• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemilihan Lokasi Industri

N/A
N/A
skuiyla gamers

Academic year: 2023

Membagikan "Pemilihan Lokasi Industri"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

Pemilihan Lokasi Industri

Kelompok 5

(2)

Nama Kelompok

Yuma Iftita Ivanda

5015201080

Shequilla Firdausa Baqarizky

5015201113

Nada Shofura Arifin

5015201112

Yasmin Nabila

5015201131

01

03

02

04

(3)

LATAR BELAKANG

01

(4)

Kawasan Industri

Kawasan Industri memegang peranan yang sangat

strategis sebagai infrastruktur industri dalam perwujudan

kesesuaian tata ruang, penyebaran industri, dan

kelangsungan lingkungan hidup. Hal ini sebagai

perwujudan amanat Pasal 106 Undang-Undang Nomor 3

Tahun 2014 tentang Perindustrian yang mewajibkan

industri baru berlokasi di dalam Kawasan Industri.

(5)

Pengertian

Kawasan industri semakin berkembang sesuai dengan karakteristiknya masing-masing.

Berikut beberapa pengertian menurut

Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2016

yang berkaitan dengan Kawasan Industri.

Kawasan Industri adalah kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikem bangkan dan dikelola oleh perusahaan Kawasan Industri.

Kawasan peruntukan Industri adalah bentangan Iahan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri berdasarkan rencana tata ruang wilayah yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Perusahaan Industri adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang usaha industri di wilayah Indonesia;

Perusahaan Kawasan Industri adalah perusahaan yang mengusahakan

pengembangan dan pengelolaan Kawasan Industri.

(6)

Tujuan Penyelenggaraan Perindustrian

Mewujudkan industri nasional sebagai pilar

dan penggerak perekonomian nasional

Mewujudkan kedalaman dan kekuatan struktur

industri

Mewujudkan industri yang mandiri, berdaya

saing, dan maju, serta industri hijau

Pasal 3 UU No.3 Tahun 2014 tentang

Perindustrian

(7)

Tujuan Penyelenggaraan Perindustrian

Mewujudkan kepastian berusaha, persaingan yang sehat, serta mencegah pemusatan atau penguasaan industri oleh satu kelompok perseorangan yang merugikan masyarakat

Membuka kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja

Mewujudkan pemerataan pembangunan industri ke seluruh wilayah Indonesia guna memperkuat dan memperkukuh ketahanan nasional

Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat

Pasal 3 UU No.3 Tahun 2014 tentang

Perindustrian

(8)

Ruang Lingkup

Tahap Persiapan

Kelayakan lokasi, penyusunan dokumen, dan

pengurusan perizinan

Tahap Pembangunan

Pembebasan lahan dan penyusunan Detail Engineering Design (DED)

Tahap Pengelolaan

Kelembagaan, sistem manajemen, pelaksanaan tata tertib, pelayanan kepada tenan, pemasaran, pengembangan usaha, pengelolaan lingkungan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat

serta penyusunan data kawasan industri

(9)

Prinsip dan Klasifikasi

02

(10)

Prinsip Pembangunan Kawasan Industri

Kesesuaian Tata Ruang Ketersediaan Infrastruktur

Efisiensi Keamanan dan

Kenyamanan Berusaha

Ramah Lingkungan

Percepatan Penyebaran dan Pemerataan Pembangunan Industri

(11)

Klasifikasi Industri

Muhammad Faqih Mukhlisin

(12)

Klasifikasi Industri Berdasarkan Bahan Baku

Industri Ekstraktif

Industri yang bahan bakunya berasal dari alam.

Misalnya, Industri hasil pertanian, perikanan, dan kehutanan

Industri nonekstraktif

Industri yang mengolah lebih lanjut hasil industri lain.

Misalnya, industri kayu lapis, industri pemintalan, dan industri kain

Industri Fasilitatif

Kegiatan industri dengan menjual jasa dan layanan untuk keperluan orang lain.

Misalnya, perbankan, perdagangan, angkutan, dan pariwisata

(13)

Klasifikasi Industri Berdasarkan Tenaga Kerja

Industri Rumah Tangga

Industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang

Industri Kecil

Industri yang memiliki tenaga kerja berjumlah sekitar 5-19 orang

Industri Sedang

Industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20-99 orang

Industri Besar

Industri yang memiliki jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang

(14)

Klasifikasi Industri Berdasarkan Produk yang Dihasilkan

Industri Primer

Industri yang menghasilkan barang atau jasa tanpa perlu pengolahan lebih lanjut. Contohnya industri anyaman, konveksi, makanan dan minuman

Industri Sekunder

Industri yang menghasilkan barang yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum digunakan.

Contohnya industri pemintalan benang, industri ban, industri baja, dan industri tekstil

Industri Tertier

Kegiatan industri dengan menjual jasa dan layanan untuk keperluan orang lain.

Misalnya, perbankan, perdagangan, angkutan, dan pariwisata

(15)

Klasifikasi Industri Berdasarkan Lokasi Unit Usaha

Industri berorientasi pada pasar

Industri yang didirikan mendekati daerah persebaran konsumen

Industri berorientasi pada tenaga kerja Industri yang didirikan mendekati daerah pemusatan penduduk.

Industri berorientasi pada bahan baku Industri yang didirikan di tempat tersedianya bahan baku

Industri yang tidak terikat oleh persyaratan lain Industri yang didirikan tidak terikat oleh syarat-syarat di atas

Industri berorientasi pada pengolahan

Industri yang didirikan dekat atau ditempat pengolahan

(16)

Klasifikasi Industri Berdasarkan Barang yang Dihasilkan

Industri yang menghasilkan mesin-mesin atau alat produksi lainnya. Contohnya, Industri alat-alat berat, industri mesin, dan industri percetakan

Industri yang menghasilkan barang siap pakai untuk dikonsumsi. Contohnya, industri obat-obatan, industri makanan, dan industri minuman

Industri Berat Industri Ringan

(17)

Klasifikasi Industri Berdasarkan Subjek Pengelola

Industri yang dikelola dan merupakan milik rakyat.

contohnya, industri makanan ringan dan industri kerajinan

Industri yang dikelola dan merupakan milik Negara atau yang dikenal dengan BUMN. Contohnya, industri kertas, industri pupuk, industri baja, industri pertambangan, industri perminyakan dan industri transportasi

Industri Rakyat Industri negara

(18)

Klasifikasi Industri Berdasarkan Cara Pengorganisasian

Industri Kecil

Industri dengan ciri modal relatif kecil, teknologi sederhana, pekerja kurang dari 10 orang, produknya

sederhana, dan

pemasarannya hanya berskala lokal

Industri Menengah

Industri dengan ciri modal relatif besar, teknologi cukup maju, tapi terbatas, pekerja 100-200 orang, tenaga kerja tidak tetap dan lokasi pemasaran berskala regional

Industri Besar

Industri dengan ciri modal sangat besar, berteknologi canggih dan modern, organisasi teratur, tenaga kerja dalam jumlah banyak dan terampil, pemasaran berskala nasional dan internasionall

(19)

1. Aneka Industri, industri yang bertujuan untuk menghasilkan bermacam-macam kebutuhan sehari-hari, yaitu:

- Industri Tekstil, seperti benang, kain, dan pakaian jadi

- Industri alat listrik dan logam, seperti kipas angin, lemari es, mesin jahit, televisi, dan radio - Industri kimia, seperti sabun, pasta gigi, shampo, tinta, plastik, obat-obatan, dan pipa

- Industri pangan, seperti minyak goreng, terigu, gula, teh, kopi, garam, dan makanan kemasan - Industri bahan bangunan dan umum, kayu gergajian, kayu lapis, dan marmer

2. Industri Kecil

Industri yang bergerak dengan jumlah tenaga kerja yang sedikit dan berteknologi yang sederhana.

Contohnya yaitu, industri kerajinan, industri alat-alat rumah tangga, dan perabotan dari tanah

Klasifikasi Industri

Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 19/M/I/1986

(20)

Pemilihan Lokasi

Industri

03

(21)

Pendekatan Pemilihan Lokasi

Land Demand atau pendekatan permintaan lahan digunakan untuk daerah yang sudah memiliki pertumbuhan industri berdasarkan orientasi pasar (market oriented).

Bagi daerah yang memiliki potensi sumberdaya alam sebagai bahan baku industri dalam rangka meningkatkan nilai tambah perlu menciptakan kutub pertumbuhan baru.

Land Demand Growth Pole

(22)

1. Bahan Baku

Bahan baku menjadi penentu penting lokasi industri karena bahan baku merupakan bahan dasar dalam memproduksi suatu barang atau produk.

2. Pasar

Jika konsumen yang membutuhkan banyak, berarti industri tersebut mempunyai pasar yang cukup luas. Selain itu, keadaan ekonomi atau taraf hidup masyarakat juga mempengaruhi luasnya daerah pemasaran.

3. Biaya Angkut

Jika suatu daerah memiliki fasilitas transportasi yang memadai, maka pengiriman bahan mentah atau hasil industry juga lancar, sehingga biaya angkutan murah

Faktor Lokasi Industri

Menurut Robinson pada tahun 1976

(23)

4. Tenaga Kerja

Lokasi industri harus memperhatikan bagaimana penawaran tenaga kerja berkaitan dengan kualitas dan kuantitas tenaga kerja.

5. Modal

Modal adalah barang atau hasil produksi yang dapat digunakan untuk proses produksi selanjutnya. Berarti modal tidak harus berupa uang, tetapi dapat juga berbentuk barang.

6. Teknologi

Penggunaan teknologi di berbagai bidang industri akan menaikkan produktivitas.

Faktor Lokasi Industri

Menurut Robinson pada tahun 1976

(24)

1. Sumber Energi

Sumber daya atau sumber energi yang dimaksud di sini adalah yang berkaitan dengan energi yang dibutuhkan untuk proses produksi. Misalnya seperti PLTA atau listrik yang fungsinya untuk menggerakkan mesin-mesin industri.

2. Harga Tanah

Harga tanah yang tinggi tentunya akan membuat anggaran produksi menjadi lebih tinggi.

3. Topografi

Sebuah industri yang didirikan di atas tempat dengan topografi datar akan lebih menguntungkan.

Faktor Lokasi Industri

(25)

Persoalan Dasar Lokasi Industri

Perbedaan Skala Produksi

Perbedaan Tipe Industri

Perbedaan kebutuhan khusus

(26)

Kriteria Pemilihan Lokasi

No Kriteria Keterangan

1 Jarak ke pusat kota Minimal 10 km

2 Jarak terhadap permukiman Minimal 2 km

3 Jaringan transportasi darat Tersedia jalan arteri primer atau jaringan kereta api

4 Jaringan energi dan kelistrikan Tersedia

5 Jaringan telekomunikasi Tersedia

Sumber : Permenperin RI No 40 Tahun 2016

(27)

Kriteria Pemilihan Lokasi

No Kriteria Keterangan

6 Prasarana Angkutan Tersedia pelabuhan laut untuk kelancaran transportasi logistik barang maupun outlet ekspor/impor

7 Sumber air baku Tersedia sumber air permukaan

(sungai, danau, waduk/embung, atau laut) dengan debit yang mencukupi

8 Kondisi lahan - Topografi maksimal 15%

- Daya dukung lahan sigma tanah : 0,7-1,0kg/cm²

Sumber : Permenperin RI No 40 Tahun 2016

(28)

Kriteria Pemilihan Lokasi

No Kriteria Keterangan

9 Kondisi Lahan - Kesuburan tanah relatif tidak

subur (non-irigasi teknis) - Pola tata guna lahan:

non-pertanian, non-permukiman, dan non-konservasi

- Ketersediaan lahan minimal 50 ha

- Harga lahan relatif (bukan

merupakan lahan dengan harga yang tinggi di daerah tersebut)

Sumber : Permenperin RI No 40 Tahun 2016

(29)

Kelembagaan Kawasan Industri

Pengelolaan Kawasan Industri

Pengembang Sebagai Pengelola Pengalihan Pengelolaan Kawasan

Industri

(30)

Sistem Manajemen

Pengelolaan Kawasan Industri

Sistem manajemen mutu sesuai dengan standar

internasional (ISO 9001-2008)

Sistem keselamatan dan keselamatan kerja yang

memenuhi standar internasional (OHAS

18001)

Sistem manajemen energi yang memenuhi standar sistem maanjemen energi

secara internasional (ISO

50001)

(31)

Pelaksanaan Tata Tertib Kawasan Industri

Pengelolaan Kawasan Industri

Hak dan kewajiban masing-masing pihak

Ketentuan yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidusp sesuai dengan Amdal, Rencana Pengelolaan Lingkungan, dan Rencanaan Pemantauan Lingkungan

Ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait

Ketentuan lauan yang ditetapkan oleh pengelola Kawasan Industri

(32)

Pelayanan Kepada Tenan

Pengelolaan Kawasan Industri

Penanganan Kebakaran

Penanganan Lingkungan

Kebersihan

Pemeliharaan dan pengelolaan infrastruktur

(33)

Pemasaran dilakukan sebelum kawasan industri siap dioperasikan. Pemasaran yang dilakukan, yaitu berupa promosi melalui kegiatan pemasangan iklan, reklame,

brosur, pameran, media elektronik, dan lain lain.

Pengelolaan Kawasan Industri

Pemasaran

(34)

Perusahaan Kawasan Industri memiliki rencana pengembangan usaha yang disahkan oleh pimpinan perusahaan serta diperbarui sekurang-kurangnya 5 tahun

sekali

Pengelolaan Kawasan Industri

Pengembangan Usaha

(35)

Pengelolaan lingkungan dilakukan melalui berbagai upaya, yaitu:

❏ Memiliki kebijakan untuk mempromosikan dan mendorong praktik-praktik yang sejalan dengan industri hijau kepada para tenan

❏ Ketaatan dalam pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan melaporkan secara periodik dokumen RKL/RPL

❏ Melakukan upaya efisiensi dan penggunaan energi terbarukan

❏ Kegiatan yang dilakukan oleh pengelola Kawasan Industri dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air atau menurunkan jumlah penggunaan air

❏ Melakukan pengendalian air buangan

❏ Melakukan pemantauan dan penilaian kinerja kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L)

❏ Melaksanakan baku mutu limbah cair dan baku mutu limbah gas dan debu

❏ Memantau secara visual berbagai pitensi limbah/emisi dan B3

Pengelolaan Kawasan Industri

Pengelolaan Lingkungan

(36)

Adanya kawasan industri harus dapat memberikan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap masyarakat di sekitar Kawasan Industri. Untuk itu kegiatan yang dapat meningkatkan hubungan yang harmonis anatar Kawasan Industri

dengan masyarakat sekitar dilakukan kegiatan kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat sekitar Kawasan Industri dalam suatu kegiatan Corporate Social

Resposibility (CSR)

Pengelolaan Kawasan Industri

Kepedulian Sosial dan Pemeberdayaan Masyarakat

(37)

Kawasan industri menyusun:

❏ Data yang terkait dengan Kawasan Industri meliputi Kawasan Industri, luasan yang terjual, luasan yang terjual tetapi belum dibangun, luasan yang masih kosong, rencana pengembangan

❏ Data yang terkait dengan tenan (Jumlah dan daftar nama tenan beserta bidang usaha, alamat di dalam Kawasan Industri, orientasi pasar (domestik/ekspor) dan jumlah tenaga kerja

Pengelolaan Kawasan Industri

Penysunan dan Pelaporan Data Kawasan Industri

(38)

Studi Kasus

04

(39)

FAKTOR-FAKTOR PENENTU LOKASI INDUSTRI PT. GUDANG

GARAM, TBK,

KEDIRI JAWA TIMUR INDONESIA

(40)

Peta Lokasi PT Gudang Garam, Tbk.

(41)

Faktor Penentu Lokasi Industri

No Kriteria Keterangan Kondisi Eksisting

1 Jarak ke pusat kota Minimal 10 km 4,6 km

2 Jarak terhadap permukiman Minimal 2 km 50 m

3 Jaringan transportasi darat Tersedia jalan arteri primer atau jaringan kereta api

Berada sekitar 3 km dari jalan arteri

4 Jaringan energi dan kelistrikan

Tersedia tersedia

5 Jaringan telekomunikasi Tersedia tersedia

(42)

No Kriteria Keterangan Kondisi Eksisting 6 Prasarana Angkutan Tersedia pelabuhan laut untuk

kelancaran transportasi logistik barang maupun outlet

ekspor/impor

Belum terjangkaunya akses untuk menunjang transportasi logistik melalui jalur laut

7 Sumber air baku Tersedia sumber air permukaan (sungai, danau, waduk/embung, atau laut) dengan debit yang mencukupi

Tersedia sumber air sungai dengan debit besar yang berasal dari Sungai Brantas yang

berjarak 450 m dari lokasi

8 Kondisi lahan - Topografi maksimal 15%

- Daya dukung lahan sigma tanah : 0,7-1,0kg/cm²

Topografi 0-2%

Faktor Penentu Lokasi Industri

(43)

Faktor Penentu Lokasi Industri

No Kriteria Keterangan Kondisi Eksisting

8 Kondisi Lahan - Kesuburan tanah relatif tidak subur (non-irigasi teknis)

- Pola tata guna lahan:

non-pertanian,

non-permukiman, dan non-konservasi

- Ketersediaan lahan minimal 50 ha - Harga lahan relatif

(bukan merupakan lahan dengan harga yang tinggi di daerah tersebut

- Pola tata guna lahan non-pertanian,

non-konservasi, namun letaknya berdekatan dengan permukiman

(44)

Bahan Baku

Bahan baku utama berupa tembakau, cengkeh, saus, dan cuka diperloleh secara terpisah. Untuk bahan baku tembakau dan cengkeh diperoleh dari cabang pabrik Gudang Garam yang ada di Madura dan Pekalongan. Secara kolektif petani tembakau dan cengkeh mengumpulkan

tembakau berkualitas dari lahan PT.Gudang Garam, lalu dilakukan pengolahan berupa

pencacahan dan penjemuran hingga bahan baku setengah jadi. Setelah bahan baku setengah jadi atau setangah matang didapatkan, maka bahan baku dipasok ke pabrik utama PT.Gudang Garam yang ada di Kediri dan gempol untuk dilakukan pemprosesan akhir.

(45)

Pasar

PT. Gudang Garam, Tbk merupakan perusahaan yang memiliki cakupan baik nasional maupun internasional. Hal ini dicermikan pada produk-produknya beberapa berjudul internasional, seperti Surya 12 Internasional, Surya PRO Mild, dan GG SHIVER, yang mana dipasarkan ke luar negeri dan dalam negeri. Sehingga pangsa pasar PT. Gudang Garam Tbk tidak hanya sebatas konsumsi nasional saja, namun juga diekspor ke negara lainnya.

Berikut ini jabaran mengenai tendensi produk dan tujuan pemasaran dari PT. Gudang Garam Tbk baik secara nasional dan Internasional, yaitu mengakumulasi perbadingan daya beli dengan produk.

Surya 12 : dipasarkan ke seluruh jawa timur, Malaysia, Brunai Darussalam Surya 12 Internasional : dipasarkan di daerah Jakarta, dan global internasional

Surya 16 : dipasarkan secara meluas di jawa dan luar jawa. Sedangkan rokok-rokok lainnya yang memiliki karakteristik mild dipasarkan baik nasional maupun internasional.

(46)

Tenaga Kerja

Dari sektor tenaga kerja, sebanyak kepada 43 ribu karyawan perseroan dan masyarakat sekitar, dengan system harian 20 yaitu didasarkan pada system gaji harian, atau system borong atau didasarkan pada jumlah rokok yang dihasilkan. Biasanya untuk system harian hanya digunakan untuk rokok-rokok SKM, sedangkan untuk system harian biasanya untuk SKT. Namun untuk mengatisipasi adanya ketidakloyalan dari pekerja, maka pabrik tetap mengakumulasi system tenaga kerja outsorcing yang mana hanya diperuntukkan untuk pekerja dilaur proses seperti security, lalu lintas, dan transportasi. Sedangkan selebihnya menganut dua system global tersebut

(47)

Aglomerasi

PT. Gudang Garam Tbk. terdiri dari 13 unit dan tiga divisi utama. Divisi tersebut antara lain Divisi Sigaret Kretek Tangan (SKT), Divisi Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan Divisi Pengolahan. Sedangkan untuk 13 unit yang ada dalam pabrik telah terbagi menjadi beberapa komplek yang sudah

teraglomerasi. Unit 1, 2, 3 teraglomerasi dalam satu unit pabrik yang merupakan unit

pengolahan sigaret kretek tangan. Unit 5 dan 6 teraglomerasi dalam satu unit pengolahan yaitu pengolahan untuk sigaret kretek mesin.. Selanjutnya untuk unit 9 merupakan unit pengolahan tembakau khususnya perajangan. Unit 10 dan 11 merupakan unit pencukaan tembakau. Unit 12 dan 13 merupakan unit produksi kertas pembungkus rokok. Unit 4 dan 7 merupakan gudang.

Aglomerasi dalam suatu industri memang sangat diperlukan. Adanya aglomerasi dalam suatu industri akan berakibat pada efisiensi transportasi dan biaya angkut.

(48)

Sumber Energi

Bahan bakar pada produksi rokok di PT Gudang garam hanya menggunakan listrik. Pada proses produksi rokok ini menggunakan tiga alat yaitu GD Bologna, Focke dan Hawni. Alat GD Bologna dan Focke diimpor dari Italia sedangkan Hawni ini di impor dari Jerman. Alat ini digunakan sebagai alat penggulung rokok dengan kecepatan 5500 – 7500 batang/ menit. Alat ini

menggunakan bahan bakar listrik sehingga keperluan listrik pada industri rokok di PT Gudang Garam tbk Kediri ini cukup banyak. Listrik ini berasal dari PLTA di Kediri dan apabila listrik padam maka menggunakan generator.

(49)

Topografi

PT. Gudang Garam, Tbk yang berada di Kediri ini memiliki kondisi topografi yang cenderung datar yaitu sekitar 0-2%..

(50)

Kesimpulan

Faktor yang dapat memengaruhi penentuan lokasi industri pabrik dari PT Gudang Garam, Tbk adalah faktor tenaga kerja, bahan baku, pasar, aglomerasi, sumber energi, produktivitas tenaga kerja, dan aksesbilitas.

Untuk kebutuhan sarana, prasarana, dan utilitas, PT Gudang Garam telah memenuhi kebutuhan tersebut secara lengkap, namun lokasi PT Gudang Garam yang berada terlalu dekat dengan lokasi permukiman dan pusat kegiatan kota. Sehingga secara pemilihan lokasi, PT Gudang Garam belum memenuhi kriteria penentu lokasi industri.

(51)

Kesimpulan Materi

Dalam mendukung keberhasilan pembangunan kawasan industri tentu saja

memerlukan peran dukungan dan komitmen dari semua pihak, baik pemerintah,

pemerintah daerah, dunia usaha, dan Perguruan Tinggi. Pada teknis pemilihan

lokasi industri terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan diharapkan

bermanfaat sebagai acuan operasional bagi pemerintah, pemerintah daerah baik

provinsi, kabupaten, atau kota, dan dunia usaha dalam mewujudkan

pembangunan kawasan industri yang sesuai dengan tata ruang peruntukannya,

efisien, berwawasan lingkungan, mendorong pengembangan wilayah, dan

meningkatkan daya saing industri nasional serta mempercepat penyebaran dan

pemerataan pembangunan industri ke seluruh wilayah Indonesia.

(52)

Terima Kasih!

Apakah ada pertanyaan???

Referensi

Dokumen terkait

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah Kota Tegal untuk mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan sebagai akibat adanya kegiatan industri, antara lain dengan

UU No 3 tahun 2014 tentang perindustrian memberikan pengertian industri hijau sebagai “industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan

Dalam upaya mendorong dan menstimulasi tenaga kependidikan perguruan Tinggi Swasta (PTs) di Jawa Timur, Kopertis .wilayah vll akan kembali menyelenggarakan kegiatan

Salah satu upaya untuk mendorong pencapaian target kebijakan, maka perlu rencana pengadaan tanah bagi Ruang Terbuka Hijau untuk mendukung terwujudnya kota hijau ramah

Berdasarkan bahasan Permasalahan pada Kebijakan Industri Nasional (KIN) 2020–2024, ada beberapa kendala yang bisa dikaitkan dengan peran berbagai UPT di lingkungan

Perangkat kebijakan yang dapat mendorong pengembangan Industri antara lain adalah yang terkait dengan penyediaan Tenaga Kerja Industri yang kompeten, penggunaan konsultan Industri

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah Kota Tegal untuk mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan sebagai akibat adanya kegiatan industri, antara lain

UU No 3 tahun 2014 tentang perindustrian memberikan pengertian industri hijau sebagai “industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan