• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT SEMHAS NATASYA

N/A
N/A
Farkhan Ramadan

Academic year: 2025

Membagikan "PPT SEMHAS NATASYA"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Maulida Rahma

30902000138

PENGARUH PAKET PENDIDIKAN KESEHATAN SIAGA RISIKO STUNTING (SKORING) TERHADAP

PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL DALAM MENCEGAH STUNTING DI WILAYAH KERJA

PUSKESMAS GUNTUR DEMAK

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

Penguji I

Ns. Apriliani Yulianti Wuriningsih, M.Kep.,Sp.Kep.Mat

Penguji I

Ns. Hernandia Distinarista, M.Kep

Penguji I

Ns. Hj.Sri Wahyuni, M.Kep., Sp.Kep.Mat

(2)

Latar Belakang

Stunting merupakan masalah gizi yang masih banyak terjadi di dunia dan harus segera ditangani. Menurut Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2018) angka kejadian stunting di dunia mencapai 23,2% selanjutnya tahun 2015 terdapat 83,6 juta balita stunting di Asia. Posisi tertinggi terdapat di Asia Selatan yang berjumlah 58,7 % dan terendah diantaranya adalah Asia Tengah yaitu 0,9% (Sari et al., 2021).

Pemahaman tentang pencegahan stunting perlu diketahui dan ditekankan kepada masyarakat terutama ibu hamil. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting masih kurang dan pemantauan oleh kader desa yang bertugas sangat terbatas,hanya pada pengukuran tinggi dan pemantauan berat badan (Khasanah et al., 2019).

Kabupaten Demak dilaporkan masuk tujuh besar balita dengan stunting di Jawa Tengah yaitu sebesar 50,23 % (Imantara, 2019).

Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Guntur tahun 2020 menunjukkan bahwa balita pendek di Desa Temuroso dilaporkan sebanyak 137 balita, dalam mengatasi kasus ini maka perlu dilakukan pencegahan stunting melalui pendidikan kesehatan siaga risiko stunting ( skoring) .

(3)

Rumusan Masalah

Bagaimanakah pengaruh paket pendidikan kesehatan siaga risiko stunting (skoring) terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah stunting?

Tujuan Umum

Tujuan Khusus

Tujuan umum penelitian ini untuk mengetahui pengaruh paket Pendidikan Kesehatan siaga risiko stunting (skoring) terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah stunting di wilayah kerja Puskesmas Guntur Demak.

1. Diidentifikasinya karakteristik demografi (usia, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, gravida, pendapatan, kunjungan ANC, pantangan makanan, dan budaya) pada ibu hamil

2. Diidentifikasinya pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah stunting sebelum diberikan paket pendidikan kesehatan skoring

3. Diidentifikasinya pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah stunting setelah diberikan paket pendidikan kesehatan skoring

4. Diidentifikasikannya perbedaan pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam mencegah stunting sebelum dan sesudah diberikan paket Pendidikan Kesehatan skoring

(4)

Bagi Masyarakat

Penelitian ini dapat dimanfaatkan lebih luas

sebagai sumber informasi dan

pengetahuan khususnya pada ibu hamil serta keluarga dalam menambah pengetahuan terhadap pengetahuan dan sikap

ibu dalam mencegah stunting.

Penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk

kegiatan belajar mengajar maupun sumber pengetahuan tentang ilmu serta bisa

digunakan menjadi sumber referensi.

Manfaat Penelitian

Pelayanan Kesehatan

Penelitian ini dapat

digunakan sebagai bahan masukan, acuan

beserta pandangan profesi perawat khususnya di bidang

perawatan untuk meningkatkan kualitas

mutu pelayanan pada berbagai aspek seperti aspek biologi dan serta

aspek psikologi.

Institusi Pendidikan

(5)

1. Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dalam Mencegah Stunting

Mijayanti et al., (2020) Tingkat pendidikan ibu akan memengaruhi cara ibu bersikap dalam mencegah stunting, pemahaman seseorang, umur ibu hamil juga dapat memengaruhi pengetahuan dan sikap dalam mencegah stunting karena tingkat kedewasaan dan kesiapan menghadapi kehamilan juga harus dipikirkan dengan matang.

Tinjauan Teori

2. Paket Pendidikan Kesehatan Siaga Risiko Stunting (Skoring)

Paket pendidikan siaga risiko stunting (skoring) yang akan diberikan meliputi pemahaman pengetahuan tentang stunting, kebutuhan gizi ibu dan anak, cara identifikasi dini risiko stunting, dan cara pencegahan stunting dengan pemberian serta pemilihan menu gizi yang seimbang

(6)

3. Pengaruh Paket Pendidikan Kesehatan Skoring Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil dalam Mencegah

Stunting

Masa kehamilam merupakan saat yang penting bagi seorang Wanita dimana perlu adanya kesadaran akan pentingnya informasi mengenai Kesehatan dan gizi mengenai makanan yang baik dikonsumsi dan tidak,paket Pendidikan Kesehatan merupakan salah satu factor yang terpenting dalam promosi Kesehatan (Afifa, 2019).

Tinjauan Teori

(7)

Kerangka Teori

Faktor Internal Faktor Eksternal

1. Pendidikan 2. Umur

3. Pekerjaan

4. Permasalahan budaya (food Tabbo)

1. Pemahaman stunting

2. Kebutuhan gizi ibu dan anak 3. Identifikasi dini risiko stunting 4. Pencegahan stunting dengan menu seimbang

Maka dilakukan pendidikan kesehatan siaga risiko stunting untuk melihat pengaruh dan menurunkan risiko.

(8)

Hipotesis

Ha : terdapat pengaruh paket pendidikan kesehatan skoring terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil dalam

mencegah stunting

(9)

Kerangka Konsep

Desain Penelitian

Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan quasi eksperimen pada kelompok intervensi dengan penugasan pada kelompok yang

sudah ada (tidak diacak).

Variabel Independent

paket pendidikan kesehatan skoring

Variabel Dependent pengetahuan ibu

hamil dalam mencegah

stunting

Variabel Dependent Sikap ibu hamil

dalam mencegah

stunting

(10)

Populasi & Sampel

1. Populasi : 135 ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Guntur Demak.

2. Sampel : 38 ibu hamil di Wilayah Kerja

Puskesmas Guntur Demak dengan penentuan

berdasarkan kriteria dan besar sampling

menggunakan rumus slovin.

(11)

Definisi Operasional

(12)

Instrumen Penelitian

a. Data demografi responden

Usia, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, gravida, pendapatan, kunjungan ANC, pantangan makanan, dan budaya.

c. Kuisioner 2 Sikap Ibu Hamil dalam Mencegah Stunting.

Kuisioner ini digunakan untuk mengetahui sikap dalam mencegah stunting yang berisi pertanyaan mengenai sikap pencegahan kejadian stunting.

b. Kuisioner 1 Pengetahuan Ibu Hamil dalam Mencegah Stunting

Kuisioner ini digunakan untuk mengukur pengetahuan tentang stunting yang berisi identifikasi dan pertanyaan,yang berisi

pertanyaan mengenai

pengetahuan stunting.

(13)

Tahap Pengambilan Data

(14)

Analisa Univariat Karakteristik Responden

Hasil Pengetahuan dan Sikap Remaja Terhadap Stunting Sebelum dan Sesudah Diberikan Paket Pendidikan

Sebelum

Sesudah

(15)

Analisa Bivariat

Hasil Perbedaan Pengetahuan Remaja Terhadap Stunting Sebelum dan Sesudah Diberikan Paket Pendidikan

Menggunakan Uji Wilcoxon

Diketahui bahwa uji Wilcoxon didapatkan Negative Ranks yang artinya ada penurunan skor setelah diberikan paket sebanyak 1 orang, lalu

Positive Ranks yang artinya jumlah yang ada peningkatan skor adalah 21

orang, dan Ties atau skor tidak berubah adalah sebanyak 2 orang.

Didapatkan nilai Z -4,091 dan Asym.

Sig (2-tailed) adalah 0 yang artinya Asym. Sig (2-tailed) 0 < 0,05 nilai α yang artinya adalah H_0 ditolak dan dinyatakan bahwa ada pengaruh paket

pendidikan kesehatan skoring terhadap pengetahuan ibu hamil

dalam mencegah stunting.

(16)

Analisa Bivariat

Hasil Perbedaan Sikap Remaja Terhadap Stunting Sebelum dan Sesudah Diberikan Paket Pendidikan Menggunakan Uji Wilcoxon.

Diketahui bahwa uji Wilcoxon didapatkan Negative Ranks yang artinya ada penurunan skor setelah diberikan paket sebanyak 1 orang, lalu

Positive Ranks yang artinya jumlah yang ada peningkatan skor adalah 16

orang, dan Ties atau skor tidak berubah adalah sebanyak 7 orang.

Didapatkan nilai Z -3,449 dan Asym.

Sig (2-tailed) adalah 0,001 yang artinya Asym. Sig (2-tailed) 0,001 <

0,05 nilai α yang artinya adalah H_0 ditolak dan dinyatakan bahwa ada pengaruh paket pendidikan kesehatan

skoring terhadap sikap ibu hamil

dalam mencegah stunting.

(17)

Analisa Bivariat

Hasil Perbandingan Pengetahuan Remaja Terhadap Stunting Antara Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol

Hasil uji mann-whitney u test dengan jumlah responden 48 remaja didapatkan nilai Asym. Sig (2-tailed) .000 < 0,05.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ada perbedaan pengetahuan antara perlakuan pada kelompok intervensi dan

perlakuan pada kelompok kontrol.

(18)

Analisa Bivariat

Hasil Perbandingan Pengetahuan Remaja Terhadap Stunting Antara Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol

Hasil uji mann-whitney u test dengan jumlah responden 48 remaja didapatkan nilai Asym. Sig (2-tailed) .021 < 0,05.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ada perbedaan sikap antara perlakuan pada

kelompok intervensi dan perlakuan pada

kelompok kontrol.

(19)

Kesimpulan

1. Responden merupakan remaja pada SMA Negeri 1 Mranggen dengan kelompok intervensi didominasi, yaitu usia 11- 12 tahun sebanyak 15 dengan presentase 62,5%, dengan rata rata usia responden adalah 17 tahun, mayoritas pendidikan ibu responden adalah pendidikan rendah (≤ SMP) sebanyak 20 dengan persentase 83,3%, sebagian besar pendapatan orang tua responden ≤ UMR (Rp. 2.680.421) sebanyak 20 dengan persentase 83,3% , sebagian besar responden memiliki sanitasi yang baik sebanyak 24 dengan presentase 100%. Pada kelompok kontrol didapatkan hasil usia menarche remeaja di SMA Negeri 1 Mranggen pada penelitian kelompok intervensi didominasi, yaitu usis 11- 12 tahun sebanyak 15 dengan presentase 62,5%, dengan rata rata usia responden adalah 17 tahun, mayoritas pendidikan ibu responden adalah pendidikan rendah (≤ SMP) sebanyak 21 dengan persentase 85%, sebagian besar pendapatan orang tua responden ≤ UMR (Rp. 2.680.421) sebanyak 22 dengan persentase 91,7% , sebagian besar responden memiliki sanitasi yang baik sebanyak 24 dengan presentase 100%.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan,

maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

(20)

Kesimpulan

2. Pengetahuan remaja sebelum diberikan paket pendidikan skoring menunjukan bahwa responden pada kelompok intervensi rata-rata mempunyai pengetahuan cukup sebanyak 17 responden dengan persentase 70,8% sedangkan kelompok kontrol rata-rata mempunyai tingkat pengetahuan cukup sebanyak 18 responden dengan presentase 75%. Sikap remaja sebelum diberikan paket pendidikan skoring menunjukan bahwa pada kelompok intervensi rata-rata mempunyai sikap positif sebanyak 17 responden dengan persentase 70,8%, sedangkan pada kelompok kontrol mempunyai sikap positif sebanyak 22 responden dengan persentase 91,7%.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan,

maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

(21)

Kesimpulan

3. Pengetahuan remaja sesudah diberikan paket pendidikan skoring menunjukan bahwa responden pada kelompok intervensi rata-rata mempunyai pengetahuan baik sebanyak 21 responden dengan persentase 87,5% sedangkan kelompok kontrol rata-rata mempunyai tingkat pengetahuan cukup sebanyak 22 responden dengan presentase 91,7%. Sikap remaja sesudah diberikan paket pendidikan skoring menunjukan bahwa pada kelompok intervensi rata-rata mempunyai sikap positif sebanyak 24 responden dengan persentase 100%, sedangkan pada kelompok kontrol mempunyai sikap positif sebanyak 21 responden dengan persentase 87,5%.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan,

maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

(22)

Kesimpulan

4. Hasil dari perbedaan perlakuan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol terdapat perbedaan hasil yang dibuktikan melalui uji Mann-Whitney didapatkan nilai Asymp. Sig.(2-tailed) 0,021 < 0,05 yang artinya terdapat ada perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan,

maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

(23)

Seminar Hasil

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA

Maulida Rahma

30902000138

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan dilihat dari karaktersitik perilaku remaja dengan status tempat tinggal tidak bersama orang tua sebelum diberikan intervensi pada kelompok intervensi

adalah cukup baik. Penilaian tampilan juga diberikan oleh responden rata-rata tampilan sudah cukup dan baik. Berdasarkan teka-teki dalam permainan, responden menyimpulkan

Ada peningkatan pengetahuan pasien diabetes mellitus atau responden mengenai diabetes mellitus sebelum intervensi dengan nilai rata-rata 7,04 dan sesudah intervensi

Berdasarkan tabel 1 hasil penelitian diperoleh rata-rata perilaku diet remaja sebelum diberikan pendidikan kesehatan pada kelompok intervensi perilaku diet remaja

Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi spearman dan uji regresi logistic Hasil : Analisis univariat menunjukan bahwa pengetahuan cukup didapatkan 17 responden (53,1%),

Sedangkan rata-rata ketrampilan remaja sesudah intervensi program adalah 2,89 dengan standar deviasi adalah 0,389.Hasil analisis pengetahuan pre dan post intervensi

Rata-rata nilai kekuatan otot meningkat sesudah diberikan latihan ROM, baik pada kelompok intervensi I maupun kelompok intervensi II, hal ini menunjukan bahwa

52 Tabel 4.6 Kategori Pengetahuan Remaja Sebelum Diberikan Intervensi Model Edukasi Sebaya Menggunakan Teknik Pembelajaran Talking Stick Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS di