PROPOSAL PENELITIAN
EVALUASI PEMBELAJARAN DENGAN MEMANFAATKAN APLIKASI MOODLE GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
PESERTA DIDIK PADA KELAS XH SMAN 1 TRENGGALEK
Dibuat untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia Dosen Pengampu Dr.H. Yasip, S.Pd, M.Pd.
Oleh :
Salvia Fairuz Nabila NIM 1860208232066
PROGAM STUDI TADRIS BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SAYYID ALI
RAHMATULLAH TULUNGAGUNG
TAHUN AJARAN 2023/2024
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat allah swt, atas segala limpahan rahmat, taufik, hidayah dan inayah-nya, sehingga kami dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul
“Evaluasi Pembelajaran Dengan Memanfaatkan Aplikasi Moodle Guna Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Kelas XH SMAN 1 Trenggalek”. Dengan hadirnya karya ilmiah ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi para pembaca,khususnya mahasiswa program studi Tadris Biologi.
Sholawat dan salam tetap tercurahkan dan dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Penulis menyadari tanpa bantuan dari semua pihak, penulisan karya ilmiah ini mungkin tidak dapat terlaksana. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Abdul Aziz, M.Pd.I. selaku rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang telah memberi kesempatan untuk kami dapat menempuh pendidikan di kampus ini.
2. Ibu Nani Sunarmi, M.Si selaku Koordinator Program Studi Tadris Biologi.
3. Bapak Dr.H.Yasip, S.pd., M.pd selaku dosen pengampu mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah memberikan bimbingan mengenai mata kuliah ini.
4. Teman-teman kelas 2-B Prodi Tadris Biologi yang telah memberikan motivasi.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan karya Ilmiah ini, karena keterbatasan kemampuan yang penulis miliki. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.
Tulungagung, 31 Mei 2024
Penulis
iii
DAFTAR ISI
KATA PENGATAR ... ii
DAFTAR ISI ...iii
BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian ...1
B. Fokus Penelitian ...1
C. Tujuan Penelitian ...2
D. Manfaat Penelitian ...2
E. Penelitian Terdahulu yang Relevan ...2
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Evaluasi Pembelajaran ...3
B. Aplikasi Moodle ...4
C. Prestasi Belajar ...6
D. Peserta Didik ...8
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian ...11
B. Subjek Penelitian ...11
C. Metode Penelitian ...11
D. Teknik Pengumpulan Data ...12
E. Teknik Pengecekan Keabsahan ...13
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Konteks Penelitian
Pada tahun 2020 yang lalu, kita mengalami wabah yang sangat besar yaitu covid-19. Wabah ini membawa dampak yang sangat buruk. Bahkan semua aktivitas dalam kehidupan kita menjadi terganggu bahkan berhenti seketika termasuk dalam proses belajar mengajar. Waktu itu sekolah yang awalnya diliburkan selama dua minggu akhiranya mengalami penyesuaian agar kegiatan pembelajaran tetap bisa berlajan dengan baik. Pembelajaran mulai dialihkan secara online dan semua harus bisa menyesuaikan dengan sistem online tersebut.
Banyak aplikasi yang digunakan instansi pendidikan guna mendukung pembelajaran secara online seperti zoom, google meet, dan berbagai platform e-learning. Salah satu e-learning yang banyak digunakan sebagai sarana pembelajaran online yaitu moddle. Moddle ini sangat bersifat fleksible dan praktis sehingga menuntut siswa untuk bisa belajar secara mandiri. Dengan menggunakan aplikasi ini guru tetap bisa memantau secara efektif tentang bagaimana perkembangan peserta didik apakah tetap megikuti pembelajaran sesuai yang ditargetkan atau tidak ada perkembangan sama sekali dari peserta didik.
Dalam pengguna aplikasi moodle ini tentunya mempunyai kekurangan dan kelebihannya dibanding aplikasi lain. Sehingga dalam penelitian ini membahas tentang evaluasi proses pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi moodle guna meningkatkan pemahaman peserta didik.
B. Fokus Penelitian
Dari latar belakang diatas peneliti mengambil sebuah rumusan masalah yakni “ Bagaimana evaluasi penggunaa aplikasi moddle terhadap
2
pemahaman peserta didik kelas XH di SMAN 1 Trenggalek Kab.
Trenggalek?”
C. Tujuan Peelitian
Adapun tujuan dalam pelaksaan penelitian ini adalah guna mengetahui bagaimana evaluasi penggunaan pengaruh aplikasi moddle terhadap pemahaman peserta didik kelas XH di SMAN 1 Trenggalek Kab.
Trenggalek.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Dalam hasil penelitian ini diharapkan peserta didik dapat mengetahui evaluasi penggunaan aplikasi moddle terhadap pemahaman peserta didik itu sendiri. Serta diharapkan penelitian ini dapat menambah wawasan bagi banyak orang sebagai sumber referensi.
2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang aplikasi moodle agar dapat menyebarluaskan pengetahuan tentang pengaruh aplikasi ini dalam pembelajaran. Diharapkan juga penelitian dapat dijadikan sebagai acuan dalam menegembangkan dan meingkatkan pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran.
E. Penelitian Terdahulu Yang Relevan
Penelitian ini dibuat menggunakan acuan penelitian terdahulu yaitu : 1. “Pengaruh Pembelajaran E-Learning Berbasis Moodle Terhadap Hasil
Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas XI di SMA Negeri 14 Bandarlampung” yang ditulis oleh Ilham Prabowo (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung) tahun 2019.
2. “Pengembangan E-Learning Dengan Moodle Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Berbasis Internet di SMP 5 Semarang” yang ditulis oleh Buhanuddin (Universitas Negeri Semarang) tahun 2011.
3 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA A. Evaluasi Pembelajaran
Pengertian evaluasi dalam arti luas adalah suatu proses dalam meren- canakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat berbagai alternatif keputusan. Sedangkan evaluasi pembelajaran adalah suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi, dalam menilai (assessment) keputusan yang dibuat untuk merancang suatu sistem pembelajaran. Sesuai dengan pengertian tersebut maka setiap kegiatan evaluasi mempunyai tiga implikasi berikut ini.
Pertama, evaluasi merupakan suatu proses terus-menerus, bukan hanya pada akhir pengajaran, tetapi dimulai sebelum dilaksanakannya pembelajaran. Kedua, proses evaluası harus diarahkan ke tujuan tertentu.
yaitu untuk mendapatkan berbagai jawaban tentang bagaimana memperbaiki pembelajaran. Ketiga, evaluasi mengharuskan penggunaan berbagai alat ukur yang akurat dan bermakna, untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan guna membuat keputusan. Dengan demikian, evaluasi adalah proses yang berkaitan dengan pengumpulan informasi yang memungkinkan pendidik untuk menentukan tingkat kemajuan pembelajaran, dan menentukan pembelajaran ke depan agar lebih baik1.
Uman, (2007: 91), mengemukakan bahwa proses evaluasi adalah untuk mencoba menyesuaikan data objektif dari awal hingga akhir pelaksanaan program sebagai dasar penilaian terhadap tujuan program.
Mengenai hubungan antara evaluasi dengan pengajaran, disebutkan oleh Parnel (Purwanto, 1984), bahwa pengukuran merupakan langkah awal pengajaran. Tanpa pengukuran tidak akan terjadi penilaian. Tanpa penilaian tidak akan terjadi umpanbalik. Tanpa
1 Rina Februana (2019). Evaluasi Pembelajaran. Jakarta Timur : PT Bumi Aksara. hlm.1
4
umpanbalik tidak akan diperoleh pengetahuan yang baik tentang hasil.
Tanpa pengetahuan tentang hasil tidak dapat terjadi perbaikan yang sistematis dalam belajar2.
B. Aplikasi Moddle
a. Pengertian Aplikasi Moodle
Moodle merupakan program open source yang paling terkenal diantara program program e-learning yang ada, misalnya atutor, Learning Management System (LMS) dan seterusnya. Aplikasi moodle ini pertama kali dikembangkan oleh Martin Dougiamas pada bulan Agustus tahun 2002 dengan Moodle versi 1.0. Moodle adalah singkatan dari Modulator Object Oriented Dynamic Learning Environment yang intinya pengajar dan peserta didik melakukan aktifitas pengajaran dalam aktivitas online.
Moodle merupakan suatu paket perangkat lunak yang dapat dimodifikasi /dimasukkan berbagai unsur multimedia baik berupa flash (animasi bergerak), audio (suara) ataupun video (gambar dan suara).
Moodle diberikan secara gratis sebagai perangkat lunak open source.
Artinya, meski perangkat tersebut memiliki hak cipta, moodle tetap memberikan kebebasan bagi pengguna untuk menggunakan dan memodifikasi sesuai dengan kebutuhan pengguna3.
Moodle adalah paket perangkat lunak yang diproduksi untuk kegiatan belajar berbasis internet dan situs web yang menggunakan prinsip social constructionist pedagogy. Moodle merupakan salah satu aplikasi dari konsep dan mekanisme belajar mengajar yang
2Ina Magdalena, Fatikah Mulyani, Nuri Fitriyani, Awalia Hapsa Delvia. Konsep Dasar Evaluasi Pembeajaran Sekolah Dasar di SD Negeri Bencongan 1.PENSA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial 2(1) (April 2020). 88-98
3Ervan Johan Wicaksana, dkk. Efektifitas Pembelajaran Menggunakan Moodle Terhadap Motivasi Dan Minat Bakat Peserta Didik Di Tengah Pandemi Covid -19. EduTeach : Jurnall Edukasi dan Tekhnologi Pembelajaran. 1(2). Juni 2020 117-123
5
memanfaatkan teknologi informasi, yang dikenal dengan konsep pembelajaran elektronik atau e-learning. Moodle dapat digunakan secara bebas sebagai produk sumber terbuka (open source) di bawah lisensi GNU. Moodle dapat diinstal di komputer dan sistem operasi apapun yang bisa menjalankan PHP dan mendukung database SQL. E- learning ini juga memberikan akses pada pendidik dan peserta didik untuk presensi, pengumpulan tugas, latihan soal dan media sumber belajar yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun serta juga memberikan akses pada orang tua untuk memantau perkembangan belajar siswa di sekolah4.
b. Kelebihan Aplikasi Moddle
Kelebihan yang dimiliki moodle yaitu5:
a) Semua orang dapat mengunduh software Moodle secara gratis di situs resminya;
b) Bersifat Open Source, sehingga pengguna terutama pengajar dapat merancang sesuai dengan kebutuhan proses pembelajaran;
c) Proses instalasi yang mudah;
d) Memiliki fitur kuis, tugas, dan pemberian nilai yang dapat diatur sesuai kebutuhan;
e) Memiliki daya tampung peserta didik yang banyak;
f) Mendukung banyak type file yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran;
g) Dapat memuat beberapa mata pelajaran atau mata kuliah;
h) Dapat memilih bahasa sesuai kebutuhan;
i) Dapat mengganti tampilan situ dikarenakan mmiliki fitur/menu ganti themes.
4 Widiatmoko Herbimo. Penerapan Aplikasi Moodle Sebagai salah satu model pembelajaran jarak jauh.Ideguru : Jurnal Karya Ilmiah Guru. 5(1) (2020) . 107-113
5 Andika Surya, Listya Yudhana,dan Wahyu Andhyka Kusuma. Kelebihan Dan Kekurangan Learning Management System (Lms) Menggunkan Pendekatan Literature Review, Dan User Persona. Jurnal Syntax Admiration. 2(9) (202) .1618-1628
6 C. Prestasi Belajar
a) Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia secara umum diartikan sebagai hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dsb) dan dibagi menjadi tiga kategori yang mana dua diantaranya yang berkaitan dengan maksud penulis. Pertama, dalam bidang akademik dipahami sebagai hasil pelajaran yang diperoleh dari kegiatan belajar di sekolah atau perguruan tinggi yang bersifat kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian. Selanjutnya ialah prestasi dalam belajar, penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.
Belajar pada manusia merupakan proses perubahan psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif individu dengan lingkungannya dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai, sikap yang bersifat konstan dan tetap bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan yang dibekali kemampuan untuk belajar tentang (pengajaran) agar ia dapat belajar menjadi (pembelajaran) dengan cara belajaran (pelatihan).
Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru. Adapaun prestasi dapat diartikan hasil diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. Memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “Hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport.” Selanjutnya mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan
7
seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya6”.
Jadi, yang dimaksud dengan prestasi belajar di sini, adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf atau simbol yang dapat mencerminkan basil yang dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu. Prestasi belajar anak ini, ada kalanya normal, ada yang di bawah potensi dan ada pula yang di atas potensi.
Anak dikatakan berprestasi normal apabila berhasil mencapai atau melaksanakan sesuatu sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya seperti yang telah di tetapkan oleh tes intelegensi.
b) Faktor Yang Memengaruhi Prestasi Belajar
Dalam pencapaian prestasi belajar, banyak hal yang mempengaruhinya. Sehingga terjadi perdaan prestasi belajar antara satu individu dengan individu lainnya. Secara umum, faktr yang mempengaruhi prestasi belajar dibagi menjadi dua yaitu faktor yaitu7: a. Faktor Internal
Faktor internal yakni keadaan atau kondisi jasmani dan rohani anak, meliputi dua aspek yaitu:
1) Aspek fisiologis
Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot) yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi- sendinya, dapat mempengaruhi semangat dan intensitas anak dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ tubuh yang lemah dapat menurunkan kualitas kognitif sehingga ilmu yang dipelajarinya kurang atau tidak membekas.
2) Aspek psikologis
6 Dante Rio Sebastian. Pengaruh Persepsi Siswa Atas Lingkungan Dan Kebiasaan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika. Jurnal Inovasi Penelitian. 3(2) Juli (2022) 5055-5062
7 Muslim (2020). Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Yogykarta : Deepublish. hlm 33
8
Banyak faktor yang termasuk aspek psikologis yang dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas hasil pembelajaran anak.
Namun, di antara faktor-faktor rohaniah anak yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah sebagai berikut:
1. Tingkat Kecerdasan Atau Intelegensi 2. Sikap Anak
3. Bakat Anak 4. Minat Anak
b. Faktor Eksternal 1. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan anak ini dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu: faktor lingkungan alam/non sosial dan faktor lingkungan sosial. Yang termasuk faktor lingkungan non sosial/alami ini ialah seperti keadaan suhu, kelembaban udara, waktu (pagi. siang, malam), tempat letak gedung sekolah, dan sebagainya.
2. Faktor Instrumetal
Faktor instrumental ini terdiri dari gedung atau sarana fisik kelas, sarana atau alat pengajaran, strategi pengajaran, guru dan kurikulum atau materi pelajaran serta strategi belajar mengajar yang digunakan akan mempengaruhi proses dan prestasi belajar anak.
Dalam hal ini seorang guru yang memiliki kompetensi yang baik dan profesional diharapkan mampu mengantisipasi kemungkinan- kemungkinan munculnya anak yang menunjukkan gejala kegagalan dengan berusaha mengetahui dan mengatasi faktor-faktor yang menjadi penghambat proses belajar anak8.
D. Peserta Didik
a. Pengertian Peserta Ddik
8 Muslim. Ibid. hlm 35
9
Peserta didik yang dimaksud adalan anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada jalur jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Dalam paradigma pendidikan khususnya Sekolah Dasar merupakan orang yang belum dewasa dan memiliki sejumlah potensi (kemampuan dasar yang masih perlu dikembangkan). Dari pengertian thi atas dapat disimpulkan bahwa perkembangan peserta didik merupakan proses perubahan fisik yang bernilai kuantitatif yang terjadi secara berkesinambungan untuk menuju proses perubahan dasar kepribadian, pikranendan pengetahuan) menuju kesempurnaan kernatangannya9.
b. Tahap Perkembangan Peserta Didik
Tahapan perkembangan manusia dalam pandangan psikolog Dalam pandangan Rousseau (2007:17-19), “ tahapan perkembangan pada manusia terbagi menjadi 4 tahap, yakni:
1) Masa bayi (usia 0 sampai dengan 2 tahun)
Bayi mengalami dunia langsung lewat indranya. Mereka tidak mengetahui ide atau pemikiran apapun, mereka hanya merasakan panas, dingin, enak atau sakit. Mereka menggunakan gramatika sendiri ketika berkomunikasi dengan orang dewasa.
Mereka memperbaiki pengertian mereka sendiri meskipun orang lain tidak memperbaikinya.
2) Masa Kanak-kanak Awal (usia dua sampai duabelas tahun) Masa ini dimulai ketika anak mulai memiliki independensi baru. Mereka sudah bisa berjalan, berbicara, makan sendiri, dan berlari ke sana kemari. Anak masih melekat pada hal-hal yang konkrit. Mereka belum mampu memahami hal-hal yang bersifat abstrak. Pemikiran mereka masih terbatas pada hal-hal yang bersifat pra operasional dan operasional konkrit
9 Yudo Dwiyono. (2021). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta : Deepublish
10
3) Masa Kanak-kanak Akhir (usia dua belas sampai limabelas tahun)
Masa ini transisi masa anak ke masa dewasa. Anak berada pada tahap prasosial, di mana anak hanya memperhatikan apa yang berguna bagi dirinya sedikit saja dari mereka yang memiliki kepedulian terhadap menjaga hubungan dengan orang lain.
4) Masa Dewasa (usia lima belas sampai akhir hidup)
Pada masa ini anak mulai merasa malu berhadapan dengan lawan jenis karena kesadarannya terhadap perasaan seksual yang mulai meningkat. Mereka lebih membutuhkan orang lain.
Kognitif mereka juga berkembang. Mereka mulai memahami konsep-konsep yang abstak10.”
10 Djoko sumanto, sri utamingasaik, amelia haryati. (2020) Perkembangan peserta didik.
Tangerang Selatan : UNPAM PRESS. hlm 9
11 BAB III
METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Trenggalek yang beralamat di JL. Sukarno Hatta No.13, Dobongsan, Ngantru, Kec.
Trenngalek, Kabupaten Trenngalek, Provinsi Jawa Timur, dengan kodepos 66311. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil 2024/2025. Berikut B. Subjek Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan aplikasi Moddle sebagai objek penelitian yang digunakan untuk mendukung hasil dari penelitian. Subjek penelitan dalam penelitian ini adalah wali kelas XH dan peserta didik kelas XH SMAN 1 Trenggalek dengan jumlah 35 orang .
C. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Konsep dasar penelitian kualitatif istilah-istilah penelitian kualitatif merupakan penelitian untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang oleh sejumlah individu atau kelompok orang dianggap berasal dari masalah social atau kemanusiaan. Pendekatan kualitatif untuk penelitian berkaitan dengan penilaian subyektif dari sikap, pendapat dan perilaku. Penelitian dalam situasi seperti itu adalah fungsi dari wawasan dan kesan peneliti. Pendekatan penelitian semacam itu menghasilkan hasil baik dalam bentuk non-kuantitatif atau dalam bentuk yang tidak dikenai analisis kuantitatif yang ketat. Umumnya, teknik wawancara kelompok fokus, teknik proyektif dan wawancara mendalam digunakan.
Tujuan utama dilakukannya penelitian deskriptif adalah menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat. Peneliti tidak memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap variabel atau merancang sesuatu yang diharapkan terjadi
12
pada variabel, tetapi seluruh kegiatan, keadaan, kejadian, aspek, komponen, atau variabel berjalan sebagaimana adanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi moodle guna meningkatkan hasil belajar peserta didik pada kelas XH SMAN 1 Trenggalek.
D. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi
Observasi adalah salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian. Dalam hal ini peneliti mengumpulkan data dengan melakukan pengamatan secara teliti dan cermat guna mendapatkan data yang sebanyak mungkin. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tenatng evaluasi pembelajaran dengan memanfaatkan aplikasi moodle guna meningkatkan hasil belajar peneliti melakukan obsevasi secara langsung dengan bantuan guru di kelas XH SMAN 1 Trenggalek.
b. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pegumpulan data yang digunakan untukmengumpulkan keterangan. Kegiatan tersebut dilaksankan dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak, berhadapan muka, dan memilki tujuan tertentu. Dalam penelitian ini juga menggunakan wawacara dengan tujuan memperkuat data yang diperoleh. Wawancara dilakukan dengan beberapa wali kelas dan peserta didik kelas XH SMAN 1 Trenggalek.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan berbagai dokumentasi seperti saat wawancara. Dokumentasi dilakukan pada bearbagai tahap penelitian hingga mendapatkan berbagai
13
dokumetasi dapat berupa foto yang berhubungan dengan peserta didik yang bertujuan untuk memperkuat penelitian ini.
E. Teknik Pengecekan Keabsahan Data
Keabsahaan data dilakukan untuk membuktikan apakah penelitian yang dilakukan benar-benar merupakan penelitian ilmiah sekaligus untuk menguji data yang diperoleh. Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif dapat diuji dengan cara uji credibility (validitas interval), transferability (validitas eksternal), dependability (reabilitas), dan confirmability (obyektivitas).45
Agar data dalam penelitian kualitatif dapat dipertanggungjawabkan sebagai penelitian ilmiah, perlu dilakukan uji keabsahan data. Berikut uji keabsahan data yang dapat dilakukan yaitu:46
a. Credibility (validitas interval)
Uji credibility atau uji kepercayaan terhadap data hasil penelitian yang disajikan oleh peneliti agar hasil penelitian yang dilakukan tidak meragukan sebagai sebuah karya ilmiah dilakukan.
b. Transferability (validitas eksternal)
Uji transferability merupakan validitas eksternal dalam penelitian kualitatif. Validitas eksternal menunjukkan derajat ketepatan atau dapat diterapkannya hasil penelitian ke populasi dimana sampel trsebut diambil.
c. Confirmability (obyektivitas)
ObjektiVtas pengujian kualitatif disebut juga dengan uji confirmability penelitian. Penelitian bisa dikatakan objektif apabila hasil penelitian telah disepakati oleh lebih banyak orang. Penelitian kualitatif uji confirmability berarti menguji hasil penelitian yang dikaitkan dengan proses yang telah dilakukan. Apabila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar confirmability.