• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEKOLAH TINGGI DAN ILMU PENDIDIKAN

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEKOLAH TINGGI DAN ILMU PENDIDIKAN "

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

TINDAK TUTUR ASERTIF

DALAM NOVEL TANAH BARU TANAH AIR KEDUA KARYA NH. DINI

(KAJIAN PRAGMATIK)

ARTIKEL ILMIAH

RANI SEPTIANA NPM 11080025

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SEKOLAH TINGGI DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG

2015

(2)
(3)
(4)

SPEECH ACTS ASSERTIVE, NOVEL TANAH BARU TANAH AIR KEDUA (PRAGMATIC STUDY)

By

Rani Septiana1, Upit Yulianti2, Helki Syuriadi3 1) Student of STKIP PGRI Sumatera Barat

2) and 3) Lecture Language Study Program and Literature Indonesia of STKIP PGRI West Sumatera

ABSTRACT

This Research main problem is acting speech act asertive in novel Tanah Baru Tanah Air Kedua trawl work Nh. Dini. This Research aim to for describe speech act strategy and asertive say which is used all figure in novel Tanah Baru Tanah Air Kedua trawl work Nh. Dini. This Research is focussed by at form act to say asertif the checked is acting speech express, act speech act propose, speech act complain, speech act tell opinion, and speech act report. Research type is research qualitative by using descriptive method which have the character of content analysis.

Source of this research data is novel Tanah Baru Tanah Air Kedua trawl work Nh. Dini while this research data is form speech act asertive and strategy asertive say which is used in novel Tanah Baru Tanah Air Kedua trawl work Nh. Dini.

Result of this research show to speech act asertif can be seen from speech acts all figure in novel Tanah Baru Tanah Air Kedua trawl work Nh. Dini. (1) Form speech act asertive covering is acting speech acts express, speech act propose, speech act boast, speech act complain, act speech acts tell opinion, and speech act report can be seen from figure tuturan in novel Fatherland (2) Strategy say covering, strategy say honestly without platitude, saying honestly with positive suavity platitude, strategy say honestly with negativity suavity platitude, strategy say vaguely, strategy say at heart.

Keywords: speech acts assertive, novel, pragmatic

(5)

TINDAK TUTUR ASERTIF DALAM NOVEL TANAH BARU TANAH AIR KEDUA

KARYA NH. DINI (KAJIAN PRAGMATIK) Oleh

Rani Septiana1, Upit Yulianti2, Helki Syuriadi3 1) Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat

2) dan 3) Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRAK

Masalah Pokok penelitian ini adalah tindak tutur asertif dalam novel Tanah Baru TanahAir Kedua Karya Nh. Dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur asertif dan strategi bertutur yang digunakan para tokoh dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini. Penelitian ini difokuskan pada bentuk tindak tutur asertif yang diteliti adalah tindak tutur menyatakan, tindak tutur mengusulkan, tindak tutur mengeluh, tindak tutur mengemukakan pendapat, dan tindak tutur melaporkan. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang bersifat analisis isi. Sumber data penelitian ini adalah novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini sedangkan data penelitian ini adalah bentuk tindak tutur asertif dan strategi bertutur yang digunakan dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini.

Hasil penelitian ini menunjukkan tindak tutur asertif dapat dilihat dari tuturan para tokoh dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini. (1) Bentuk tindak tutur asertif yang meliputi adalah tindak tutur menyatakan, tindak tutur mengusulkan, tindak tutur membual, tindak tutur mengeluh, tindak tutur mengemukakan pendapat, dan tindak tutur melaporkan dapat dilihat dari tuturan tokoh di dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua (2) Strategi bertutur yang meliputi, strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif, strategi bertutur samar-samar, strategi bertutur dalam hati.

Kata Kunci: tindak tutur asertif, novel, pragmatik

(6)

PENDAHULUAN

Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh anggota masyarakat dalam interaksi sosial. Dalam interaksi tersebut tampak adanya upaya penyampaian gagasan, keinginan, dan harapan kepada sesama manusia. Melalui kerja sama diantara penutur dan mitra tutur. Dapat dipastikan bahwa dalam aktivitas komunikasi tersebut senantiasa terjadi kegiatan bertutur.

Kegiatan komunikasi atau pertuturan tidak hanya terjadi proses penyampaian informasi tetapi terdapat respon berupa tindakan dari lawan tutur atau pendengar.

Tindak tutur adalah ujaran atau ucapan yang di dalamnya terdapat tindakan yang harus dilakukan. Salah satu bentuk tindak tutur adalah tindak tutur asertif. Tindak tutur asertif adalah tindak tutur yang berbentuk menyatakan, mengusulkan, mengeluh, mengemukakan pendapat, dan melaporkan. Dalam kegiatan bertutur setiap penutur harus memahami strategi bertutur untuk menghindari ketidaksantun dalam tuturan. Strategi bertutur bertutur yang dapat digunakan dalam kegiatan bertutur yaitu bertutur terus terang tanpa basa-basi, bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif, dan bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif. Strategi bertutur tersebut digunakan dalam pertuturan yaitu untuk menjaga kesantunan dalam pertuturan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur asertif dan strategi bertutur yang digunakan para tokoh dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini.

Menurut Searle (dalam Rahardi, 2009:19) secara garis besar menggolongkan tindak tutur ilokusi ke dalam lima macam bentuk tuturan. Pertama, tindak tutur asertif adalah bentuk tutur yang mengikat penutur pada kebenaran yang sedang diungkapkan dalam tuturan. Kedua, tindak tutur direktif adalah bentuk tuturan yang dimaksudkan oleh si penturnya untuk mempengaruhi agar sang mitra tutur melakukan tindakan. Ketiga, tindak tutur ekspresif adalah bentuk tutur yang berfungsi menyatakan atau menunjukkan sikap psikologis si penutur terhadap keadaan tertentu.

Keempat, tindak tutur komisif adalah bentuk tutur yang digunakan untk menyatakan janji atau penawaran tertentu. Kelima, tindak tutur deklaratif adalah tindak tutur yang menghubungkan antara si penutur dengan kenyataannya. Dalam penelitian ini hanya mengkaji bentuk tindak tutur asertif dalam teori Leech (1993:164) bentuk tindak tutur asertif antara lain adalah menyatakan, mengusulkan, membual, mengeluh, mengemukakan pendapat, dan melaporkan.

Brown dan Levinson (dalam Syahrul, 2008:18) membagi strategi bertutur, antara lain adalah bertutur terus terang tanpa basa-basi, bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif, bertutur secara samar-samar, dan bertutur dalam hati. Dalam penelitian ini hanya mengkaji strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, dan strategi bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif.

Pada hakikatnya Atmazaki (2005:40) menjelaskan novel adalah karya fiksi yang menggambarkan kenyataan kehidupan. Kehidupan yang terdapat dalam sebuah karya sastra dapat diperindah, diejek atau digambarkan bertolak belakang dengan kenyataan karena sastra merupakan suatu seleksi kehidupan yang direncanakan dengan tujuan tertentu. Novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini adalah karangan seorang pengarang yang terkenal di Indonesia yang diterbitkan pada tahun 1997 dengan menggunakan bahasa yang sulit pahami oleh pembacanya.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif.

Data penelitian ini adalah bentuk tindak tutur asertif dan strategi bertutur dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini, sedangkan sumber penelitian ini adalah novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mengidentifikasi data berdasarkan bentuk tindak tutur asertif dan strategi bertutur, (2) mengklasifikasikan data berdasarkan bentuk tindak tutur asertif dan strategi bertutur, (3) menganalisis data yang telah diklasifikasikan, dan (4) menyimpulkan dan menulis laporan hasil penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Setelah dilakukan analisis data maka ditemukan antara lain sebagai berikut ini. (1) bentuk tindak tutur asertif yang meliputi tindak tutur menyatakan, tindak tutur mengusulkan, tindak tutur mengeluh, tindak tutur mengemukakan pendapat, dan tindak tutur melaporkan. (2) strategi bertutur

(7)

yang meliputi bertutur terus terang tanpa basa-basi, bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif, dan bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif.

(1) Bentuk tindak tutur asertif a. Tindak Tutur Asertif Menyatakan

Dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini. Seorang laki-laki yang sedang berada di depan loket ingin meminjam bolpoin Samirin ketika Samirin sedang kebingungan untuk mengisi formulir yang akan diisinya. Samirin menyatakan kepada laki-laki itu bahwa bolpoinnya sedang dipakainya. Tuturan tersebut terdapat pada kutipan berikut.

Sedang saya pakai sendiri,”

(Tanah Baru Tanah Air Kedua, 1997:5)

b. Tindak Tutur Asertif mengusulkan

Dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini. Parmono dan Samirin sedang melihat perumahan yang akan ditempatinya. Parmono mengusulkan kepada Samirin agar Samirin mau menempati rumah yang masih kosong di perumahan yang sedang dilihatnya. Tuturan tersebut terdapat pada kutipan berikut ini.

“Kalau anda mau, rumah di dekat situ masih kosong. Berkamar dua.”

(Tanah Baru Tanah Air Kedua, 1997:68)

c. Tindak Tutur Asertif Mengeluh

Dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini. Saat Marsi sudah pindah di rumah yang baru untuk melanjutkan kehidupan yang baru. Marsi mengeluh kepada Samirin karena ia tidak mau tinggal di tempat yang baru, ia lebih senang tinggal di tempat yang lama. Tuturan tersebut terdapat pada kutipan berikut ini.

Marsi menerima kepindahan itu dengan segala kecurigaan. Kepekaan perasaan perempuannya tersinggung.“Kita baru tenang dua tahun. Bersama-sama dan bahagia. Mengapa mesti repot lagi! Pindahan di sini lain daripada di Jawa.

Dan kemana kita pergi? Kalau itu baru dibuka buat transmgrasi, pastilah dekat hutan belukar! Kalau belum ada sekolahan, tentulah juga belum ada warung, belum ada kendaraan. Siapa tahu, jalan pun baru dibikin, pasti hanya dari tanah!”

(Tanah Baru Tanah Air Kedua, 1997:57)

d. Tindak Tutur Asertif Mengemukakan Pendapat

Dalam novel Tanah Baru Tanah Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini. Pada tuturan di atas, Samirin sedang berada di perkebunan untuk melihat keadaan tanah yang akan digarap. Samirin melihat bahwa tanahnya keras dan ia mengemukakan pendapatnya kepada Orang Banjar bahwa tanah yang dilihatnya keras kalau dicangkul. Tuturan tersebut terdapat pada kutipan berikut ini.

“Ini pasti keras kalau dicangkul. Air tidak ada di dekat-dekat.” “Tidak perlu disiram. Kita akan mendapat jatah dari langit,” kata istri Kepala Sekolah.

(Tanah Baru Tanah Air Kedua, 1997:46)

e. Tindak Tutur Asertif Melaporkan

Dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini. Saat Samirin sedang minum teh buatan ibunya, ibunya melaporkan kepada Samirin bahwa Marsi tadi pagi datang ke rumah.

Tuturan tersebut terdapat pada kutipan berikut ini.

Terdorong oleh kekesalan hati, dia ingin terus ke kamar. Tetapi terdengar ibu menambahkan, “Marsi kemari tadi pagi,” Samirin duduk.

(Tanah Baru Tanah Air Kedua, 1997:13)

(8)

2. Strategi Bertutur

a. Strategi Bertutur Terus Terang Tanpa Basa-Basi

Dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini. Seorang laki-laki yang berada di depan loket ingin meminjam bolpoin Samirin yang masih dipakainya. Samirin menyatakan secara terus terang terang tanpa basa-basi kepada laki-laki itu bahwa bolpoinnya masih digunakan yang ditandai dengan kata Sedang yang dituturkan oleh Samirin kepada petuturnya yaitu laki-laki yang meminjam bolpoinnya. Tuturan tersebut terdapat pada kutipan berikut ini.

Sedang saya pakai sendiri.”

(Tanah Baru Tanah Air Kedua, 1997:5)

b. Strategi bertutur Terus Terang dengan Basa-Basi Kesantunan Positif

Dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini. Saat Samirin barada di atas kendaraan Tajuddin mengemukakan pendapatnya kepada Samirin secara terus terang dengan basa- basi kesantunan positif (menggunakan penanda identitas sebagai anggota kelompok yang sama) jika Samirin mau tinggal di dirumah Tajuddin itu lebih baik. Tuturan tersebut ditandai dengan kata Kami yang dituturkan oleh Tajuddin kepada petuturnya yaitu Samirin. Tuturan tersebut terdapat pada kutipan berikut ini.

“Lalu kami ini yang memanfaatkannya!”

(Tanah Baru Tanah Air Kedua, 1997:63)

c. Bertutur Terus Terang dengan Basa-Basi Kesantunan Negatif

Dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini. Saat Suheimi dan Samirin berada di atas kendaraan mengusulkan kepada Samirin untuk tidak usah memikiran soal ojekan karena Bu Tajuddin dapat mencarikan ojekan. Tindak tutur tersebut ditutur oleh Suheimi secara terus terang dengan basa-basi kesantunan negatif (Peminimalan beban petutur) kepada petuturnya yaitu Samirin. Tuturan tersebut terdapat pada kutipan berikut ini.

“Pokoknya jangan terlalu dipikir. Kalau tidak dapat masuk hari ini, besok pagi pasti bisa diusahakan ojekan. Bu Tajuddin punya warung, kenal banyak orang. Dia senang menolong. Dialah yang punya kamar yang akan Anda tempati di atas warung itu, Guru.”

(Tanah Baru Tanah Air Kedua, 1997:64)

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur asertif yang digunakan dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh.

Dini terdapat 79 tuturan yang meliputi tindak tutur asertif menyatakan dengan tuturan “Sedang saya pakai sendiri”, tindak tutur mengusulkan dengan tuturan “Kalau anda mau, rumah di dekat situ masih kosong. Berkamar dua”, tindak tutur mengeluh dengan tuturan “Kita baru tenang tenang dua tahun. Bersama-sama dan bahagian. Mengapa mesti repot lagi! Pindahan di sini lain daripada di Jawa. Dan kemana kita pergi? Kalau itu baru dibuka buat transmgrasi, pastilah dekat hutan belukar! Kalau belum ada sekolahan, tentulah juga belum ada warung, belum ada kendaraan. Siapa tahu, jalan pun baru dibikin, pasti hanya dari tanah.” Bentuk tindak tutur mengemukakan pendapat dengan tuturan “Ini pasti keras kalau dicangkul. Air tidak ada di dekat-dekat.” dan tindak tutur asertif melaporkan dengan tuturan Marsi kemari tadi pagi,”.

Strategi bertutur yang digunakan dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua karya Nh.

Dini, (1) strategi bertutur langsung tanpa basa-basi (BTB) dengan tuturan ”Sedang saya pakai sendiri.”, (2) strategi bertutur langsung dengan basa-basi kesantunan positif (BTDBKP) dengan tuturan “Ah, bukan apa-apa, Guru. Itu kamar dibikin gara-gara anak sulung saya. Perempuan! Dia mulai genit, ingin punya kamar sendiri! Tapi setelah jadi, takut menempatinya sendirian! “Lalu kami ini yang memanfaatkannya!” Suheimi menyambung ringan, (3) strategi bertutur langsung dengan basa-basi kesantunan negatif (BTDBKN) dengan tuturan “Bisa Anda coba, Guru. Asal ya itu, jangan terlalu mengharap…,” kata Tajuddin. “Pokoknya jangan terlalu dipikir. Kalau tidak dapat masuk hari ini, besok pagi pasti bisa diusahakan ojekan. Bu Tajuddin punya warung,

(9)

kenal banyak orang. Dia senang menolong. Dialah yang punya kamar yang akan Anda tempati di atas warung itu, Guru.”

Sesuai dengan penelitian ini, ada beberapa saran yang dapat dikemukakan. Pertama, disarankan bagi pembaca, khususnya mahasiswa untuk lebih memperdalam ilmunya di bidang pragmatik, khususnya bagi mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kedua, bagi dosen Bahasa dan Sastra Indonesia tindak tutur asertif dan strategi bertutur dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua dapat dijadikan sebagai referensi dalam mata kuliah pragmatik. Pada mata kuliah pragmatik yang akan membahas tindak tutur asertif dan strategi bertutur.

Ketiga, bagi peneliti lainnya sebagai bahan referensi dalam menganalisis kebahasaan khususnya tentang tindak tutur asertif dan strategi bertutur yang akan dianalisis untuk penelitian selanjutnya.

Penelitian dalam novel Tanah Baru Tanah Air Kedua Karya Nh. Dini dapat dijadikan sebagai referensi pada mata kuliah pragmatik yang mempelajari ilmu kebahasaan mengenai suatu ujaran dan makna bahasa yang pada dasarnya ditentukan oleh konteks khususnya tentang tindak tutur dan strategi bertutur dalam novel. Penelitian ini dapat membantu mahasiswa untuk memperluas ilmu pengetahuannya dalam menganalisis tindak tutur dan strategi bertutur pada novel.

KEPUSTAKAAN

Atmazaki.2005. Ilmu Sastra Teori dan Terapan. Padang: Citra Budaya Indonesia.

Dini, Nh.1997.Tanah Baru Tanah Air Kedua. Bandung: Pustaka Jaya Leech, Geoffrey. 1993. Prinsip-Prinsip Pragmatik. Jakarta: UI Press.

Rahardi, Kunjana. 2009. Sosiopragmatik. Yogyakarta: Erlangga.

Syahrul. 2008. Pragmatik Kesantunan Berbahasa. Padang: UNP Press.

Referensi

Dokumen terkait

Searle (dalam Gunarwan, 1994:85), mengemukakan tindak tutur direktif terbagi atas lima macam yaitu (a) tindak tutur direktif menyuruh adalah tindak tutur yang

Data lain adalah kemampuan akhir siswa (post-test) yang berupa skor nilai keterampilan menulis (berupa hasil karangan deskripsi) setelah diberi perlakuan pembelajaran

Chaer (dalam Munirah, 2009:30) mengemukakan bahwa pengertian afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Dalam proses ini

Sejalan dengan pendapat tersebut, Akhadiah, Arsjad, Ridwan, Zulfahnur dan Mukti (1992: 34) mengemukakan”.Setiap siswa pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu,

1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pemakaian Bahasa Indonesia pada karangan mahasiswa

Data di atas mengandung tindak tutur arsetif “mengklaim” maksud dari tuturan ini yaitu penutur menjelaskan kepada lawan tuturnya soal yang terjadi pada malam ketika Noura menangis,

Namun, tindak tutur yang diujarkan oleh sopir pete-pete kadang memiliki perbedaan dengan cara berujar orang yang memiliki pekerjaan atau profesi lain, terutama pada aspek kesantunan

Makna kontekstual teks anekdot bermuatan karakter dan kearifan lokal meliputi situasi, peristiwa, tindak tutur, dan fungsi tuturan yang mencerminkan karakter dan kearifan lokal