PROGRAM ADIWIYATA : HIDROPONIK
Latar Belakang
Kondisi yang baik di lingkungan sekolah dapat menciptakan suasana yang positif baik dalam proses pembelajaran maupun sebagai tempat penyadaran warga sekolah. Maka dari itu, pemerintah mengadakan program adiwiyata yang bertujuan untuk memberikan tanggungjawab kepada warga sekolah untuk lebih bertanggungjawab terhadap lingkungan dalam upaya penyelematan lingkungan.
Dalam rangka mendukung sekolah model adiwiyata, SMP Terpadu Al-Hasan Ciamis membuat program lingkungan hijau salah satunya yaitu kegiatan penanaman menggunakan sistem hidroponik. Hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah akan tetapi memanfaatkan media air/larutan mineral nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk menunjang hasil tanaman. Adapun keuntungan atau manfaat kegiatan menanam menggunakan sistem Hidroponik :
1. Hemat air
Air yang dimanfaatkan oleh tanaman sangat efisien karena tidak banyak yang terbuang
2. Memaksimalkan lahan terbatas
Hidroponik tidak harus memerlukan lahan yang luas karena dapat bertingkat 3. Ramah lingkungan
Hidroponik tidak menggunakan media tanah sehingga tidak akan mencemari tanah seperti penanaman konvensional
4. Tidak tergantung pada musim
Hidroponik tidak akan tergantung pada musim dalam proses pertumbuhannya karena semua syarat pertumbuhan dapat diatur / dikondisikan.
5. Hemat pupuk dan tenaga
Hidroponik merupakan sistem budidaya tanaman yang sistemnya yaitu menyerap pupuk dan dapat terukur dengan akurat sehingga mengakibatkan penghematan tenaga dalam pemeliharannya.
6. Lingkungan bersih
Lingkungan pertanaman sangat mudah dikondisikan kebersihannya
Media dan Bahan
Media yang digunakan dalam hidroponik bahan yang bersifat steril dan tidak akan bereaksi. Sedangkan bahan yang diperlukan seperti macam-macam tanaman dan pendukungnya.
1. Rockwool (alternatif) 2. Tray semai
3. Tisu
4. Alas Tray semai (ember plastik, baskom, aqua gelas) 5. Botol plastik (alternatif)
6. Pupuk AB mix (nutrisi air)
7. Benih tanaman (Sawi, Pakcoy, Pagoda)
Teknik Hidroponik
Teknik hidroponik yang akan dipakai yaitu teknik larutan statis atau larutan air yang bersifat diam (tidak ada aliran air). Tanaman hidroponik dengan teknik larutan statis dimana tanaman tersebut hanya disemai pada pada media seperti ember plastik, baskom, atau benda lainnya yang berbahan steril dan tidak beraksi.
Contoh penanaman hidroponik dengan teknik larutan statis
Selain itu, teknik hidroponik yang dipakai juga yaitu teknik larutan air mengalir. Teknik ini dilakukan dengan terus mengalirkan air nutrisi terus menerus melewati bak/tangki besar melalui akar tanamannya. Teknik ini merupakan teknik yang paling mudah untuk pengaturan karena suhu dan larutan nutrisi dapat diatur dari tangki/bak besar untuk tanaman hidroponik
berskala besar. Dibawah ini contoh penanaman tanaman hidroponik dengan teknin air mengalir.
Langkah – Langkah Penanaman Hidroponik
1. Biji benih kangkung (sesuai kebutuhan) rendam dengan air selama 12 jam
2. Tiriskan benih dan simpan atau tutup dengan tisu selama kurang lebih 2 hari hingga benih kangkung menjadi kecambah. Ditempatkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari
3. Siapkan air di dalam baki/ember dengan menyentuk lubang tray semai, minimal terendam ½ cm atau benih kangkung terendam dalam tray semai
4. Masukkan nutrisi AB mix dalam air di dalam baki/ember tersebut, dengan takaran yang digunakan yaitu 1 liter air dimasukkan 50 ml nutri A dan 50 ml nutrisi B.
5. Simpan satu benih kecambah kangkung pada tray semai per lubang.
6. Jika tanaman sudah mencapai 7 – 8 hari, tanaman bisa dipindahkan ke media botol bening plastik atau tetap dalam tray semai.
Anggota / Kelompok Kerja Hidroponik Penjab : Pak Riki Iskandar
Anggota : 1. Hirzan 5. Wulan 9. Lutfia 2. Garneta 6. M. Rafa 10. Nisrina 3. Dinda N. 7. Nazia 11. Niken 4. Restu 8. Syifa A
Proses Penanaman Tanaman Hidroponik
Persiapan untuk menyemai benih
Memotong Rockwool
Pencampuran Nutrisi AB Mix
Penyemaian Benih
Persiapan Tempat