• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA ACUAN KERJA ( K A K )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KERANGKA ACUAN KERJA ( K A K )"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

KERANGKA ACUAN KERJA ( K A K )

KEGIATAN PENYUSUNAN DOKUMEN KAJIAN PERTANAHAN RENCANA PENGADAAN LAHAN UNTUK PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU

TAHUN ANGGARAN 2022 (JAKARTA TIMUR DAN UTARA)

DINAS CIPTA KARYA TATA RUANG DAN PERTANAHAN PROVINSI DKI JAKARTA

2022

(2)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PENYUSUNAN DOKUMEN KAJIAN PERTANAHAN RENCANA PENGADAAN LAHAN UNTUK PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU

1. Latar Belakang Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2007 Paragraf 5 tentang Perencanaan Tata Ruang Wilayah Kota dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pedoman dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan mengamanahkan proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik dan privat pada wilayah kota paling sedikit 30% (tigapuluh persen) dari luas wilayah kota, dimana RTH publik sebesar 20% (dua puluh persen dan RTH privat sebesar 10% (sepuluh persen). Target proporsi tersebut masih jauh dari data kondisi eksisting RTH di Provinsi DKI Jakarta berdasarkan data Dinas Kehutanan yang saat ini baru sekitar 9,4 % (sembilan koma empat persen).

Ruang Terbuka Hijau menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta karena disadari RTH memiliki banyak fungsi dan manfaat. Selain untuk estetika, RTH juga berfungsi sebagai ruang berinteraksi sebagai fungsi sosial, meningkatkan resapan dan tangkapan air atau penyerapan CO2 sebagai fungsi ekologis, hingga fungsi ekonomi misalnya berkaitan dengan pengembangan pertanian perkotaan (urban farming) serta mengatasi krisis lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam berlebihan serta total jumlah ketersediaan air di daratan yang relatif tetap seperti bencana banjir dan kekeringan yang silih berganti.

Penyediaan RTH, yang terintegrasi dengan pengelolaan air ramah lingkungan (green water) yang berkelanjutan, merupakan bagian dari konsep pendekatan infrastruktur hijau untuk mewujudkan Water Sensitive Urban Design (WSUD), serta menjadi salah satu dari delapan indikator kota hijau dunia, yaitu dengan menyediakan ruang terbuka hijau minimal 30 persen dari total luas kota sebagai paru-paru kota dan daerah resapan air (green open space), sebagaimana tengah diusahakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk antisipasi, beradaptasi, dan memitigasi kota terhadap tantangan perubahan iklim dan masalah lingkungan.

Dilatarbelakangi oleh peranan air dalam kehidupan kota, yang memerlukan pengaturan yang selaras antara pembangunan kota dan kebutuhan akan air, maka pendekatan perencanaan dan kebijakan pembangunan harus lebih terintegrasi dan berhubungan dengan sumber air, manajemen lingkungan serta meminimalisasi dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan air di permukaan perkotaan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan performa dan perilaku lingkungan kota yang ramah terhadap air melalui peningkatan fungsi RTH sebagai resapan dan tangkapan air.

Salah satu upaya untuk mendorong pencapaian target kebijakan, maka perlu rencana pengadaan tanah bagi Ruang Terbuka Hijau untuk mendukung terwujudnya kota hijau ramah air adalah dengan menyusun rencana umum pengadaan tanah berupa kajian yang menelaah prioritas lahan untuk pengadaan tanah bagi Ruang Terbuka Hijau di Provinsi DKI Jakarta. Outcome yang diharapkan dari kegiatan ini adalah dapat meningkatkan transparansi proses persiapan

(3)

pengadaan tanah dan membantu mempermudah pemilihan lokasi yang akan dipersiapkan untuk pengadaan tanah dalam menerapkan teknologi hijau serta program riset dan pengembangan sektor air untuk mewujudkan kota hijau dan ramah air.

Kegiatan Penyusunan Dokumen Kajian Rencana Pengadaan Lahan Pertanahan untuk Penyediaan Ruang Terbuka Hijau meliputi serangkaian proses pengolahan data pendukung dan data utama hasil dari survei lapangan. Data-data tersebut akan diolah menggunakan bantuan perangkat lunak pemetaan dan dilengkapi dengan kajian akademis yang oleh tim ahli yang memiliki latar belakang ketataruangan, pertanahan, dan pemetaan. Keluaran (output) dari kegiatan ini diharapkan akan menjadi salah satu rujukan pengadaan tanah bagi SKPD yang mengadakan pengadaan tanah Ruang Terbuka Hijau yang sejalan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air untuk mewujudkan kota ramah terhadap air.

2. Maksud dan Tujuan Maksud dari kegiatan ini adalah menyusun dokumen kajian pertanahan rencana pengadaan tanah untuk penyediaan ruang terbuka hijau yang terintegrasi dengan kebijakan pengembangan sektor air dan desain kota yang sensitif terhadap air.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperoleh kajian prioritas pengadaan tanah bagi Ruang Terbuka Hijau di wilayah Kota Administrasi Provinsi DKI Jakarta.

3. Sasaran Sasaran kegiatan ini adalah tersedianya kajian prioritas pengadaan tanah bagi ruang terbuka hijau di Provinsi DKI Jakarta

4. Lokasi Kegiatan Lokasi pekerjaan ini adalah wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur dan Kota Administrasi Jakarta Utara

5. Sumber Dana Sumber pendanaan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2022

6. Nama Organisasi

PPK a. PPK

b. SKPD :

Heri Purwanto (Kepala Bidang Pemetaan dan Pertanahan) Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Prov. DKI Jakarta

7. Data Dasar a. Peta rencana ruang terbuka hijau (RDTR) b. Peta Hijau Eksisting (Aset/Non Aset) c. Peta Banjir

d. Peta Bangunan (data kepadatan) e. Peta Daya Dukung Lahan

f. Data Suhu/Kelambaban g. Data kualitas udara h. Peta Struktur (Jalan)

i. Peta Sungai/Waduk/Reservoir j. Data Kepadatan Penduduk k. Peta Citra

l. Peta Batas Administrasi (Peta Batas RW)

m. Data-data SIPPT (Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah) (apabila ada SIPPT),

n. Peta Kepemilikan lahan BPN

(4)

o. Data peta tanah bersengketa p. Peta lahan kosong

q. Peta kontur

8. Standar Teknis Penguasaan perangkat lunak pemetaan seperti GIS 9. Studi-studi

Terdahulu -

10. Referensi Hukum a. Undang – Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria

b. Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang c. Undang – Undang No. 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia

d. Undang – Undang No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum

e. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelengaraan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum

f. Permen PU Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pedoman dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan

g. Perda 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi

h. Masterplan Ruang Terbuka Hijau DKI Jakarta 2018-2038

11. Lingkup Kegiatan a. Ruang lingkup wilayah : Kota Administrasi Provinsi DKI Jakarta yaitu kota administrasi Jakarta Timur dan Utara

b. Ruang lingkup rencana RTH meliputi sub zona hutan kota, sub zona taman kota/lingkungan, sub zona pemakaman, sub zona jalur hijau, sub zona tegangan tinggi, sub zona pengaman jalur kereta api, dan sub zona rekreasi

12. Keluaran Produk yang dihasilkan dari pekerjaan ini adalah kajian prioritas pengadaan tanah bagi ruang terbuka hijau di Kota Administrasi Jakarta Timur dan Utara

13. Peralatan dan

Fasilitas dari PPK a. Fasilitas penunjang/data-data yang disediakan PPK :

Tempat/ruangan dan/atau layanan aplikasi daring untuk kegiatan rapat pembahasan

b. Peralatan keja yang disediakan PPK printer dan plotter untuk pencetakan peta kerja (jika dibutuhkan)

14. Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa

a. Tenaga A hli, Senior Assistant Professional Staff

Memiliki komputer/laptop yang sudah terinstal ArcGIS b. Surveyor :

Diprioritaskan memiliki SIM C dan motor 15. Jangka Waktu

Penyelesaian Kegiatan untuk ini dilaksanakan selama 4 (empat) bulan sejak penandatanganan kontrak.

(5)

16. Personil

NO POSISI Kualifikasi Jumlah

Orang/Bulan 1. Tenaga Ahli Muda

Ketataruangan dan Pemetaan

(Team leader) S1/5 th 2 org / 4 bln

2 Senior Assistant Professional Staff (Assistant Ahli/Sub

Professional Staff) S1/3 th 4 org / 4 bln

3. Surveyor S1/ 0-1 th 30 org / 1 bln

1. Tenaga Ahli (Team Leader 4 bulan) :

 Pendidikan minimal S1 PWK/Geodesi/Geografi

 Pengalaman minimal 5 tahun untuk bidang pekerjaan yang sejenis

 memiliki SKA

 Waktu tugas selama 4 bulan, Tugasnya :

o Mengoordinasikan pengumpulan data-data yang diperlukan untuk kajian

o Membuat kajian dan analisa rencana umum ketersediaan lahan dan prioritas pembebasan tanah

o Mengawasi dan memeriksa hasil pekerjaan operator Senior Assistant Professional Staff dan Surveyor

o Memonitoring progress pekerjaan Senior Assistant Professional Staff dan Surveyor

o Berkoordinasi dengan tim penyelenggara swakelola

o Mereview hasil laporan bulan dari Senior Assistant Professional Staff dan Surveyor

o Mengkoordinasikan kendala penyelesaian pekerjaan

o Melaporkan progres pekerjaan kepada tim penyelenggara swakelola

o Menyusun laporan awal, laporan pertengahan, laporan akhir dan laporan bulan

2. Senior Assistant Professional Staff (4 bulan) :

 Pendidikan minimal S1 PWK/Geodesi/Geografi

 Pengalaman minimal 3 tahun untuk bidang pekerjaan yang sejenis

 Menguasai ArcGIS (RAM komputer/laptop minimal 8GB)

 Waktu tugas selama 4 bulan Tugasnya :

o Membantu tenaga ahli mengumpulkan data-data yang dibutuhkan untuk kajian

o Membantu tenaga ahli merumuskan kajian

o Mengolah (kompilasi dan overlay) data-data primer dan sekunder dengan GIS

o Membantu tenaga ahli melakukan review hasil pekerjaan o Menyusun laporan awal, laporan pertengahan, laporan

akhir dan laporan bulan

o Membuat peta kerja untuk surveyor ke lapangan o Memeriksa hasil pekerjaan surveyor

o Mengoordinasikan pembuatan website GIS dengan Pusdatin DCKTRP

(6)

5. Surveyor (1 bulan) :

 Pendidikan minimal S1 dengan pengalaman minimal 0-3 tahun

 Diutamakan jurusan Geodesi/Geografi/Perencanaan Wilayah dan Kota atau jurusan lainnya yang menguasai pemetaan dan survey lapangan

 Waktu tugas selama 1 bulan

 Tugasnya melakukan survey bidang tanah dengan menggunakan peta kerja (peta bidang), mendata langsung kelapangan serta melakukan pemotretan tiap bidang tanah yang disurvey.

 Validasi hasil survey lapangan dan menyusun laporan pelaksanan survey

17. Jadwal Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

Jadwal Pelaksanaan Kegiatan No Uraian Kegiatan PIC

BULAN 1

(April) 2

(Mei) 3

(Juni) 4

(Juli)

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Pengumpulan

data SAPS TA, 2 Pengolahan Data SAPS TA, 3 Kajian dan

Analisis SAPS TA,

4 Survey S

5 Pembuatan basis data SAPS 6 Penyusunan

laporan SAPS TA, Keterangan :

Tenaga Ahli (TA), Senior Assistant Professional Staff (SAPS), Surveyor (S)

Jadwal Kegiatan Personil No Uraian Kegiatan Waktu

Satuan

BULAN

1 2 3 4

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1. Tenaga Ahli (TA) 4 bln 2 Senior Aspro

(SAPS) 4 bln

3. Surveyor (S) 1 bln

Pendekatan dan metodologi yang digunakan meliputi : a. Pengumpulan data

Pengumpulan data yang berkaitan dengan penyusunan rencana umum ketersediaan tanah dan prioritas pengadaan tanah bagi ruang terbuka hijau meliputi pengumpulan dokumen peraturan yang terkait, kajian yang pernah dilakukan sebelumnya, meliputi juga data dan peta lain yang tidak dimiliki oleh penanggungjawab anggaran, dan melakukan wawancara jika dibutuhkan.

(7)

b. Pengolahan Data

Pengolahan data meliputi proses overlay peta-peta yang dibutuhkan untuk kajian dan analisa

c. Kajian dan Analisa

Rencana pengadaan lahan RTH ini mempertimbangkan pemanfaatan secara multi fungsi yang terintegrasi antara fungsi zona hijau dan biru dengan menitikberatkan pada manajemen keberlanjutan siklus air di kota untuk mendukung penerapan water sensitive urban design, meliputi analisa hasil overlay peta-peta yang diolah oleh Senior Asistant Profesional Staff dan membuat laporan kepada tim leader.

 Kajian kontur dan rencana hijau

Menganalisa kesesuaian rencana hijau dengan kontur wilayah untuk mengurangi aliran air dengan mengalirkan dan memanfaatkan limpasan air baik air hujan maupun banjir dan mengintegrasikannya ke lansekap lingkungan untuk menciptakan kota ramah air (water sensitive urban design)

 Kajian rencana hijau dan daya dukung lahan

Menganalisa lokasi-lokasi rencana RTH yang membutuhkan ruang terbuka hijau dan keterkaitannya dengan tujuan untuk meningkatkan daya dukung lahan

 Kajian rencana hijau dan kepemilikan tanah

Menganalisa lokasi-lokasi rencana RTH yang memiliki status kepemilikan tanah yang jelas untuk kegiatan pengadaan tanah

 Kajian rencana hijau dan status tanah (kosong, sengketa dll) Menganalisa lokasi-lokasi rencana RTH yang memiliki status tanah bermasalah

 Kajian rencana hijau dan kewajiban SIPPT

Menganalisa lokasi-lokasi rencana RTH yang termasuk ke dalam kewajiban SIPPT

 Kajian rencana hijau dan rencana pemanfaatan

Menganalisa lokasi-lokasi yang membutuhkan ruang terbuka hijau dari segi kepadatan penduduk, kesatuan dengan identitas kawasan, sejarah kawasan, sebagai ruang ketiga dan rencana kota

 Kajian proporsi persebaran Ruang Terbuka Hijau

Menganalisa persebaran ruang terbuka hijau dan target proporsi per wilayah kota administrasi

 Draft rencana umum ketersediaan dan prioritas pembebasan tanah RTH

d. Survey

Melakukan verifikasi ke lapangan prioritas tanah yang akan berpotensi untuk dibebaskan meliputi : pemanfaatan saat ini, kepemilikan tanah, aktivitas disekitar lokasi tanah, nomor NOP, dan perkiraan harga pasar disekitar kawasan.

e. Koordinasi Pembuatan Basis Data

Pembuatan basis data rencana umum ketersediaan tanah dan prioritas pengadaan tanah bagi RTH akan dikoordinasikan dengan Pusdatin

f. Pembuatan laporan

(8)

18. Laporan 1. Laporan Bulanan dibuat oleh tiap-tiap personil tiap bulannya, yang berisikan kegiatan yang dilaksanakan setiap hari. Diserahkan paling lambat 2 hari menjelang akhir bulan sebanyak 1 rangkap cetak disertai file digitalnya.

2. Laporan akhir, diserahkan paling lambat 1 minggu sebelum kontrak berakhir berupa file digitalnya dan cetak.

19

. Pedoman

Pengumpulan data lapangan

Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut:

Dalam pengumpulan data, surveyor menggunakan formulir isian dengan cara mendatangi langsung warga untuk dimintai keterangannya mengenai bidang tanah yang ditempatinya.

20 . Alih Pengetahuan Jika diperlukan, Penyedia Jasa berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen.

Kepala Bidang Pertanahan dan Pemetaan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan

Provinsi DKI Jakarta Selaku

Pejabat Pembuat Komitmen

Heri Purwanto NIP 196809291997031002

Referensi

Dokumen terkait

Bagi membuktikan kaedah perakaunan zakat padi di Perlis, Pulau Pinang, Sabah dan Sarawak mementingkan aspek kesejahteraan sosial para petani, kekayaan seseorang petani itu tidak

16 Sofia Dina Salsabila P Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pangkat bulat dan pangkat nol, serta sifat-sifatnya, menyelesaikan masalah yang berkaitan

Observasi pembelajaran di kelas dan observasi peserta didik bertujuan agar mahasiswa dapat secara langsung melihat dan mengamati proses pembelajaran, serta

Pada tahap konstruksi dan operasi, peningkatan pendapatan masyarakat kemungkinan dapat meningkat dari adanya masyarakat lokal yang direkrut sebagai tenaga kerja, baik pada

1) Memberikan masalah kontekstual yang dapat dipahami oleh peserta didik dan dapat berupa soal cerita, baik secara lisan maupun tertulis. 2) Menjelaskan secara singkat dan

Sesuai dengan semangat yang diusung dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 bahwa kenaikan pangkat adalah salah satu cara untuk meningkatkan prestasi kerja dan

Dengan diketahuinya keberhasilan penyambungan dari masing-masing klon batang atas tersebut, maka dapat direncanakan banyaknya penyambungan atau entris untuk

Dari tabel tersebut dapatdketahui besarnya kenaikan efektifitas produksi setelah dilakukan preventive maintenance sebesar 27.4%.Dengan demikian dapat diambil kesimpulan