• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRAKTEK I(ERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PRAKTEK I(ERJA "

Copied!
60
0
0

Teks penuh

Laporan sebagai salah satu syarat untuk melengkapi komponen nilai praktek kerja lapangan di Fakultas Pertanian Universitas Medan Area. Perkebunan Nusantara III Kebun Gunung Para” yang merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan komponen penilaian Praktek Kerja Lapang (PKL) pada Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Medan Area. Perkebunan Nusantara III yang telah memberikan izin untuk melaksanakan praktek lapangan bekerja di Kebun Gunung Para, Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Perkebunan Nusantara III Gunung Para, Serdang Bedagai yang telah membantu pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu kegiatan akademik yang terdapat dalam kurikulum mata pelajaran di Fakultas Pertanian Universitas Medan Area. Selain pengetahuan, mahasiswa yang mengikuti latihan lapangan diharapkan memahami dan memiliki kemampuan manajerial, teoritis dan sosiologis di lingkungan perkebunan, sehingga memiliki keahlian yang cukup jika memutuskan untuk bekerja di perkebunan setelah lulus.

Oleh karena itu praktek kerja lapangan (PKL) dipandang sebagai sarana untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu mengelola suatu kegiatan yang sedang atau akan dihadapi di masa yang akan datang. Ruang Lingkup Praktek Kerja Lapangan mempunyai sejarah, badan hukum dan. organisasi perkebunan sejak awal masa penjajahan Belanda, proses nasionalisasi perkebunan hingga strategi perusahaan perkebunan PT. Persero) khususnya Kebun Cunung Para.

SEJARAH PERIGBT]NAN (PERUSAHAAN)

Memberlakukan karyawan sebagai asset strategis dan mengembangkannya secara optimal

Meningkatkan keuntungan bagi pemegang saham dan meningkatkan kesejahteraan pegawai melalui pelaksanaan program secara sinergis oleh seluruh pihak terkait, terutama dukungan dan peran serta seluruh pegawai melalui kerja keras, disiplin, keikhlasan dan ketekunan, kerjasama yang harmonis dan terpadu, dedikasi dan loyalitas yang utuh, sebagai serta sikap proaktif, konsisten dan berkesinambungan.

PTPN III (Persero) memiliki 34 unit usaha kebun yaitu terdiri dari unit kebun: Sei Mangkei, Aek Nabara Utar4 Merbau Selatan, Gunung Pamela, Sei

Alamat Kantor Pusat

Seperti banyak tanaman lain yang tumbuh dan berkembang di Indonesia, kelapa sawit belum tentu merupakan tanaman yang lahir dari Ibu Pertiwi. Tanaman ini akan menjadi tanaman bisnis bahkan belum terpikirkan pada saat itu, karena pihak berwenang saat itu menganggapnya hanya sebagai tanaman hias. Pada masa inilah pula didirikan program Perusahaan Inti Rakyat Perkebunan atau yang lebih dikenal dengan nama (PIR – BUN).

Akar tanaman kelapa sawit berfungsi menyerap unsur hara dari dalam tanah dan sebagai organ pernafasan tanaman itu sendiri. Tanaman kelapa sawit mempunyai akar serabut yang akarnya sangat kuat karena tumbuh ke bawah dan ke samping membentuk apa yang disebut dengan akar primer, sekunder, tersier, dan kuaterner. Kelapa sawit merupakan tanaman berumah satu, artinya bunga jantan dan bunga betina terdapat pada satu tanaman dan masing-masing tersusun dalam satu semak.

Buah kelapa sawit terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian luar (epicarpium) yang disebut kulit luar, lapisan tengah (mesocarpium) atau daging buah yang mengandung minyak sawit yang disebut Cru Palm Oil (CpO), dan lapisan dalam (endocarpium) yang disebut kulit buah. Kernel mengandung minyak yang disebut Palm Kernel Oil (PKO).

URAIAN KEGIATAN

  • Bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pengawasan terhadap seluruh aspek pekerjaan di afdeling

Pengelola kebun Gunung Para dibantu oleh asisten kepala, namun dibantu langsung oleh 6 orang asisten bagian taman, 1 orang asisten. Menetapkan klasifikasi pekerja pemanen dan denda bagi yang tidak memenuhi kriteria prosedur yang ditentukan. Perkembangan perkebunan kelapa sawit plasma dengan berbagai kegiatan antara lain pembukaan lahan sekunder, penyiapan lahan, dan pembangunan infrastruktur akan berdampak pada sifat fisik dan kimia khususnya kesuburan tanah.

Vegetasi hutan sekunder yang sebelumnya terdiri dari berbagai spesies dan umur serta memiliki struktur dan fungsi yang sesuai dengan keseimbangan ekosistem hutan, akan terguncang dalam jangka pendek. Dampak negatif ini akan berubah dalam waktu singkat melalui pemeliharaan tanaman kelapa sawit secara intensif dan menjamin keseimbangan baru ekosistem kawasan. Daur hidup organisme pengganggu tersebut akan terputus, bahkan jika mampu bertahan hidup, ia akan memakan makanan apa adanya, atau bahkan menyerang tanaman kelapa sawit yang ada di kebun.

Kelapa sawit merupakan tanaman tropis yang tumbuh pada suhu antara 24 – 28o/o", walaupun pada ketinggian atau ketinggian geografis tertentu masih dapat tumbuh pada suhu dibawah 20'. Perkembangan perkebunan kelapa sawit di dataran tinggi memerlukan pengembangan kelapa sawit. pembibitan yang tahan terhadap suhu rendah Tentukan batas iklim yang sesuai dengan membandingkan hasil tandan buah antar daerah atau negara karena banyak faktor yang mempengaruhinya.

Namun, Hartely dan Goh telah menyusun daftar persyaratan iklim yang baik untuk kelapa sawit. Iklim ideal untuk kelapa sawit menurut Hartley, lgg8 dalam Corley dan Tinker dirangkum Haro, 2006: Curah hujan/tahun mencapai 2000 mm atau lebih, merata tanpa ada bulan kering, dan curah hujan/bulan minimal mencapai 100 mm, pada rata - rata suhu maksimum antara dan suhu minimum antara dan lama paparan antara 5 - 7 jam per hari dan penyinaran mencapai 15. Iklim ideal untuk kelapa sawit menurut Goh (2000): curah hujan antara tahun 2000-2500 mm/tahun, kelembaban relatif di atas 85%, defisit tekanan penguapan rendah, tidak ada suhu ekstrem atau kecepatan angin.

Bandingkan data curah hujan dengan tandan buah segar di berbagai negara, dimana terdapat korelasi positif antara curah hujan dan produksi kelapa sawit. Produksi tandan buah segar relatif rendah jika curah hujan kurang dari 2000 mm/tahun, atau jika. Menurut sistem ini (kemiringan di atas 20″ dianggap tidak cocok untuk kelapa sawit), tidak kering, tidak tergenang air, tidak rawan banjir dan tanah gembur sehingga pertumbuhan akar tidak terhambat (Corley dan Tinker, dirangkum oleh Haro, 2006).

PEMBAHASAN

  • Pencabutan
  • Pembabatan
  • Parit Primer
  • Parit Sekunder
  • Parit Isolasi
  • Fooging

Tanah bekas harus diayak terlebih dahulu dan dicampur dengan pupuk Rp (batuan fosfat) sebanyak 5 kg per. Tanah yang digunakan harus mempunyai struktur yang baik, gembur dan subur, tidak mengandung unsur/logam berbahaya dan harus bebas kontaminasi (hama dan penyakit, pelarut, residu dan bahan kimia lainnya). Mulsa yang digunakan untuk pembibitan utama merupakan limbah padat dari pabrik kelapa sawit.

Pestisida yang digunakan dalam pengendalian hama adalah Yosan 575 EC dengan konsentrasi 0,2 oh dan rotasi dilakukan T-14 hafi. Gejala Culvuaria umumnya berupa bercak atau luka berwarna coklat dengan tepi berwarna kuning atau oranye.Pestisida yang digunakan adalah Amistartop 325 EC dengan konsentrasi 0,10. Alat yang digunakan untuk melakukan penyemprotan gulma dengan menggunakan racun herbisida pada areal cakram kelapa sawit.

Herbisida yang digunakan antara lain Round Up 1 yang mengandung zat aktif glifosat dengan dosis 0,4 liter/ha dengan konsentrasi toksik 4Yo. Alat pelindung diri yang digunakan antara lain masker yang berfungsi untuk melindungi hidung agar racun tidak terhirup. Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan pelaku penembakan antara lain helm pekerja yang dimaksudkan untuk melindungi kepala dari benturan ranting/daun palem.

Sistem rigging yang digunakan adalah sistem rigging, dimana jika gunner sudah menyelesaikan rigging yang dikerjakan sebelumnya, ia harus melapor kepada mandor untuk diberikan rigging baru tepat di sebelah pekerja terakhir. Kotoran tersebut kemudian dibersihkan dari disk menggunakan alat cakar geser dan dikeluarkan dari disk. Parit primer adalah parit utama yang digunakan sebagai saluran pembuangan air, dibangun sejajar dengan blok atau jalan utama dengan ukuran 1,2m x 0,9.

Saluran sekunder merupakan saluran yang digunakan untuk menyalurkan air dari saluran tersier ke saluran utama berukuran 0,9 mx 0,9 mx 0,6 m. Saluran isolasi merupakan saluran yang digunakan untuk mengalirkan air dan sebagai pembatas lahan serta pemukiman masyarakat sekitar perkebunan berukuran 2,5 mx 2 mx 2 m. Salah satu cara pengendalian hama ulat bulu adalah dengan menggunakan alat penyemprot bertekanan tinggi yang disebut HPS (high power sprayer).

Peralatan dan bahan yang digunakan adalah mesin HPS, selang air, alat penyemprot, gerobak dorong, tiang atau bambu, jeriken air, tong air, minyak, bensin dan racun. Dalam 1 unit HPS apabila jumlah selang yang digunakan hanya 1 sajq, maka gaya yang diperlukan adalah 3 orang yang masing-masing berperan sebagai 1 orang yang menggerakkan mesin, 1 orang yang menarik selang dan 1 orang sebagai penyemprot. Racun yang digunakan untuk membasmi hama ulat bulu adalah Santador 25 EC yang mengandung bahan aktif Lambda Silahotrin 25 GLL, dosis yang digunakan adalah 20 cc/2A air dan dalam 1 ha dosis yang digunakan adalah 400 cc.

ZA . KCL

Jenis dan dosis pupuk didasarkan pada hasil analisa daun dan hasil analisa tanaman, umur dan kondisi tanaman.

RP . TSP

PENUTUP

  • Kesimpulan
  • Saran

Praktek kerja lapangan Kegiatan menyelaraskan ilmu yang diperoleh di perkuliahan dengan praktek di lapangan mengenai berbagai proses budidaya kelapa sawit secara keseluruhan, yang penting dilakukan guna memperkaya pengetahuan, wawasan, pengalaman dan keterampilan yang berguna sebagai modal di dunia. . pekerjaan. Kegiatan PKL merupakan suatu kegiatan yang sangat penting untuk memadukan ilmu kampus dan kondisi lapangan sehingga diharapkan seluruh mahasiswa yang mengikuti kegiatan PKL dapat mengikuti kegiatan dengan baik sehingga memperoleh ilmu dan pengalaman yang berguna dalam persiapan menghadapi ujian. menghadapi dunia kerja.

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Perkebunan Nusantara IV (Persero) Kebun Pabatu Kabupaten Serdang Bedagai ialah Perusahaan Perkebunan Indonesia yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit

Perkebunan Nusantara IV (Persero) Unit Kebun Adolina Perbaungan – Deli

Perkebunan Nusantara IX (Persero) Kebun Getas/ Assinan Kabupaten Semarang” menjadi relevansi karena dalam skripsi ini dijelaskan secara singkat mengenai luas areal

Peningkatan produktivitas dimulai dari pemilihan bibit yang berkualitas, pemeliharaan (okulasi, pemupukan, penyiangan rumput, pemangkasan cabang, pemberantasan hama

Perkebunan Nusantara IX (Persero) Kebun Batujamus adalah total Hko, Jumlah Pohon, Dummy Teknologi Sadap, dan Dummy Sistem Sadap; 2) Diduga metode ARIMA dapat

Perkebunan Nusantara XII (Persero) Kebun Kalisepanjang, bagaimanakah tingkat produktivitas tenaga kerja pada produksi komoditas kakao pada PT.. Perkebunan Nusantara XII

Perkebunan Nusantara IX (Persero) Kebun Batujamus adalah total Hko, Jumlah Pohon, Dummy Teknologi Sadap, dan Dummy Sistem Sadap; 2) Diduga metode ARIMA dapat

Manfaat sistem pembagian kerja di bagian pengolahan pada PT Perkebunan Nusantara VIII Persero Jawa Barat Di PT Perkebunan Nusantara VIII Persero Jawa Barat, sistem pembagian kerja