Nama Responden : ARY TEGUH FEBRIYANTO, S.Pd.,Gr.
Instansi : SMK Negeri 1 Kanor
Jabatan : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
1. Profil Sekolah
a. Visi SMK Negeri 1 Kanor
“Menjadi Lembaga Pendidikan Berstandar Nasional untuk Menyiapkan Tenaga Terampil yang Profesional serta mampu menghadapai persaingan yang berwawasan IPTEK dan IMTAQ”.
b. Misi SMK Negeri 1 Kanor yaitu sebagai berikut :
1) Mewujudkan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang berkualitas sesuai dengan perkembangan yang ada di DU/DI.
2) Menyiapkan Pendidikan berbasis kompetensikecakapan hidup (Life Skills) dan kewirausahaan di dasari pengembangan diri yang berkelanjutan.
3) Mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan (green school).
4) Mengembangkan unit produksi sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran berbasis kompetensi.
5) Membangun karakter peserta didik yang berakar pada nilai-nilai budaya Bangsa Indonesia.
6) Membentuk pribadi yang beriman dan bertaqwa.
c. Karakteristik Peserta Didik 1) Input
75% para anak didik SMK Negeri 1 Kanor berasal dari SMP Negeri 1 Kanor dan 25
% berasal dari gabungan SMP dan MTs dari sekitaran wilayah Kecamatan Kanor.
2) Output
Hampir setiap tahun SMK Negeri 1 Kanor selalu meluluskan 100% anak didik nya, baik ketika masih ada Ujian Nasional (UN) ataupun pada saat ini yaitu Ujian Satuan Pendidikan (USP).
3) Out Came
Para lulusan dari SMK Negeri 1 Kanor tersebar dalam beberapa bidang diantaranya yaitu :
a) Kuliah
10 % dari lulusan SMK Negeri 1 Kanor memilih untuk meneruskan belajar di perguruan tinggi Negeri ataupun swasta, baik di dalam kota atupun diluar kota.
Banyak yang memilih program studi teknik, akan tapi tidak sedikit yang memilih jurusan umum.
b) Bekerja
75% dari lulusan SMK Negeri 1 Kanor memilih bekerja karena tuntutan ekonomi keluarga serta adanya kesempatan yang diberikan perusahaan perusahaan di sekitar kabupaten bojonegoro dalam menyerap tenaga kerja lulusan SMK Negeri 1 Kanor.
c) Tidak bekerja ataupun kuliah
15% dari lulusan SMK Negeri 1 Kanor tidak jelas keterangan karena hilang nya kontak serta ketidak pedulian dari lulusan SMK Negeri 1 Kanor untuk memberikan data keadaan mereka ketika mereka sudah berada di luar sekolah.
b. Karakteristik Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1) Pendidik
Jumlah pendidik yang berada di SMK Negeri 1 Kanor adalah 46 pendidik, yang mana terdiri dari 18 pendidik mata pelajaran produktif dan 28 pendidik mata pelajaran umum.
2) Tenaga Kependidikan
Jumlah tenaga kependidikan yang berada dan bekerja di SMK Negeri 1 Kanor adalah 16 orang, yang tersebar dari 8 orang tata usaha sekolah, 4 orang toolman, 1 security/ petugas keamanan, 2 petugas kebersihan dan 1 orang penjaga malam.
3) Perkembangan Lulusan 3 Tahun Terakhir
Minat masyarakat yang cukup tinggi serta kemampuan tinggi yang di miliki oleh para lulusan dari SMK Negeri 1 Kanor tersebar dalam bebarapa bidang diantaranya yaitu sebagai berikut.
a) Kuliah
5% dari lulusan SMK Negeri 1 Kanor memilih untuk meneruskan belajar di perguruan tinggi negeri ataupun swasta baik di dalam kota atupun diluar kota.
Banyak yang memilih prodi teknik tapi tidak sedikit yang memilih jurusan umum.
b) Bekerja
42% dari lulusan SMK Negeri 1 Kanor memilih bekerja karena tuntutan ekonomi keluarga serta adanya kesempatan yang diberikan perusahaan perusahaan di sekitar kota bojonegoro dalam menyerap tenaga kerja lulusan SMK Negeri 1 Kanor.
c) Berwirausaha sendiri
53% dari lulusan SMK Negeri 1 Kanor membuka peluang usaha sendiri dengan memanfaatkan ilmu yang telah didapatkan dan memperhatikan peluang serta tantangan yang ada.
4) Kehidupan Sosial dan Ekonomi Orang Tua/Wali Murid SMK Negeri 1 Kanor.
Berdasarkan data yang terhimpun di sekolah mengenai status sosial dan ekonomi dari para peserta didik di SMK Negeri 1 Kanor, maka bisa disimpulkan bahwa 50%
orang tua peserta didik di SMK Negeri 1 Kanor adalah petani, 10% buruh pabrik, 35% wiraswasta, dan 5 % adalah ASN.
2. Tujuan dan Ketercapaian Kurikulum Merdeka (Standar Isi) Ketercapaian Kurikulum Merdeka (Standar Isi) adalah sebagai berikut:
a. Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) sudah terlaksana dengan baik.
b. Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) sudah dilakukan oleh guru, dengan melibatkan berbagai pihak, yaitu: Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan (Staff TU), Dunia usaha/ Dunia industri, dan komite sekolah.
c. Pengembangan muatan lokal sudah dilakukan oleh guru, dengan melibatkan unsur- unsur lain yang memiliki kompetensi mengembangkan muatan lokal.
d. Pengembangan diri terus diupayakan secara optimal dilaksanakan sekolah, baik melalui kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler, dan ekstrakurikuler.
e. Semua guru dan tenaga kependidikan terus berupaya memberikan pembelajaran kepada peserta didik yang optimal.
3. Bagaimana Standar Kompetensi Lulusan
a. Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) untuk Mata Pelajaran Umum adalah 75.
b. Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) untuk Mata Pelajaran Kejuruan bervariasi sesuai tingkat dan konsentrasi. KKTP Mata pelajaran Kejuruan Kelas XI yaitu 79, sedangkan untuk kelas XII 81.
c. Pengalaman peserta didik dalam diskusi, pemecahan masalah dan memanfaatkan sumber belajar terus diupayakan secara optimal.
d. Pengalaman peserta didik dalam melakukan kunjungan dan penggunaan internet untuk mendapatkan berbagai informasi terus ditingkatkan.
e. Pengalamam peserta didik dalam mengekpresikan diri dan karyanya melalui seni dan budaya terus diupayakan secara optimal.
f. Sekolah terus mengupayakan mendapatkan penghargaan dan medali dalam berbagai kejuaraan
g. Terus diupayakan secara optimal lulusan yang dapat bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan ke perguruan tinggi.
4. Bagaimana proses atau konsep pembelajarannya
a. Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) terus diupayakan untuk dikembangkan secara mandiri oleh guru sesuai kaidah-kaidah/ rambu-rambu penyusunan.
b. Proses pembelajaran menggunakan metode diferensiasi.
c. Pelaksanaan Supervisi kelas/ Observasi kelas terjadwal dengan baik dan berjalan optimal.
d. Pelaksanaan evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terus diupayakan secara baik dan benar terlaksana.
e. Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Tahun pelajaran 2024/2025 terjadwal sebagai berikut :
1) Tema Pilihan 1 (Suara Demokrasi) tanggal 25 Oktober 2024 2) Tema Wajib (Kebekerjaan) tanggal 15 s.d. 16 Januari 2024 3) Tema Pilihan 2 (Kewirausahaan) tanggal 27 s.d. 28 Juni 2024
5. Bagaimana pemanfaatan TIK dalam penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah tersebut
Pemanfaatan TIK dalam penerapan Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 1 Kanor adalah sebagai berikut :
a. Pembelajaran yang Lebih Interaktif
Sistem digital memungkinkan guru untuk menghadirkan media pembelajaran yang lebih beragam, seperti video, infografis, atau simulasi interaktif. Hal ini sesuai dengan semangat kurikulum merdeka yang mendorong kreativitas dan inovasi dalam mengajar.
b. Aksesibilitas dan Fleksibilitas
Teknologi memungkinkan peserta didik untuk belajar kapan saja dan di mana saja.
Dalam konteks kurikulum merdeka, ini sangat penting karena peserta didik bisa lebih mandiri dalam mengeksplorasi materi yang sesuai dengan minat mereka.
c. Manajemen Penilaian yang Lebih Efisien
Platform digital mempermudah proses penilaian kinerja peserta didik. Guru dapat memberikan umpan balik secara langsung dan transparan, sesuai dengan capaian kompetensi yang diharapkan dalam kurikulum merdeka.
6. Kesulitan dan Hambatan a. Perbedaan Kompetensi Guru
Guru adalah elemen kunci dalam keberhasilan kurikulum, tetapi tidak semua guru memiliki kompetensi yang sama untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Banyak guru, terutama di daerah yang kurang berkembang, masih belum terbiasa dengan pendekatan pengajaran yang fleksibel dan berbasis proyek.
b. Kendala Administratif dan Beban Kerja Guru
Dalam penerapan Kurikulum Merdeka, banyak guru mengeluhkan beban administratif yang semakin berat, terutama untuk membuat perangkat Pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran berbasis masalah dan berbasis proyek.
7. Solusi
a. Peningkatan Kapasitas Guru melalui Pelatihan Terstruktur
Pelatihan guru yang intensif dan berkelanjutan harus menjadi prioritas utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Sekolah bekerja sama dengan Lembaga terkait lainnya untuk menyelenggarakan pelatihan yang mendalam, baik dalam hal pedagogic, kreatif maupun pemanfaatan teknologi.
b. Dukungan Teknologi yang Lebih Merata
Untuk mengatasi ketimpangan akses teknologi dan administrasi guru yang sangat banyak, pemerintah perlu memperluas jaringan internet dan menyediakan infrastruktur pendukung di sekolah-sekolah yang belum terjangkau. Selain itu, penyediaan perangkat digital, seperti tablet atau laptop untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil, akan membantu meningkatkan kualitas pembelajaran.
8. Kesimpulan
Kurikulum operasional SMK Negeri 1 Kanor dievaluasi secara periodik, untuk mendapatkan perbaikan sesegera mungkin. Guru dan instuktur industri setiap hari membuat catatan anekdotal secara informal mengenai bagaimana proses belajar berjalan, bagaimana tujuan belajar tercapai, bagaimana peserta didik merespon proses kegiatan belajar, bagaimana persepsi DU/DI. Setelah melakukan asesmen formatif, secara individual maupun tim, guru dan instruktur industri mereview proses belajar dan tercapainya tujuan dan melakukan perbaikan maupun penyesuaian terhadap proses belajar untuk setiap unit pembelajaran.
Setiap akhir semester, dan instruktur industri dan tim melihat kontinum pencapaian, serta setiap akhir tahun pembelajaran, dan instruktur industri dan tim melakukan evaluasi terhadap pencapaian satu tahun dan bagaimana hal tersebut berkontribusi dengan tujuan sekolah, serta visi dan misi sekolah. Sumber-sumber informasi yang dapat digunakan dalam melakukan evaluasi kurikulum antara lain data asesmen: hasil asesmen peserta didik per unit; proyek peserta didik; survey lulusan; refleksi proses belajar oleh dan instruktur industri; observasi Kepala Sekolah; karya yang dihasilkan peserta didik; portofolio peserta didik, dan pameran karya hasil belajar peserta didik.