• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profesional Dosen dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus di STAIYO Wonosari)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Profesional Dosen dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus di STAIYO Wonosari)"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

Dosen Ahli Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus pada Prodi Pendidikan Agama Islam STAIYO Wonosari), Tesis Diploma, Program Magister, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2020. Penyusunan skripsi ini merupakan sebuah kajian singkat kompetensi profesional dosen pendidikan agama Islam Proses Pembelajaran PAI (studi kasus pada program studi Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIYO Wonosari). Penulis menyampaikan tugas ini untuk memenuhi salah satu syarat meraih gelar Magister Pendidikan dengan konsentrasi Pendidikan Agama Islam, Program Magister, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Mahmud Arif, M.Ag, selaku Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Seluruh dosen dan pegawai Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Latar Belakang

Perkuliahan PAI pada umumnya dilakukan dengan metode pembelajaran di dalam kelas, pembelajaran hanya diisi dengan ceramah (ceramah) dari guru. merupakan hal yang lumrah ditemui di perguruan tinggi negeri. 4. Secara umum dapat dikatakan bahwa Pemerintah mewajibkan setiap dosen mempunyai kualifikasi akademik minimal seperti: (1) lulusan program magister bagi dosen program sarjana; (2) lulusan program doktor bagi dosen program pascasarjana. Penelitian terhadap pengembangan kualitas dosen harus terus dilakukan, karena dosen merupakan kunci keberhasilan suatu lembaga pendidikan tinggi.

Kinerja dosen (job performance) adalah prestasi yang diperoleh dosen selama melaksanakan pekerjaan yang diberikan kepadanya baik dari segi keterampilan, pengalaman, dan keikhlasannya serta optimalisasi jam belajar. Permasalahan kinerja dosen banyak permasalahan yang melingkupi kinerja tersebut, sehingga tanpa memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya maka segala perbaikan tidak akan dapat berjalan dengan lancar. Akbar, Dampak Kompetensi terhadap Kinerja Dosen Pendidikan Agama Islam, Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat hal.

Masalah kompetensi dosen merupakan syarat utama yang harus dikuasai dosen agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Dosen yang berkualitas akan mengetahui cara memimpin kelas dengan lebih baik, sehingga hasil belajar mahasiswanya akan optimal. Di sisi lain, pendidik juga harus memiliki karakteristik kinerja yang menunjang perannya sebagai pendidik, apalagi di masa milenial ini jika kita melihat situasi para pendidik di STAIYO Wonosari, termasuk PTKI di Gunung Kidul. kabupaten yang tepatnya terletak di kawasan Wonosari Jl.

Ki Ageng Giring, Bansari Kepek, Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan juga kampus STAIYO Wonosari sudah cukup lama berdiri. Berdasarkan pengamatan awal peneliti, permasalahan yang ditemukan di kampus STAIYO Wonosari masih ada beberapa guru yang belum mengikuti perkembangan saat ini.8 Dari latar belakang diatas maka peneliti akan memperkenalkan guru-guru profesional dalam proses pembelajaran agama Islam. membahas pendidikan di prodi PAI STAIYO Wonosari.

Fokus Penelitian

Kajian Pustaka

Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi bagi para Dosen-profesional dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam di STAIYO Wonosari. Cut Fitriani, Murniati AR, Nasir Usman, “Kompetensi profesional guru dalam mengelola pembelajaran di Mts Muhammadiyah Banda Aceh”.

Kerangka Teori

Pengertian Pembelajaran PAI di Perguruan Tinggi

Strategi pembelajaran PAI di perguruan tinggi pada hakikatnya menekankan pada kemampuan dosen dalam berinovasi dan merancang proses pembelajaran agar memudahkan mahasiswa dalam memahami dan mengenali ilmu yang dikembangkan dalam perkuliahan. Keberadaan mahasiswa di perguruan tinggi merupakan salah satu unsur penting dalam menentukan perkembangan perguruan tinggi dan kinerja perguruan tinggi tersebut, proses pembelajaran merupakan sesuatu yang diciptakan dengan sengaja.11. Sistem pembelajaran dapat diartikan sebagai upaya untuk meningkatkan dan mendorong kemampuan intelektual, spiritual, dan emosional seseorang.

Sistem pembelajaran dapat mengembangkan etika dan moral seseorang, termasuk kreativitas melalui interaksi dan dampak pembelajaran. Upaya pengembangan dalam hal penyelamatan dan perlindungan fungsi-fungsi manusia yang bersangkutan, yang diwujudkan dalam bentuk pembelajaran dengan sistem pembelajaran yang menitikberatkan pada siswa mengenai aktualisasi individu berdasarkan perencanaan dan kemampuan serta minat siswa untuk belajar dan belajar mandiri di luar pembelajaran yang telah ditetapkan. sistem. Kegiatan pembelajaran mengandung banyak komponen dan mempunyai pengaruh yang holistik dalam menentukan hasil belajar, baik hasil proses maupun hasil sistem pembelajaran.

Guru dituntut dapat memilih dan menyampaikan bahan ajar untuk menguasai tujuan pembelajaran 13 Peserta pembelajaran harus memiliki dan menguasai materi yang akan disajikannya dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi berdasarkan tingkat pendidikan akhir guru. Agar memperoleh hasil yang baik maka media dari sistem pembelajaran jenis ini sangat cocok untuk diterapkan 14. Metode yang akan digunakan untuk menyampaikan harus sesuai dengan tujuan pendidikan.Variasi metode pengajaran mempunyai pengaruh yang besar terhadap prestasi belajar. hasil belajar 15.

Pembelajaran PAI di perguruan tinggi dapat dilihat dari dua kategori, yaitu fungsi PAI untuk aktivitas dan fenomena.

Profesional Dosen

PAI berfungsi sebagai suatu kegiatan yaitu upaya merancang bagaimana individu atau kelompok mengembangkan kehidupan, perilaku hidup, dan keanekaragaman kehidupan, baik yang bersifat langsung (bimbingan praktis) maupun yang bersifat psikologis dan sosial dalam kaitannya dengan nilai-nilai Islam. Sedangkan dari segi fenomena, PAI merupakan perjumpaan antara seseorang dengan orang lain untuk memperbaiki keadaan kehidupan dengan menerapkan nilai-nilai Islam.16. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 pada Bab I Pasal 2 menyebutkan bahwa guru adalah guru yang telah menguasai ilmu pengetahuan untuk dikembangkan dan disebarluaskan kepada masyarakat luas.

Dosen yang profesional adalah guru yang telah menguasai bidang keilmuan yang dipelajari dan diajarkannya.18. Profesionalisme merupakan suatu konsep yang menganut keyakinan bahwa jika melakukan pekerjaan, seseorang harus benar-benar menguasai pekerjaan.19 Miarso mengatakan bahwa suatu profesi memerlukan sekelompok profesional yang mempunyai keyakinan untuk memantapkan profesinya masing-masing. Dosen yang profesional selalu memanfaatkan teknologi pendidikan, karena dengan memanfaatkan kemajuan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan zaman akan memberikan pengaruh yang besar terhadap program pelatihan dosen khususnya dalam meningkatkan mutu dan sumber daya dosen untuk menjadi profesional.

UU No. 14 Tahun 2005 Bagi Tenaga Pendidik pada Bab V Bagian Kesatu, Sertifikasi, Kompetensi, Kualifikasi dan Jabatan Akademik Pasal 45, Guru harus mempunyai kompetensi, sertifikat akademik, sehat jasmani dan rohani serta mempunyai kualifikasi lain yang menjadi syarat umum pembelajaran. tujuan.Dan dalam pasal 46 ayat (2) Dosen harus. Metode yang digunakan guru sangat menentukan aktivitas belajar siswanya.21 Metode ini harus sesuai dengan standar pendidikan Ilsam di perguruan tinggi. Dosen profesional dalam pengembangan pendidikan agama Islam, khususnya dalam pengembangan agama mahasiswa di perguruan tinggi (PT), mempunyai poin penting, karena pembinaan keagamaan mencakup upaya untuk menanamkan dan memperkuat sisi spiritual mahasiswa di kampus dan di lingkungan sekolah. masyarakat luas.setelah.

Dalam mewujudkan pendidikan agama Islam bagi peserta didik yang bermutu, tugas utama dosen dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya adalah mampu membawa pembaharuan, perubahan atau kemajuan, serta peningkatan terus-menerus keilmuan spiritual dan disiplin ilmunya.

Kerangka Berfikir

Permasalahan mendasar dalam penelitian ini adalah permasalahan yang berkaitan dengan kinerja dosen karena banyak permasalahan yang melingkupi kinerja tersebut, sehingga tanpa memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya maka segala upaya peningkatan pendidikan dapat terhambat. Ki Ageng Giring, Bansari kepek, Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan juga Kampus STAIYO Wonosari sudah berdiri cukup lama. Berdasarkan observasi awal peneliti, permasalahan yang teridentifikasi di kampus STAIYO Wonosari adalah masih ada beberapa dosen yang tidak ikut serta pada periode tersebut. Keterampilan profesional dosen PAI dalam sistem pengajaran PAI, permasalahan yang terkait dengan penelitian ini adalah terkait dengan kinerja dosen terkait sistem belajar mengajar.

Karena penelitian ini berupaya untuk mengungkap latar belakang dan bentuk profesionalitas dosen dalam proses pembelajaran mahasiswa di program studi PAI-STAIYO Wonosari, maka jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan (field study). Bogdan dan Taylor menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah langkah-langkah, cara atau penelitian. metode yang mengumpulkan data deskriptif berupa kata-kata, catatan yang berkaitan dengan nilai, pengertian atau makna yang diperoleh 25 Artinya penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang artinya keluaran penelitian ini tidak berupa angka-angka seperti yang terdapat pada kuantitatif Penelitian Selengkapnya ' Ciri khas model studi kasus adalah adanya keunikan dan kekhasan yang menjadi daya tarik penelitian ini.

Makalah atau dokumen yang digunakan untuk menggali informasi lebih lanjut dalam penelitian ini antara lain: Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara kepada empat pihak yang diwawancarai yaitu Ketua Program Studi PAI-STAIYO Wonosari, tim pengembangan kurikulum Program Studi PAI-STAIYO Wonosari, dosen prodi PAI-STAIYO Wonosari, dan mahasiswa prodi PAI-STAIYO Wonosari. Observasi diartikan sebagai kegiatan untuk memperoleh data yang dapat dijadikan kesimpulan atau diagnostik. 29 Peneliti melakukan observasi terhadap kegiatan yang berlangsung di program studi PAI untuk menggali Profesionalisme Dosen dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Dokumen dapat berupa teks, film, video, gambar atau karya monumental lainnya.30 Dalam penelitian ini peneliti berupaya mengekstraksi data dan makna dari dokumen yang relevan bagi guru profesional dalam proses pembelajaran PAI.

Sistematika Pembahasan

Segala teori yang berkaitan dengan tema atau fokus penelitian ini diuraikan dan diuraikan secara rinci sehingga dapat menghasilkan rumusan teori yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.

PENUTUP

Implikasi

Keberadaan lulusan pendidikan tinggi yang berkualitas dapat membawa perubahan radikal dalam dimensi kehidupan masyarakat. Pendidikan tinggi merupakan tumpuan dan harapan masyarakat, karena lulusannya membawa pencerahan yang berdampak pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraannya. Kualifikasi tersebut merupakan hasil pembelajaran yang telah berlangsung dalam proses akademik yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan tinggi.

Khusus bagi guru Pendidikan Agama Islam, penting untuk memiliki guru yang profesional agar kelangsungan pengajaran PAI di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Wonosari dapat membawa manfaat bagi peserta didik dan mudah diterapkan dalam kehidupan. Pemutakhiran metode pengajaran dosen PAI di Pesantren Wonosari sangat penting dilakukan karena dengan dilakukannya pemutakhiran tersebut maka perguruan tinggi akan semakin maju dan disegani di masyarakat. Perguruan tinggi yang mengutamakan tingkat keahlian guru senantiasa melakukan perubahan dan pemutakhiran pendidikan dalam aspek kelembagaan, kurikulum, dan metodologi pengajaran.

Hal ini sangat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar di perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tinggi untuk melakukan perubahan di negeri kita tercinta dan khususnya PAI seiring berkembangnya agama Islam di kampus. Bahaking Rama, Sejarah Pendidikan dan Peradaban Islam Sejak Zaman Bani Umayyah Hingga Kemerdekaan Indonesia (Cet. I; Yogyakarta: Cikrawala, 2011). Direktorat Jenderal PTAI Departemen Agama Republik Indonesia, Penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Negeri (Jakarta, 2002).

Marwan Saridjo, Pendidikan Islam dari Masa ke Masa; Tinjauan Kebijakan Publik Pendidikan Islam di Indonesia (Cet. II; Bogor: Yayasan Ngali Aksara dan al Manar Press, 2011).

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini adalah pemahaman terhadap internalisasi pendidikan Islam dalam membangun karakter siswa yang dilaksanakan di SD Negeri Mangkubumen Kidul No.16 Surakarta,

Dari data-data yang bisa dikumpulkan baik dengan cara melakukan observasi secara langsung maupun dengan melakukan wawancara dengan segenap pengurus pengajian halaqah, dan

Adapun proses analisis data yang penulis lakukan dimulai dengan menelaah seluruh data dari berbagai sumber (wawancara dan observasi) yang dilakukan di SMP Negeri

Konsep metakognitif tersebut sangat bermanfaat sekali bagi peningkatan metakognitif siswa, karena dengan adanya Declarative Knowledge yang akan membantu siswa

datanya adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang mencakup empat komponen yaitu pengumpulan data,

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) kompetensi widyaiswara dalam mengelola pembelajaran di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta, 2)

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Ana Pratiwi adalah upaya dalam menangkal potensi siswa tidak hanya dengan pembelajaran saja, tetapi guru harus

Hasil screening awal pertama sebaran 170 dokumen berdasarkan tahun dari kata kunci ‘Learning Technology in Islamic Education’ Hasil pada Gambar 1 menunjukkan tren dokumen dari database