• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM KERJA PPID PELAKSANA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2024

N/A
N/A
brisam 2017

Academic year: 2024

Membagikan "PROGRAM KERJA PPID PELAKSANA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2024"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM KERJA PPID PELAKSANA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAJEN PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN

2024

(2)

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...i

DAFTAR ISI ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

A.PENDAHULUAN ... 1

B.LATAR BELAKANG ... 2

C.TUJUAN PROGRAM ... 3

D.KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN ... 4

E.CARA PELAKSANAAN KEGIATAN ... 5

F. SASARAN ... 9

G. JADWAL PELAKSAAN KEGIATAN...11

H.EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN ... 15

I. PENCATATAN,PELAPORAN,DAN EVALUASI KEGIATAN...18

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT Tuhan yang maha pengasih dan pemurah karena atas rahmat dan pertolongan-Nya dapat diselesaikan penyusunannya.

Program Kerja Customer Service merupakan regulasi yang terintegrasi dengan kegiatan penjaminan mutu layanan rumah sakit dengan standar akreditasi khususnya berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Hal ini sesuai dengan amanat Undang–Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang didalamnya mewajibkan tiap rumah sakit untuk mengikuti dan melaksanakan akreditasi rumah sakit sebagai bentuk peningkatan mutu layanan yang berorientasi pada keselamatan pasien dan kepuasan pelanggan.

Program kerja ini akan dievaluasi kembali dan dilakukan perbaikan bila dalam perjalanan implementasi tidak sesuai dengan kondisi rumah sakit yang berorientasi pada keselamatan pasien terkini.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu dengan segala upaya demi tersusunnya Program Kerja Customer Service di Rumah Sakit Umum Daerah Kajen Kabupaten Pekalongan ini.

Kajen, Januari 2014

Tim Penyusun

(4)

PROGRAM KERJA

PPID PELAKSANA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2024

A. PENDAHULUAN

RSUD Kajen merupakan salah satu Rumah Sakit pelayanan publik yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan. Visi Rumah Sakit adalah pelayanan yang bermutu dan berdaya saing. Untuk mewujudkan visi tersebut, dijabarkan dalam Misi dan Langkah- Langkah Strategik, dengan didasari oleh nilai-nilai luhur dan budaya kerja rumah sakit yang diyakini akan mampu memberikan inspirasi kepada segenap karyawan untuk bersama mewujudkan visi tersebut.

Untuk menciptakan hubungan yang dinamis dan harmonis dengan pelanggannya, salah satu upaya yang dilakukan Badan Publik termasuk RSUD Kajen yaitu menjunjung tinggi keterbukaan informasi publik dengan memberikan informasi publik sebagai implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan membentuk “PPID Pelaksana / Pejabat pengelola Informasi & Dokumentasi ”.

B. LATAR BELAKANG

Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda- tanda yang mengandung nilai, dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar, dan dibaca yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik ataupun non elektronik. Sedangkan informasi publik adalah informasi

(5)

yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan /atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggaraan Negara dan/atau penyelenggaraan dan penyelenggraan badan publik lainya yang sesuai dengan undang-undang No.14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik serta informasi lainnya yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Hak memperoleh informasi merupakan Hak Asasi Manusia (HAM) Hak asasi Manusia di Indonesia telah mengalami pasang surut sesudah periode represi (rezim Soekarno dan rezim Soeharto), reformasi berusaha lebih memajukan hak asasi. Akan tetapi dalam kenyataanya harus menghadapi tidak hanya pelanggaran hak secara vertikal, tetapi juga horisontal. (Miriam Budiarjo:247:2008)

Hak memperoleh informasi merupakan Hak Asasi Manusia (HAM). Hal itu tercermin dalam salah satu bagian dari substansi Hak Asasi

(6)

Manusia yang telah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai bagian dari Hak Asasi

Manusia sejak generasi pertama adalah Hak atas Kebebasan Memperoleh Informasi. Keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan Negara yang baik. Keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelanggaraan Negara dan Badan Publik lainnya.

Upaya peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan tidak akan banyak berarti tanpa adanya kemudahan untuk mendapatkan informasi. Keterbukaan informasi akan memudahkan pengawasan masyarakat terhadap proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh badan publik/pejabat publik. Segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik diperlukan adanya pengelolaan informasi publik. Badan Publik dan masyarakat sama-sama mempunyai kewajiban dalam mengelola informasi agar lebih berkembang dan berguna bagi banyak orang.

Badan Publik lebih memiliki peran dalam melakukan kegiatan penyaluran informasi kepada masyarakat dikarenakan Badan Publik lebih memiliki ruang lingkup yang lebih luas dalam pengelolaan dan penyaluran

informasi kepada masyarakat, sedangkan masyarakat hanyasebagai publik yang berusaha mengembangkan informasi untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Informasi yang tersampaikan oleh sebuah Badan Publik sudah pasti memiliki tingkat relevansi yang tinggi sehingga informasi tersebut dapat memberikan efek yang lebih bagi masyarakat, begitu pula masyarakat berkewajiban mengelola informasi tersebut untuk lebih dapat mengembangkan kepribadiannya dalam kehidupan sosial. Hak Warganegara untuk memperoleh informasi publik dijamin oleh

(7)

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu tercantum dalam pasal 28F3 yang berbunyi :

“Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak

(8)

untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi den ganmenggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.

Orang adalah seorang perseorangan, kelompok orang, badan hukum,atau badan publik sebagaimana dimaksud dalam undang- undang no. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

Peraturan ini bertujuan untuk memberikan standar bagi badan publikdalam melaksanaakan pelayanan informasi publik, meningkatkan pelayanan informasi publik dilingkungan badan publik untuk menghasilkan layanan

informasi publik yang berkualitas, menjamin pemenuhan hak warga Negara untuk memperoleh akses informasi publik dan menjamin terwujudnya tujuan penyelenggaraan keterbukaan informasi sebagaimana diatur dalam undang undang

Keterbukaan informasi publik menuntut Badan Publik termasuk RSUD Kajen untuk memberikan informasi publik sebagai implementasi Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Yang merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik. Dalam memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit, tidak terlepas adanya komplain yang terjadi antara pasien dan rumah sakit maupun permohon informasi , hal ini di karenakan informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya .Komplain merupakan akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara pasien dengan pihak rumah sakit, sehingga keduanya saling terganggu.Untuk itu komplain tersebut perlu diselesaikan dengan baik sehingga tidak melebar terlalujauh dan pokok permasalahannya. Untuk menciptakan hubungan yang dinamis dan harmonis dengan pelanggannya,salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan membentuk “PPID Pembantu di RSUDKajen.

(9)

Adapun tugas PPID Pembantu sebagai customer relation officer berperan dalam membina hubungan baik dengan pelanggan dengan

(10)

menjadi problem solving fasilitator dan komunikator yang berperan dalam memberikan informasi kepada pelanggan, menanggapi dan menangani keluhan pelanggan.dalam menangani setiap keluhan dari masyarakat bahkan dengan adanya PPID Pembantu kepercayaa dari masyarakat semakin cukup untuk meningkatkan kepercayaan, lebihdariitu pelayanan merupakan hal yang tidak boleh ditinggalkan.

Untuk itu telah di sediakan sarana bagi pelanggan untuk dapat menyampaikan keluhannya melalui kotak saran, telepon, email, hotline service atau dapat langsung mengunjungi ruang Customer Center (Pusat Layanan Informasi terpadu) atau PPID Pembantu. Sehingga di harapkan pelanggan menggunakan sarana untuk menyampaikan keluhan dan mendapatkan informasi mengenai pelayanan yang ditawarkan

Seorang PPID Pembantu juga harus mempunyai kepedulian yang tinggi, berwawasan luas, mempunyai kepekaan yang tinggi, kesabaran dan cekatan. PPID Pembantu juga berperan dalam penanganan krisis di Rumah sakit. Dan PPID Pembantu merupakan ujung tombak dalam penanganan krisis dalam Rumah Sakit. Lewat proses penyampaian informasi yang benar,proses invetivigasi, proses analisis dan telaah, proses untuk menyertakan pasien dan keluarga, bukti analis dan telaah bukti penyelesaian komplain. Dan pelayanan yang bagus maka krisis atau masalah dari eksternal dapat diatasi.Dengan pelayanan PPID Pembantu yang baik diharapkan akan membantu meningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit.

C. TUJUAN PROGRAM A. Tujuan Umum:

Meningkatkan Pelayanan dan Penyediaan Informasi Publik dan pendokumentasian di lingkungan RSUD Kajen

(11)

B. Tujuan Khusus:

1. Menjamin dibukanya hak masyarakat atas informasi publik untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik

2. Menyelenggarakan mekanisme yang mendorong terciptanya pengelolaan dan pelaksanaan informasi yang baik di RSUD Kajen, yaitu yang transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan;

3. Meningkatnya pengetahuan masyarakat dan keterlibatan keluarga dalam proses penyelesaian masalah serta pemberian informasi layanan Rumah Sakit.

4. Meningkatkan pembinaan dan pengawasan kegiatan unit PPID Pembantu di RSUD Kajen

5. Terpenuhinya sarana dan prasarana dan/media elektronik dan non elektronik dalam kegiatan unit PPID Pembantu di RSUD Kajen

6. Mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi dalam pengelolaan informasi Publik

7. Tersedianya SDM yang profesional dalam melakukan penyeleseian sengketa atau perbedaan pendapat serta pemberian informasi layanan Rumah Sakit.

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN 1. Menyusun Program kerja Unit PPID Pembantu

2. Menyusun Pedoman pengorganisasian Unit PPID Pembantu 3. Menyusun Pedoman Pelayanan Unit PPID Pembantu

4. Menyusun pedoman pelaksanaan Unit PPID Pembantu - Menyusun Standart Procedure Operational (SPO).

- Melakukan sosialisasi Unit PPID Pembantu - Mengusulkan SK Pemberlakuan dan Petugas - Menyusun DIP/Daftar Informasi Publik

(12)

- Melakukan review SPO

- Mengevaluasi SPO tiap tahun sekali 5. Mengkoordinasikan pelaksanaan layanan:

- Menyediakan informasi dan dokumentasi untuk diakses oleh masyarakat.

- Penyediaan, penyimpanan, pendokumentasian, dan pengamanan informasi

- Pelayanan Informasi Publik yang cepat,tepat,dan sederhana;

- Penetapan prosedur operasional penyebarluasan Informasi Publik;

- Pengujian Konsekuensi atas informasi yang dikecualikan - Pengklasifikasian Informasi dan/atau pengubahannya;

- Penetapan Informasi yang Dikecualikan yang telah habis Jangka Waktu Pengecualiannya sebagai Informasi Publik yang dapat diakses

- Menetapkan pertimbangan tertulis atas setiap kebijakan yang diambil untuk memenuhi hak setiap orang atas Informasi Publik.

- Melakukan verifikasi bahan informasi publik

- Melakukan pemutakhiran informasi dan dokumentasi.

6. Menyediakan Sarana dan Prasarana - Leaflet (Informasi Layanan RS) - Kotak saran

- Email - Website - SmsCenter

- Paging(audioCentral) - SpandukMMT

- Poster/Akrilik

7. Mengusulkan Pelatihan untuk pengembangan SDM (Pelayanan informasi dan dokumentasi danPenyelesaian Sengketa )

(13)

8. Membuat laporan dan menganalisis kegiatan PPID Pembantu - Melakukan evaluasi program kerja PPID Pembantu

- Melakukan tindak lanjut hasil evaluasi

E. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN

Cara pelaksanaan kegiatan Unit PPID Pembantu RSUD Kajen sebagai berikut:

NO KEGIATAN CARA PELAKSANAAN

1 Menyusun Program kerja Unit PPID Pembantu

Program kerja dimulai dengan rencana stratrejik (renstra) untuk selama 1 tahun, yang dijabarkan dalam rencana kerja tahunan (misalnya RKA, DPA atau lainnya) dan dijadikan acuan pada saat dilakukan evaluasi kinerja.

2 Menyusun Pedoman

pengorganisasian Unit PPID Pembantu

Kumpulan ketentuan dasar yang member arah bagaimana sesuatu harus dilakukan, yang menjadi dasar untuk menentukan atau melaksanakan kegiatan dan mengacu pada pedoman/panduan dilakukan evaluasi minimal setiap 2-3 tahun sekali.

3 Menyusun Pedoman Pelayanan Unit PPID Pembantu

Kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah bagaimana sesuatu harus dilakukan, yang menjadi dasar untuk menentukan atau melaksanakan kegiatan dan

Mengacu pada pedoman/panduan

(14)

Dilakukan evaluasi minimal setiap 2-3 tahun sekali.

4 Menyusun pedoman pelaksanaan Unit PPID Pembantu

-Menyusun Standart Procedure Operational (SPO).

-Melakukan sosialisasi Unit PPID Pembantu

-Mengusulkan SK

Pemberlakuan dan petugas -Menyusun DIP/Daftar Informasi Publik

-Melakukan review SPO -Mengevaluasi SPO tiap tahun sekali

Mengacu Standar Prosedur Operasional (SPO), istilah ini digunakan di Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61Tahun2010

Tentang Pelaksanaan Undang- Undang Nomor 14 Tahun2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik,Peraturan Komisi Informasi Nomor1Tahun2010Tentang

Standar Layanan Informasi Publik, Peraturan Komisi Informasi

Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor35

Tahun 2010 Tentang Pedoman Pengelolaan Pelayanan Informasi Dan Dokumentasi Di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri Dan Pemerintahan Daerah, Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.

(15)

5 Mengkoordinasikan Menghimpun, mengolah yang pelaksanaan layanan Unit Mengacu pada Regulasi PPID dan PPIDPembantu: tersusunnya informasi dapat di

-Menyedia akses oleh pelanggan yang

-Penyediaan, penyimpanan, Tersedia dan wajib diumumkan pendokumentasian, dan Secara Berkala, Serta-merta, Pengamanan informasi Setiap Saat dan yang dikecualikan -Pelayanan Informasi Publik dan sosialisasi kepada unit-unit yang cepat, tepat, dan Yang terkait.

sederhana;

-Penetapan prosedur

operasional penyebarluasan Informasi Publik;

-Pengujian Konsekuensi atas Informasi yang dikecualikan -Pengklasifikasian Informasi dan/atau pengubahannya;

-Penetapan Informasi yang Dikecualikan yang telah habis

Jangka Waktu

Pengecualiannya sebagai Informasi Publik yang dapat diakses

-Menetapkan pertimbangan Tertulis atas setiap kebijakan

yang diambil untuk

Memenuhi hak setiap orang Atas Informasi Publik.

-Melakukan verifikasi bahan

(16)

informasipublik

-Melakukan pemutakhiran informasi dan dokumentasi 6 Menyediakan Sarana dan

Prasarana

Leaflet (Informasi Layanan RS), paging Kotak saran, Email,Website,SmsCenter

Menghimpun, mengolah materi informasi layanan dari masing- masing Bidang/bagian yang di kemas dalam PPID dan disetujui PPTK, Bendahara dan ULP.

7 Mengusulkan Pelatihan untuk

pengembangan SDM

(Pelayanan informasi dan

dokumentasi dan

Penyelesaian Sengketa)

Melaksanakan pelatihan-pelatihan di lingkungan internal maupun ekternal Rumah Sakit misalnya pelatihan untuk penyusunan DIP/

Daftar informasi Publikdll 8 Membuat laporan dan

menganalisis, Melakukan evaluasi program kerja dan Melakukan tindak lanjut hasil evaluasi kegiatan PPID

Pembantu

Membuat dan menyediakan laporan layanan Informasi Publik serta di evaluasi oleh Komisi Informasi

F. SASARAN

Sasaran Program Unit PPID Pembantu Rumah Sakit adalah sebagai berikut :

NO KEGIATAN Sasaran Biaya

1 Menyusun Program kerja Unit PPID Pembantu

Tersusunnya Program Kerjatahun 2017

Rp.0 ,-

(17)

2 Menyusun Pedoman

Pengorganisasian Unit PPID Pembantu

Tersusunnya Pedoman Pengorganisasian tahun 2017

Rp.0 ,-

3 Menyusun Pedoman Pelayanan Unit PPID

Pembantu

Tersusunnya Pedoman Pelayanan

Rp.0 ,

4 Menyusun pedoman pelaksanaanUnit PPID Pembantu

-Menyusun Standart Procedure Operational (SPO).

-Melakukan sosialisasi Unit PPID Pembantu

-Mengusulkan SK

Pemberlakuan dan petugas -Menyusun DIP/Daftar Informasi Publik

-Melakukan review SPO -Mengevaluasi SPO tiap tahun sekali

Tersusunnya pedoman pelaksanaan : Standart Procedure Operation,SK Pemberlakuan & SK Tim petugas Unit PPID Pembantu

Rp.0 ,

5 Mengkoordinasikan

pelaksanaan layanan Unit PPID Pembantu :

- Menyediakan informasidan dokumentasi untuk diakses oleh masyarakat tentang Informasi Yang Wajib Disediakan Dan Diumumkan - Penyediaan, penyimpanan, pendokumentasian,dan

Tersusunnya informasi dapat di akses oleh pelanggan yang tersedia dan wajib diumumkan Secara Berkala, Serta- merta, Setiap Saat dan yang di kecualikan.

Rp.185.350.000,-

(18)

Pengamanan informasi

- Pelayanan Informasi Publik yang cepat, tepat, dan sederhana;

- Penetapan prosedur operasional penyebarluasan Informasi Publik;

- Pengujian Konsekuensi atas informasi yang dikecualikan - Pengklasifikasian Informasi dan/atau pengubahannya;

- Penetapan Informasi yang Dikecualikan yang telah habis

Jangka Waktu

Pengecualiannya sebagai Informasi Publik yang dapat diakses

-Menetapkan pertimbangan tertulis atas setiap kebijakan yang diambil untuk memenuhi hak setiap orang atas Informasi Publik.

-Melakukan verifikasi bahan informasi publik

-Melakukan pemutakhiran Informasi dan dokumentasi 6 Menyediakan Sarana dan

Prasarana

Leaflet (Informasi Layanan RS), paging,Kotak saran, Email,Website,Sms Center

Tersedianya Sarana dan Prasarana PPID sesuai Usulan oleh PPTK, Bendahara dan ULP.

Rp.0 ,

(19)

7 Mengusulkan Pelatihan untuk

pengembangan SDM

(Pelayanan informasi dan

dokumentasi dan

Penyelesaian Sengketa)

Terpenuhinya usulan

Pelatihan untuk

pengembangan SDM

Rp.0 ,

8 Membuat laporan dan menganalisis, Melakukan evaluasi program kerja dan Melakukan tindak lanjut hasil evaluasi kegiatan PPID

Pembantu

Tersedia laporan layanan Informasi Publik dan evaluasi pelaksanaan layanan Informasi Publik olehRS1(satu)kali

dalam setahun.

Rp. 0

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Jadual pelaksanaan Unit PPID Pembantu Rumah sakit sebagai berikut:

No Kegiatan

Tahun 2018 Bulan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Menyusun Program kerja Unit PPID Pembantu

2 Menyusun Pedoman pengorganisasian Unit PPID Pembantu 3 Menyusun Pedoman

Pelayanan Unit PPID Pembantu

(20)

4 Menyusun pedoman pelaksanaan Unit PPID Pembantu -Menyusun Standart Procedure

Operational (SPO).

-Melakukan

sosialisasi Unit PPID Pembantu

-Mengusulkan SK Pemberlakuan dan petugas

-MenyusunDIP/

Daftar Informasi Publik

-Melakukanr eview SPO

-Mengevaluasi SPO Tiap tahun sekali

(21)

5 Mengkoordinasikan pelaksanaan layanan Unit PPID Pembantu : -Menyediakan

informasi dan

dokumentasi untuk

diakses oleh

masyarakat tentang Informasi Yang Wajib Disediakan Dan Diumumkan

-Penyediaan, penyimpanan, pendokumentasian, dan pengamanan informasi

-Pelayanan Informasi Publik yang cepat, tepat, dan sederhana;

-Penetapan prosedur operasional

penyebarluasan Informasi Publik;

-Pengujian

Konsekuensiatas informasi yang dikecualikan

-Pengklasifikasian Informasi dan/atau pengubahannya;

-PenetapanInformasi

(22)

yang Dikecualikan yang telah habis

Jangka Waktu

Pengecualiannya sebagai Informasi Publik yang dapat diakses

-Menetapkan

pertimbangan tertulis atas setiap kebijakan yang diambil untuk memenuhi hak setiap orang atas Informasi Publik.

-Melakukan verifikasi bahan informasi publik

-Melakukan pemutakhiran

informasi dan

dokumentasi

6 Menyediakan Sarana dan Prasarana Leaflet (Informasi Layanan

RS),paging,Kotak saran, Email,

Website, Sms Center 7 Mengusulkan

Pelatihan untuk Pengembangan SDM

(23)

(Pelayananinformasi dan dokumentasi dan Penyelesaian

Sengketa )

8 Membuat laporan dan menganalisis, Melakukan evaluasi program kerja dan Melakukan tindak lanjut hasil evaluasi kegiatan PPID Pembantu

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Pelaksanaan kegiatan Unit PPID Pembantu RSUD Kajen dievaluasi secara periodik tiap bulan, berdasarkan hasil rapat rutin bulanan. Hasil evaluasi dilaporkan kepada Direktur dan umpan balikkan kepada Instansi terkait :

NO Kegiatan evaluasi Waktu Yang

mengevaluasi

Pelaporan

1 Menyusun Program kerja Unit 1bulan Ketua PPID Direktur

PPID Pembantu Pembantu

2 Menyusun Pedoman 1bulan Ketua PPID Direktur Pengorganisasian Unit PPID

Pembantu

Pembantu

3 Menyusun Pedoman 1bulan Ketua PPID Direktur Pelayanan Unit PPID

Pembantu

Pembantu

4 Menyusun pedoman 1bulan Ketua PPID Direktur

(24)

Pelaksanaan Unit PPID Pembantu Pembantu

-Menyusun Standart

Procedure Operational( SPO).

-Melakukan sosialisasi Unit PPID Pembantu

-MengusulkanSK

Pemberlakuan dan petugas -Menyusun DIP/Daftar Informasi Publik

-Melakukan review SPO -Mengevaluasi SPO tiap tahun sekali

5 Mengkoordinasikan 1tahun Ketua PPID Direktur

pelaksanaan layanan Unit Pembantu

PPIDPembantu:

-Menyediakan informasi dan dokumentasi untuk diakses oleh masyarakat tentang Informasi Yang Wajib Disediakan Dan Diumumkan -Penyediaan,penyimpanan, pendokumentasian, dan Pengamanan informasi

-Pelayanan Informasi Publik yang cepat, tepat, dan sederhana;

- Penetapan prosedur operasional penyebarluasan

(25)

Informasi Publik;

-Pengujian Konsekuensi atas

19

Informasi yang dikecualikan -Pengklasifikasian Informasi dan/atau pengubahannya;

-Penetapan Informasi yang Dikecualikan yang telah habis

Jangka Waktu

Pengecualiannya sebagai Informasi Publik yang dapat diakses

-Menetapkan pertimbangan Tertulis atas setiap kebijakan Yang diambil untuk memenuhi hak setiap orang atas InformasiPublik.

-Melakukan verifikasi bahan informasipublik

-Melakukan pemutakhiran Informasi dan dokumentasi

6 Menyediakan Sarana dan 1tahun Ketua PPID Direktur

Prasarana Pembantu

Leaflet(InformasiLayanan RS),paging,Kotaksaran, Email,Website,Sms Center

(26)

7 Mengusulkan Pelatihan untuk 1bulan Ketua PPID Direktur

pengembangan SDM Pembantu

(Pelayanan informasi dan

dokumentasi dan

PenyelesaianSengketa)

8 Membuat laporan dan 1bulan Ketua PPID Direktur

menganalisis, Melakukan Pembantu

evaluasiprogramkerjadan

20

Melakukan tindak lanjut hasil evaluasi kegiatan PPID Pembantu

(27)

I. PENCATATAN,PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Progress dari program kerja unit PPID Pembantu dicatat setia pbulan dari masing-masing kegiatan,mana yang dilaksanakan sesuai kegiatan yang ada. Dari hasil pencatatan program kerja dilaporkan ke Direktur melalui Wadir Umum dan Keuangan dan Kepala Sub Bagian TU, Hukum dan Humas setiap tahun setelah dilakukan evaluasi. Apabila dari kegiatan yang ada tidak sesuai jadwal atau ada kendala akan dicari akar masalah dan solusinya.

DIREKTUR RSUD KAJEN

KABUPATEN PEKALONGAN

dr. IMAM PRASETO, M.Kes NIP.19790213 200501 1 006

Kajen, Januari 2024 KETUA PPID PEMBANTU

RSUD KAJEN

KABUPATEN PEKALONGAN

...

NIP.

21

(28)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengetahuan, sikap dan ketrampilan tentang hand hygiene sebelum dan setelah sosialisasi.. Penelitian ini menggunakan

Pada penelitian ini, peneliti melakukan wawancara secara terstruktur dan secara langsung dengan mengajukan pertanyaan yang ditujukan kepada petugas assembling dan

1) Tempat : tidak terdapat keterangan tempat, karena formulir RM.1 formulir yang tidak dibawa keluar dari instansi, sudah sesuai. 3) Waktu : tidak terdapat

Alur pelayanan terpajang di ruangan Ada papan daftar nama petugas iaga Tersedia alat bantu kursi roda, tongkat, kruk untuk pasien dengan disability/cacat/lumpuh Ada penjelasan

Saya Rahmadwitya Yulinast mahasiswi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang sedang melakukan penelitian dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul “Tingkat

Melakukan tindakan pada pasien selalu dengan bantuan perawat lain.. Menyerahkan tindakan perawatan pasien pada

Berdasarkan wawancara diatas maka petugas obat telah melakukan prosedur pelayanan sesuai standar yaitu menyiapkan sediaan farmasi dan alat kesehatan sesuai dengan permintaan

Penerapan promosi kesehatan dilakukan dengan cara 1 sosialisasi mengenai pelaksanaan PKRS, 2 membuat survey kepuasan, 3 penyuluhan kepada pasien dan masyarakat, 4 penggunaan media