• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSES PEMURNIAN EMAS DARI BAHAN GALIAN TANAH

N/A
N/A
falichul basyar

Academic year: 2025

Membagikan "PROSES PEMURNIAN EMAS DARI BAHAN GALIAN TANAH"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PEMROSESAN EMAS 1. PROSES BASA ( SIANIDA )

1. Material Dihaluskan melalui system gelondong, material bisa di dapatan dari limbah sisa gelondong ( Molen ), amalgam ( Proses mercuri ) , dll

2. Material Di Roasting , Pemanggangan/ Induksi tujuannya untuk mengubah Sulfida menjadi Oksida logam serta memisahkan mineral dari batunya

menggunakan magnet

3. Tanah/ batuan yang akan di proses Sianida harus halus agar mudah di larutkan oleh Sianida dengan perbandingan Air Kaya : Material tanah/batu = 1 : 20

4. Tahapan Sianida :

1. Air ( 1000 bagian ) +Potassium/Kalium Sianida ( KCN ) ( 20 bagian ) + Kapur tohor( 50 bagian ) + Soda Api / Kaustik Soda( Na OH )( 5 bagian) + Karbon aktif ( 25-50 bagian )

2. Jaga larutan pada PH 10 – 11

3. Masukkan material tanah/batu yang akan di proses

4. Aduk Larutan menggunakan gelembung udara/ Oksigen/

Kompressor/pompa ( Skala Kecil Menggunakan Aerator ) 5. Proses di jalankan min selama 21 x 24 jam

6. Larutan diendapkan sampai bening. Larutan bening tersebut dinamakan : Air Kaya karena mengandung cairan Emas yang sudah Halus

7. Larutan Emas bisa ditangkap menggunakan Carbon Aktif dengan di pasang dibagian outlet atau inlet pompa

8. Larutan diendapkan menggunakan C2H2O4 ( Asam Oksalat/ Oxalit Acid ) dikenal sebagai pereduktor. Mineral Emas akan mengendap berwarna coklat atau menggunakan karbon aktif untuk menangkap butiran halus emas

9. Jika menggunakan Karbon Aktif setelah min 21 hari karbon aktif diambil untuk selanjutnya di bakar seperti membakar jagung pada anglo sampai benar2 karbon aktif habis terbakar dan menyisakan serbuk emas dan debu karbon

10.Endapan Emas di Rosting/ Dikeringkan lalu di lebur dalam kowi dengan memberi Fluk/Borax ( B4H20Na2O17 ) secukupnya.

2. PROSES ASAM ( REGIA )

1. Material di haluskan, Di Rosting, Di Magnit untuk mengambil mineralnya yang akan di regia.

2. Regia / Aqua Regia yaitu cairan penghancur/pelarut emas yang terbuat dari HNO3 ( Asam Nitrat )/ Nitrit + HCl ( Asam Klorida ) dengan perbandingan 1 : 3 ( HNO3 ( 1 ) : HCL ( 3 ) ).

3. Material tanah/ batuan yang akan di proses di larutkan dengan menggunakan Aqua Regia dengan perbandingan 1 : 1

(2)

4. Setelah Larut, air larutan diendapakan sampai bening disebut sebagai : Air Raja

5. Air Raja di Netralkan dulu menggunakan pupuk urea ( (NHE2)2CO ) sampai tidak bereaksi.

6. Cara mengendapkan Air Raja Menggunakan Sodium Meta bisulfit ( SMB ) ( Na2S2O5 )

7. Mineral Emas akan mengendap berwarna coklat 8. Endapan disaring dan di cuci

9. Endapan Emas di Rosting/ Dikeringkan lalu di lebur dalam kowi dengan memberi Fluk/Borax ( B4H20Na2O17 ) secukupnya.

3. PROSES AMALGAM/ GELONDONG

1. Material di haluskan, Di Rosting, Di Magnit untuk mengambil mineralnya.

2. Material dimasukkan dalam gelondong/ Molen

3. Dihaluskan selama 2 jam, setelah halus dimasukkan Mercuri untuk

menangkap kandungan emasnya .( dengan perbandingan 1 merkuri : 2 Bahan Material ) dan dibiarkan selama 2 jam juga.

4. Hasil tangkapan merkuri disaring pakai kain dan diambil emas nya.

Tangkapan emas di suling untuk melepas Merkurinya.

5. Konsentrat yang tertangkap merkuri setelah di suling dilebur menggunakan Borax

6. Tambahkan Air tembaga / Tembaga Nitrit + Garam

Studi Kasus :

Material Tanah/batu 20 Ton maka bahan yang dibutuhkan saat menggunakan Sianida/ Air Kaya :

1. 20 Kg KCN ( Potassium Sianida ) 2. 5 Kg Kaustic Soda ( NaOH )

3. 50 Kg Kapur Tohor / gamping ( CaCO3 ) 4. Air 1000 liter

Air Kaya/Sianida di sirkulasikan memakai pompa bahan kimia untuk kemudian di campurkan Carbon Aktif sebanyak 25 – 50 Kg sedemikian hingga butiran emas halus terjebak pada Carbon Aktif

Referensi

Dokumen terkait

Degradasi Merkuri (Hg) dalam Tanah Bekas Penambangan Emas Tradisional menggunakan Fitoremediasi; Frida Desuva One Pribadi, 081810301012; 2014; 40 halaman; Jurusan

Dari total wilayah Kontrak Karya tersebut luas daerah yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan penambangan bahan galian emas adalah seluas 117,094 km2.. Selama periode tahun 1994

Pertambangan emas rakyat yang ada tidak didasarkan hasil eksplorasi yang baik, menyebabkan banyak sekali potensi endapan aluvial yang tertinggal/tidak tertambang, recovery

Metode penambangan emas aluvial di lokasi kegiatan dilakukan dengan cara mendulang endapan-endapan sungai aktif (aluvial aktif), membuat lubang sumuran dan paritan serta

uang emas dan bahan uang emas milik Bank Indonesia dinilai dengan.

Salah satu adsorben yang dapat digunakan untuk proses adsorpsi ion emas di dalam larutan adalah asam humat (AH) hasil isolasi dari tanah gambut.. Proses adsorpsi ion emas menggunakan

Sulaman indah benang emas berasal dari Nagari Sungayang Kabupaten Tanah Datar merupakan wujud keindahan yang tercipta melalui proses pembelajaran orang-orang

Kondisi optimum pemurnian emas dengan menggunakan sampel emas murni diperoleh pada pH adsorpsi 3, pH desorpsi 5, konsentrasi eluen (SCN - ) 1 M dan panjang kolom 5 cm dengan