PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan permasalahan diatas, maka penulis merumuskan masalah yaitu “Bagaimana Perspektif Masyarakat terhadap Profesionalisme Kerja Lembaga Keuangan Mikro Syariah?”. Ada beberapa manfaat praktis dari penelitian yang dilakukan, antara lain sebagai berikut: Berkontribusi atau memberikan kontribusi kajian akademik mengenai perspektif masyarakat terhadap profesionalisme kerja di lembaga keuangan mikro syariah. Selain itu juga memberikan pengetahuan bahwa BMT merupakan lembaga keuangan syariah yang memiliki sistem peredaran uang yang cukup kompleks.
Sebagai motor penggerak agar masyarakat selalu bersedia mengkaji atau mencermati terkait profesionalisme kerja di lembaga keuangan mikro syariah untuk meminimalisir risiko. Sebagai upaya untuk menambah khasanah pengetahuan tentang cara pandang masyarakat terhadap profesionalisme lembaga keuangan syariah.
Penelitian Relevan
BMT Nurul Husna Pekalongan.” 9 Kesamaan penelitian yang ditulis oleh para peneliti adalah sama-sama meneliti persepsi masyarakat. Skripsi Diploma Tiga Syariah dan Ekonomi Islam Program Studi D-III Syariah Perbankan STAIN Jurai Siwo Metro Lampung. Namun penelitian penulis hanya berfokus pada persepsi/pandangan masyarakat terhadap lembaga keuangan mikro syariah.
Persepsi Dewan Syariah dan Dosen Ekonomi Islam Stain Jurai Siwo Metro tentang Perbankan Syariah dan Implikasinya. Skripsi ini ditulis oleh Deva Suardiman, mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah dan Ekonomi Islam, Program Studi Ekonomi Islam STAIN Jurai Siwo Metro Lampung.11 Persamaan penelitian yang ditulis peneliti adalah sama-sama mempelajari persepsi. Bedanya, tesis yang ditulis Deva Suardiman lebih fokus pada persepsi dosen STAIN Jurai Siwo Metro tentang bank syariah.
Sementara itu, penelitian yang ditulis oleh peneliti lebih terfokus pada persepsi masyarakat terhadap profesionalisme lembaga keuangan mikro syariah. 11 Deva Suardiman, “Persepsi Dosen Syariah dan Ekonomi Islam Stain Jurai Siwo Metro Terhadap Perbankan Syariah Dan Implikasinya” Tesis Pascasarjana Ekonomi Syariah dan Islam, Program Studi Ekonomi Syariah STAIN Jurai Siwo Metro Lampung.
LANDASAN TEORI
- Pengertian Persepsi
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
- Proses Persepsi
- Persoalan Persepsi
- Profesionalitas
- Pengeertian Profesionalitas
- Unsur-Unsur Dalam Profesionalitas
- Prinsip-Prinsip Profesionalitas
- Lembaga Keuangan Mikro Syariah
- Pengertian LKMS
- Peran LKM Sebagai Lembaga Keuangan
- Dasar Hukum LKMS
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam hal ini peneliti menggunakan teori persepsi untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap profesionalisme kerja lembaga keuangan syariah. Lembaga Keuangan Mikro adalah lembaga keuangan yang khusus didirikan untuk memberikan layanan pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat baik melalui pinjaman atau pembiayaan dalam usaha mikro kepada anggota dan masyarakat, pengelolaan simpanan, tetapi juga memberikan layanan konsultasi pengembangan usaha tidak hanya untuk keuntungan. Lembaga keuangan mikro syariah terdiri dari berbagai lembaga antara lain BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah), koperasi syariah, dan juga lembaga keuangan mikro syariah yang disebut baitul kali wat tamwil (BMT), lembaga keuangan mikro yang berbadan hukum koperasi syariah atau koperasi syariah untuk jasa keuangan (KJKS). .
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) adalah lembaga keuangan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pinjaman atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah bagi usaha mikro yang akan dikembangkan oleh masyarakat. Peran LKM sebagai perantara keuangan sangat penting, banyak penelitian menunjukkan bahwa LKM telah berhasil memenuhi perannya sebagai lembaga keuangan sehat yang melayani masyarakat miskin. Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) terdiri dari beberapa lembaga antara lain BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah), BMT (Baitul Mal Wat Tanmil), Koperasi Syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya yang diatur sesuai ketentuan.
Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM) berbentuk koperasi harus memenuhi ketentuan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 tentang penyelenggaraan usaha simpan pinjam oleh koperasi. 27 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 12/POJK.05/2014 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Lembaga Keuangan Mikro.
METODOLOGI PENELITIAN
Sumber Data
Sumber data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah sumber atau sumber untuk memperoleh data primer.30 Menurut Suharsima Arikunta, data primer yang dimaksud adalah data yang berbentuk verbal atau kata-kata yang diucapkan secara lisan, gerak tubuh atau tingkah laku yang dilakukan oleh subjek yang dapat dipercaya, dalam hal ini subjek penelitian (informan). sesuai dengan variabel yang dipelajari. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, baik wawancara, observasi maupun laporan dalam bentuk dokumen informal yang kemudian diolah oleh peneliti.
Purposive sampling, yaitu penunjukan anggota populasi tertentu (jika orang, maka orang tertentu), dilakukan atas dasar pertimbangan tertentu (sesuai dengan kebutuhan), berdasarkan sifat atau sifat populasi yang diketahui sebelumnya.32 Artinya bahwa peneliti dengan sengaja memilih populasi sesuai dengan persyaratan yang meliputi ciri – ciri, keistimewaan, karakteristik dan kriteria yang sesuai dengan sampel dalam penelitian ini. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Tejosari Metro Timur dan yang tergabung dalam BMT ASSYAFI'IYAH BN yaitu 30 orang, di KSPPS BMT AKU 30 orang, BMT AT-TA'WAUN 20 orang dan BMT CAHAYA UMAYYAH 20 orang. Setelah peneliti mengetahui populasi yang ada, peneliti mengambil perwakilan dari unit populasi tersebut dengan sistem representasi berimbang. Peneliti mengambil 10% perwakilan dari setiap unit populasi yaitu 10% dari 30 populasi di BMT ASSYAFI'IYAH BN, 10% dari 30 penduduk di KSPPS BMT AKU, 10% dari 20 penduduk di BMT AT-TA'WAUN dan 10% dari 20.
Sumber data sekunder adalah semua media yang mampu menyediakan data yang diperlukan untuk subjek penelitian. Dalam penelitian ini diperoleh hasil sumber data sekunder berupa data pustaka,33 untuk memperoleh data pustaka digunakan sumber pustaka yaitu buku-buku yang ada di perpustakaan seperti buku lembaga keuangan mikro, lembaga keuangan Islam Kajian Teori Praktis, Lembaga Ekonomi Islam, Pengantar Ekonomi Islam.
Teknik Pengumpulan Data
Selama wawancara, peneliti membacakan pertanyaan yang diajukan, dan menuliskan serta memeriksa jawaban. Untuk mendapatkan data yang akurat dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara dengan informan yang diambil dari masyarakat Desa Tejosari Metro Timur untuk mendapatkan data persepsi masyarakat terhadap profesionalisme kerja lembaga keuangan mikro syariah. Dokumentasi dilakukan oleh penulis dengan menggunakan dokumen atau rekaman yang berkaitan dengan judul penelitian, baik sejarah, visi misi, struktur, dan sebagainya.
Dalam penelitian ini data yang dicari berupa dokumen berupa buku, catatan, profil kota dan dokumen kota Tejosari Metro Timur, serta yang berkaitan dengan persepsi masyarakat terhadap profesionalisme kerja lembaga keuangan syariah.
Teknik Analisis Data
Untuk itu, Ibu Ani lebih memilih menabung di lembaga keuangan mikro syariah ketimbang bank konvensional. Selain karena pelayanannya, Ibu Heni memilih lembaga keuangan mikro syariah karena lokasinya yang dekat dengan tempat tinggalnya sehingga memudahkan peminjaman. Sementara itu, pengertian bunga bank dan bagi hasil mempengaruhi keputusan Ibu Dwi untuk menggunakan lembaga keuangan mikro syariah.
Ibu Yuniar, yang telah menjadi anggota Lembaga Keuangan Mikro Syariah selama kurang lebih 2 tahun. Analisis Persepsi Masyarakat Terhadap Profesionalisme Kerja Lembaga Keuangan Mikro Syariah di Desa Timur metro Tejosari. Selain itu, kita juga dapat melihat bahwa setiap anggota memiliki alasan yang berbeda mengapa mereka memilih Lembaga Keuangan Mikro Syariah.
Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa faktor yang mr. Yang mempengaruhi persepsi Sandi terhadap anggota Lembaga Keuangan Mikro Syariah adalah faktor kebutuhan menabung yang dapat diambil dari produk tabungan setiap saat. Nyonya. Endang karena ada keluarga yang mengajaknya menggunakan produk tabungan di Lembaga Keuangan Mikro Syariah dan mereka sudah tahu sedikit bahwa bunga bank itu riba. Nyonya. Eni dekat dengan Ny. Heni yang mempengaruhi persepsinya, yaitu karena pelayanan yang baik yang diberikan oleh Lembaga Keuangan Mikro Syariah.
Faktor internal yang mempengaruhi pendapat masyarakat tentang keanggotaan dalam lembaga keuangan mikro syariah antara lain keinginan untuk menghindari riba dan kebutuhan akan diri sendiri. Faktor ini berdampak signifikan bagi masyarakat yang menjadi nasabah lembaga keuangan mikro syariah. Alhasil, Bapak Sandi, Ibu Ani dan Ibu Sri memutuskan untuk menjadi anggota lembaga keuangan mikro syariah.
Dari masing-masing faktor tersebut, hanya ditemukan satu jenis yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap lembaga keuangan mikro syariah. Berdasarkan hal tersebut, pengelolaan lembaga keuangan mikro syariah menjadi faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih lembaga keuangan mikro syariah. Hal ini dipengaruhi oleh nilai ekonomi sebagai standar ukuran pola perilaku masyarakat dan keputusan memilih lembaga keuangan mikro syariah.
Kecepatan pelayanan dan kinerja profesional berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan pada lembaga keuangan mikro syariah. Lembaga keuangan mikro Islam membuat sejumlah janji yang mencakup kepercayaan, konsistensi, dan harapan. Jadi masyarakat pasti memiliki tolak ukur tersendiri bagi setiap masyarakat untuk memutuskan memilih lembaga keuangan mikro syariah atau non syariah.
Hasil analisis yang mempengaruhi persepsi masyarakat Tejosara Metro Timur terhadap keahlian lembaga keuangan mikro syariah di perbankan syariah adalah faktor internal dan eksternal.