• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip Jual Beli Menurut Syariat Islam dan Peran Timbangan dalam Transaksi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Prinsip Jual Beli Menurut Syariat Islam dan Peran Timbangan dalam Transaksi"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Penelitian

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan kepada pihak-pihak yang membutuhkan mengenai permasalahan yang diangkat, serta menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai hukum Islam mengenai praktek pengurangan timbangan dalam jual beli cabai di Tamanan. Desa, Kabupaten Bondowoso khususnya. Sebagai salah satu cara untuk menambah pengetahuan dan pengalaman mengenai perspektif hukum Islam terhadap praktik downscaling bagi penulis pada khususnya dan pada umumnya bagi peneliti yang memerlukan dan selanjutnya dapat dijadikan acuan untuk penelitian selanjutnya. Bagi penulis, penelitian ini diharapkan menjadi penelitian ilmiah yang memenuhi syarat sebagai laporan atau tugas akhir.

Bagi mahasiswa Almamater dan Muamalah IAIN Jember, diharapkan dapat dijadikan bahan koleksi dan referensi untuk penelitian selanjutnya.

Definisi Istilah

Fiqih Majhab Syafi'i atau yang dikenal dengan Syafi'i merupakan fiqih Majhab Syafi'i yang digagas oleh Muhammad bin Idris as-Syafi'i atau lebih dikenal dengan Imam Syafi'i. Madzhab Fiqih pada awalnya didirikan di Irak dan sebagian besar dianut oleh masyarakat Mesir Hilir, Arab Saudi Barat, Suriah, Indonesia, Malaysia, Brunei, Pantai Coromandel, Malabar, Hadramaut dan Bahrain.11. Maksud peneliti pada kalimat “Amalan Pengurangan Berat Dalam Jual Beli Cabai Menurut Syafi’i Medzhab Fikh (Studi Kasus Di Desa Tamanan Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso)” yang menjadi judul penelitian ini adalah untuk mengetahui . bagaimana praktek atau kebiasaan jual beli dan praktek mengurangi beban yang dilakukan oleh masyarakat Tamanan, kemudian peneliti menganalisis kelayakan hukumnya dalam sudut pandang fiqh Syafi’i Madzhab.

Sistematika Pembahasan

Penelitian kali ini berjudul “Praktik Pengurangan Timbangan Jual Beli Cabai Menurut Fiqih Madzhab Syafi'i (Studi Kasus Di Desa Tamanan Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso)”. Tata cara mengurangi bobot jual beli cabai ini dilakukan masyarakat Desa Tamanan, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso.

Tabel 2.1 Perbedaan penelitian: 18 no
Tabel 2.1 Perbedaan penelitian: 18 no

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

METODE PENULISAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah penelitian deskriptif, 59 Dalam hal ini keadaan, kondisi, situasi, peristiwa atau aktivitas kehidupan yang ada dalam masyarakat merupakan unsur terpenting dalam penelitian yang dilakukan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui keadaan atau kondisi masyarakat, yang dimaksudkan untuk mengkaji secara intensif latar belakang kegiatan tersebut. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif, hal ini dikarenakan peneliti ingin mendeskripsikan kondisi praktik penurunan berat badan dalam jual beli cabai, dan peneliti ingin mengetahui pendapat Syafi’i Madzhab fiqh mengenai praktik tersebut. penurunan berat badan dengan menjelaskan aktivitas ini.

Lokasi Penelitian

Catatan berkaitan dengan jual beli cabai yang dilakukan masyarakat Desa Tamanan Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso. Dari hasil wawancara peneliti mengambil beberapa sketsa mengenai praktek penimbangan dalam jual beli cabai yang dilakukan masyarakat Tamanan, yaitu sebagai berikut :. Para pengepul dan pedagang pun tak memungkiri adanya penurunan bobot setiap kali terjadi jual beli cabai.

Dalam praktik penurunan bobot jual beli cabai, tidak ada kemauan dari kedua belah pihak untuk menurunkan bobot. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan praktik pengurangan jual beli cabai pada masyarakat Tamanan. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Praktek penurunan berat badan dalam jual beli cabai yang umum dilakukan oleh masyarakat Tamanan adalah adanya potongan harga dalam setiap transaksinya.

Subjek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Merupakan teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin mengetahui secara mendalam permasalahan yang sedang diteliti dengan jumlah responden yang relatif sedikit. praktek jual beli. Pemahaman masyarakat Desa Tamanan Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso dalam kaitannya dengan transaksi jual beli dengan unsur step down. Yaitu mencari data yang berkaitan dengan item atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, risalah rapat, dan lain-lain.63.

Dengan demikian jelas bahwa yang dimaksud dengan metode dokumentasi adalah cara yang digunakan peneliti untuk mencari data yang telah didokumentasikan.

Analisis Data

Pemahaman data akan lebih mudah setelah data ditampilkan, sehingga perencanaan pekerjaan selanjutnya bisa lebih cepat. Kesimpulan yang diambil akan dibuktikan kebenarannya dengan bukti-bukti yang valid dan konsisten dan apabila terbukti maka kesimpulan tersebut merupakan kesimpulan yang masuk akal.

Keabsahan Data

Tahapan-Tahapan Penelitian

Secara geografis Kecamatan Tamanan terletak pada ketinggian 345 meter diatas permukaan laut dan Desa Tamanan merupakan salah satu wilayah Kecamatan Tamanan di Kabupaten Bondowoso. Desa Tamanan Sendiri yang luasnya sekitar 371,2 ha, yang luasnya terdiri dari sawah 97,9 ha, lahan kering 215,3 ha, lahan bangunan dan pekarangan 42,2 ha, dan selebihnya adalah yang menjangkau wilayah tersebut. seluas 14,8 ha.68. Kondisi penduduk, ekonomi, sosial, budaya dan agama Berdasarkan hasil sensus penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Bondowoso, Desa Tamanan merupakan desa yang paling padat penduduknya dibandingkan desa-desa lain di Kecamatan Tamanan.

Dilihat dari struktur penduduknya, Desa Tamanan didominasi oleh penduduk muda/dewasa dan anak-anak. Mata pencaharian utama sebagian besar warga Tamanan adalah bekerja di sektor pertanian, khususnya bertani tanaman pangan. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang berhasil menyelesaikan pendidikan SMA/sederajat.

Selain itu, pada tahun 2013 Desa Tamanan telah memiliki 2 Taman Kanak-Kanak, 4 Sekolah Dasar (SD), 2 SMP, 1 SMA dan 1 SMK yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan warga Tamanan dan warga lainnya. Berdasarkan data BPS Kabupaten Tamanan, hasil panen padi mencapai 14.760 ton, jagung 3.559 ton, dan singkong 1.682 ton. Hal ini dapat dibuktikan dengan sebagian besar bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Madura.

Selain itu, ada juga kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan setiap minggu dan setiap bulannya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengirimkan doa kepada leluhur atau keluarga almarhum jemaah Yasin yang dilakukan secara berjamaah. Tadarus biasanya dilakukan sebulan sekali yaitu Kamis – Jumat malam.

Ada yang setiap malam Jumat, malam Selasa, malam Minggu, dan ada juga yang mengikuti tanggal tertentu.

Penyajian Data dan Analisis

Seperti yang dikatakan petani...hanya ada dua pihak yang terlibat dalam jual beli cabai. Usaha jual beli cabai merupakan suatu transaksi jual beli yang melibatkan dua pelaku yaitu penjual dan pembeli. Bentuk akad yang digunakan dalam transaksi jual beli cabai biasanya berupa akad jual beli.

Proses penimbangan pada transaksi jual beli Chile sama dengan proses penimbangan barang lainnya. Seperti yang diungkapkan oleh seorang petani cabai : .. tidak jarang pengepul dan pedagang melakukan pengurangan atau pembulatan pada saat jual beli cabai. Seperti yang disampaikan oleh trader sebagai berikut: .. Saya biasanya hanya menggunakan buy dan sell.

Saat jual beli cabai memang ada diskon, namun diskonnya hanya sekitar 0,5kg – 1kg per kantong. Pemetik dan pedagang tidak perlu meminta izin kepada petani untuk melakukan pengurangan bobot karena hal ini biasa terjadi pada saat jual beli cabai. Usaha jual beli cabai merupakan suatu transaksi jual beli yang didalamnya terdapat dua pelaku yaitu penjual dan pembeli.

Akad jual beli cabai yang dipahami masyarakat desa Tamanan hanya dengan mengucapkannya dan menggunakan akad jual beli. Sedangkan tawar menawar harga yang dilakukan oleh pihak yang menjual dan membeli cabai bisa mencapai kesepakatan atau bahkan selalu mencapai kesepakatan. Proses penimbangan dan penimbangan dalam transaksi jual beli cabai yang dilakukan masyarakat Tamanan adalah mereka terbiasa memperkecil timbangan untuk mengurangi kerugian akibat sifat cabai yang mudah menyusut.

Dalam pandangan Syafi’i Madzhab Fiqih, setiap transaksi jual beli memerlukan adanya kemauan atau kepuasan dalam bertransaksi.

Pembahasan Temuan

Soal pertimbangan jual beli cabai, petani dan pedagang juga punya pendapat yang sama. Adapun mengenai tawar menawar transaksi jual beli cili juga tidak bertentangan dengan pandangan Fiqih Madzhab Syafi'i karena bersifat mendalam. Dan untuk amalannya sendiri, laki-laki muslim dalam transaksi jual beli cabai juga melakukan pemotongan pada setiap penimbangannya.

Jika cabai basah karena kehujanan, apakah masih ada pemotongan dalam jual beli cabai? Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan kepada Bapak. Hadi, ada beberapa proses dalam jual beli cabai. Jawaban : iya menurut saya proses jual beli cabai adalah petani menjual cabai ke pedagang.

Dari hasil wawancara dengan Ust Haridi, penulis menyimpulkan bahwa praktik potong timbangan dalam jual beli cabai yang dilakukan masyarakat Tamanan cukup bervariasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan Pak Heni, terdapat perbedaan proses dalam jual beli cabai. Berdasarkan hasil wawancara dengan Pak Abduh, terdapat perbedaan proses dalam jual beli cabai.

Oleh karena itu, transaksi jual beli cabai ini akan menarik jika dilihat dari sudut fiqh Syafi'i Madzhab. Fokus permasalahan yang kami kaji dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana praktik timbangan berat dalam jual beli cabai yang biasa dilakukan oleh masyarakat Tamanan Kec. Tamanan, Kab. Bondowoso?

PENUTUP

Kesimpulan

Praktek pengurangan timbangan yang dilakukan masyarakat Tamanan adalah mereka selalu memotong timbangan setiap kali petani menjual cabainya kepada mereka. Lain halnya jika cabai yang dijual petani dalam keadaan basah, maka pedagang cabai memotong 1kg tiap karung dan 2kg tiap karung. Dalam pandangan fiqih Madzhab Syafi’i, praktik downscaling yang dilakukan oleh masyarakat Tamanan Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso tidak bisa dibenarkan untuk melakukan downscaling, karena untuk melakukan downscaling harus ada persetujuan atau kemauan dari pihak yang bersangkutan. kedua belah pihak.

Saran

Jawaban: Menurut saya, usaha jual beli cabai merupakan salah satu usaha yang cukup menguntungkan dan bisa mendatangkan kekayaan lebih jika menguntungkan. Namun secara sederhana jual beli cabai adalah perusahaan yang menjual dan membeli cabai kepada petani dan pedagang. Jawaban: Menurut saya, jual beli cabai hanya sekedar transaksi antara penjual dan pembeli atau petani dan pedagang.

Benarkah dalam jual beli cabai ada diskon atau skala, seperti halnya jual beli gabah?

Gambar

Tabel 2.1 Perbedaan penelitian: 18 no

Referensi

Dokumen terkait

Rusly, Jilid II, (Jakarta: P.T.. Konsep promosi yang digunakan oleh Rasulullah SAW. Ketika menjual, beliau tidak pernah melebih-lebihkan produk dengan maksud untuk

Dalam pengertian kredit ada beberapa unsur di dalamnya antara lain unsur persetujuan, penyerahan dan pelunasannya sehingga dapat disimpulkan bahwa ada dua belah pihak yang

Adapun syarat jual beli harus sesuai rukun jual beli sebagaimana menurut jamhur ulama, sebagai berikut.. 1) Syarat orang yang sedang berakad antara lain berakal

Adapun khiyar majlis menurut terminology kalangan ulama fiqh adalah hak syar’i yang dengannya masing-masing orang yang berakad memiliki hak untuk meneruskan akad atau

Khiyar aib adalah adalah hak untuk membatalkan atau melangsungkan jual beli bagi kedua belah pihak yang berakad, apabila terdapat suatu cacat pada objek yang

Selanjutnya, jual beli dianggap sah apabila ma’qud alaih adalah barang yang tetap atau bermanfaat, berbentuk, dapat diserahkan, dapat dilihat oleh orang-orang yang

Syarat adalah sesuatu yang harus ada dalam jual beli, yang bertujuan. untuk menghindarkan sengketa, melindungi kedua belah

Keuntungan yang diperbolehkan dalam Islam adalah keuntungan yang diperoleh secara wajar, dengan menetapkan harga yang adil tanpa merugikan dan mengurangi hak-hak bagi kedua belah