PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN CIRENG HUKUM (CIRUM)
Anggota:
Muhammad Alparezi 2308016029
Yudias Fernandes 2308016030
Dicky Wimanjaya Limanto 2308016032 Arnani Widjanarko 2308016049
Muhammad Afrian 2308016050
Rabiatul Adawia 2308016054
Mustika Ayu 2308016055
FAKULTAS HUKUM PROGRAM STUDI ILMU HUKUM UNIVERSITAS MULAWARMAN
2024
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan proposal kami tepat pada waktunya. Karena keterbatasan kemampuan, kami yakin masih banyak kekurangan dari proposal kami baik itu pengantar, isi, cara penulisan juga penyampaiannya. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun, selalu kami harapkan demi kesempurnaan proposal ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan proposal dari awal sampai akhir. Kami berharap semoga proposal mengenai kewirausahaan “CIRUM” ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Samarinda, September 2024
Kelompok 2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... 1
DAFTAR ISI ... 1
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Visi dan Misi Usaha ... 1
C. Tujuan Usaha ... 2
D. Manfaat Usaha ... 2
BAB II TINJAUAN UMUM ... 1
A. Konsep Usaha ... 1
B. Struktur Organisasi ... 1
C. Target Penjualan ... 2
D. Strategi Promosi dan Pemasaran ... 2
BAB III RANCANGAN ANGGARAN BIAYA ... 1
A. Laporan Keuangan ... 1
BAB IV TEORI PELAKSANAAN ... 1
A. Alat dan Bahan ... 1
B. Proses Pembuatan ... 1
BAB IV PENUTUP ... 1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kegiatan wirausaha merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan, upah, atau laba usaha dan juga untuk mendapatkan pengalaman dalam berwirausaha. Tidak mungkin seseorang berwirausaha tanpa memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan atau laba. Untuk itu, penting untuk melihat produk apa yang ditawarkan dan usaha apa yang ingin dijalankan. Tentu semua hal ini haruslah disesuaikan dengan minat dan permintaan dari target pembeli. Seorang wirausaha tentulah harus melihat bagaimana dengan keadaan pasar pada saat ini, harus melihat bagaimana tren yang ada saat ini agar produk yang ditawarkan tersebut mendapatkan tempat di pasar dan sesuai dengan tren yang ada.
Untuk itulah, kami memilih cireng sebagai produk yang ingin kami tawarkan kepada pembeli. Cireng (singkatan dari aci digoreng dalam bahasa Sunda atau tepung kanji yang digoreng) adalah makanan ringan yang berasal dari daerah Sunda yang dibuat dengan cara menggoreng campuran adonan yang berbahan utama tepung kanji atau tapioka. Cireng sendiri merupakan makanan ringan yang banyak digemari oleh anak-anak dan orang dewasa. Sebagai seorang wirausaha yang penuh dengan inovasi, banyak pengusaha cireng yang telah melakukan inovasi dan modifikasi terhadap cireng agar dapat sesuai dengan keadaan pasar. Inovasi tersebut seperti cireng disubstitusi dengan bahan lain dan dimodifikasi seperti diberi isi didalamnya.
Sehingga kami memilih cireng sebagai produk yang kami jual dan tawarkan kepada pembeli. Dengan melihat keadaan pasar saat ini, kami melihat bahwa cireng masih sesuai dengan minat masyarakat dan dapat menjadi produk jualan yang laku dipasaran.
B. Visi dan Misi Usaha
Visi: Menjadikan usaha cireng sebagai usaha yang memiliki dan menjual produk yang berkualitas, serta inovatif agar dapat bersaing di pasaran
Misi: Mengutamakan kualitas produk (baik, sehat, dan bergizi) dan mengutamakan pelayanan yang memuaskan pembeli
C. Tujuan Usaha
Usaha cireng ini tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial, tetapi juga berperan penting dalam melatih jiwa dan karakter kewirausahaan kami sebagai mahasiswa. Melalui pengalaman langsung dalam menjalankan usaha,kami dapat mengembangkan sikap kepemimpinan dan kemampuan kerja sama yang efektif. Dengan demikian, usaha ini menjadi sarana pembelajaran yang komprehensif, membantu kami sebagai mahasiswa untuk siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan bisnis di masa depan.
D. Manfaat Usaha
a. Menumbuhkan sikap kewirausahaan dari mahasiswa
b. Menumbuhkan sikap kepemimpinan dan kerja sama diantara mahasiswa c. Menumbuhkan semangat berinovasi dalam berwirausaha bagi mahasiswa
BAB II TINJAUAN UMUM
A. Konsep Usaha
Cirum (Cireng Hukum) adalah usaha makanan ringan khususnya cireng yang menyediakan cireng dengan varian isi dan rasa. Untuk produk yang tawarkan dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu cireng yang sudah digoreng dan cireng yang masih dalam keadaan beku. Dalam hal ini, untuk cireng yang digoreng, kami menggunakan sistem pre-order yang kami buka pada hari Senin-Kamis. Untuk pengantaran sendiri, kami hanya menyediakan jasa pengantaran pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu untuk produk cireng yang sudah digoreng. Sedangkan untuk cireng yang dalam keadaan beku, produk tersebut akan ready setiap hari dan dapat diantar setiap hari juga.
Selain itu, kami juga membuat akun instagram usaha kami, yaitu
@cirumfh2023. Dalam akun instagram ini akan memuat mengenai informasi produk yang kami tawarkan dan jual. Selain itu akun ini juga akan menjadi media promosi dari usaha kami.
B. Struktur Organisasi
Struktur organisasi kami terbagi menjadi 6 unit kerja, yang dimana 1 orang akan merangkap 2 pekerjaan.
Unit Kerja 1: Koordinator dan Timbalan-timbalannya
1. Koordinator Umum merangkap Koordinator UK 2: Mustika Ayu
2. Timbalan KU 1 merangkap Koordinator UK 3: Dicky Wimanjaya Limanto 3. Timbalan KU 2 merangkap Koordinator UK 4: Muhammad Afrian
Unit Kerja 2: Proses Pembuatan dan Pengemasan 1. Mustika Ayu (Koordinator UK 2) 2. Rabiatul Adawia
3. Arnani Widjanarko
Unit Kerja 3: Sekretariat (Pembuat Laporan dan Dokumentasi) 1. Dicky (Koordinator UK 3)
2. Fernandes
3. Muhammad Alparezi
Unit Kerja 4: Bendahara dan Akuntan
1. Muhammad Afrian (Koordinator UK 4) 2. Arnani Widjanarko
3. Fernandes
Unit Kerja 5: Pengantaran
1. Rabiatul karena warlok (Koordinator UK 5) 2. Muhammad Alparezi
C. Target Penjualan
Target pasar atau target penjualan kami ialah semua kalangan namun utamanya adalah mahasiswa Universitas Mulawarman, terlebih mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mulawarman. Selain itu, target lainnya adalah kerabat dan orang-orang terdekat baik teman maupun keluarga.
D. Strategi Promosi dan Pemasaran
Kami melakukan pemasaran dengan dua pendekatan utama, yaitu secara langsung dan melalui media sosial seperti Instagram dan WhatsApp. Pertama-tama, kami memulai promosi dengan mengenalkan produk kami secara langsung kepada keluarga, teman, dan kenalan dekat. Kami percaya bahwa pendekatan personal ini dapat membangun kepercayaan dan memberikan pengalaman langsung mengenai produk kami.
Selanjutnya, kami akan secara rutin memposting konten di akun Instagram, baik di akun resmi usaha kami maupun di akun pribadi kami. Dengan cara ini, kami berharap dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Selain itu, kami juga akan memanfaatkan fitur status di WhatsApp untuk memberikan informasi terbaru dan menarik perhatian kontak kami. Dengan kombinasi strategi ini, kami berharap dapat meningkatkan visibilitas dan daya tarik produk kami di berbagai kalangan.
BAB III
RANCANGAN ANGGARAN BIAYA
A. Laporan Keuangan
Dengan tujuan untuk selalu memudahkan kami dalam melakukan perhitungan keuangan, yang terdiri dari modal, pengeluaran, pemasukan, serta keuntungan. Maka kami menyusunnya dalam tabel berikut:
Modal : Modal awal didapatkan dari iuran setiap anggota kelompok sebesar 50.000 Pengeluaran: a. Biaya bahan pembuatan
b. Biaya alat operasional
BIAYA BAHAN PEMBUATAN PRODUK
No Bahan Jumlah Harga Satuan Total
1 Tawon Minyak
Goreng 1 Rp 34.700 Rp 34.700,-
2 Sasa Bumbu 250 gr 1 Rp 13.200 Rp 13.200,- 3 Segitiga Biru 1kg 1 Rp 12.500 Rp 12.500,- 4 Rose Tapioka 500 gr 3 Rp 6.100 Rp 18.300,-
5 Sasa Sambal Asli 1 Rp 6.000 Rp 6.000,-
6 Gula 1 Rp 16.000 Rp 16.000,-
7 Lada 1 Rp 8.000 Rp 8.000,-
8 Royco Ayam 1 Rp 6.000 Rp 6.000,-
9 Asam Jawa 1 Rp 10.000 Rp 10.000,-
10 Terasi 1 Rp 3.000 Rp 3.000,-
11 Cabai Rawit 1 Rp 8.000 Rp 8.000,-
12 Bawang Putih 1 Rp 5.000 Rp 5.000,-
13 Daun Bawang 1 Rp 5.000 Rp 5.000,-
BIAYA OPERASIONAL
No Bahan Jumlah Harga Satuan Total
1 Teko Saringan 1 Rp 30.000 Rp 30.000,-
2 Gas Melon 3kg 1 Rp 28.000 Rp 28.000,-
3 Baskom Gajah 1 Rp 7.000 Rp 7.000,-
4 Baskom Henka 1 Rp 5.000 Rp 5.000,-
5 Polesan Kue Candid 1 Rp 1.000 Rp 1.000,- 6 Sendok Nasi Golden 1 Rp 4.000 Rp 4.000,-
7 Plastik Merah 1 Rp 1.000 Rp 1.000,-
Total Rp 76.000,-
BAB IV
TEORI PELAKSANAAN
A. Alat dan Bahan
Alat yang diperlukan dalam proses pembuatan cireng yakni:
1. Wajan: Untuk menggoreng cireng.
2. Spatula: Untuk mengaduk adonan dan menggoreng.
3. Mangkuk Besar: Untuk mencampur adonan.
4. Panci: Untuk merebus bahan biang.
5. Cobek dan Ulekan: Jika ingin membuat bumbu rujak atau sambal kacang.
6. Saringan: Untuk meniriskan cireng setelah digoreng.
Bahan yang diperlukan untuk membuat cireng yakni:
1. Tepung Tapioka: 600 gram.
2. Bawang Putih: 6 siung, dihaluskan.
3. Kaldu Bubuk: 2 sendok teh.
4. Garam: 1/2 sendok teh.
5. Air: 400 ml.
B. Proses Pembuatan
Berikut tahapan dari cara pembuatan cireng
1. Membuat Adonan Biang: Panaskan air dalam panci. Kemudian masukkan bawang putih yang sudah dihaluskan, garam, kaldu bubuk, dan 2 sendok makan tepung tapioka, lalu aduk hingga adonan mengental dan menyerupai lem.
2. Membuat Adonan Cireng: Tuang sisa tepung tapioka ke dalam mangkuk besar.
Masukkan adonan biang yang sudah matang ke dalam mangkuk berisi tepung tapioka. Aduk hingga semua bahan tercampur rata dan adonan bisa dipulung.
3. Membentuk Cireng: Ambil secuil adonan, pipihkan sesuai selera. Lanjutkan hingga adonan habis.
4. Menggoreng Cireng: Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang. Goreng adonan cireng hingga matang dan berwarna keemasan. Angkat dan tiriskan.
Berikut tahapan pembuatan untuk bumbu pelengkap dari cireng:
1. Bumbu Rujak:
• 4 buah cabai rawit.
• 2 siung bawang putih.
• 2 keping gula merah.
• 2 sendok makan air asam jawa.
• 1 sendok teh garam.
• Haluskan semua bahan dan koreksi rasa.
2. Sambal Kacang:
• 100 gram kacang goreng.
• 3 buah cabai merah.
• 2 siung bawang putih.
• 400 ml air.
• 1/2 sendok teh garam.
• 2 sendok makan gula merah, sisir.
• 1 sendok teh asam jawa, larutkan dengan 60 ml air panas.
• 2 sendok makan minyak goreng.
• 1 sendok makan kecap manis.
• Haluskan kacang, cabai merah, dan bawang putih dengan blender. Tumis kacang dan tambahkan air, garam, gula, dan air asam jawa. Tambahkan kecap, masak hingga mengental
3. Cuko
Bahan: 500 gram gula aren, 2 sendok makan gula pasir, 10 buah cabai rawit, 7 siung bawang putih, 1 sendok teh garam, 2 sendok teh air asam jawa (larutkan dalam 2 sendok makan air), 1000 ml ai
Tahap Pembuatan:
• Didihkan air dalam panci.
• Tambahkan gula aren dan gula pasir, aduk hingga larut.
• Haluskan cabai rawit dan bawang putih, lalu masukkan ke dalam panci bersama garam, aduk rata.
• Tuangkan larutan air asam jawa, aduk kembali.
• Masak hingga mendidih, koreksi rasa.
• Dinginkan sebelum disajikan.
BAB V PENUTUP
Dengan komitmen yang mendalam terhadap kualitas, inovasi, dan keberlanjutan, kami memiliki keyakinan yang kuat bahwa usaha UMKM “Cireng Hukum alias CIRUM”
akan menjadi kontributor signifikan dalam industri kuliner serta mampu memenuhi dan melampaui ekspektasi pelanggan. Kami berharap proposal ini dapat diterima dengan baik oleh semua pihak yang berkepentingan, dan kami sangat antusias untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna merealisasikan visi dan misi kami.
Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produk kami agar selalu dapat memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Selain itu, kami juga berfokus pada keberlanjutan dalam setiap aspek operasional kami, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Terima kasih atas perhatian dan kesempatan yang diberikan kepada kami. Kami sangat berharap dapat menjalin kerja sama yang baik dan produktif dengan semua pihak yang terlibat, sehingga kita dapat mencapai kesuksesan bersama. Kami siap untuk berkontribusi secara maksimal dan berkolaborasi demi mencapai tujuan bersama.