PROPOSAL BISNIS
HEAVEN DESSERT
Disusun Oleh : Mutia Widha Atikah
(D’Pands Food)
DAFTAR ISI
Hal HALAMAN SAMPUL
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang / Dasar Pemikiran ………..………… 1
2. Tujuan dan Manfaat ………... 2
BAB II ISI 1. Detail Produk 1. Spesifikasi Produk ……….………. 3
2. Proses Pembuatan ……….……….. 3
3. Bahan Baku ……… 4
2. Perhitungan Harga Pulang Pokok 1. Rincian Modal / Biaya ……… 5
2. Harga Jual ……… 6
3. Perhitungan Laba Rugi / Proyeksi Pendapatan ……… 7
4. Perhitungan Titik Impas ……… 7
3. Analisa SWOT berdasarkan Survey ………..……… 8
4. Strategi Pemasaran ……….……….…… 9
BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan ………..……….…… 12
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang/Dasar Pemikiran
Pada saat menikmati makanan, sentuhan akhir akan menjadikan kita berselera dalam menikmati makanan tersebut. Salah satu sentuhan akhir yang menjadikan kita berselera dalam menikmati makanan adalah penggunaan brambang (bawang merah) goreng sebagai taburan di atas makanan. Penggunaan brambang goreng ini tidak dapat dihilangkan dari kebiasaan makan orang Indonesia sehari-hari. Penggunaan brambang goreng dalam makanan memang tidak banyak, tetapi proses pembuatan brambang goreng membutuhkan persiapan waktu dan ketrampilan tersendiri agar dihasilkan brambang goreng yang berwarna golden brown, renyah dan tidak banyak mengandung minyak. Untuk mempermudah konsumen mendapatkan brambang goreng dengan kriteria tersebut, maka ditawarkan produk brambang goreng ini.
Pemilihan brambang goreng sebagai peluang usaha adalah mengingat Bantul merupakan salah satu sentra penanaman brambang di DI Yogyakarta. Saat musin panen maka brambang segar melimpah dan harga ditingkat petani biasanya jatuh. Alternatif pengolahan brambang goreng ini menjadi salah satu peluang usaha untuk memanfaatkan produk yang melimpah saat panen dan akan meningkatkan nilai ekonomi dari brambang tersebut.
Saat ini banyak brambang goreng yang ada di paasaran. Brambang goreng yang ada di pasaran masih banyak mengandung minyak (mudah melempem), perisa bubuk yang ditambahkan menjadi remahan dalam produk, produk mudah hancur dan melempem saat disimpan lama.
Brambang goreng yang dikembangkan dan diproduksi ini menggunakan bahan-bahan yang berkualitas serta tidak menggunakan bahan pengawet. Sentuhan teknologi dengan alat sentrifuge dapat menghasilkan brambang goreng dengan kandungan minyak lebih sedikit, sehingga lebih krispi dan tahan lama. Pengemasan dengan botol akan mencegah produk tidak mudah hancur dalam distribusi maupun penyimpanan. Selain itu, penggunaan tutup ganda dalam botol kemasan dan penambahan silica gel khusus untuk makanan akan menjadikan produk awet krispi (tidak mudah melempem). Keungulan-keunggulan ini akan memuaskan konsumen dalam membeli produk brambang goreng yang dihasilkan.
Usaha brambang goreng ini ada di kompleks Seturan, Sleman, DI Yogyakarta.
Gambar 1. Lokasi Produksi
2. Tujuan dan Manfaat
Tujuan usaha brambang goreng ini adalah:
1. Memberikan layanan penjualan makanan berupa brambang goreng yang lebih sehat, krispi dan tahan lama.
2. Memproduksi brambang goreng berbahan pangan lokal Manfaat dari usaha produk brambang goreng ini antara lain adalah:
1. Sebagai salah satu usaha diversifikasi produk brambang lokal
2. Sebagai salah satu usaha mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja baru.
4. Mempermudah ibu pekerja kantor dan ibu rumah tangga memperoleh brambang goreng sehat, renyah dan berkualitas.
BAB II ISI
1. Detail Produk 1. Spesifikasi Produk
Produk yang kami kembangkan adalah produk brambang goreng. Brambang goreng yang kami produksi menggunakan inovasi dengan mengurani kandungan minyak menggunakan alat sentrifuge. Dengan berkurangnya kadar minyak pada brambang goreng yang dihasilkan, produk akan menjadi lebih menyehatkan, lebih krispi dan tahan lama (tidak mudah tengik). Selain itu, inovasi pengemasan menggunakan botol dengan tutup ganda dan silica gel akan menjadikan brambang goreng yang dihasilkan tidak mudah hancur saat distribusi maupung penyimpanan, serta lebih awet renyahnya.
D’Pands Food digunaka sebagai merk dagang untuk penjualan produk brambang goreng ini. Filosofi D’Pands adalah suatu tempat di Pandak (yang merupakan lokasi produksi) dan saat di baca D’Pands adalah “depan” sehingga diartikan selalu didepan dalam berinovasi produk.
2. Proses Pembuatan
Proses produksi brambang goreng yang dilakukan meliputi : 3. Persiapan dan penimbangan bahan sesuai resep
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyiapkan semua bahan sesuai resep yang dibuat. Ketersediaan bahan harus dicek minimal sehari sebelum produksi, jika ada bahan yang kurang akan diadakan pada hari pengecekan atau pagi sebelum produksi.
1. Persiapan alat
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan semua peralatan yang digunakan. Peralatan harus dalam keadaan bersih dan siap digunakan. Pengecekan peralatan dilakukan minimal sehari sebelum produksi atau langsung setelah digunakan produksi hari sebelumnya. Jika ada alat yang tidak bisa dipakai, langsung dilaporkan untuk diperbaiki atau diganti.
2. Sortasi, pengupasan brambang dan pencucian.
Tujuan dari kegiatan sortasi adalah untuk mendapatkan brambang mentah yang kering merata (kulit ari terluar mudah dikupas), membuang yang busuk dan menyingkirkan brambang mentah yang belum kering. Pengupasan bertujuan untuk menghilangkan kulit ari (kulit terluar), memotong ujung dan akar, serta menghilangkan bagian yang cacat (busuk). Sedangkan pencucian brambang kupas adalah untuk menghilangkan kotoran yang masih melekat saat pengupasan (tanah kering, kulit ari, potongan akar atau kotoran lainnya). Pencucian dilakukan pada air mengalir.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengiris brambang mentah menjadi irisan tipis yang seragam. Perajangan menggunakan slicer manual. Hasil perajangan langsung ditampung pada air yang telah dilarutkan garam.
4. Perendaman brambang dalam larutan garam
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah terjadinya browning pada irisan brambang mentah serta menghilangkan getah pada brambang mentah. Pencegahan browning akan menghasilkan brambang goreng dengan warna golden brown yang sempurna, sedangkan penghilangan getah akan menghasilkan gorengan brambang yang cepat matang dan lebih krispi karena tidak banyak mengikat minyak.
Perendaman dilakukan selama 10 – 15 menit.
5. Penirisan dan pencampuran tepung maizena.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi kadar air irisan brambang goreng seingga memudahkan pencampuran maizena yang digunakan. Penirisan dilakukan sampai tidak ada air yang menetes dari irisan brambang goreng yang ditiriskan.
Setelah air tidak menetes, kemudian irisan brambang goreng dicampur dengan maizena secara manual. Pencampuran dilakukan sedikit demi sedikit, sambal diaduk- aduk ke atas secara manuat dengan kedua tangan dan dilakukan sampai maizena habis. Tujuan pencampuran ini adalah agar irisan brambang tidak saling menempel, sehingga ketika digoreng akan memisah dan hasil gorengan seragam.
6. Penggorengan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mematangkan irisan brambang. Saat penggorengan selalu diaduk sehingga matang merata. Penggorengan dilakukan sampai didapat warna brambang golden brown. Setelah matang, brambang langsung diangkat dengan peniris (serok).
7. Penirisan minyak menggunakan sentrifuge.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi kadar minyak brambang goreng.
Brambang hasil penggorengan yang masih panas langsung dimasukkan ke musin peniris (sentrifuge), kemudian ditiriskan sampai minyak tidak menetes (1 – 2 menit).
8. Pendinginan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendinginkan brambang goreng sebelum di kemas. Brambang hasil penirisan diletakkan di nampan, kemudian diratakan dan
9. Pengemasan dan labelling
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengemas produk untuk dijual ke konsumen.
Brambang goreng yang telah dingin kemudian dimasukkan ke dalam botol kemasan yang telah diletakkan silica gel, ditimbang seberat 110 gram, dan ditutup dengan tutup pertama (trasparan) kemudian tutup akhir (ulir).
Foto-foto proses pembuatan brambang goreng yang dijelaskan di atas ada pada Lampiran 1 proposal ini.
4. Bahan Baku
Bahan baku utama yang kami gunakan dalam produksi brambang goreng ini yaitu brambang kering, tepung maizena, minyak goreng, garam dan kemasan.
Spesifikasi bahan baku dan tempat pembelian bahan-bahan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
NO NAMA BAHAN KRITERIA PEMBELIAN
1 Brambang Kering (kulit luar mudah mengelupas), bulatan seragam
Petani langsung dan pengepul
2 Minyak goreng Kelapa sawit, jernih, tidak berbau
rancid (tengik) sun co Toko kelontong pojok 3 Garam Kristal seragam, warna putih, tidak
menggumpal refina garam dapur Toko kelontong pojok 4 Maizena Putih, tidak menggumpal, tidak
barbau apek curah Toko kelontong pojok 5 Gas 12 kg, isi penuh, berbau khas Toko kelontong pojok
6 Kemasan
Botol bersih, tutup ganda, bening transparan.
Silica gel kering.
Tulisan di stiker jelas.
Kresek warna putih.
Kertas tidak mudah robek.
Toko kemasan 40 botol, silica gel, tas kresek, pengemas kertas Click solution cetak stiker label
2. Perhitungan Harga Pulang Pokok (Perhitungan untuk produksi harian) 1. Rincian Modal/Biaya
1. Rincian investasi peralatan dan penyusutan harian :
NO NAMA ALAT
UMUR PAKAI (TAHUN)
INVESTASI PENYUSUTAN HARIAN 1 Pisau 4 Rp 160,000.00 Rp 133.33 2 Perajang brambang
goreng 3 Rp 560,000.00 Rp 622.22 3 Baskom plastik 3 Rp 120,000.00 Rp 133.33 4 Kompor gas 5 Rp 650,000.00 Rp 433.33 5 Tabung gas 12 kg 5 Rp 700,000.00 Rp 466.67
6 Wajan 5 Rp 250,000.00 Rp 166.67
7 Sothil 3 Rp 60,000.00 Rp 66.67
9 Mesin sentrifuge 5 Rp 1,689,000.00 Rp 1,126.00 10 Nampan plastik 3 Rp 120,000.00 Rp 133.33 11 Timbangan digital 3 Rp 600,000.00 Rp 666.67 12 Meja kerja 3 Rp 2,000,000.00 Rp 2,222.22 13 Kursi duduk 3 Rp 200,000.00 Rp 222.22 14 Kursi kecil (dingklik) 3 Rp 60,000.00 Rp 66.67 15 Sendok 5 Rp 60,000.00 Rp 40.00 16 Kain lap 1 Rp 96,000.00 Rp 320.00 17 Rak brambang fresh 5 Rp 500,000.00 Rp 333.33 18 Almari bahan 5 Rp 500,000.00 Rp 333.33 19 Rak produk jadi 5 Rp 1,200,000.00 Rp 800.00 20 Alat kebersihan 1 Rp 200,000.00 Rp 666.67
JUMLAH Rp 9,019.33
Spesifikasi alat dan tempat pembelian alat tersebut yang dijelaskan di atas ada pada Lampiran 2 proposal ini.
2. Rincian penggunaan bahan :
NO NAMA BAHAN JML SATUAN HARGA SATUAN HARGA TOTAL 1 Brambang 10 Kg Rp 15,000.00 Rp 150,000.00 2 Minyak goreng 10 Liter Rp 20,000.00 Rp 200,000.00 3 Garam 0.2 Kg Rp 24,000.00 Rp 4,800.00 4 Maizena 1 Kg Rp 11,000.00 Rp 11,000.00 5 Gas 0.1 Tabung Rp 180,000.00 Rp 18,000.00 6 Kemasan 65 Paket Rp 5,000.00 Rp 325,000.00 7 Pembersih 1 Paket Rp 15,000.00 Rp 15,000.00
JUMLAH Rp 733,800.00
Biaya Bahan Produksi Rp 733,800.00 Biaya Tenaga Kerja (harian 2 orang, UMK Rp
1.916.848,00) Rp 154,000.00
Biaya Over Head
1. Transport Rp 20,000.00
2. Lain-lain Rp 30,000.00
Beban
3. Penyusutan alat Rp 9,019.33
4. Sewa tempat Rp 10,000.00
5. Listrik dan air Rp 10,000.00
6. Pemasaran Rp 30,000.00
Jumlah Total Biaya Produksi Rp 996,819.33
7. Total baiya produkasi : Rp 996.819,33
8. Jumlah produksi : 65 kemasan/hari
Total Biaya Produksi 9. Harga Pulang Pokok = --- Jumlah Produksi
Rp 996.819,33
= --- 65
= Rp 15.335,68
10. Margin keuntungan = 30 %
= 30 % x Rp 15.335,68
= Rp 4.600,70
11. Harga Jual = (Harga Pulang Pokok)
+
( Margin Keuntungan)= Rp 15.335,68
+
Rp 4.600,70= Rp 19.936,39 pembulatan : Rp 20.000,00
3. Perhitungan Laba – Rugi / Proyeksi Pendapatan
12. Total baiya produkasi = Rp 996.819,33
13. Harga jual = Rp 20.000,00 / kemasan 14. Jumlah produksi = 65 kemasan / hari
15. Pendapatan = jumlah produksi x harga jual
= 65 x Rp 20.000,00
= Rp 1.300.000,00
16. Laba – rugi = Pendapatan
–
Total biaya produksi= Rp 1.300.00,00
–
Rp 996.819,33= Rp 303.180,67 bernilai positif, berarti nilai laba
17. Laba = Rp 303.180, 67 / hari
4. Perhitungan Titik Impas
18. Harga Pulang Pokok sebesar Rp 15.333,68.
Artinya harga minimal yang ditawarkan penjual kepada konsumen agar mencapai titik balik modal adalah Rp 15.335,68. Jika penjual ingin mencapai laba (keuntungan), maka penjual bisa menaikkan harga jual dari harga minimal tersebut (Berapa %).
Total Biaya Produksi
Rp 996.819,33
= --- Rp 20.000,00
= 49,84 kemasan dibulatkan 50 kemasan
20. Maka, jumlah minimal yang harus terjual agar penjual mencapai titik balik modal adalah 50 kemasan. Jika penjual berhasil menjual lebih dari jumlah minimal, maka bisa mendapatkan laba (keuntungan).
3. Analisa SWOT berdasarkan Survey (Observasi atau Pengumpulan data melalui internet/lingkungan/pengalaman)
Kekuatan Produk
1. Kekuatan produk atau unggulan produk brambang goreng ini adalah berbahan baku pangan lkcal dan sehat (tanpa bahan pengawet, tanpa MSG dan sedikit kandungan minyak)
2. Rasanya enak (gurih) 3. Awet krispi
4. Kemasan menarik 5. Harga terjangkau Kelemahan
6. Kapasitas produksi yang masih terbatas belum bisa dilakukan secara masal 7. Kondisi pandemik mempengaruhi kemampuan daya beli masyarakat 8. Jangkauan pasar dan promosi yang masih terbatas
Peluang
9. Brambang goreng merupakan pelengkap makanan yang banyak digemari oleh masyarakat
10.Brambang goreng memiliki masa simpan yang relative panjang jadi tidak mudah rusak
11.Inovasi produk sebagai daerah penghasil brambang dan belum banyak yang mengolah menjadi brambang goreng dengan kemasan yang menarik
Ancaman
1. Usaha produk sejenis
2. Produk yang sama dengan harga yang lebih murah 3. Brambang goreng Brebes yang lebih dulu terkenal
Data hasil survey dapat dilihat pada Lampiran 3 pada proposal ini.
4. Strategi Pemasaran
1. Strategi pemasaran yang akan dilakukan :
1. Pengembangan produk dengan inovasi kemasan yang menarik dan dengan varian rasa masukan dari konsumen.
2. Strategi penetapan harga untuk harga produk kemasan 110 gram adalah Rp 20.000,00. Harga yang di tetapkan ini mengingat produk menggunakan bahan berkualitas tanpa pengawet, tanpa MSG, serta kandungan minyak rendah, sehingga target pembeli adalah kalangan yang peduli akan kesehatan walaupun konsumen biasa juga diperbolehkan.
3. Promosi yang kami lakukan adalah dengan memberikan tester kepada calon pelanggan serta memberikan harga yang murah untuk pelanggan yang membeli lebih dari 10 kemasan, harga khusus untuk reseller serta sebagai buah tangan tamu.
2. Strategi yang kami lakukan untuk membuat calon pelanggan mengetahui produk yang kami jual :
1. Melakukan promosi di Facebook
Gambar 3. Promosi yang dilakukan melalui facebook
2. Melakukan promosi di Status WA
Gambar 4. Promosi yang dilakukan melalui status WA
3. Melakukan promosi dengan sistem endorsment tokoh publik.
4. Mengikuti pameran 5. Tester produk
3. Strategi yang dilakukan untuk membuat calon pelanggan tertarik memutuskan membeli : 1. Packaging yang menarik
2. Mengedukasi konsumen bahwa produk yang kami jual sehat bebas pengawet, tanpa MSG, kadar minyak rendah dan awet krispi.
3. Memberikan tester
4. Strategi untuk merespon pelanggan yang bertanya, membeli dan komplain terhadap produk :
4. Respon cepat bagi pelanggan yang akan membeli produk secara online maupun offline.
5. Kami akan menerima komplain dan akan berusaha untuk memperbaiki produk supaya dapat memenuhi keinginan konsumen.
6. Bagi konsumen yang menemukan kulit brambang ikut tergoreng akan diganti saat pembelian produk berikutnya
5. Strategi supaya konsumen loyal :
7. Tetep mengajaga kulalitas produk akhir 8. Menjaga kulalitas bahan baku yang digunakan 9. Menjaga rasa
10. Berinovasi dengan berbagai varian rasa
11. Memberikan bonus pagi pelanggan yang mencapai pembelian 40 kemasan (bukan reseller)
6. Pelanggan dapat membeli produk :
12. Melalui WA admin dan media social FB untuk pemesanan 13. Datang langsung ke kompleks SMKN 1 Pandak
14. Melalui kegiatan car free day di depan pasar Bantul setiap hari minggu 15. Melalui kegiatan pameran yang diikuti.
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan latar belakang, analisis SWOT dari keunggulan produk, kelemahan, peluang, serta ancaman yang telah dilakukan serta perhitungan titik impas produksi dapat disimpulkan bahwa Usaha Brambang Goreng ini sangat potensial untuk dikembangkan dan mampu bersaing dipasaran
2. Saran
1. Produksi dapat ditingkatkan dengan menggunakan mesin perajang brambang (bukan manual) yang memiliki kapasitas lebih besar
2. Perlu dilakukan perluasan dan segmentasi pasar agar usaha dapat lebih berkembang 3. Perlu inovasi varian rasa yang ditawarkan.
4. Perlu inovasi varian kemasan sesuai segmentasi pasar yang dikembangkan.
5. Promosi dapat ditingkatkan baik secara offline maupun online
Lampiran 1. Foto Proses Produksi
Proses Sortasi dan Pengupasan Brambang Mentah
Proses Pengecilan Ukuran
Proses Penirisan
Proses Pencampuran Maizena
Proses Penggorengan
Proses Penirisan Minyak
Proses Pendinginan
Penimbangan Pemberian Silica Gel Penempelan label
Proses Pengemasan
Lampiran 2. Spesifikasi Alat
NAMA ALAT SPESIFIKASI JML UMUR PAKAI
(TAHUN) CARA MENDAPATKAN
Pisau Stainless steal 4 4 Membeli langsung di Toko
Progo Perajang brambang
goreng Kayu jati 2 3 Membeli langsung di Toko
Progo
Baskom plastik D 30 cm 8 3 Membeli langsung di Toko
Progo
Kompor gas Dua tungku 1 5 Membeli langsung di Toko
Progo
Tabung gas 12 kg 1 5 Membeli langsung di Toko
Progo
Wajan Aluminium cor
D 40 cm 2 5 Membeli langsung di Toko
Progo
Sothil Stainless steal 2 3 Membeli langsung di Toko
Progo
Serok Stainless steal 2 3 Membeli langsung di Toko
Progo
Mesin sentrifuge Lokal 1 5 Membeli di Rumah Mesin
di jln Parangtritis
Nampan plastik Plastik 8 3 Membeli langsung di Toko
Progo Timbangan digital
Satuan gram (2 angka dibelakang koma
2 3 Membeli langsung di Toko
Progo
Meja kerja Stainless steal 1 3 Membeli di Rumah Mesin
di jln Parangtritis
Progo
Sendok Stainless steal 1 5 Membeli langsung di Toko
Progo
Kain lap Catton 4 1 Membeli langsung di Toko
Progo
Rak brambang fresh Kayu 2 5 Membeli langsung di Toko
Progo
Almari bahan Aluminium 2 5 Membeli di Rumah Mesin
di jln Parangtritis
Rak produk jadi Aluminium kaca 1 5 Membeli di Rumah Mesin
di jln Parangtritis
Lampiran 3. Data Hasil Survey
1. Survey kepada 10 ibu rumah tangga dan 10 ibu pekerja kantor.
3. 20 ibu menggunakan brambang goreng dalam pelengkap masakannya 4. Rangkuman complain yang didapat :
1. Hancur atau irisan kecil
2. Tidak krispi (minyak banya, lengket dikemasan)
3. Ada yang liat (kemungkinan dari kulit ari yang tergoreng) 4. Bumbu tambahan membuat brambang goreng kotor 2. Survey di 2 toko swalayan dan 5 warung terdekat.
5. Swalayan Agung : ada 3 produk brambang goreng, 2 kemasan botol dan 1 kemasan pouch plastik.
6. Alfa mart : 2 produk brambang goreng kemasan botol
7. 1 warung menjual brambang goreng botol dan brambang goreng kecil (kemasan renteng) 8. 1 warung menjual brambang goreng pouch plastik dan brambang goreng kecil (kemasan
9. 2 warung menjual dan brambang goreng kecil (kemasan renteng) 10.1 warung tidak menjual brambang goreng
3. Survey online di market place (7 penjual online)
11.3 kemasan botol, harga bervariasi ada yang lebih mahal dari produk yang dibuat ada yang lebih murah dalam ukuran berat yang sama
12.3 kemasan pouch, harga bervariasi ada yang lebih mahal dari produk yang dibuat ada yang lebih murah dalam ukuran berat yang sama
13.1 kemasan plastik harga lebih murah
PROPOSAL BISNIS
Brambang Goreng
Disusun Oleh : Heri Kurniawati (D’Pands Food)
2022
Disusun untuk
UJI KOMPETENSI JENJANG IV KEWIRAUSAHAAN INDUSTRI
Hal HALAMAN SAMPUL
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
3. Latar Belakang / Dasar Pemikiran ………..………… 1
4. Tujuan dan Manfaat ………... 2
BAB II ISI
5. Detail Produk
1. Spesifikasi Produk ……….………. 3
2. Proses Pembuatan ……….……….. 3
3. Bahan Baku ……… 4
6. Perhitungan Harga Pulang Pokok
1. Rincian Modal / Biaya ……… 5
2. Harga Jual ……… 6
3. Perhitungan Laba Rugi / Proyeksi Pendapatan ……… 7
4. Perhitungan Titik Impas ……… 7
7. Analisa SWOT berdasarkan Survey ………..……… 8
8. Strategi Pemasaran ……….……….…… 9
BAB III PENUTUP
9. Kesimpulan ………..……….…… 12
10. Saran ………..……….… 12
BAB I PENDAHULUAN
11. Latar Belakang/Dasar Pemikiran
Pada saat menikmati makanan, sentuhan akhir akan menjadikan kita berselera dalam menikmati makanan tersebut. Salah satu sentuhan akhir yang menjadikan kita berselera dalam menikmati makanan adalah penggunaan brambang (bawang merah) goreng sebagai taburan di atas makanan. Penggunaan brambang goreng ini tidak dapat dihilangkan dari kebiasaan makan orang Indonesia sehari-hari. Penggunaan brambang goreng dalam makanan memang tidak banyak, tetapi proses pembuatan brambang goreng membutuhkan persiapan waktu dan ketrampilan tersendiri agar dihasilkan brambang goreng yang berwarna golden brown, renyah dan tidak banyak mengandung minyak. Untuk mempermudah konsumen mendapatkan brambang goreng dengan kriteria tersebut, maka ditawarkan produk brambang goreng ini.
Pemilihan brambang goreng sebagai peluang usaha adalah mengingat Bantul merupakan salah satu sentra penanaman brambang di DI Yogyakarta. Saat musin panen maka brambang segar melimpah dan harga ditingkat petani biasanya jatuh. Alternatif pengolahan brambang goreng ini menjadi salah satu peluang usaha untuk memanfaatkan produk yang melimpah saat panen dan akan meningkatkan nilai ekonomi dari brambang tersebut.
Saat ini banyak brambang goreng yang ada di paasaran. Brambang goreng yang ada di pasaran masih banyak mengandung minyak (mudah melempem), perisa bubuk yang ditambahkan menjadi remahan dalam produk, produk mudah hancur dan melempem saat disimpan lama.
Brambang goreng yang dikembangkan dan diproduksi ini menggunakan bahan-bahan yang berkualitas serta tidak menggunakan bahan pengawet. Sentuhan teknologi dengan alat sentrifuge dapat menghasilkan brambang goreng dengan kandungan minyak lebih sedikit,
mudah hancur dalam distribusi maupun penyimpanan. Selain itu, penggunaan tutup ganda dalam botol kemasan dan penambahan silica gel khusus untuk makanan akan menjadikan produk awet krispi (tidak mudah melempem). Keungulan-keunggulan ini akan memuaskan konsumen dalam membeli produk brambang goreng yang dihasilkan.
Usaha brambang goreng ini ada di kompleks SMKN 1 Pandak Bantul DI Yogyakarta.
Gambar 1. Lokasi Produksi
12. Tujuan dan Manfaat
Tujuan usaha brambang goreng ini adalah:
13. Memberikan layanan penjualan makanan berupa brambang goreng yang lebih sehat, krispi dan tahan lama.
15. Sebagai salah satu usaha diversifikasi produk brambang lokal
16. Sebagai salah satu usaha mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja baru.
17. Meningkatkan pendapatan
18. Mempermudah ibu pekerja kantor dan ibu rumah tangga memperoleh brambang goreng sehat, renyah dan berkualitas.
BAB II ISI
19. Detail Produk 20. Spesifikasi Produk
Produk yang kami kembangkan adalah produk brambang goreng. Brambang goreng yang kami produksi menggunakan inovasi dengan mengurani kandungan minyak menggunakan alat sentrifuge. Dengan berkurangnya kadar minyak pada brambang goreng yang dihasilkan, produk akan menjadi lebih menyehatkan, lebih krispi dan tahan lama (tidak mudah tengik). Selain itu, inovasi pengemasan menggunakan botol dengan tutup ganda dan silica gel akan menjadikan brambang goreng yang dihasilkan tidak mudah hancur saat distribusi maupung penyimpanan, serta lebih awet renyahnya.
Gambar 2. Produk Brambang Goreng
D’Pands Food digunaka sebagai merk dagang untuk penjualan produk brambang goreng ini. Filosofi D’Pands adalah suatu tempat di Pandak (yang merupakan lokasi produksi) dan saat di baca D’Pands adalah “depan” sehingga diartikan selalu didepan dalam berinovasi produk.
21. Proses Pembuatan
Proses produksi brambang goreng yang dilakukan meliputi : 22. Persiapan dan penimbangan bahan sesuai resep
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyiapkan semua bahan sesuai resep yang dibuat. Ketersediaan bahan harus dicek minimal sehari sebelum produksi, jika ada bahan yang kurang akan diadakan pada hari pengecekan atau pagi sebelum produksi.
23. Persiapan alat
digunakan produksi hari sebelumnya. Jika ada alat yang tidak bisa dipakai, langsung dilaporkan untuk diperbaiki atau diganti.
24. Sortasi, pengupasan brambang dan pencucian.
Tujuan dari kegiatan sortasi adalah untuk mendapatkan brambang mentah yang kering merata (kulit ari terluar mudah dikupas), membuang yang busuk dan menyingkirkan brambang mentah yang belum kering. Pengupasan bertujuan untuk menghilangkan kulit ari (kulit terluar), memotong ujung dan akar, serta menghilangkan bagian yang cacat (busuk). Sedangkan pencucian brambang kupas adalah untuk menghilangkan kotoran yang masih melekat saat pengupasan (tanah kering, kulit ari, potongan akar atau kotoran lainnya). Pencucian dilakukan pada air mengalir.
25. Pengecilan ukuran atau perajangan brambang.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengiris brambang mentah menjadi irisan tipis yang seragam. Perajangan menggunakan slicer manual. Hasil perajangan langsung ditampung pada air yang telah dilarutkan garam.
26. Perendaman brambang dalam larutan garam
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah terjadinya browning pada irisan brambang mentah serta menghilangkan getah pada brambang mentah. Pencegahan browning akan menghasilkan brambang goreng dengan warna golden brown yang sempurna, sedangkan penghilangan getah akan menghasilkan gorengan brambang yang cepat matang dan lebih krispi karena tidak banyak mengikat minyak.
Perendaman dilakukan selama 10 – 15 menit.
27. Penirisan dan pencampuran tepung maizena.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi kadar air irisan brambang goreng seingga memudahkan pencampuran maizena yang digunakan. Penirisan dilakukan sampai tidak ada air yang menetes dari irisan brambang goreng yang ditiriskan.
Setelah air tidak menetes, kemudian irisan brambang goreng dicampur dengan maizena secara manual. Pencampuran dilakukan sedikit demi sedikit, sambal diaduk- aduk ke atas secara manuat dengan kedua tangan dan dilakukan sampai maizena
habis. Tujuan pencampuran ini adalah agar irisan brambang tidak saling menempel, sehingga ketika digoreng akan memisah dan hasil gorengan seragam.
28. Penggorengan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mematangkan irisan brambang. Saat penggorengan selalu diaduk sehingga matang merata. Penggorengan dilakukan sampai didapat warna brambang golden brown. Setelah matang, brambang langsung diangkat dengan peniris (serok).
29. Penirisan minyak menggunakan sentrifuge.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi kadar minyak brambang goreng.
Brambang hasil penggorengan yang masih panas langsung dimasukkan ke musin peniris (sentrifuge), kemudian ditiriskan sampai minyak tidak menetes (1 – 2 menit).
30. Pendinginan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendinginkan brambang goreng sebelum di kemas. Brambang hasil penirisan diletakkan di nampan, kemudian diratakan dan didinginkan secara alami sampai benar-benar dingin.
31. Pengemasan dan labelling
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengemas produk untuk dijual ke konsumen.
Brambang goreng yang telah dingin kemudian dimasukkan ke dalam botol kemasan yang telah diletakkan silica gel, ditimbang seberat 110 gram, dan ditutup dengan tutup pertama (trasparan) kemudian tutup akhir (ulir).
Foto-foto proses pembuatan brambang goreng yang dijelaskan di atas ada pada Lampiran 1 proposal ini.
32. Bahan Baku
Bahan baku utama yang kami gunakan dalam produksi brambang goreng ini yaitu brambang kering, tepung maizena, minyak goreng, garam dan kemasan.
Gambar 2. Bahan-bahan pembuat brambang goreng
Spesifikasi bahan baku dan tempat pembelian bahan-bahan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
NO NAMA BAHAN KRITERIA PEMBELIAN
1 Brambang Kering (kulit luar mudah mengelupas), bulatan seragam
Petani langsung dan pengepul
2 Minyak goreng Kelapa sawit, jernih, tidak berbau
rancid (tengik) sun co Toko kelontong pojok 3 Garam Kristal seragam, warna putih, tidak
menggumpal refina garam dapur Toko kelontong pojok 4 Maizena Putih, tidak menggumpal, tidak
barbau apek curah Toko kelontong pojok 5 Gas 12 kg, isi penuh, berbau khas Toko kelontong pojok 6 Kemasan Botol bersih, tutup ganda, bening
transparan.
Silica gel kering.
Toko kemasan 40 botol, silica gel, tas kresek, pengemas kertas
Kresek warna putih.
Kertas tidak mudah robek.
stiker label
33. Perhitungan Harga Pulang Pokok (Perhitungan untuk produksi harian) 34. Rincian Modal/Biaya
35. Rincian investasi peralatan dan penyusutan harian :
NO NAMA ALAT
UMUR PAKAI (TAHUN)
INVESTASI PENYUSUTAN HARIAN 1 Pisau 4 Rp 160,000.00 Rp 133.33 2 Perajang brambang
goreng 3 Rp 560,000.00 Rp 622.22 3 Baskom plastik 3 Rp 120,000.00 Rp 133.33 4 Kompor gas 5 Rp 650,000.00 Rp 433.33 5 Tabung gas 12 kg 5 Rp 700,000.00 Rp 466.67
6 Wajan 5 Rp 250,000.00 Rp 166.67
7 Sothil 3 Rp 60,000.00 Rp 66.67 8 Serok 3 Rp 60,000.00 Rp 66.67 9 Mesin sentrifuge 5 Rp 1,689,000.00 Rp 1,126.00 10 Nampan plastik 3 Rp 120,000.00 Rp 133.33 11 Timbangan digital 3 Rp 600,000.00 Rp 666.67 12 Meja kerja 3 Rp 2,000,000.00 Rp 2,222.22 13 Kursi duduk 3 Rp 200,000.00 Rp 222.22 14 Kursi kecil (dingklik) 3 Rp 60,000.00 Rp 66.67 15 Sendok 5 Rp 60,000.00 Rp 40.00 16 Kain lap 1 Rp 96,000.00 Rp 320.00 17 Rak brambang fresh 5 Rp 500,000.00 Rp 333.33 18 Almari bahan 5 Rp 500,000.00 Rp 333.33 19 Rak produk jadi 5 Rp 1,200,000.00 Rp 800.00 20 Alat kebersihan 1 Rp 200,000.00 Rp 666.67
JUMLAH Rp 9,019.33
Spesifikasi alat dan tempat pembelian alat tersebut yang dijelaskan di atas ada pada
36. Rincian penggunaan bahan :
NO NAMA BAHAN JML SATUAN HARGA SATUAN HARGA TOTAL 1 Brambang 10 Kg Rp 15,000.00 Rp 150,000.00 2 Minyak goreng 10 Liter Rp 20,000.00 Rp 200,000.00 3 Garam 0.2 Kg Rp 24,000.00 Rp 4,800.00 4 Maizena 1 Kg Rp 11,000.00 Rp 11,000.00 5 Gas 0.1 Tabung Rp 180,000.00 Rp 18,000.00 6 Kemasan 65 Paket Rp 5,000.00 Rp 325,000.00 7 Pembersih 1 Paket Rp 15,000.00 Rp 15,000.00
JUMLAH Rp 733,800.00
37. Harga Jual
Biaya Bahan Produksi Rp 733,800.00
Biaya Tenaga Kerja (harian 2 orang, UMK Rp
1.916.848,00) Rp 154,000.00
Biaya Over Head
38. Transport Rp 20,000.00
39. Lain-lain Rp 30,000.00
Beban
40. Penyusutan alat Rp 9,019.33
41. Sewa tempat Rp 10,000.00
42. Listrik dan air Rp 10,000.00
43. Pemasaran Rp 30,000.00
Jumlah Total Biaya Produksi Rp 996,819.33
45. Jumlah produksi : 65 kemasan/hari
Total Biaya Produksi 46. Harga Pulang Pokok = --- Jumlah Produksi
Rp 996.819,33
= --- 65
= Rp 15.335,68
47. Margin keuntungan = 30 %
= 30 % x Rp 15.335,68
= Rp 4.600,70
48. Harga Jual = (Harga Pulang Pokok)
+
( Margin Keuntungan)= Rp 15.335,68
+
Rp 4.600,70= Rp 19.936,39 pembulatan : Rp 20.000,00
49. Perhitungan Laba – Rugi / Proyeksi Pendapatan
50. Total baiya produkasi = Rp 996.819,33
51. Harga jual = Rp 20.000,00 / kemasan 52. Jumlah produksi = 65 kemasan / hari
53. Pendapatan = jumlah produksi x harga jual
= 65 x Rp 20.000,00
= Rp 1.300.000,00
= Rp 1.300.00,00
–
Rp 996.819,33= Rp 303.180,67 bernilai positif, berarti nilai laba
55. Laba = Rp 303.180, 67 / hari
56. Perhitungan Titik Impas
57. Harga Pulang Pokok sebesar Rp 15.333,68.
Artinya harga minimal yang ditawarkan penjual kepada konsumen agar mencapai titik balik modal adalah Rp 15.335,68. Jika penjual ingin mencapai laba (keuntungan), maka penjual bisa menaikkan harga jual dari harga minimal tersebut (Berapa %).
Total Biaya Produksi 58. Jumlah Minimal = --- Harga Jual
Rp 996.819,33
= --- Rp 20.000,00
= 49,84 kemasan dibulatkan 50 kemasan
59. Maka, jumlah minimal yang harus terjual agar penjual mencapai titik balik modal adalah 50 kemasan. Jika penjual berhasil menjual lebih dari jumlah minimal, maka bisa mendapatkan laba (keuntungan).
60. Analisa SWOT berdasarkan Survey (Observasi atau Pengumpulan data melalui internet/lingkungan/pengalaman)
Kekuatan Produk
61.Kekuatan produk atau unggulan produk brambang goreng ini adalah berbahan baku pangan lkcal dan sehat (tanpa bahan pengawet, tanpa MSG dan sedikit kandungan minyak)
62.Rasanya enak (gurih) 63.Awet krispi
64.Kemasan menarik 65.Harga terjangkau Kelemahan
66.Kapasitas produksi yang masih terbatas belum bisa dilakukan secara masal 67.Kondisi pandemik mempengaruhi kemampuan daya beli masyarakat 68.Jangkauan pasar dan promosi yang masih terbatas
Peluang
69.Brambang goreng merupakan pelengkap makanan yang banyak digemari oleh masyarakat
70.Brambang goreng memiliki masa simpan yang relative panjang jadi tidak mudah rusak
71.Inovasi produk sebagai daerah penghasil brambang dan belum banyak yang mengolah menjadi brambang goreng dengan kemasan yang menarik
Ancaman
72. Usaha produk sejenis
73. Produk yang sama dengan harga yang lebih murah 74. Brambang goreng Brebes yang lebih dulu terkenal
Data hasil survey dapat dilihat pada Lampiran 3 pada proposal ini.
76.Strategi pemasaran yang akan dilakukan :
77.Pengembangan produk dengan inovasi kemasan yang menarik dan dengan varian rasa masukan dari konsumen.
78.Strategi penetapan harga untuk harga produk kemasan 110 gram adalah Rp 20.000,00. Harga yang di tetapkan ini mengingat produk menggunakan bahan berkualitas tanpa pengawet, tanpa MSG, serta kandungan minyak rendah, sehingga target pembeli adalah kalangan yang peduli akan kesehatan walaupun konsumen biasa juga diperbolehkan.
79.Promosi yang kami lakukan adalah dengan memberikan tester kepada calon pelanggan serta memberikan harga yang murah untuk pelanggan yang membeli lebih dari 10 kemasan, harga khusus untuk reseller serta sebagai buah tangan tamu.
80.Strategi yang kami lakukan untuk membuat calon pelanggan mengetahui produk yang kami jual :
81.Melakukan promosi di Facebook
Gambar 3. Promosi yang dilakukan melalui facebook
82.Melakukan promosi di Status WA
Gambar 4. Promosi yang dilakukan melalui status WA
83.Melakukan promosi dengan sistem endorsment tokoh publik.
86.Strategi yang dilakukan untuk membuat calon pelanggan tertarik memutuskan membeli : 87. Packaging yang menarik
88. Mengedukasi konsumen bahwa produk yang kami jual sehat bebas pengawet, tanpa MSG, kadar minyak rendah dan awet krispi.
89. Memberikan tester
90.Strategi untuk merespon pelanggan yang bertanya, membeli dan komplain terhadap produk :
91. Respon cepat bagi pelanggan yang akan membeli produk secara online maupun offline.
92. Kami akan menerima komplain dan akan berusaha untuk memperbaiki produk supaya dapat memenuhi keinginan konsumen.
93. Bagi konsumen yang menemukan kulit brambang ikut tergoreng akan diganti saat pembelian produk berikutnya
94.Strategi supaya konsumen loyal :
95. Tetep mengajaga kulalitas produk akhir 96. Menjaga kulalitas bahan baku yang digunakan 97. Menjaga rasa
98. Berinovasi dengan berbagai varian rasa
99. Memberikan bonus pagi pelanggan yang mencapai pembelian 40 kemasan (bukan reseller)
100. Pelanggan dapat membeli produk :
102. Datang langsung ke kompleks SMKN 1 Pandak
103. Melalui kegiatan car free day di depan pasar Bantul setiap hari minggu 104. Melalui kegiatan pameran yang diikuti.
BAB III PENUTUP
105. Kesimpulan
Berdasarkan latar belakang, analisis SWOT dari keunggulan produk, kelemahan, peluang, serta ancaman yang telah dilakukan serta perhitungan titik impas produksi dapat disimpulkan bahwa Usaha Brambang Goreng ini sangat potensial untuk dikembangkan dan mampu bersaing dipasaran
106. Saran
1. Produksi dapat ditingkatkan dengan menggunakan mesin perajang brambang (bukan manual) yang memiliki kapasitas lebih besarp-
2. Perlu dilakukan perluasan dan segmentasi pasar agar usaha dapat lebih berkembang 3. Perlu inovasi varian rasa yang ditawarkan.
4. Perlu inovasi varian kemasan sesuai segmentasi pasar yang dikembangkan.
5. Promosi dapat ditingkatkan baik secara offline maupun online
Lampiran 1. Foto Proses Produksi
Proses Sortasi dan Pengupasan Brambang Mentah
Proses Pengecilan Ukuran
Proses Penirisan
Proses Pencampuran Maizena
Proses Penggorengan
Proses Penirisan Minyak
Proses Pendinginan
Penimbangan Pemberian Silica Gel Penempelan label
Proses Pengemasan
Lampiran 2. Spesifikasi Alat
NAMA ALAT SPESIFIKASI JML UMUR PAKAI
(TAHUN) CARA MENDAPATKAN
Pisau Stainless steal 4 4 Membeli langsung di Toko
Progo Perajang brambang
goreng Kayu jati 2 3 Membeli langsung di Toko
Progo
Baskom plastik D 30 cm 8 3 Membeli langsung di Toko
Progo
Kompor gas Dua tungku 1 5 Membeli langsung di Toko
Progo
Tabung gas 12 kg 1 5 Membeli langsung di Toko
Progo
Wajan Aluminium cor
D 40 cm 2 5 Membeli langsung di Toko
Progo
Sothil Stainless steal 2 3 Membeli langsung di Toko
Progo
Serok Stainless steal 2 3 Membeli langsung di Toko
Progo
Mesin sentrifuge Lokal 1 5 Membeli di Rumah Mesin
di jln Parangtritis
Nampan plastik Plastik 8 3 Membeli langsung di Toko
Progo Timbangan digital
Satuan gram (2 angka dibelakang koma
2 3 Membeli langsung di Toko
Progo
Meja kerja Stainless steal 1 3 Membeli di Rumah Mesin
di jln Parangtritis
Kursi duduk Plastik 2 3 Membeli langsung di Toko
Progo
Progo
Sendok Stainless steal 1 5 Membeli langsung di Toko
Progo
Kain lap Catton 4 1 Membeli langsung di Toko
Progo
Rak brambang fresh Kayu 2 5 Membeli langsung di Toko
Progo
Almari bahan Aluminium 2 5 Membeli di Rumah Mesin
di jln Parangtritis
Rak produk jadi Aluminium kaca 1 5 Membeli di Rumah Mesin
di jln Parangtritis
Lampiran 3. Data Hasil Survey
107. Survey kepada 10 ibu rumah tangga dan 10 ibu pekerja kantor.
108. 20 ibu menggunakan brambang goreng dalam pelengkap masakannya 109. Rangkuman complain yang didapat :
110. Hancur atau irisan kecil
111. Tidak krispi (minyak banya, lengket dikemasan)
112. Ada yang liat (kemungkinan dari kulit ari yang tergoreng) 113. Bumbu tambahan membuat brambang goreng kotor 114. Survey di 2 toko swalayan dan 5 warung terdekat.
115. Swalayan Agung : ada 3 produk brambang goreng, 2 kemasan botol dan 1 kemasan pouch plastik.
116. Alfa mart : 2 produk brambang goreng kemasan botol
117. 1 warung menjual brambang goreng botol dan brambang goreng kecil (kemasan
118. 1 warung menjual brambang goreng pouch plastik dan brambang goreng kecil (kemasan renteng)
119. 2 warung menjual dan brambang goreng kecil (kemasan renteng) 120. 1 warung tidak menjual brambang goreng
121. Survey online di market place (7 penjual online)
122. 3 kemasan botol, harga bervariasi ada yang lebih mahal dari produk yang dibuat ada yang lebih murah dalam ukuran berat yang sama
123. 3 kemasan pouch, harga bervariasi ada yang lebih mahal dari produk yang dibuat ada yang lebih murah dalam ukuran berat yang sama
124. 1 kemasan plastik harga lebih murah