• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI TADRIS BAHASA INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM STUDI TADRIS BAHASA INDONESIA "

Copied!
225
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Keterampilan menulis puisi merupakan salah satu keterampilan yang harus dicapai siswa ketika mempelajari sastra. 2Maryam Isnaini Damayant, “Pengembangan bahan ajar menulis puisi menggunakan film motivasi untuk siswa SD kelas IV”, Jurnal.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Dapat membangkitkan semangat pelajar untuk mempelajari puisi dan dapat menarik minat pelajar untuk dapat menulis puisi.

LANDASAN TEORI

Deskripsi Teori

  • Bahan Ajar
  • Menulis
  • Puisi
  • Pendekatan Saintifik
  • Analisis Kebutuhan

8Nurdyansah, dkk, “Pengembangan Bahan Ajar Modul IPA untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar”, Universitas Muhammadiyah. 9Nurdyansah, dkk, “Pengembangan Bahan Ajar Modul IPA untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar”, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Vol.

Hasil Kajian Penelitian Terdahulu

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan penulis selidiki adalah pada penelitian terdahulu peneliti sebelumnya menggunakan model Project Based Learning yang membahas mengenai aktivitas menjadi media agar siswa melakukan eksplorasi, evaluasi dan interpretasi, sedangkan dalam penelitian ini peneliti menggunakan model pendekatan saintifik yang membahas tentang eksperimen, mengajukan pertanyaan, menangani informasi atau data dan berkomunikasi. Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan penulis telaah adalah peneliti terdahulu pada penelitian sebelumnya menggunakan model experiential learning yang membahas tentang pembelajaran yang memadukan pengetahuan, keterampilan, dan nilai melalui pengalaman, sedangkan peneliti dalam penelitian ini menggunakan model saintifik. model pendekatan yang membahas tentang melakukan eksperimen, mengajukan pertanyaan, mengelola informasi atau data untuk berkomunikasi. Modul pembelajaran menulis puisi ini didasarkan pada pendekatan stilistika pada kelas

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan penulis gali terletak pada model pendekatan stilistika yang membahas tentang ilmu yang berkenaan dengan gaya bahasa dan gaya bahasa, sedangkan pada penelitian ini peneliti menggunakan model pendekatan saintifik yang membahas tentang melakukan eksperimen, menyatakan pertanyaan. , mengelola informasi atau data untuk berkomunikasi. Peneliti Indah Fiki Nirwana pada tahun 2018 dengan judul Pengembangan Modul Pembelajaran Menulis Puisi Berbasis Kontekstual untuk Kelas Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan penulis telaah terletak pada model pendekatan kontekstual yang membahas tentang proses keterlibatan penuh siswa dalam menemukan materi yang dipelajari, sedangkan pada penelitian ini peneliti menggunakan model pendekatan saintifik yang membahas tentang melakukan riset. eksperimen, mengajukan pertanyaan, mengelola informasi atau data untuk berkomunikasi.

Perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan penulis ulas terletak pada keterampilan berbicara, sedangkan pada penelitian ini peneliti menggunakan keterampilan menulis.

Kerangka Berpikir

METODE PENELITIAN

Jenis dan Pendekatan Penelitian

Sugiyono berpendapat bahwa metode penelitian dan pengembangan diartikan sebagai cara ilmiah untuk meneliti, merancang, memproduksi dan menguji keabsahan produk yang telah dihasilkan. 42Teguh, dkk, “Pengembangan bahan ajar menulis puisi berbasis project based learning untuk siswa kelas X”, J-Simbol, Vol. Alasan penggunaan model ini adalah karena lebih sederhana, lebih rinci dan luas untuk keperluan pengajaran, sehingga memudahkan penelitian pengembangan bahan ajar berupa modul pembelajaran menulis puisi melalui pendekatan saintifik.

Pengembangan merupakan tindak lanjut dari perencanaan awal dimana produk yang akan diimplementasikan dikembangkan dengan serangkaian perbaikan sehingga benar-benar dapat memberikan kegunaan yang diinginkan. Langkah pengembangan ini menitikberatkan pada kegiatan menghasilkan dan menyempurnakan bahan ajar serta kegiatan memilih bahan ajar yang terbaik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan. Artinya pada tahap ini segala sesuatu yang telah dikembangkan diorganisasikan sesuai peran dan fungsinya sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan dengan baik.

Evaluasi merupakan proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang dibangun berhasil sesuai tahap awal atau tidak.

Prosedur Pengembangan

Tahap evaluasi sebenarnya dapat terjadi pada empat tahap sebelumnya atau disebut evaluasi formatif karena bertujuan untuk revisi. Permasalahan yang teridentifikasi dalam penelitian ini adalah kurangnya bahan ajar dan kurangnya bahan ajar yang digunakan sekolah pada saat pembelajaran, oleh karena itu produk yang akan dihasilkan berupa ciri-ciri atau profil calon siswa. Peneliti mengumpulkan seluruh sumber daya agar isi modul lengkap, seperti: Peneliti juga menyesuaikan tata letak dan urutan gambar agar sesuai dengan ukuran kertas.

Setelah pengembangan, tahap selanjutnya adalah implementasi, dimana modul yang dikembangkan akan diuji untuk memvalidasi desain. Produk yang dirancang peneliti kemudian dievaluasi oleh ahli bahasa Indonesia dan guru mata pelajaran. Pada tahap akhir peneliti melakukan evaluasi, data evaluasi yang diperoleh peneliti berupa evaluasi formatif dan sumatif.

Evaluasi formatif berupa data hasil tes yaitu pre-test dan post-test yang dilakukan siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Bengkulu.

Waktu dan Lokasi

Subjek dan Objek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian

Angket digunakan untuk mengungkap kebutuhan siswa terhadap bahan ajar modul menulis puisi berbasis sains dalam pembelajaran menulis puisi untuk mendapatkan masukan siswa terhadap modul yang akan dikembangkan oleh peneliti. Kegiatan menulis puisi yang disajikan dalam buku teks berfokus pada langkah-langkah penulisan puisi, struktur puisi, dan unsur-unsur puisi. Kegiatan menulis puisi yang disajikan dalam buku teks menitikberatkan pada aspek-aspek yang diperlukan dalam membaca puisi c.

Materi tertulis puisi yang disajikan sangat erat kaitannya dengan konteks situasi nyata yang dihadapi siswa sehari-hari. Angket digunakan untuk mengetahui hasil validasi ahli media terhadap materi pembelajaran modul menulis puisi berbasis sains dalam pembelajaran menulis puisi untuk mendapatkan masukan dari ahli media tentang modul yang dikembangkan peneliti. Angket digunakan untuk mengetahui hasil validasi ahli materi tentang bahan ajar modul menulis puisi berbasis sains dalam pembelajaran menulis puisi untuk mendapatkan masukan dari ahli validasi produk tentang modul yang dikembangkan peneliti.

Angket digunakan untuk mengetahui ahli validasi bahasa mengenai bahan ajar modul menulis puisi berbasis IPA pada pembelajaran menulis puisi untuk mendapatkan masukan dari ahli validasi produk mengenai modul yang dikembangkan peneliti.

Tabel  3.1. Kisi-kisi Analisis Kebutuhan Siswa dan Guru
Tabel 3.1. Kisi-kisi Analisis Kebutuhan Siswa dan Guru

Teknik Analisis Data

Validasi ini bertujuan untuk menilai kelayakan tampilan modul atau materi pendidikan yang telah dibuat. Analisis kebutuhan siswa dan guru terhadap bahan ajar modul menulis puisi berbasis pendekatan saintifik bagi siswa kelas VIII dalam menyajikan materi. Prototipe Modul Bahan Ajar Meningkatkan kemampuan menulis puisi melalui pendekatan saintifik Menulis puisi melalui pendekatan saintifik.

Bahan ajar ini disusun berdasarkan hasil observasi penelitian terhadap penulisan puisi di SMP Negeri 5 Kota Bengkulu. Berikut hasil perbaikan modul Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi melalui Pendekatan Saintifik setelah mendapat saran dan komentar dari validator. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rata-rata kebutuhan siswa dan guru terhadap siswa dalam menulis puisi sebesar 85,95% sehingga termasuk dalam kategori “setuju”.

Guru bahasa Indonesia hendaknya menambahkan referensi bahan ajar yang menarik dan mudah dipahami untuk digunakan dalam pembelajaran menulis puisi.

Tabel  3.5. Pembobotan Skor Angket Analisis Kebutuhan  Guru dan Siswa
Tabel 3.5. Pembobotan Skor Angket Analisis Kebutuhan Guru dan Siswa

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Oleh karena itu peneliti mempertimbangkan untuk mengembangkan materi pembelajaran baru yang lebih interaktif dan menarik minat serta keingintahuan siswa terhadap materi pembelajaran yang diajarkan. Berdasarkan tabel 4.1 di atas dapat disimpulkan bahwa aspek media memperoleh skor rata-rata sebesar 2,6 termasuk dalam kategori valid. Tujuan validasi ini adalah untuk menilai kelayakan struktur bahasa pada modul atau materi pembelajaran yang telah dibuat.

Hasil dari responden adalah siswa dan guru memberikan respon positif terhadap modul atau bahan ajar yang penulis buat. Pengujian keefektifan bahan ajar yang dikembangkan diukur dari hasil belajar dan respon siswa setelah menggunakan bahan ajar dalam pembelajaran. Hasil belajar tersebut dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan bahan ajar lainnya.

Hasil perhitungan menunjukkan rata-rata efektivitas bahan ajar terhadap hasil belajar siswa sebesar 88,125 sehingga masuk dalam kategori sangat efektif.

Tabel 4.3. 11 Hasil Validasi Produk Dilihat Dari Aspek  Materi
Tabel 4.3. 11 Hasil Validasi Produk Dilihat Dari Aspek Materi

Prototipe Bahan Ajar Modul Meningkatkan Kemampuan

Hal ini bertujuan agar siswa dapat bertukar pikiran dan menemukan jawaban ketika menemui permasalahan. Oleh karena itu, meskipun siswa menulis secara berkelompok, siswa harus tetap menulis puisinya sendiri. Penulisan bahan ajar berpedoman pada PUEBI agar sesuai dengan pedoman bahasa Indonesia sehingga siswa mudah memahami materi yang disampaikan.

Aspek grafis pada materi pembelajaran modul meningkatkan kemampuan menulis puisi melalui pendekatan saintifik yaitu pewarnaan sederhana, menggunakan kertas B5 (17,6x25 cm), font Times New Rowman ukuran 12. Menggunakan bingkai sederhana namun menarik, bagian depan sampul menggunakan animasi yang sesuai dengan topik pelajaran, sampul belakang berisi penjelasan singkat tentang puisi.

Tabel 4.6. 14 Profil Materi
Tabel 4.6. 14 Profil Materi

Saran Prototipe Modul

Beberapa saran dan komentar diberikan oleh validator 1, diantaranya adalah saran kepada penulis untuk menggunakan aplikasi canva.com untuk membuat cover depan dan belakang serta memvariasikan jenis huruf pada modul pembelajaran. Saran dan komentar dari Validator 2 agar modul pembelajaran yang dibuat sudah sesuai dengan materi Kelas VIII. Saran dan masukan dari Validator 1 antara lain menasihati penulis untuk memperbaiki tata cara penulisan dan penyusunan kalimat, serta menggunakan PUEBI sebagai pedoman penulisan.

Terdapat beberapa saran dan masukan dari validator 2 mengenai aspek materi, diantaranya validator berharap halaman sampul dapat digunakan. Saran dan komentar yang diberikan oleh validator 2 adalah agar materi yang disampaikan sudah lengkap, disarankan untuk menambahkan kunci jawaban dan memperbaiki tanda baca pada modul pembelajaran.

Gambar  4.5. Saran dan Komentar Validator 1  b.  Validator 2
Gambar 4.5. Saran dan Komentar Validator 1 b. Validator 2

Hasil Perbaikan Modul Pembelajaran

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 5 Kota Bengkulu ditemukan bahwa siswa dan guru di SMP Negeri 5 Kota Bengkulu memerlukan materi pembelajaran berupa modul pembelajaran yang dapat menarik minat siswa dalam menulis puisi yang bersifat puisi. sejalan dengan unsur dan langkah yang ada serta dapat menambah referensi bahan pembelajaran bagi guru dan referensi pembelajaran bagi siswa. Berdasarkan hasil penelitian mengenai keefektifan modul ajar Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Pendekatan Saintifik terhadap hasil belajar siswa SMP Negeri 5 Bengkulu diperoleh rata-rata tingkat keefektifan modul ajar mencapai 88.125 yang mana termasuk dalam kategori sangat efektif. Penelitian selanjutnya yang masih dalam tujuan yang sama hendaknya dapat menambah dan mengembangkan materi pembelajaran sehingga menghasilkan produk yang lebih sempurna dan dapat mengisi kekosongan materi pembelajaran yang sudah ada.

Penerapan metode field trip untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas IX H SMP Negeri 6 Watampone”. “Pengembangan media visual tiga dimensi pop up dalam pembelajaran menulis puisi di kelas VIII SMPN 1 Ujan Mas Kepahiang di tahun ajaran 2016/2017.” Mengembangkan modul sastra, materi eksplorasi isi puisi dan pesan puisi untuk siswa kelas IV SD XAVERIUS 5 Palembang.

34;Pengenalan dan pengembangan E-modul bagi guru anggota MGMP Kimia dan Biologi Kota Padang Panjang.”

Tabel 4.7. 15 Hasil Perbaikan Modul  Bagian yang
Tabel 4.7. 15 Hasil Perbaikan Modul Bagian yang

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Gambar

Tabel  3.1. Kisi-kisi Analisis Kebutuhan Siswa dan Guru
Tabel  3.2. Kisi-kisi Validasi Ahli Media
Tabel  3.3. Kisi-kisi Validasi Materi
Tabel  3.4. Kisi-kisi Validasi Bahasa
+7

Referensi

Dokumen terkait

PRAKATA Alhamdulillah Rabbil Alamin, Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan