terjangkaunya akses untuk menunjang transportasi logistik melalui jalur laut
7 Sumber air baku Tersedia sumber air permukaan (sungai, danau, waduk/embung, atau laut) dengan debit yang mencukupi
Tersedia sumber air sungai dengan debit besar yang berasal dari Sungai Brantas yang
berjarak 450 m dari lokasi
8 Kondisi lahan - Topografi maksimal 15%
- Daya dukung lahan sigma tanah : 0,7-1,0kg/cm²
Topografi 0-2%
Faktor Penentu Lokasi Industri
Faktor Penentu Lokasi Industri
No Kriteria Keterangan Kondisi Eksisting
8 Kondisi Lahan - Kesuburan tanah relatif tidak subur (non-irigasi teknis)
- Pola tata guna lahan:
non-pertanian,
non-permukiman, dan non-konservasi
- Ketersediaan lahan minimal 50 ha - Harga lahan relatif
(bukan merupakan lahan dengan harga yang tinggi di daerah tersebut
- Pola tata guna lahan non-pertanian,
non-konservasi, namun letaknya berdekatan dengan permukiman
Bahan Baku
Bahan baku utama berupa tembakau, cengkeh, saus, dan cuka diperloleh secara terpisah. Untuk bahan baku tembakau dan cengkeh diperoleh dari cabang pabrik Gudang Garam yang ada di Madura dan Pekalongan. Secara kolektif petani tembakau dan cengkeh mengumpulkan
tembakau berkualitas dari lahan PT.Gudang Garam, lalu dilakukan pengolahan berupa
pencacahan dan penjemuran hingga bahan baku setengah jadi. Setelah bahan baku setengah jadi atau setangah matang didapatkan, maka bahan baku dipasok ke pabrik utama PT.Gudang Garam yang ada di Kediri dan gempol untuk dilakukan pemprosesan akhir.
Pasar
PT. Gudang Garam, Tbk merupakan perusahaan yang memiliki cakupan baik nasional maupun internasional. Hal ini dicermikan pada produk-produknya beberapa berjudul internasional, seperti Surya 12 Internasional, Surya PRO Mild, dan GG SHIVER, yang mana dipasarkan ke luar negeri dan dalam negeri. Sehingga pangsa pasar PT. Gudang Garam Tbk tidak hanya sebatas konsumsi nasional saja, namun juga diekspor ke negara lainnya.
Berikut ini jabaran mengenai tendensi produk dan tujuan pemasaran dari PT. Gudang Garam Tbk baik secara nasional dan Internasional, yaitu mengakumulasi perbadingan daya beli dengan produk.
Surya 12 : dipasarkan ke seluruh jawa timur, Malaysia, Brunai Darussalam Surya 12 Internasional : dipasarkan di daerah Jakarta, dan global internasional
Surya 16 : dipasarkan secara meluas di jawa dan luar jawa. Sedangkan rokok-rokok lainnya yang memiliki karakteristik mild dipasarkan baik nasional maupun internasional.
Tenaga Kerja
Dari sektor tenaga kerja, sebanyak kepada 43 ribu karyawan perseroan dan masyarakat sekitar, dengan system harian 20 yaitu didasarkan pada system gaji harian, atau system borong atau didasarkan pada jumlah rokok yang dihasilkan. Biasanya untuk system harian hanya digunakan untuk rokok-rokok SKM, sedangkan untuk system harian biasanya untuk SKT. Namun untuk mengatisipasi adanya ketidakloyalan dari pekerja, maka pabrik tetap mengakumulasi system tenaga kerja outsorcing yang mana hanya diperuntukkan untuk pekerja dilaur proses seperti security, lalu lintas, dan transportasi. Sedangkan selebihnya menganut dua system global tersebut
Aglomerasi
PT. Gudang Garam Tbk. terdiri dari 13 unit dan tiga divisi utama. Divisi tersebut antara lain Divisi Sigaret Kretek Tangan (SKT), Divisi Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan Divisi Pengolahan. Sedangkan untuk 13 unit yang ada dalam pabrik telah terbagi menjadi beberapa komplek yang sudah
teraglomerasi. Unit 1, 2, 3 teraglomerasi dalam satu unit pabrik yang merupakan unit
pengolahan sigaret kretek tangan. Unit 5 dan 6 teraglomerasi dalam satu unit pengolahan yaitu pengolahan untuk sigaret kretek mesin.. Selanjutnya untuk unit 9 merupakan unit pengolahan tembakau khususnya perajangan. Unit 10 dan 11 merupakan unit pencukaan tembakau. Unit 12 dan 13 merupakan unit produksi kertas pembungkus rokok. Unit 4 dan 7 merupakan gudang.
Aglomerasi dalam suatu industri memang sangat diperlukan. Adanya aglomerasi dalam suatu industri akan berakibat pada efisiensi transportasi dan biaya angkut.
Sumber Energi
Bahan bakar pada produksi rokok di PT Gudang garam hanya menggunakan listrik. Pada proses produksi rokok ini menggunakan tiga alat yaitu GD Bologna, Focke dan Hawni. Alat GD Bologna dan Focke diimpor dari Italia sedangkan Hawni ini di impor dari Jerman. Alat ini digunakan sebagai alat penggulung rokok dengan kecepatan 5500 – 7500 batang/ menit. Alat ini
menggunakan bahan bakar listrik sehingga keperluan listrik pada industri rokok di PT Gudang Garam tbk Kediri ini cukup banyak. Listrik ini berasal dari PLTA di Kediri dan apabila listrik padam maka menggunakan generator.
Topografi
PT. Gudang Garam, Tbk yang berada di Kediri ini memiliki kondisi topografi yang cenderung datar yaitu sekitar 0-2%..
Kesimpulan
Faktor yang dapat memengaruhi penentuan lokasi industri pabrik dari PT Gudang Garam, Tbk adalah faktor tenaga kerja, bahan baku, pasar, aglomerasi, sumber energi, produktivitas tenaga kerja, dan aksesbilitas.
Untuk kebutuhan sarana, prasarana, dan utilitas, PT Gudang Garam telah memenuhi kebutuhan tersebut secara lengkap, namun lokasi PT Gudang Garam yang berada terlalu dekat dengan lokasi permukiman dan pusat kegiatan kota. Sehingga secara pemilihan lokasi, PT Gudang Garam belum memenuhi kriteria penentu lokasi industri.