• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Studi D3 Keperawatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Program Studi D3 Keperawatan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatanan Universitas Kusuma Husada Surakarta

2021

ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KEBUTUHAN

RASA AMAN NYAMAN:NYERI Yumayda Alfisyah1) Yunita Wulandari2)

Abstrak

Nyeri punggung merupakan nyeri dibagian lumbal, lumbo sakral,atau didaerah leher diakibatkan dengan adanya regangan otot atau tekanan pada akar saraf dan biasanya dirasakan sebagai rasa sakit,tegangan,atau rasa kaku dibagian punggung. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan nyeri punggung yaitu dengan melakukan kompres hangat . tujuan studi kasus ini untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien ibu hamil trimester III dengan pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman : nyeri, dengan tindakan kompres hangat di RST.Dr.Asmir Salatiga. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Karakteristik subjek pada penelitian ini adalah pasien ibu hamil trimester III dengan nyeri punggung dengan penilaian skor PQRST ( P = palliative, Q = quality. R = region, S = skala,T = time ). Tindakan kompres hangat dilakukan 1 kali setiap pagi selama 10-15 menit. Hasil studi kasus ini menunjukan bahwa kompres hangat dapat membuat pasien lebih relaks dan nyaman . kesimpulan asuhan keperawatan dari hasil studi kasus bawa kompres hangat efektif untuk mengatasi nyeri punggung ibu hamil trimester III. Rekomendasi di perlukan kesabaran perawat untuk kompres hangat 3 hari agar mendapatkan hasil yang maksimal

Kata kunci : nyeri punggung, trimester III, kompres hangat

PENDAHULUAN

Nyeri punggung merupakan nyeri dibagian lumbal, lumbo sakral,atau didaerah leher. Nyeri punggung diakibatkan dengan adanya regangan otot atau tekanan pada akar saraf dan biasanya dirasakan sebagai rasa sakit, tegangan, atau rasa kaku dibagian punggung (Huldani,2012). Sedangakan definisi dari nyeri punggung bawah adalah nyeri yang timbul dari struktur tulang spinal dan praspinal di daerah lumbo sacral (Wallace & Staats,2015).

nyeri punggung juga dapat merupakan akibat membungkuk berlebihan, berjalan tanpa istirahat, dan angkat beban, terutama bila salah satu atau semua kegiatan ini dilakukan saat sedang lelah.

Aktivitas-aktivitas berat tersebut menambah peregangan pada punggung (varnery,2013). Nyeri punggung bawah merupakan masalah otot dan tulang yang paling sering dilaporkan dalam kehamilan. Nyeri punggung bawah berhubungan hubungkan dengan lordosis yang diakibatkan karena peningkatan berat uterus yang menarik

(2)

2 tulang belakang keluar dari garis tubuh(Walsh,2012) Berdasarkan World Health Organization (WHO) AKI secara global yang terjadi pada padatahun 2015 adalah 216 per 100.000 KelahiranHidup (KH) sedangkan AKB 19 per 1000 KH.

Angka ini masih cukup jauh dari target SDGs (Sustainable Development Goals) yang menargetkan pada tahun 2030 AKI turun menjadi 70 per 100.000 KH dan AKB 12 per 1000 kelahiranhidup (WHO, 2016).Hasil survey demografi kesehatan Indonesia(SDKI) tahun 2012, AKI di Indonesia mencapai 359 per 100.000 KH dan AKB 32 per 1000 KH (Kemenkes,2016). Berdasarkan laporan dinas kesehatan provinsi Sumatera Utara, didapati AKI di Sumatera Utara pada tahun 2015 mencapai 93 per 100.000 KH, sedangkan AKB sebesar 4,3 per 1000 KH (DinkesProv.Sumut, 2016).

Terapi air hangat adalah terapi non farmakologis yang dapat menurunkan nyeri (Petrofsky,2014). Air hangat menyebabkan sirkulasi darah meningkat dan membawanya oksigen ke area nyeri serta membuat otot tendon, maupun ligament relaksasi (Chyntya,2014). Menurut (uliyah,2012) salah satu metode non farmakologis yang dapat mengurangi nyeri yaitu dengan kompres hangat yang di berikan dalam waktu 15-20 menit dengan suhu 70◦C dapat memberikan manfaat seperti memberikan rasa nyaman, mengurangi atau membebaskan rasa nyeri, mengurangi atau mencegah terjadinya spesma otot, dan memberikan rasa hangat.

Berdasarkan uraian dari latar belakang dapat di simpulkan bahwa pemberian kompres hangat dapat mengurangi nyeri, kecemasan dan memberikan rasa aman nyaman. Hal tersebut membuat penulis tertarik untuk melakukan asuhan keperawatan yang di tuangkan pada karya tulis ilmiah dengan judul ” asuhan keperawatan pada ibuhamil trimester III dengan

pemenuhan kebutuhan rasa aman nyaman:nyeri”

METODE PENELITIAN

Metode kasus ini adala untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan pada ibu hamil trimester III dengan pemenuhan kebutuahan rasa aman nyaman : nyeri. Data dikumpulkan dari hasil wawancara,observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan studi kepustakaan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Studi kasus dipilih 1 orang sebagai subjek studi,sesuai dengan kriteria inklusi yaitu ibu hamil trimester III, usia19 tahun yang mengalami nyeri punggung dengan pemenuhan kebutuhan rasa aman nyaman yang ditandai dengan adanya keluhan nyeri dengan skala 7 Subjek studi kasus ini adalah Ny.A berusia 19 tahun, berjenis kelamin perempuan,beragama Islam dan beralamat magelang, nomor register

1506xx diagnose medis

G1P0A0,tekanan darah120/80mmHg, nadi86x/menit, frekuensi nafas 22x/menit, suhu36,3°C.

Subjek datang kepoli obgyn pada tanggal 18 Februari 2021 pukul 09.00 WIB dengan keluhan nyeri punggung , susah tidur dan merasa tidaknyaman sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Subjek sebelumnya belum periksa di tempat lain .Saat di poli obgyn dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital yaitu frekuensi pernapasan:

20x/menit, frekuensi nadi:86 x/menit, SpO2:98%, suhu:36,3°C. Setelah diskrining dokterNy.A masuk keruang sakura RST.Dr.Asmir Salatiga pukul 12.00 WIB, subjek tampak meringis , gelisah frekuensi pernapasan: 20 x/menit, frekuensi nadi:85x/menit, SpO2:98%, suhu:36,3°C, terpasang infuse RL 20 tpm.

(3)

3 Berdasarkan data pengkajian yang telah dilakukan pada Ny.A pada tanggal 18 febuari 2021.Penulis menganalisa data untuk merumuskan diagnosa keperawatan yaitu di dapatkan data subjektif pasien mengeluh nyeri punggung sejak 2 hari yang lalu. Data objektif pasien tampak meringis,dan memegangi punggung. Berdasarkan data focus yang ada dan disesuaikan dengan SDKI(2017) di dapatkan masalah keperawatan yaitu nyeri akut berhubungandengan agen pencedera fisiologis. Menurut tanda gejala yang dialami Ny.A dan teori yang ada terdapat kesamaan yaitu mengeluh nyeri, pola tidur terganggu, serta rasa tidak aman dan nyaman (SDKI,2018).

Sesuai teori yang ada maka nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis ditetapkan sebagai diagnose utama dalam kasus ini.

Panggul sempit merupakan kondisi ketidakcocokan akibat ukuran kepala bayi yang terlalu besar di bandingkan dengan rongga panggul ibu hamil, penyebab terjadikanya panggul sempit ada beberapa yaitu : ukuran bayi terlalu besar, posisi bayi, panggul sempit pada ibu hamil,kondisi kesehatan ibu hamil,ibu hamil usia kurang dari 20 tahun (nurmala,2012)

Dalam intervensi keperawatan untuk mencapai keberhasilan maka harus ditetapkan tujuan dan kriteria hasil yang sesuai dengan SLKI (standar luaran keperawatan Indonesia).Tujuan asuhan keperawatan ini Setelah dilakukan tindakan selama 3x24jam masalah nyeri pasien teratasi sesuai SLKI (2018) dengan kriteria hasil ekspetasi nyeri menurun,keluhan nyeri dari skala 2 cukup meningkat menjadi 4 cukup menurun, meringis dari skala 2 cukup meningkat menjadi 4 cukup menurun, kesulitan tidur dari skala 3 sedang menjadi 5 menurun.

Intervensi yang dilakukan sesuai SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) : manajemen nyeri (I.08238)

lakukan identifikasi lokasi, karakteristik, kualitas, intensitas nyeri,skala nyeriyang di alami pasien,berikan tekhnik non- farmakologis untuk mengurangi masalah nyeri yang timbul menggunakan terapi kompres hangat, lalu ajarkan tehnik non farmakologi untuk mengurangi rasa nyeri.

Terapi non farmakologi kompres hangat bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri pasien. Skala nyeri pasien diukur 24 jam sekali dengan menggunakan VAS (Visual Analog Scale). Selain di berikan terapi non farmakologi pasien juga mendapat terapi farmakologi dari dokter yaitu infuse RL 500ml 20 tpm sebagai cairan pemeliharaan selama sakit, serta dripoxcytocin 5 unit iv untuk memicu kontraksi rahim.Selain itu juga dilakukan beberapa tindakan lainnya seperti memonitor frekuensi nyeri,agar pasien mengetahui penurunan tingkat nyeri yang dialami,

Implementasi yang di berikan pada hari pertama Kamis, 18 Februari 2021 pukul 13.00 WIB yaitu:

mengidentifikasi lokasi, karakteristik, skala nyeri, didapatkan data Subjektif:

pasien mengatakan nyeri punggung pada skala 7 Obyektif: pasien tampak meringis P=desakan pada punggung, Q=seperti diremas-remas R= punngung belakang bawah, S=skala7, T=hilang tibul Lalu Pukul13.15 WIB melakukan terapi non-farmakologis (kompres hangat) , melakukan evaluasi (nyeri punggung) setelah kompres hangat, didapatkan data Subyektif: pasien mengatakan nyeri sedikit berkurang ,Obyektif: pasien tampak memegangi punggung bagian belakang.

Implementasi yang diberikan pada hari kedua Jum'at, 19 Februari 2021 pukul10.00 WIB yaitu mengidentifikasi lokasi, karakteristik, skala nyeri, didapatkan data Subyektif:

pasien mengatakan nyeri berkurang sedikit pada skala 5 Obyektif: pasien tampak memegangi punggung belakang

(4)

4 bagian bawah, P= desakan pada punggung, Q= seperti di remas-remas R= punngung belakang bawah,S= skala 5, T= hilang tibul Lalu Pukul 10.20WIB melakukan melakukan terapi non- farmakologis (kompres hangat), melakukan evaluasi (nyeri punggung) setelah kompres hangat, didapatkan data Subyektif: pasien mengatakan nyeri berkurang setelah di kompresObyektif:pasien tampak lebih membaik Implementasi yang diberikan pada hari ketiga Sabtu,20 Februari2021pukul10.00 WIB yaitu:

mengidentifikasi lokasi, karakteristik, skala nyeri, didapatkan dataSubyektif:

pasien mengatakan nyeri ringan pada skala 2 Obyektif: pasien tampak membaik Lalu Pukul 10.30 WIB melakukan terapi non-farmakologis (kompres hangat) , melakukan evaluasi (nyeri punggung) setelah kompres hangat, didapatkan data Subyektif:

pasien mengatakan nyeri semakin hilang , Obyektif: pasien tampak relaks.

Tindakan yang diberikan pada pasien sesuai dengan teori yang ada.

Berdasarkan fakta yang di lapangan dan respon yang di berikan oleh Ny.A setelah dilakukan tindakan pemberian kompres hangat pasien mengalami penurunan tingkatnyeri karena setelah di berikan tindakan kompres hangat pasien merasa lebih relaks dan nyaman sehingga tingkat nyeri pasien menurun.

Tindakan yang diberikan pada pasien sesuai dengan jurnal utama yaitu diberikan kompres hangat selama 3 hari, 1 kali setiap pagi menggunakan buli-buli karetselama 10-15 menit (Mahnaz,2020) sehingga tidak terdapat kesenjangan pada proses pemberian terapi kompres hangat. Waktu pelaksanaan didalam jurnal fleksibel sedangkan dilahan pasien dirawat 3 hari pasien nyeri punggung dengan tidak ada keluhan lainnya selain efek nyeri punggung yang di alami dan tidak ada program daridokter sehingga pasien sudah di perbolehkan pulang dan

terdapat kesenjangan padapelaksanaan studi kasus. Namun kondisi ini sesuai dengan penelitian yang di lakukan Mahnaz(2020) pengaruh kompres hangat terhadap nyeri punggung akibat usia kehamilan trimester III dengan hasil kompres hangat efektif menurunkan nyeri dalam waktu 3 hari.

Pasien di berikan kompres hangat untuk memperlancar aliran darah sehingga darah dapat mengalir kesuluruh tubuh dan membawa o2 sehingga memberi rasa aman nyaman pada pasien menjadi relaks serta mengurungi ketegangan pada punggung belakang bawah yang mengalami nyeri

Hasil evaluasi yangdi peroleh setelah dilakukan implementasi selama 3 hari didapatakan hasil akhir yaitu data subjekjif: pasien mengatakan nyeri ringan skala 2,data objektif pasien tampak membaik. Assessment masalah teratasi dan planning yang diberikan pasien diperbolehkan pulang, diberikan obat dirumah dan dianjurkan untuk melakukan kompres hangat ketika merasa nyeri kembali.

Berdasarkan hasil monitor nyeri yang di lakukan menggunakan VAS (visualanalog scale) di dapatkan pada hari pertama hasil mengalami nyeri dengan skala 7,seperti di remas-remas dan hilang timbul. Pada hari kedua tingkat nyeri sedang dengan skala 5, seperti diremas-remas dan hilang timbul, pada hari ketiga pasienmengalami nyeri dengan tingkat nyeri ringan dengan skala 2. Dari evaluasi tersebutdapat di simpulkan bahwa hasil studi kasus tentang pemberian kompres hangat padaibu hamil trimester III dengan nyeri punggung, menunjukan hasil yang sesuai dengan teori Mahnaz (2020) bahwa kompres hangat efektif untuk menurunkan tingkat nyeri.

Penelitian yang di lakukan mahnaz (2020) berjudul “ the effeck of warm compress bi-stage on pain

(5)

5 strength hin labor stages and after delivery” tindakan pemberian kompres hangat di berikan pada pasien yang mengalami nyeri punggung .dalam jurnal ini tindakan dilakukan dalam waktu yang fleksibel. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari dan dilakukan pengukuran tingkat nyeri denganVAS (visual analog scale ) pasien mengalami penurunan nyeri dari nyeri berat menjadi nyeri ringan.

Menurut pendapat penulis tindkan pemberian kompres hangat menggunakanbuli-buli karet efektif di terapkan pada kasus Ny.A dan mendapatkan respon yangsesuai yaitu pasien lebih rileks dan keluhan nyeri punggung pasien berkurang.

Tabel evaluasi Keperawatan

KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini penulis akan menyimpulakan proses keperawatan dari pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi tentang asuhan keperatawatan pada Ny.A didapatkan data subjektif Ny.A mengtakan nyeri punggung bawah pada tanggal 18 febuari selama 24 jam, pasien merasa tidak nyaman dan sulit tidur. Data objektif yang di dapatkan pasien tampak meringis, gelisah dan memegangi punggung bawah.

1. Bagi Institusi Pelayanan Kesehatan

Rumah sakit khususnya RST.Dr.Asmir Salatiga di harapkan dapat menyusunSOP (standar oprasional prosedur) mengenai terapi kompres hangat menggunakanbuli-buli karet .selain itu rumah sakit dapat memberikan

pelayanan kesehatan

danmempertahankan hubungan kerja sama yang baik antar tim kesehatan maupun pasienserta keluarga pasien. Melengkapi saran dan prasarana yang sudah ada secara optimal dalam pemenuhan asuhan keperawatan nyeri punggung.

2. Bagi Tenaga Kesehatan Khususnya Perawat

Diharapkan dapat

berkoordinasi dengan tim kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan.

Khususnya perawat dapat memberikan terapi non farmakologi yaitu pemberian kompres hangat menggunakan buli-buli karet yang diaplikasikan khususnya pada pasien usia kehamilan trimester III yang mengalami nyeri punggung agar pasien merasa nyaman karena telah di teliti dan di buktikan hasilnya.

Perawat diharapkan dapat

memberikan pelayanan

professional dan komprehensif.

3. Bagi Institusi Pendidikan

Dapat meningkatkan mutu pelayanan pendidikan yang berkualitas professional dengan mengupayakan aplikasi riset dalam setiap tindakan yang dilakukan sehingga mampu menghasilkan perawat yang professional, terampil, inovatif, dan bermutu dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif berdasarkan ilmu dan kode etik keperawatan.Selain itu dapat di gunakan sebagai salah satu

(6)

6 tekhnik untuk menurunkan tingkat nyeri pasien sehingga tindakan pemberian kompres hangat dapat diajarkan sebagai salah satu terapi non farmakologi.

4. Bagi Pasien Dan Keluarga

Meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang bagaimana cara menangani nyeri punggung pada saat usia kehamilan trimester III. Sehingga dankeluarga paham manfaat dan cara pemberian kompres hangat menggunakan buli- buli karet dengan benar agar pasin merasa nyaman.

DAFTAR PUSTAKA

Bobak. 2010. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4. Jakarta: EGC Brown, A., & R. Johnston. 2013.

Pengalaman Ibu tentang Nyeri Muskuloskeletal selama Kehamilan dan Kelahiran Hasil:

Signifikansi Nyeri Punggung Bawah dan Panggul. Kebidanan, 29 (13), 46-51

Budiono,2016. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta Selatan:

Pusdik SDM Kesehatan.

Chapman, L., & Durham, R. 2010.

Maternal–Newborn Nursing: The Component of Nursing Care.

Philadelphia: FA Davis Company.

Dewi, dkk.2011.Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas. Jakarta: salemba Fauziah dan Sutejo. 2012.Keperawatan

Maternitas Kehamilan. Jakarta:

Kencana Prenada Media Group.

Handayani, D. 2012. Buku Ajar Dokumentasi Kebidanan.

Jakarta:Trans Info Media

Hasyim, M. 2019. Buku Panduan Etika Keperawatan. Temanggung:Desa Pustaka Indonesia.

Hedman, T. & Heather. 2015. Nanda International. Diagnosis Keperawatan:

Definisi Dan Klasifikasi 2015- 2018. Jakarta : EGC

Huldani. 2012. Nyeri punggung.

Universitas Lambuang mangkurat.

Kasiati, ddk.2016. Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta Selatan: Pusdik SDM Kesehatan.

Kemenkes.Profil Kesehatan Indonesia 2016. Jakarta: Kemenkes; 2017.

Mafikasari.A.,Kartikasari.R.I.2015.Posis i Tidur Dengan Kejadian Back Pain (Nyeri Punggung) Pada Ibu Hamil Trimester III.Vol 7,No 2 Megasari,Miratu.2015.Hubungan Senam

Hamil Dengan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III.Vol 3, No 1

Nonitasari.R.W.,Khoirunnisa.N.,Yudiya nta.(2015).Assessment Nyeri.vol 42,No 3

Nursalam. 2011. Manajemen Keperawatan (Edisi 3).

Jakarta:Salemba Medika.

Nursalam. 2016. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatam: Pendekatan Praktis. Jakarta:Salemba Medika Potter, P.A & Perry, A.G. 2012. Buku

Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses, dan Praktik Volume 1. Ed. 4.Jakarta : Penebit Buku Kedokteran EGC.

(7)

7 PPNI. (2016). Standar Diagnosis

Keperawatan Indonesia: Definisi Dan

Indikator Diagnostik, Edisi 1.

Jakarta: DPP PPNI

Simkin, P., Walley, J., & Keppler, A.

(2008). Panduan Praktis Bagi Calon Ibu : Kehamilan dan Persalinan. Jakarta : PT. Bhuana Ilmu Populer.

Tim Pokja SDKI PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia : Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1. Jakarta : DPP PPNI.

Tim Pokja SIKI PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia : Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1 . Jakarta : DPP PPNI.

Tim Pokja SLKI PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan, Edisi 1.Jakarta : DPP PPNI.

Triyoga,A.,Dewi,P.A.K.(2015).Pelaksan aan Dokumentasi Keperawatan Di Instalasi Rawat Inap Baptis

Kediri.Vol 1,No 2.ISSN.2407- 7232

Ulfah,Mariah.(2016).Diastasis Recti Abdominis Dengan Nyeri punggung Bawah Pada Ibu Hamil.Vol 05,No 02

Wagiyo & Putrono.(2016). Asuhan Keperawatan Antenatal, Intranatal, dan Bayi Baru Lahir Fisiologi & Patologis.

Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET Wahyuni,S.,Raden,A.,Nur

Hidayati,E.(2016).Perbandingan Trancutaneous Elektrical Nerve Stimulation Dan Kinesio Taping Terhadap Penurunan Skala Nyeri Punggung Bawah Pada Ibu Hamil trimester III Di Puskesmas Juwiring Kabupaten Klaten. Vol 02,No 8

Widiatie,wiwiek.(2015).Pengaruh Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Nyeri Pada Ibu Postseksio Sesarea Di Rumah Sakit Unipdu Medika Jombang.Vol

5,No 2

Referensi

Dokumen terkait

Untuk terapi farmakologi pada gagal jantung sesuai dengan data klinik maupun data laboratorium pasien dimulai dengan pemberian oksigen dan cairan sebagai terapi awal

Terapi farmakologi yang digunakan dalam pengobatan gagal jantung antara lain: Diuretik digunakan untuk mengontrol akumulasi cairan; Angiotensin Converting Enzyme

Ini sesui dengan penelitian Yuningsih (2017) bahwa ada pengaruh yang signifikan terapi napas dalam terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien yang

Implementasi Implementasi yang dilakukan untuk mengatasi masalah pada klien dengan diagnosa defisit pengetahuan pada tanggal 20 - 24 Februari 2020 adalah mengidentifikasi masalah

KESIMPULAN DAN SARAN Pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien GGK dalam pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman : kecemasan masalah keperawatan ansietas berhubungan dengan perubahan

Hasil Studi Kasus menunjukkan bahwa pengelolaan asuhan keperawatan keluarga pada tahap perkembangan keluarga pasangan baru dengan masalah defisit pengetahuan dengan dilakukan tindakan

[TM: 1 x 2x50menit] Belajar mandiri, tugas terstruktur, makalah kelompok presentasi Metode: Collaborative learning Farmakologi dan ilmu yang terkait, bentuk, penandaan dan cara

PEMBAHASAN Studi kasus ini difokuskan pada masalah penanganan nyeri yang diberikan perawat kepada klien tertunda karena perlu konsul dokter untuk pemberian terapi farmakologi, perawat