PENDAHULUAN
Konteks Penelitian
Untuk mendukung pengembangan proses berpikir tingkat tinggi pada siswa diperlukan proses pengembangan soal HOTS secara detail. Penjelasan yang berbeda-beda tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pengembangan soal HOTS (High Order Thinking Skills) dari guru sangatlah penting. Namun berdasarkan hasil observasi awal ditemukan bahwa langkah-langkah pembuatan soal HOTS oleh guru pendidikan agama Islam belum sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan.
Penulis berharap dengan dilakukannya penelitian ini dapat menemukan berbagai permasalahan dalam proses pengembangan soal HOTS untuk guru pendidikan agama Islam di SMK 01 Diponegoro Wuluhan, sehingga dapat ditemukan solusi dari permasalahan tersebut di kemudian hari.
Fokus Penelitian
Padahal, pada kurikulum 2013, siswa diharapkan memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan melalui berpikir kritis, inovatif dan kreatif dalam mewujudkan kemajuan manusia melalui penggunaan soal evaluasi berbasis HOTS (High Order Thinking Skill). Berdasarkan pemaparan tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian di SMK 01 Diponegoro Wuluhan tentang “Permasalahan Pengembangan Soal Berbasis HOTS (High Order Thinking Skill) Bagi Guru Pendidikan Agama Islam SMK 01 Diponegoro Wuluhan Tahun Pelajaran 2022/2023. " Bagaimana proses pengembangan soal berbasis HOTS (High Order Thinking Skill) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK 01 Diponegoro Wuluhan tahun pelajaran 2022/2023.
Apa permasalahan guru pendidikan agama islam dalam mengembangkan soal berbasis HOTS (High Order Thinking Skill) di SMK 01 Diponegoro Wuluhan tahun pelajaran 2022/2023.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata kepada negara dan masyarakat khususnya di SMK 01 Diponegoro Wuluhan dengan tujuan agar guru pendidikan agama Islam dapat dengan mudah mengembangkan soal-soal HOTS dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan atau Kementerian Agama yang fokus pada pengelolaan pendidikan dapat memberikan berbagai kebijakan, program dan pelatihan bagi para pendidik agama Islam. untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyusun soal-soal berbasis HOTS. Kemudian, penelitian ini juga dapat berkontribusi untuk memperkaya literatur dan pendidikan khususnya dalam penyusunan soal-soal HOTS, sehingga dapat menjadi masukan bagi pihak-pihak yang berminat untuk melanjutkan hasil penelitian ini.
Penelitian ini diharapkan mampu mengungkap permasalahan yang dialami guru pendidikan agama Islam SMK 01 Diponegoro Wuluhan dalam mengembangkan soal HOTS.
Definisi Istilah
Guru pendidikan agama Islam (IRA) diartikan sebagai guru yang mengajarkan nilai-nilai agama agar peserta didik dapat memahami dan mengamalkan segala perintah serta terhindar dari larangan yang terkandung di dalamnya. Selain itu dapat diartikan bahwa guru agama Islam adalah tenaga kependidikan profesional yang mampu mendidik, mengajar, membimbing, membimbing, menilai dan mengevaluasi peserta didik agar senantiasa melaksanakan perintah agama Islam guna mencapai kebahagiaan. di dalamnya. dunia dan akhirat. Batasan dalam pembahasan guru pendidikan agama islam kali ini antara lain guru pendidikan agama islam kelas XI Akuntansi SMK 01 Diponegoro Wuluhan yaitu Ibu Hj, Nailul Uthfiah S.Pd dan Bapak A.
Secara umum dapat dipahami bahwa Permasalahan dalam pengembangan soal HOTS (High Order Thinking Skill) pada guru pendidikan agama Islam merupakan kajian terhadap permasalahan yang dialami dalam pengembangan soal HOTS oleh guru pada pendidikan agama Islam.
Sistematika Pembahasan
Pada bagian ini memaparkan penelitian terdahulu dan kajian teori terkait permasalahan pengembangan soal HOTS (High Order Thinking Skill) pada guru pendidikan agama Islam SMK 01 Diponegoro Wuluhan tahun ajaran 2022/2023. Bab ini menjelaskan metode penelitian yang terdiri dari pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, keabsahan data, dan tahapan penelitian. Bagian ini fokus pada pembahasan hasil penelitian yang meliputi uraian mata pelajaran, penyajian dan analisis data, serta pembahasan temuan terkait permasalahan pengembangan soal HOTS (High Order Thinking Skill) pada guru pendidikan agama Islam di SMK 01 Diponegoro Wuluhan untuk tahun ajaran 2022/2023.
Pada bagian ini memaparkan kesimpulan yang diperoleh selama proses penelitian dan memberikan saran agar berbagai pihak dapat bekerjasama untuk membantu guru pendidikan agama Islam SMK 01 Diponegoro Wuluhan dengan baik dan menyeluruh dalam proses pengembangan HOTS.
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Profil Kemahiran Guru dalam Pembuatan Soal Tes Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMK di Kecamatan Rambah. Kemampuan guru kelompok PAI dalam menyusun soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk soal Penilaian Akhir Semester (PAS) siswa kelas IX MTS Negeri 5 Sleman”. Penelitian ini membahas tentang kemampuan guru kelas PAI dalam merumuskan soal HOTS (High Order Thinking Skill).
Kajian terdahulu memfokuskan kepada keupayaan guru kumpulan PAI membina soalan KBAT (High Order Thinking Skill).
Kajian Teori
Untuk mengetahui permasalahan guru PAI dalam proses pengembangan soal HOTS melalui beberapa tahapan. Kisi-kisi soal berpikir tingkat tinggi telah disesuaikan untuk memudahkan guru dalam merancang soal HOTS. Soal HOTS kemudian menggunakan stimulus yang kontekstual dan menarik seperti isu terkini agama, teknologi informasi, sains, ekonomi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan lain-lain.
Tanpa kompetensi tersebut, guru akan kesulitan dalam proses pengembangan soal HOTS dan hal ini akan menyebabkan rendahnya kualitas berpikir kritis siswa.
METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Subjek Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisis Data
- Keabsahan Data
- Tahap-Tahap Penelitian
Dalam proses pengembangan soal HOTS (High Order Thinking Skill), guru Pendidikan Agama Islam SMK 01 Diponegoro Wuluhan mampu mengembangkan soal HOTS. Proses pengembangan soal berbasis HOTS (High Order Thinking Skill) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam keterampilan SMK 01) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam SMK 01 Diponegoro Wuluhan Tahun Pelajaran 2022/2023. Proses pengembangan soal HOTS dimulai dengan analisis KD (Kompetensi Dasar), menyusun kisi-kisi soal, merumuskan rangsangan yang menarik dan kontekstual, menulis item soal sesuai kisi-kisi soal dan membuat pedoman penilaian (rubrik) atau kunci jawaban.
Tahap selanjutnya dalam proses pengembangan soal HOTS adalah menulis soal sesuai grid. Permasalahan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pengembangan Soal Berbasis HOTS (High Order Thinking Skill) di SMK 01 Soal Berbasis HOTS (High Order Thinking Skill) di SMK 01 Diponegoro Wuluhan Tahun Pelajaran 2022/2023. Proses Pengembangan Soal Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skill) pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMK Keterampilan 01) Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam SMK 01 Diponegoro Wuluhan Tahun Pelajaran 2022/2023.
Proses pengembangan soal HOTS (High Order Thinking Skill) memerlukan beberapa tahapan, dimulai dari analisis kompetensi dasar, menyusun kisi-kisi soal, merumuskan rangsangan yang menarik dan kontekstual, menulis soal sesuai kisi-kisi soal, dan terakhir membuat panduan penilaian (rubrik). atau kunci jawaban. . Permasalahan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengembangkan Soal Berbasis HOTS (High Order Thinking Skill) di SMK 01 Soal Berbasis HOTS (High Order Thinking Skill) di SMK 01 Diponegoro Wuluhan Tahun Pelajaran 2022/2023. Proses pengembangan soal berbasis HOTS (High Order Thinking Skill) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK 01 Diponegoro Wuluhan tahun pelajaran 2022/2023.
Permasalahan yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam mengembangkan soal-soal berbasis HOTS (High Order Thinking Skill) di SMK 01 Diponegoro Wuluhan tahun pelajaran 2022/2023. Dokumen terkait pengembangan soal HOTS untuk guru pendidikan agama Islam SMK 01 Diponegoro Wuluhan.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Penyajian Data dan Analisis
- Proses pengembangan soal berbasis HOTS (High Order Thinking
- Problematika guru pendidikan agama islam dalam pengembangan
Soal HOTS (High Order Thinking Skill) dapat diartikan sebagai soal yang mendorong siswa berpikir lebih tinggi dan kritis. Selain itu, penyusunan rangkaian pertanyaan oleh Bpk. Faidhol juga didukung dengan hasil wawancara dengan salah satu siswanya yaitu Dewi Zahrotul siswa Akuntansi kelas XI. Menurut Zahrotul, grid yang dibuat oleh Pak Faidhol diberikan kepada siswa seminggu sebelum ujian agar siswa dapat dengan mudah mempelajari materi dan soal-soal yang mungkin muncul.
Dari hasil wawancara dengan Ibu Nailul terlihat bahwa Ibu Nailul tidak membangun jaringan pertanyaan. Oleh karena itu, pertanyaan Bu Nailul tidak didasarkan pada kisi-kisi pertanyaan yang dikonstruksikan, melainkan berasal dari pertimbangan guru sendiri tentang materi apa yang perlu diperdalam. Selain itu, grid yang diberikan guru juga akan memudahkan siswa dalam mempelajari materi atau jenis soal yang akan muncul pada saat ujian.
Hal ini juga didukung dengan hasil dokumentasi yang menunjukkan bahwa soal-soal yang disusun oleh Bapak Faidhol telah sesuai dengan jadwal yang diberikan kepada siswa oleh guru. Kebanyakan pertanyaan yang kita temui hanya sekedar mengingat atau mengingat sesuatu tanpa dibarengi dengan rangsangan yang menarik dan kontekstual. Padahal selama ini Pak Jauhari selalu memberikan berbagai saran, agar setiap soal yang diujikan mempunyai insentif yang menarik terkait penerapan soal HOTS.
Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan penulis, dapat diambil kesimpulan sementara bahwa guru kurang dalam menciptakan rangsangan pertanyaan yang menarik dan kontekstual sebagai landasan dalam proses pengembangan soal HOTS. Namun guru yang lain tidak membuat tabel waktu, sehingga soal dibuat hanya berdasarkan pertimbangan materi saja.
Pembahasan Temuan
- Proses Pengembangan Soal Berbasis HOTS (High Order Thinking
Mustahdi mengatakan tahapan pengembangan soal HOTS meliputi analisis KD (Kompetensi Dasar), menyusun kisi-kisi soal, merancang rangsangan yang menarik dan kontekstual, menulis soal sesuai kisi-kisi soal, dan terakhir mencipta. Dalam proses pengembangan soal HOTS, peneliti menemukan beberapa permasalahan atau kesulitan yang dialami guru pendidikan agama Islam dalam mengembangkan soal HOTS. “Pengembangan Soal Keterampilan Berpikir Tinggi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Tinggi Siswa SD pada Mata Pelajaran Matematika”.
Nur Wahid S.H diharapkan dapat mengikuti pelatihan pengembangan soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) sehingga dapat memberikan dorongan, bimbingan dan arahan kepada guru pendidikan agama Islam dalam pengembangan soal jenis HOTS (Higher Order Thinking Skills). Bagi peneliti sendiri, diharapkan penelitian skripsi ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam memahami berbagai permasalahan yang dihadapi guru pendidikan agama Islam dalam proses pengembangan soal HOTS. Mendeskripsikan permasalahan pengembangan soal berbasis HOTS (High Order Thinking Shift) pada guru pendidikan agama Islam di SMK 01 Diponegoro Wuluhan tahun ajaran 2022/2023.
Bagaimana kepala sekolah secara umum melaksanakan proses pembinaan terhadap guru PAI dalam mengembangkan soal-soal kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Langkah apa yang dilakukan kepala sekolah untuk mengatasi kesulitan dalam mengembangkan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada guru PAI. Bagaimana pimpinan kurikulum secara umum menerapkan proses pembinaan terhadap guru PAI dalam mengembangkan soal-soal kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).
Bagaimana langkah-langkah yang dilakukan Kepala Kurikulum untuk mengatasi permasalahan pengembangan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Guru PAI. Bagaimana langkah Kepala Kurikulum agar guru mendapat informasi sosialisasi dan pelatihan pengembangan soal HOTS?
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Proses pengembangan soal HOTS (High Order Thinking Skill) diawali dengan tahapan menganalisis kompetensi inti, membuat kisi-kisi soal, menentukan rangsangan yang menarik dan kontekstual, menulis soal sesuai kisi-kisi yang telah dibuat, dan terakhir membuat petunjuk penilaian atau panduan penilaian. menjawab. kunci. Berdasarkan temuan penelitian, salah satu guru tidak membuat kisi-kisi pertanyaan sehingga pertanyaan yang diajukan hanya berdasarkan pertimbangan materi saja. Nah, tahapan yang dilakukan antara lain menganalisis kompetensi inti, menentukan rangsangan yang menarik dan kontekstual, menulis soal sesuai pertimbangan materi, dan terakhir membuat pedoman penilaian atau kunci jawaban.
Permasalahan tersebut antara lain kesulitan menyusun rangsangan dan kalimat tanya dengan benar, guru kurang menguasai materi, guru.
Saran
- Penelitian Terdahulu
- Tingkatan Kognitif
- Kisi-Kisi Soal
- Stimulus Soal
- Kartu Soal
- Perbandingan Asesmen Tradisional dan Kontekstual
- Kompetensi Dasar
- Temuan Penelitian
- Analisis Data
- Soal latihan di LKS (Lembar Kerja Siswa)
- Soal latihan di Buku Paket Siswa
- Sosialisasi pelatihan dan pengembangan soal HOTS
Disajikan dengan pernyataan tentang persamaan perilaku ketaatan, siswa dapat mengevaluasi perilaku ketaatan terhadap Nabi dan pemimpin. Disajikan dengan pernyataan-pernyataan tentang kepemimpinan Islam, siswa dapat mengingat kembali kepemimpinan penerus Nabi dalam bernegara dan pemerintahan. Disajikan dengan pernyataan tentang masa perpindahan kekuasaan Islam, siswa dapat mengingat kembali masa Khulafaur Rasyidin menggantikan Bani Umayyah.
Disajikan pernyataan tentang jenis-jenis syaja'ah, siswa dapat menjelaskan jenis-jenis syaja'ah dan contohnya.