STUDI KELAYAKAN PENDIRIAN TOKO BAJU GAMIS
Oleh :
SEFTIA YOLLANDA SARI NIM : 241.14.05116
PROPOSAL SKRIPSI
Latar Belakang
Perkembangan dunia usaha saat ini , membuat para pembisnis dihadapkan pada era globalisasi yang mengharuskan para pembisnis saling bersaing dengan pesaing lainnya untuk memenangkan persaingan. Keadaan seperti ini menyebabkan para pembisnis semakin berfikir keras untuk membuat strategi bisnis yang dapat meningkatkan kekuatan bersaingnya.
Pertumbuhan bisnis di bidang fashion, terutama fashion muslimah, saat ini mengalami pertumbuhan yang pesat, hal ini terbukti dengan munculnya toko –toko fashion muslimah, baik berskala besar maupun kecil turut meramaikan pasar bisnis di bidang fashion ini.
Menjual baju gamis adalah salah satu contoh usaha kecil menengah yang tidak asing lagi. Dengan mayoritas penduduk indonesia yang manganut agama islam dapat dijadikan sebagai peluang bisnis yang besar dalam bisnis ini. Namun dengan besarnya peluang membuat banyak pesaing yang memproduksi produk yang sama maka dari itu, harus memiliki nilai lebih dalam produk yang sama untuk menghadapi pesaing tersebut.
Perumusan Masalah
Apakah Produk yang
diteliti memiliki nilai
jual?
Apakah SDM yang tersedia
berkualitas?
Apakah Produksi yang
dilakukan sesuai?
Apakah bisnis ini menguntungkan?
Badan Hukum apa yang paling
sesuai?
Apakah usaha ini layak / tidak untuk dijalankan?
Pembatasan Masalah
Aspek pemasaran
Kecenderungan permintaan Peluang pasar Marketing mix 4P
Analisis
persaingan Aspek SDM
Kualifikasi Seleksi Penempatan Pengembangan SDM
Sistem
penilaian kerja Kompensasi PHK
Aspek Produksi
Seleksi produk Pemilihan lokasi Proses produksi Sarana (fasilitas)
Layout/lokasi Aspek Keuangan
kebutuhan modal kerja analisis ratio analisis investasi
Aspek hukum
legalitas usaha perizinan usaha
Tujuan dan manfaat
Tujuan
Untuk mengetahui apakah Produk yang diteliti memiliki nilai jual.
Untuk mengetahui apakah SDM yang tersedia berkualitas.
Untuk mengetahui apakah Produksi yang dilakukan sesuai.
Untuk mengetahui apakah bisnis ini menguntungkan.
Untuk mengetahui Badan Hukum apa yang paling sesuai.
Untuk mengetahui Apakah usaha ini layak / tidak untuk dijalankan.
Manfaat
pemahaman tentang study kelayakan untuk mendirikan usaha baru ,
memahami usaha yang sedang dibangun serta dapat menganalisis usaha yang sedang di jalankan .
• sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan berinvestasi untuk pengembangan usaha bagi badan usaha tersebut.
• Sebagai contoh penelitian untuk membantu mahasiswa yang ingin melakukan penelitian yang sejenis.
Metodologi Penelitian
Exploratif Jenis penelitian
Primer Sekunder Jenis data
Wawancara Kuesioner Observasi lapangan
Studi pustaka Teknik pengumpulan data
Aspek pemasaran
Analisis pasar Analisis peramalan perrmintaan Analisis persaingan Analisis swot Analisis product life cycle
Aspek SDM
Analisisi kebutuhan Analisis struktur organisasi
Analisis seleksi karyawan Analisis sistem kompensasi Analisis sistem pengembangan SDM
Analisis karir
Analisis Produksi
Analisis seleksi produk
Analisis lokasi produksi
Analisis proses produksi
Analisis kapasitas produksi Analisis layout
Aspek keuangan
Analisis kebutuhan modal
Analisis rasio keuangan Analisis investasi
Aspek Hukum
Analisis legalitas badan usaha Analisis perijinan usaha
Alat Analisis
Metode Analisis Kelayakan Aspek Pemasaran
Peramalan Permintaan
Buat TOR (term of reference)
Buat kuisoner
Mengump ulkan data Mengelola
h Data Membuat
laporan survey
Analisis Pasar
Empat metode peramalan yaitu :
• Metode moving avarage (rata-rata bergerak)
• Metode exponential smoothing (penghalusan eksponensial)
• Metode trend projection (proyeksi trend)
Y = a+Bx
• Metode linear regression (regresi linear)
Analisis Persaingan
Atribut produk Produk persaing Produk penelit
Produk Harga Promosi Lokasi Distribusi Slogan Citra korporasi Citra produk Pelayanan Teknologi
Total
Keterangan : 1 = Sangat Buruk 2 = Buruk 3 = Ragu-ragu 4 = Bagus 5 = Sangat Bagus
Matriks analisis persaingan produk
Analisis SWOT
No Faktor-faktor
internal/eksternal Bobot Nilai Score 1
2
Total 100%
Total kekuatan – total kelemahan = total (faktor internal) Total peluang – ancaman = total (faktor eksternal) Total faktor internal – total faktor eksternal = penentuan posisi perusahaan
Analisis product life cycle
Fase 1
Fase 2
Fase 3
Fase 4
Analisis SWOT
Analisis Product Life Cycle
Aspek SDM
Job analysis Job analysis
Job specification
Job specification Mendesain
struktur organisasi Mendesain
struktur organisasi
Job descriptionJob description
Mendesain sistem kompensasi Mendesain
sistem kompensasi
Sistem pengembanganSistem pengembangan
Aspek Teknis Dan Operasi
Analisis seleksi produk
PRODUK A SR R C T ST Nilai
Nilai guna produk
Kemunggkinan pengembangan produk Fasilitas produksi yang diperlukan
Fasilitas perusahaan Proyeksi permintaan produk Proyeksi penjualan industri Proyeksi penjualan perusahaan Potensi keuntungan produk Jalur distribusi perusahaan Posisi persaingan
Potensi peningkatan penjualan Siklus umur produk
JUMLAH
Keterangan;
SR (sangat rendah) = nilai 1 R (rendah) = nilai 2 C (cukup) = nilai 3 T (tinggi) = nilai 4 ST (sangat tinggi) = 5
Analisis Lokasi Produk
Faktor Bobot
Skor
(skor penuh :100) Skor tertimbang
Ketersediaan tenaga kerja & attitude
Struktur pajak
Sikap pemerintah
Ketersediaan air dan pembuangan
Pendapatan berkapita
Total
Analisis Proses Produksi
• pemilihan bahan baku
• resources INPUT
•peralatan produksi
•fasilitas produksi
PROSES
•produk
OUTPUT
Analisis kapasitas produksi
Rated capacity =
kapasitas x pemanfaatan x efisiensi
Analisis layout
Kapasitas dan tempat yang dibutuhkan
Peralatan untuk menangani material atau bahan
Lingkungan dan estetika
Arus informasi
Biaya perpindahan antara tempat kerja yangg berbeda
Analisis Aspek Keuangan
Analisis Kebutuhan Modal
Kebutuhan Modal
Investasi
pembelian peralatan mesin kendaraan
pembangunan gedung, dan sebagainya.
Kebutuhan Modal
Kerja
pembelian perlengkapan kantor biaya promosi
pembelian persediaan
biaya gaji karyawan
Analisis Rasio Keuangan
Quick Ratio
x 100%
Current Ratio
Rasio Likuiditas
x 100% (inventories = persediaan) Rasio Solvabilitas
Debt To Equity Ratio x 100% (Total liabilities = total hutang)
(Total Shareholders Equity = Total Modal Sendiri)
Rasio Profitabilities
Gross Profit Margin
sales − cost of good sold sales
(Cost of good sold = harga pokok penjualan)
(Sales = penjualan)
Net profit margin ������������ ���(��� )
�����
(Earning After Tax (EAT) = laba setelah pajak)
Return on investment (ROI)
������������ ���(���)
�����������
Return on equity
(ROE)
������������ ��� ( ��� )
�h���h������ ������
(Shareholders equity = modal sendiri)Rasio Aktivitas
Inventory turnover
���� �� ���� ����
����������������
(Cost of good sold = harga pokok penjualan)
(Average inventory = rata-rata persediaan)
Analisis Investasi
Payback Period (PP)
�� = INVESTASI
kas bersih per tahun X 1 tahun
Net Present Value (NPV)
NPV = PV of proceed – investasi
Internal Rate Of Return
IRR =i
1NPV
1NPV
1− NPV
2x (i
2−i
1)
Profitability Index (PI)
�� = total PV of proceed
investasi
Analisis Hukum
Metode Pemilihan Badan Hukum
Badan Hukum Goal Ownership Capital Risk Sharing Timely
Perseorangan (UD) profit Single Mikro-kecil Full risk unlimited
Firma Profit >2 orang Mikro-kecil Full risk unlimited
Persekutuan komanditer (CV)
Profit >2 orang Kecil -menengah Aktif = FR
Pasif = Ltd
limited
Perseroann terbatas (PT)
Profit >2 orang Kecil –menengah – besar Limited limited
Perusda/ BUMN Profit/ benefit Pemerintah menengah – besar Limited limited
Koperasi Profit >20 orang Kecil –menengah – besar Limited unlimited
Yayasan Profit >2 orang Kecil -menengah Limited unlimited
Keterangan ;
Good = faktor tujuan
Ownership = faktor kepemilikan Capital = faktor permodalan
Risk sharing = faktor pembagian risiko Timely = faktor jangka waktu
Analisis Perijinan Usaha
Analisis Perijina n Usaha
Akta Pendirian
Surat Keterangan Domisili Usaha Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP)
Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP
Studi kelayakan bisnis
Tujuan studi kelayakan bisnis
•Menghindari risiko kerugian
•Memudahkan perencanaan
•Memudahkan pelaksanaan pekerjaan
•Memudahkan pengawasan
•Memudahkan pengendalian
Aspek Pemasaran
Pengertian aspek pemasaran
Tujuan Perusahaan Dalam Pemasaran
• Memaksimumkan konsumsi atau dengan kata lain memudahkan dan merangsang konsumsi.
• Memaksimumkan kepuasan konsumen.
• Memaksimumkan pilihan (ragam produk)
• Memaksimumkan mutu hidup
(kualitas,kuantitas,ketersediaan,harga pokok barang,mutu lingkun gan fisik, dan mutu lingkungan kultur)
• Meningkatkan penjualan barang dan jasa
• Ingin menguasai pasar dan menghadapi pesaing.
• Memenuhi kebutuhan akan suatu produk maupun jasa
• Memenuhi keinginan para pelanggan akan suatu produk dan jasa
Segmentation, Targeting, Positioning
Segmentasi Pasar (Market Segmentation)
Segmentasi berdasarkan geografis
Segmentasi berdasarkan demografis
Segmentasi berdasarkan psikografis
Segmentasi berdasarkan perilaku
Pasar Sasaran (Market Targeting)
Evaluasi segmen pasar Memilih segmen
Posisi Pasar (Market Positioning)
Atas dasar atribut (harga murah atau mahal)
Kesempatan penggunaan (sebagai minuman energi atau turun panas)
Menurut kelas pengguna (sampo bagi orang dewasa atau untuk anak – anak)
Langsung menghadapi pesaing (kami nomor satu)
Kelas produk (sabun kencantikan)
Strategi Bauran Pemasaran
Strategi Produk
Penentuan logo dan moto
Menciptakan merek
Menciptakan kemasan
Keputusan label Strategi Harga
1. Penetapan harga berdasarkan biaya Cost plus pricing
Cost plus pricing dengan mark up
2. Break Even Pricing (BEP) atau target pricing
3. Perceived value pricing
modifikasi harga atau diskriminasi harga dapat dilakukan berdasarkan:
Menurut pelanggan
Menurut bentuk produk
Menurut tempat
Menurut waktu
Strategi Lokasi dan Distribusi
Dekat dengan kawasan industri
Dekat dengan lokasi perkantoran
Dekat dengan lokasi pasar
Dekat ddengan pusat pemerintahan
Denkat dengan lokasi perumahan atau masyarakat
Mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada disuatu lokasi
Saranan dan prasarana (jalan,pelabuhan,listrik, dll) Lokasi
Distribusi
Pertimbangan pembeli atau faktor pasar
Karakteristik produk
Faktor produsen atau pertimbangan pengawasan dan keuangan.
Strategi Promosi
Periklanan (advertising)
Promosi penjualan (sales promotion)
Publisitas (publicity)
Penjual pribadi (personal selling)
Proyeksi Permintaan
Metode peramalan permintaan
Top-down forecasting Bottom-up forecasting
Aspek SDM
Manajemen Sumber Daya Manusia fungsi manajerial sumber daya manusia
Analisis Jabatan
Perencanaan Sumber Daya
Manusia
Pengadaan Tenaga Kerja
kompensasi
Pengembangan Integrasi
Pemeliharaan
Pemutusan Hubungan Kerja
Seleksi
Penarikan (recruitment)
Penempatan (placement)
Aspek Teknis Atau Operasi
Aspek Teknis Atau Operasi
Tujuan Aspek Teknis Atau Operasi
Penentuan Lokasi Usaha Jenis usaha yang dijalankan
Apakah dekat dengan pasar atau konsumen
Apakah dekat dengan bahan baku
Apakah tersedia tenaga kerja
Tersedia sarana dan prasarana (transportasi, listrik, dan air)
Apakah dekat dengan pusat pemerintahan
Apakah dekat lembaga keuangan
Apakah beraada di kawasan industri
Kemudahan untuk melakukan ekspansi/perluasan
Kondisi adat istiadat/budaya/sikap masyarakat setempat dan
Hukum yang berlaku di wilayah setempat
Luas Produksi
Faktor penentuan luas produksi
Batasan permintaan, yang telah diketahui terlebih dahulu dalam perhitungan market share (pangsa pasar).
Tersedianya kapasitas mesin-mesin yang dalam hal ini dibatasi oleh kapasitas teknis atau kapasitas ekonomis
Jumlah dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses produksi
Kemampuan finansial dan manajemen
Kemungkinan adanya perubahan teknologi produksi dimasa yang akan datang.
Tata Letak (Layout)
Pada umumnya jenis layout didasarkan pada situasi sebagai berikut:
Posisi Tetap (Fixed Position)
Orientasi Proses (Proocess Oriented)
Tata Letak Kantor (Office Layout)
Tata Letak Pedagang Eceran / Pelayanan (Retail And Service Layout)
Tata Letak Gudang (Warehouse Layout)
Tata Letak Produk (Product Layout)
Safety Stock (SS)
Faktor Penentu
Penggunaan Bahan Baku Rata-rata
Faktor Waktu
Biaya Yang Digunakan
Standar kuantitas
Persediaan minimum
Besarnya pesanan standar
Persediaan maksimum
Tingkat pemesanan kembali dan
Administrasi persediaan
Reorder Point (ROP)
ROP = D yang diharapkan + SS selama tenggang waktu (leadtime)
Aspek keuangan
Aspek Keuangan
Sumber-Sumber Dana
Modal Asing (Modal Pinjaman) Modal Sendiri
Biaya Kebutuhan Investasi Biaya prainvestasi Biaya aktiva tetap
Biaya operasional Arus Kas (Cash Flow) Initial cash flow
Operasional cash flow Terminal cash flow
Kriteria Penilaian Investasi
Payback Period (PP) Kelemahan :
Mangabaikan time value of money
Tidak
mempetimbangkan arus kas yang terjadi setelah masa
pengembalian.
��= INVESTASI
kas bersih per tahun X1tahun
Average Rate Of Return (ARR)
Rata-rata EAT
Net Present Value (NPV)
NPV = PV of proceed – investasi Jika NPV (+) maka investasi diterima Jika NPV (-) maka investasi ditolak.
Internal Rate Of Return (IRR) Apabila tngkat bunga ini lebih besar dari dari pada tingkat bunga relava (tingkat keuntungan yang disyaratkan), maka investasi dikatakan menguntungkan, kalau lebih kecil dikatakan merugikan.
Profitability Index (PI)
Apabila profitability index (PI) nya lebih besar dari 1, maka bisnis dikatakan menguntungkan, tetapi apabila kurang dari 1 maka dikatakan tidak menguntungkan.
Rasio keuangan
Rasio likuiditas
Current ratio Quick ratio
Rasio solvabilitas Dept To Equity Ratio
Rasio Rentabilitas Net profit margin Gross profit margin
Return on investment Return on equity
Rasio aktivitas Inventory turnover
Aspek Hukum
Legalitas usaha Kelompok masyarakat Pemerintah
1. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) 2. Surat Izin Pemasangan Reklame
3. Izin Prinsip/Surat Persetujuan Izin Trayek (SPIT)
4. Surat izin gangguan (HO) 5. Izin Operasional Dokar
6. Izin Pengambilan dan Pengelolaan Galian C
7. Izin Makam Keluarga 8. Izin Usaha Industri (IUI) 9. Tanda Daftar Industri (TDI)
10. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) 11. Izin Usaha Angkutan (IUA)
12. Tanda Daftar Perusahaan
Skala Usaha
Usaha mikro
Usaha kecil
Usaha menengah
Usaha besar
Bentuk Hukum Perusahaan di Indonesia Perusahaan perseorangan
Firma
Perseroan komanditer (CV)
Sekutu komplementer Sekutu komanditer Perseroan Terbatas (PT)
Perusahaan Negara (PN) Perusahaan Pemerintah
Koperasi Yayasan
Toko Baju Gamis Syar’i
Studi Kelayakan Bisnis
Pembahasan
Aspek
Pemasaran Aspek SDM
Aspek Teknis Dan
Operasi
Aspek Keuangan
LAYAK / TIDAK
KESIMPULAN DAN SARAN
KERANGKA BERFIKIR