ANTIBAKTERI
KELOMPOK 5 Eki Asrina Dinda Pratiwi
Ulfa Novianti Ramadhani Novita Mayang Sari
Mumut Apriliani
Wa Ode Ifan Mustikawati Selvi Ekawati
Laxmi Adriatik
ANTIPROTOZOA
FITOTERAPI
PENYAKIT INFEKSI
ANTIMIKROBA
Karies Gigi
Diare
1. E. coli enterotoksigenik (ETEC 2. E. coli penghasil toksin Shiga (STEC) 3. E. coli enteropatogenik (EPEC) 4.E. coli enteroaggregatif (EAEC) 5.E. coli enteroinvasif (EIEC).
DIARE Es
cherich ia coli
Buang air besar lebih dari 3 kali seharidengan konsentrasi lembek atau cair.namun definisi yang banyak dianut adalah apabila terdapat salah satu atau lebih gejala peningkatan frekuensi defeksi ,konsentrasi feses dan jumlah feses.
Flavanoid
Tanin
Minyak Atsiri Alkaloid
Daun jambu biji (psidium guajava L.)
Mekanisme
Flavonoid
Senyawa quercetin memiliki potensi sebagai agen antidiare dengan menghambat
pelepasan asetilkolin yang dapat
meningkatkan
kontraksi usus akibat bakteri diare
Senyawa tanin
Tanin mempunyai sifat sebagai pengelat berefek spasmolitik yang mengkerutkan usus sehingga gerak peristaltik usus berkurang
Minyak atsiri
Senyawa ini mampu menghambat
pertumbuhan bakeri Salmonella
typhimuorganisme
Alkaloid
Alkaloid bersifat basa yang tergantung pada pasangan elektron pada nitrogen
Daun Kelor
Tanin
adstringens yang dapat mendenaturasi protein
pada mukosa usus
Tanin dapat mengendapkan protein, karena tanin mempunyai
gugus fungsional ikatan yang kuat dengan molekul protein, dan menghasilkan ikatan silang yang besar dan kompleks yaitu
protein-tanin
Flavanoid
Berperan sebagai antidiare dengan menghambat motilitas usus dan sekresi
hidroelektrolitik
Apa Itu Karies
gigi ??? Karies gigi adalah proses penghancuran atau pelunakan dari email ataupun dentin. Proses penghancuran tersebut lebih cepat pada bagian dentin daripada email. Proses tersebut berlangsung terus sampai jaringan dibawahnya, dan ini adalah awal pembentukan.
Staphylococcus sobrinus
Flavanoid
Saponin
Alkaloid
Steroid
Daun Paku
Mekanisme
Flavonoid Flavonoid
•Membentuk senyawa
kompleks dengan protein
ekstraseluler dan terlarut sehingga dapat merusak membran sel bakteri dan diikuti dengan keluarnya senyawa
intraseluler
•Membentuk senyawa
kompleks dengan protein
ekstraseluler dan terlarut sehingga dapat merusak membran sel bakteri dan diikuti dengan keluarnya senyawa
intraseluler
Saponin Saponin
•Menganggu stabilitas membran sel bakteri sehingga menyebabkan sel bakterilisis
•Menganggu stabilitas membran sel bakteri sehingga menyebabkan sel bakterilisis
Alkaloid Alkaloid
•Menganggu komponen penyusun peptidoglikan pada bakteri
•Menganggu komponen penyusun peptidoglikan pada bakteri
Steroid Steroid
•Membran lipid dan sensitivitas terhadap
komponen steroid yang
menyebabkan kebocoran
•Membran lipid dan sensitivitas terhadap
komponen steroid yang
menyebabkan kebocoran
DAUN GETAH JARAK
FLAVANOID
•membentuk senyawa kompleks dengan protein ekstraseluler dan terlarut sehingga dapat merusak membran sel bakteri dan diikuti dengan keluarnya senyawa intraseluler.
•Senyawa flavanoid akan mengganggu metabolisme energi dengan cara yang mirip dengan menghambat sistem respirasi, karena dibutuhkan energi yang cukup untuk penyerapan aktif berbagai metabolit dan untuk biosintesis makromolekul
SAPONIN
•Senyawa ini berdifusi melalui membran luar dan dinding sel yang rentan, lalu mengikat membran sitoplasma dan mengganggu dan mengurangi kestabilan itu. Hal ini menyebabkan sitoplasma bocor keluar dari sel yang mengakibatkan kematian sel. Agen antimikroba yang mengganggu membran sitoplasma bersifat bakterisida
TANIN
•Tanin juga mempunyai target pada polipeptida dinding sel sehingga pembentukan dinding sel menjadi kurang sempurna.
•Hal ini menyebabkan sel bakteri menjadi lisis karena tekanan osmotik maupun fisik sehingga sel bakteri akan mati.16 Selain itu, ikatan dari ion besi dengan tanin sangat kuat, sehingga mikroorganisme yang tumbuh di bawah kondisi aerobik yang membutuhkan zat besi untuk berbagai fungsi, termasuk reduksi dari prekursor ribonukleotida DNA tidak mendapatkan asupan zat besi.
ANTIPROTOZA
MALARIA
DISENTRI AMOEBA
Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit plasmodium yang dapat ditandai dengan antara lain demam menggigil, anemia dan hepatosplenomegali.
Penyakit ini secara alami ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina.
Spesies plasmodium
1. Plasmodium falciparum (P. falciparum).
2. Plasmodium vivax (P. vivax).
3. Plasmodium ovale (P. ovale).
4. Plasmodium malariae (P. malariae).
5. Plasmodium knowlesi (P. knowlesi).
Disentri amoeba adalah penyakit infeksi saluran pencernaan akibat tertelannya kista E.
histolytica yang merupakan mikroorganisme anaerob bersel tunggal dan bersifat patogen.
E.
histolytica
Lalat
Pembawa
Sambiloto (Andrographis paniculata)
Pepaya (Carica papaya Linn)
MALARIA
Mekanism e
A nd ro gr af ol id a
Menghambat pertumbuhan Plasmodium berghei dan Plasmodium falciparum
X an th on es
Aktivitasnya sebagai inhibitor polimerisasi hem
F la vo no id
Degradasi hemoglobin dan menghambat detoksifikasi Plasmodium.
Alkaloid
Alkaloid terisolasi menunjukkan aktivitas antiplasmodial yang kuat terhadap parasit Plasmodium
falciparum
Saponin
Saponin bersifat larut dalam air yang dapat menurunkan
tegangan permukaan sehingga mengakibatkan naiknya permeabilitas atau
kebocoran sel dan mengakibatkan senyawa
intraseluler akan keluar
Tannin
aktivitas penghambatan pertumbuhan terhadap nyamuk anopheles yang
menyebabkan penyakit malaria
Tanaman
Anting-
anting Buah
Delima
• Tanin
• Alkaloid
• Punicalagin
• Antosianian
• Asam Ellagik
• Flavanoid
DISENTRI AMOEBA
DISENTRI AMOEBA
Mekanism e
Tanaman Anting-Anting Tanaman Anting-Anting
Tanin
Tanin Mengendalikan pergerakan
usus dan mengurangi sekresi cairan berlebih dalam usus Mengendalikan pergerakan usus dan mengurangi sekresi
cairan berlebih dalam usus
Alkaloid Alkaloid
Menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme patogen,
termasuk Entamoeba histolytica, penyebab disentri
amuba
Menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme patogen,
termasuk Entamoeba histolytica, penyebab disentri
amuba
Mekanisme
Punicalagin
•Gangguan Metabolisme Parasit
•Penghambatan Proliferasi Parasit
•Interaksi dengan Molekul Biologis Parasit
•Efek Antiinflamasi dan Antioksidan
Antosianin
•Gangguan Membran Sel Protozoa
•Efek Antioksidan
•Interaksi dengan Enzim dan Molekul Parasit
•Modulasi Respon Imun
Asam Ellagik
•Mengganggu fungsi seluler yang diperlukan untuk kelangsungan hidup dan perkembangan parasit.
Flavanoid
•Gangguan Membran Sel Parasit
•Interaksi dengan Protein dan Enzim Parasit
•Efek Antioksidan dan Antiinflamasi
B au h D el im a B au h D el im a
Terima Kasih
Selesai sudah presentasi kami dengan perasaan yang lengah,tapi belum sepenuhnya lengahkarena
masih ada yang bertanya
1.Apakah kandungan tanin herbal dapat memicu aktivitas antidiare dan apa saja tanaman herbal yang mengandung tanin yg memiliki aktivitas antidiare
Pertanyaan : Muliyana Kel 1 Dijawab : Novita Mayang Sari Jawab
Salah satu aksi yang paling menonjol dari tanin adalah efeknya pada diare. Dia memproduksi lapisan pelindung sementara dari protein terkoagulasi pada membran mukosa dari usus, kemungkinan menurunkan sensitivitas ujung syaraf sensorik dan mengurangi stimulus rangsangan peristaltik. Taninjuga mempunyai aktivitas antibakteri pada patogen usus, sehingga dapat digunakan untuk pengobatan diare karena infeksi tanman herbal yang mengandung tanin yang memili aktivitas antidiare antara lain agrimony, kulit oak, daun blackberry, Lady's Mantle dan teh.
2.pada slide 10 di jelaskan mengenai disentri amubapertanyaan saya bagaimana amoeba menyebabkan disentri?
Ditanya : Rica Dewi Kel 2 Dijawab : Laxmi Adriatik Jawab
Protozoa parasit yang menyebabkan penyakit disentri amoeba ini dibawa oleh hewan yang bertindak sebagai vektor, salah satunya adalah lalat. Lalat yang membawa parasit ini akan menghinggapi makanan dan meletakkan kista parasit pada makanan, sehingga kista tersebut dapat masuk ke dalam tubuh manusia, pecah, dan berkembangbiak. Cara penyebaran protozoa yang mengkontaminasi saluran pencernaan salah satunya berdasarkan faktor kebersihan. Lalat yang merupakan vektor pembawa protozoa E. histolytica memiliki peran yang penting dalam penyebaran protozoa.
Banyaknya lalat yang hinggap pada rumah makan yang kurang bersih berpotensi menularkan penyakit disentri.
3.apakah ada senyawa ataupun tanaman lain yg dpt berpotensi sebagai fitoterapi malaria selain pd pepaya dan sambiloto??
Ditanya : Nurul Ella Kholifatul Azis Kel 3 Dijawab : Dinda Pratiwi
Jawab
:Isolasi dari kulit batang cempedak menghasilkan senyawa flavonoid artoindonesianin E, heteroflavon C, artoindonesianin R, heterofilin, artoindonesianin A-2, sikloheterofilin, artonin A, dan dua senyawa baru yaitu artokarpon A dan artokarpon B sebagai efektivitas antimalaria selain itu Ada Senyawa bioflavonoid memiliki target mekanisme aksi utama yaitu pada membran yang dibentuk oleh parasit malaria stadium intraeritrositik yaitu Jalur Permeasi Baru (NPP = New Permeation Pathway) melalui penghambatan transport nutrisi yang dibutuhkan parasit dan vakuola makanan parasit malaria yaitu dengan menghambat proses degradasi hemoglobin dan detoksifikasi heme.
4. Dari Slide 6 tadi sudah d jelaskan mengenai mekanisme senyawa yang terkandung dalam tanaman paku yang menyebabkan karies gigi, Apakah ada metode atau rekomendasi khusus dalam penerapan tanaman paku untuk mengobati karies gigi ?
Ditanya : Wd Adisti Elmira Nitakel 6 Dijawab : Mumut Aprilini
Jawab :Metode penerapan tanaman paku dalam perawatan karies gigi dapat bervariasi, tetapi beberapa cara yang umum digunakan termasuk:1. Kumur-kumur: Larutan infus atau ekstrak dari daun atau bagian lain dari tanaman paku dapat digunakan untuk berkumur.
Ini dapat membantu dalam mengurangi jumlah bakteri di dalam mulut.2. Pasta Gigi Herbal: Beberapa produk pasta gigi herbal menggunakan ekstrak tanaman paku sebagai salah satu bahan. Penggunaan pasta gigi ini secara teratur dapat membantu dalam mencegah pembentukan plak dan kerusakan gigi.3. Ekstrak Cairan: Cairan ekstrak dari tanaman paku juga dapat digunakan sebagai obat kumur.
5. Apakah terdapat risiko resistensi mikroba terhadap tanaman obat seperti yang terjadi pada antibiotik?
Ditanya : Fitri kel 4
Dijawab : Ulfa Novianti Rahmadani Jawab
Ya, risiko resistensi mikroba terhadap tanaman obat juga dapat terjadi, meskipun mekanismenya berbeda dengan resistensi antibiotik. Beberapa mikroba patogen dapat mengembangkan resistensi terhadap senyawa-senyawa kimia yang terdapat dalam tanaman obat, seperti alkaloid, terpenoid, atau senyawa lainnya yang memiliki sifat antimikroba.
Resistensi mikroba terhadap tanaman obat dapat berkembang jika mikroba tersebut mengalami mutasi genetik yang membuatnya lebih tahan terhadap senyawa-senyawa tersebut.Selain itu, penggunaan berlebihan atau tidak bijak terhadap tanaman obat juga dapat memicu resistensi. Misalnya, penggunaan berulang tanaman obat yang sama tanpa rotasi atau diversifikasi dapat memungkinkan mikroba patogen untuk mengembangkan resistensi terhadap senyawa- senya tersebut. Oleh karena itu, perawatan dan manajemen yang bijak terhadap tanaman obat sangat penting untuk menghindari resistensi mikroba dan menjaga efektivitasnya sebagai obat.