1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebijakan Indonesia Sehat menetapkan tiga pilar utama yaitu lingkungan sehat, perilaku sehat dan pelayanan kesehatan bermutu adil dan merata. Untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Sehat tersebut, telah ditetapkan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dengan Keputusan Menteri Kesehatan No.131/Menkes/SK/II/2004. Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan (Promkes) untuk mendukung upaya peningkatan perilaku sehat ditetapkan visi nasional Promkes sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI. No.1193/MENKES/SK/X/2004 yaitu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat 2010 (PHBS 2010).
Salah satu sasaran PHBS adalah tatanan rumah tangga, maka kelompok melakukan asuhan dengan menerapkan strategi promkes pada tatanan rumah tangga.Penerapan PHBS di rumah tangga merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakan dan memberdayakan keluarga atau anggota rumah tangga untuk berprilaku PHBS. Oleh karena itu kegiatan PHBS dirumah tangga pelaksanaannya dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu RT, RW, Dusun, kampung, Desa/Kelurahan
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat ditarik beberapa rumusan masalah yang dikaji dalam makalah ini:
1. Apa definisi dari promosi kesehatan di tatanan rumah tangga?
2. Apa definisi dari PHBS di tatanan rumah tangga?
3. Apa kaitan promosi kesehatan dengan PHBS di tatanan rumah tangga?
4. Apa tujuan dan manfaat PHBS di tatanan rumah tangga?
5. Apa metode dan media PHBS di tatanan rumah tangga?
6. Apa indikator dari PHBS di tatanan rumah tangga?
7. Apa sasaran PHBS di tatanan rumah tangga?
8. Bagaimana tahap perencanaan dan evaluasi PHBS di tatanan rumah tangga?
2 1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari promosi kesehatan di tatanan rumah tangga 2. Untuk mengetahui definisi dari PHBS di tatanan rumah tangga
3. Untuk mengetahui kaitan promosi kesehatan dengan PHBS di tatanan rumah tangga
4. Untuk mengetahui tujuan dan manfaat PHBS di tatanan rumah tangga 5. Untuk mengetahui metode dan media PHBS di tatanan rumah tangga 6. Untuk mengetahui indikator dari PHBS di tatanan rumah tangga 7. Untuk mengetahui sasaran PHBS di tatanan rumah tangga
8. Untuk mengetahui tahap perencanaan dan evaluasi PHBS di tatanan rumah tangga
3 BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi
2.1.1 Definisi Promosi Kesehatan di Rumah Tangga
Kesehatan merupakan sebuah investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan Undang- Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatnya kesadaran masyarakat, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dapat terwujud. Agar tujuan tersebut berjalan optimal, pembangunan kesehatan dimulai dari unit terkecil dalam tatanan masyarakat yaitu keluarga.
Satuan tatanan terkecil dalam masyarakat adalah keluarga. Ketika seorang bayi lahir di tengah sebuah keluarga, tentunya yang pertama akan berinteraksi, yang didengar, yang dilihat dan yang dirasakannya adalah sikap, suara, sentuhan dan perilaku keluarga. Hal ini berlangsung seterusnya sampai anak tersebut tumbuh dan berkembang menjadi seorang yang siap memasuki usia dewasa. Di sinilah pentingnya sebuah keluarga untuk menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas. Untuk mencapai perilaku masyarakat yang sehat harus dimulai dari keluarga. Orang tua (ayah dan ibu) merupakan sasaran utama dalam promosi kesehatan pada tatanan ini. Karena orang tua, terutama ibu, merupakan peletak dasar perilaku dan terutama perilaku kesehatan bagi anak-anak mereka. Keluarga merupakan tempat dasar berkembangnya perilaku manusia
2.1.2 Definisi PHBS di Rumah Tangga
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar dari perorangan, kelompok dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan edukasi guna meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pendekatan edvokasi bina suasana (social support) dan gerakan masyarakat (empowerment) sehingga dapat menerapkan cara- cara hidup sehat dalam menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat (Sri Dewanti, 2010).
4
Upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Menerapkan PHBS di rumah tangga akan menciptakan keluarga sehat dan mampu meminimalisir masalah kesehatan.
Manfaat PHBS di rumah tangga antara lain, setiap anggota keluarga mampu meningkatkan kesejahteraan dan tidak mudah terkena penyakit, rumah tangga sehat mampu meningkatkan produktivitas anggota rumah tangga dan manfaat PHBS rumah tangga selanjutnya adalah anggota keluarga terbiasa untuk menerapkan pola hidup sehat dan anak dapat tumbuh sehat dan tercukupi gizi. Salah satu tatanan PHBS yang utama adalah PHBS rumah tangga bertujuan memberdayakan anggota sebuah rumah tangga untuk tahu, mau dan mampu menjalankan perilaku kehidupan yang bersih dan sehat serta memiliki peran yang aktif pada gerakan di tingkat masyarakat. Tujuan utama dari tatanan PHBS di tingkat rumah tangga adalah tercapainya rumah tangga yang sehat.
2.2 Kaitan Promosi Kesehatan dengan PHBS di Tatanan Rumah Tangga Kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya peningkatan PHBS tatanan rumah tangga yang dilakukan berupa posyandu, konseling dan penyuluhan.
Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya promosi kesehatan. Pemberdayaan ialah sebuah proses pemberian informasi kepada keluarga atau kelompok dan individu secara terus menerus dan berkesinambungan dengan mengikuti perkembangan masyarakat, serta proses membantu masyarakat supaya masyarakat berubah dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu atau sadar serta dari tahu menjadi mau dan dari mau menjadi mampu untuk melaksanakan program kesehatan yang diperkenalkan.
Ada dua tujuan promosi kesehatan yang dihubungkan dengan pembedaryaan masyarakat. Pertama, pemberdayaan merupakan sebuah cara dimana masyarakat diarahkan mampu untuk melaksanakan kehidupannya. Kedua, dapat meningkatkan perilaku hidup sehat di masyarakat dan ketiga yaitu dapat meningkatkan peran masyarakat dalam upaya kesehatan.
5
Sasaran dari kegiatan masyarakat dan individu yang lebih aktif yakni ibu rumah tangga karena ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam rumah sehingga dapat membantu miningkatkan prilaku PHBS tatanan rumah tangganya.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa penyuluhan PHBS tatanan rumah tangga dengan ibu rumah tangga sebagai sasaran utama. Sebagaimana tahapan dalam pemberdayaan menurut Mardikanto dan Soebiato antara lain berupaya membantu pemecahan masalah, sejak analisis akar-masalah, analisis alternatif pemecahan masalah, serta pilihan alternatif pemecahan terbaik yang dapat dilakukan sesuai dengan kondisi internal (kekuatan kelemahan) maupun kondisi eksternal (peluang dan ancaman) yang dihadapi; serta menunjukkan pentingnya perubahan, yang sedang dan akan terjadi di lingkungannya, baik lingkungan organisasi dan masyarakat (lokal, nasional, regional dan global). Karena kondisi lingkungan (internal dan eksternal) terus mengalami perubahan yang semakin cepat, maka masyarakat juga harus disiapkan untuk mengantisipasi perubahan tersebut melalui kegiatan perubahan yang terencana.
2.3 Tujuan dan Manfaat PHBS di Tatanan Rumah Tangga 1) Tujuan
Tujuan dari PHBS di rumah tangga adalah agar anggota rumah tangga mampu dan tahu tentang perilaku hidup bersih dan sehat sehingga menerapkan perilaku tersebut dan dapat berperan aktif di masyarakat terkait gerakan hidup bersih dan sehat (Kementerian Kesehatan RI, 2016). Mencari peningkatan kemampuan yang diharapkan karena seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan dalam satu bidang akan mempunyai pengetahuan dan ketrampilan tertentu pula.
Tujuan utama dari Gerakan PHBS adalah meningkatkankualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu–individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari–hari yang bersih dan sehat.
2) Manfaat
Program PHBS dijalankan melalui proses edukasi kepada masyarakat. Dengan ini, tiap individu diharapkan menjadi sadar kesehatan
6
dan mampu menjalankan perilaku bersih dan sehat dalam kehidupan sehari- harinya. Ada lima tatanan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu PHBS di rumah tangga, sekolah, tempat kerja, sarana kesehatan, dan tempat umum. Kelimanya menjadi titik dimulainya program edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat
Hidup sehat merupakan hal yang seharusnya diterapkan oleh setiap orang, mengingat manfaat yang ditimbulkan akan sangat banyak, mulai dari konsentrasi kerja, kesehatan dan kecerdasan anak sampai dengan keharmonisan keluarga
Rumah tangga yang sehat memiliki beberapa manfaat, diantaranya keluarga yang sehat akan menumbuhkan anak-anak yang cerdas dan sehat.
Keluarga yang sehat akan cenderung terhindar dari masalah Kesehatan, sehingga produktivitas dalam keluarga akan meningkat. Anak yang hidup dalam keluarga yang sehat akan tumbuh menjadi anak yang sehat serta gizi pada anak tersebut akan tercukupi (Kementerian Kesehatan RI, 2011)
Manfaat PHBS yang paling utama adalah terciptanya masyarakat yang sadar kesehatan dan memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran untuk menjalani perilaku hidup yang menjaga kebersihan dan memenuhi standar kesehatan. Tatanan PHBS di rumah tangga merupakan titik yang paling penting dalam gerakan tersebut. Dengan tercapainya kondisi rumah tangga sehat melalui tatanan PHBS, tiap anggota keluarga diharapkan mau dan mampu memiliki peran aktif dalam mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat ke tingkat masyarakat
2.4 Metode dan Media PHBS di Tatanan Rumah Tangga
Dalam melakukan promosi kesehatan diperlukan metode dan media yang tepat untuk menyampaikan pesan dengan memperhatikan sasarannya. Dalam promosi kesehatan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan rumah tangga, yaitu bisa dilakukan dengan bebreapa metode:
7 1) Metode penyuluhan secara langsung
Penyuluhan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah. Dengan metode ini terjadinya kontak antara klien dengan petugas lebih intensif.
Setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat diteliti dan dibantu penyelesaiannya. Akhirnya klien akan dengan sukarela, berdasarkan kesadaran dan penuh pengertian akan menerima perilaku tersebut.
2) Metode ceramah
Dengan metode ceramah dapat dilakukan untuk sasaran rumah tangga baik pendidikanya rendah maupun tinggi.
3) Metode Demonstrasi
Dengan metode demonstrasi masyarakat juga diajak untuk melakukan nya secara bersama-sama mengenai perilaku hidup bersih dan sehat sehingga nanti nya masyarakat akan berubah dan langsung menerapkannya tidak hanya sebatas dari kata kata saja.
Media yang digunakan untuk mendukung metode tersebut ialah:
1) Leaflet
Dengan menggunakan leaflet yang pesan nya disampaikan dengan bahasa daerah dan bahasa yang sehari-hari sehingga mudah dipahami yang tentunya menarik serta praktis yang bisa dibawa kemana saja, mudah disimpan, dan bisa dibaca kapan saja mereka ingin membacanya kembali 2) Bookleat
Bookleat juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan phbs pada tatanan rumah tangga karena mudah dipahami dan bisa dibaca berulang kali.
2.5 Indikator dari PHBS di Tatanan Rumah Tangga
PHBS di rumah tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat. Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di rumah tangga yaitu:
1) Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan, dokter, dan tenaga para medis lainnya). Setiap persalinan dari ibu hamil harus ditolong oleh tenaga kesehatan karena
8
a. Tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin.
b. Apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera ditolong oleh atau dirujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit.
c. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan peralatan yang aman, bersih, dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya.
Apabila terdapat tanda-tanda persalinan seperti ibu mengalami mulas-mulas yang timbulnya semakin sering dan semakin kuat, rahim terasa kencang bila diraba terutama saat terasa mulas, keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir, keluar cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir, merasa seperti mau buang air besar maka harus segera hubungi tenaga kesehatan (bidan/ dokter), tetap tenang dan tidak bingung, untuk mengurangi rasa sakit dari mulasnya dapat bernapas panjang melalui hidung dan mengeluarkan melalui mulut.
2) Memberi bayi ASI Eksklusif
ASI (Air Susu Ibu) adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. ASI pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum), sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit.
Bayi disusui sesegera mungkin paling lambat 30 menit setelah melahirkan untuk merangsang agar ASI cepat keluar dan menghentikan pendarahan, berikan ASI dari kedua payudara secara bergantian. ASI Eksklusif diberikan pada bayi usia 0-6 bulan, hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lain, sementara selain ASI diberikan pula Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dalam bentuk lumat dan jumlah yang sesuai dengan perkembangan umur bayi. Pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga bayi berusia 2 tahun. Pemberian ASI juga harus memperhatikan bahwa ibu harus yakin mampu menyusui bayinya dan mendapat dukungan dari keluarga agar upaya pemberian ASI Eksklusif selama enam bulan bisa berhasil.
9 3) Menimbang bayi dan balita
Penimbangan bayi dan balita dilakukan setiap bulan mulai umur 1 bulan sampai 5 tahun di Posyandu untuk memantau pertumbuhannya setiap bulan.
Setelah bayi dan balita ditimbang, catat hasil penimbangan di Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) atau Kartu Menuju Sehat (KMS) maka akan terlihat berat badannya naik atau tidak naik (lihat perkembangannya).
Berat badan naik, bila terjadi:
a. Garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna pada KMS.
b. Garis pertumbuhannya pindah ke pita warna di atasnya
Gambar. 1 dan Gambar. 2
Sementara yang tidak naik, bila : a. Garis pertumbuhannya menurun.
b. Garis pertumbuhannya mendatar.
c. Garis pertumbuhannya naik tetapi pindah ke pita warna yang lebih muda.
Dengan melihat berat badan bayi dan balita naik atau tidak naik pada pencatatan setiap bulan, dapat diketahui Apakah bayi dan balita tumbuh sehat,
10
bisa mencegah gangguan pertumbuhan, jika berat badan dua bulan berturut- turut tidak naik atau bahkan berat badannya dibawah garis merah (BGM) dan dicurigai gizi buruk, dapat segera dirujuk ke Puskesmas. Datang secara rutin ke Posyandu juga berfungsi Apa kelengkapan imunisasi serta untuk mendapatkan penyuluhan gizi.
4) Menggunakan air bersih
Air bersih adalah air yang secara fisik dapat dibedakan melalui indera kita (dapat dilihat, dirasa, dicium, dan diraba):
a. Air tidak berwarna, harus bening/ jernih.
b. Air tidak keruh, harus bebas dari pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya.
c. Air tidak berasa.
d. Air tidak berbau seperti bau amis, anyir, busuk, atau bau belerang.
Dengan menggunakan air bersih dapat terhindar dari gangguan penyakit seperti diare, kolera, disentri, thypus, kecacingan, penyakit mata, penyakit kulit atau keracunan selain itu, setiap anggota keluarga terpelihara kebersihannya.
Keberadaan air bersih ini yang sangat penting, maka perlu untuk menjaga kebersihan sumber air bersih yaitu:
a. Jarak letak sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah sampai paling sedikit 10 meter.
b. Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemaran.
c. Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak.
d. Harus dijaga kebersihannya seperti tidak ada genangan air di sekitar sumber air, tidak ada bercak-bercak kotoran, tidak berlumut pada lantai/
dinding sumur. Ember/ gayung pengambil air harus tetap bersih dan tidak diletakkan di lantai.
Meskipun air sudah bersih tetapi ketika diminum harus tetap dimasak mendidih karena air belum tentu bebas kuman penyakit, yang hanya bisa mati pada suhu 1000C (saat mendidih).
5) Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
11
Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun merupakan suatu intervensi kesehatan yang paling hemat tapi sangat bermanfaat karena dapat membunuh kuman penyakit yang ada di tangan sehingga tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman, mencegah penularan penyakit, seperti disentri, flu burung, flu babi, typhus, dll.
Aktivitas yang dianjurkan untuk cuci tangan yaitu:
a. Setiap kali tangan kita kotor (setelah; memegang uang, memegang binatang, berkebun, dll)
b. Setelah buang air besar.
c. Setelah menceboki bayi atau anak.
d. Sebelum makan dan menyuapi anak.
e. Sebelum memegang makanan.
f. Sebelum menyusui bayi
Adapun cara yang benar untuk cuci tangan itu sendiri dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan memakai sabun seperlunya, selanjutnya bersihkan telapak tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari dan punggung tangan, dan yang terakhir bersihkan tangan pakai lap bersih.
6) Menggunakan jamban sehat
Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia. Jamban yang sehat harus memenuhi persyaratan:
a. Tidak mencemari sumber air minum (Jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter)
b. Tidak berbau.
c. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
d. Tidak mencemari tanah disekitarnya.
e. Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
f. Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
g. Penerangan dan ventilasi cukup.
h. Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
i. Tersedia air, sabun, dan alat pembersih.
Semua anggota keluarga harus menggunakan jamban untuk membuang tinja, sehingga dapat menjaga lingkungan menjadi bersih, sehat, nyaman dan
12
tidak berbau, tidak mencemari sumber air yang dijadikan sebagai air baku air minum atau air untuk kegiatan sehari-hari, dan tidak mengundang serangga dan binatang yang dapat menyebarluaskan bibit penyakit.
7) Memberantas jentik di rumah
Keluarga perlu melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur, plus Menghindari gigitan nyamuk). 3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN yaitu:
a. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tatakan kulkas, alas pot kembang.
b. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
c. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air.
d. Plus menghindari gigitan nyamuk yaitu dengan menggunakan kelambu, memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar, mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai, menabur larvasida di tempat yang sulit dikuras dan memelihara ikan pemakan jentik di kolam.
8) Makan buah dan sayur setiap hari
Sayur dan buah merupakan sumber nutrisi antioksidan dengan kandungan vitamin dan mineral. Buah dan sayur juga kaya akan senyawa fitokimia anti- kanker serta serat.
Adapun porsi ideal sayur dan buah tiap hari untuk menjaga tubuh tetap sehat yaitu mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari. Konsumsi sayur dan buah yang tidak merusak kandungan dari gizinya adalah dengan memakannya dalam keadaan mentah atau dikukus.
9) Melakukan aktivitas fisik setiap hari
Setiap anggota keluarga diharapkan melakukan aktivitas fisik secara bertahap sampai mencapai 30 menit setiap hari, bisa dilakukan sebelum makan atau 2 jam sesudah makan, berupa kegiatan sehari-hari dan olahraga. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat menyehatkan jantung, paru-paru serta alat tubuh lainnya.
13 10) Tidak merokok di dalam rumah.
Bahaya merokok di dalam rumah yaitu asap rokok yang mengandung zat- zat nikotin, tar dan zat berbahaya lainnya terhisap oleh perokok pasif yang dapat menyebabkan berbagai penyakit antara lain jantung dan pembuluh darah.
Jika di dalam lingkungan masyarakat, semua rumah tangga menerapkan PHBS maka akan diperoleh manfaat sebagai berikut:
Bagi Rumah Tangga
a. Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.
b. Anak tumbuh sehat dan cerdas.
c. Anggota keluarga giat bekerja.
d. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.
Bagi Masyarakat
a. Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat.
b. Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan.
c. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
d. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban, ambulans desa dan lain-lain.
Bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/ Kota
a. Peningkatan persentasi Rumah Tangga ber-PHBS menunjukkan kinerja dan citra pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang baik.
b. Biaya yang tadinya dialokasikan untuk menanggulangi masalah- masalah kesehatan dapat dialihkan untuk pengembangan lingkungan yang tertata rapi dan sehat serta penyediaan sarana pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau.
Provinsi dan kabupaten/ kota dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga
14 2.6 Sasaran PHBS di Tatanan Rumah Tangga
Sasaran PHBS di rumah tangga yaitu seluruh anggota keluarga secara keseluruhan dan terbagi dalam:
1) Sasaran Primer
Sasaran primer merupakan sasaran utama dalam rumah tangga yang akan dirubah perilakunya atau anggota keluarga yang bermasalah (individu dalam keluarga yang bermasalah)
2) Sasaran sekunder
Sasaran sekunder adalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu dalam keluarga yang bermaslah, seperti kepala keluarga, ibu, orang tua, tokoh keluarga, kader, tokoh agama, tokoh masyarakat, petugas kesehatan dan lintas sector terkait.
3) Sasaran tersier
Sasaran tersier merupakan sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu dalam atau mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk tercapainya PHBS, seperti kepala desa, lurah, camat, kepala puskesmas, dll.
2.7 Rencana dan Evaluasi untuk PHBS di Tatanan Rumah Tangga 1. Tahap Perencanaan
Kegiatan perencanaan dimulai dengan pembentukan tim agar berjalan dengan baik dan teratur. Tim terdiri dari penyuluh, perancang pemeraga, persiapan sarana prasarana yang menjalankan fungsi masing- masing dengan baik. Tugas tim meliputi:
a. Membuat Leafleat yang akan di berikan kepada masyarakat b. Membuat materi PHBS yang di butuhkan.
c. Meyiapkan semua alat yang di butuhkan (Kertas, hanpone, serta alat- alat yang dibutuhkan saat pemberian leafleat kepada masyarakat).
d. Menyiapkan Leafleat e. Menyusun jadwal kegiatan.
f. Koordinasi dari pihak kelurahan daerah setempat.
15 2. Tahap Evaluasi
Evaluasi adalah salah satu komponen yang paling penting dari akhir kegiatan.
Beberapa hal berikut yang perlu dipertimbangkan dalam evaluasi:
• Apakah peserta memahami materi yang diberikan.
• Apa saja yang berperan aktif dalam pendidikan.
• Apakah hal – hal yang sudah baik dan hal- hal yang masih perlu diperlukan dalam kegitan penyuluhan. Apakah peserta dapat merespon dengan baik dalam pelakasanaan.