• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosiding - Publikasi Polbangtan Manokwari

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Prosiding - Publikasi Polbangtan Manokwari"

Copied!
299
0
0

Teks penuh

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan pupuk hayati dan pemangkasan pucuk terhadap hasil kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk hayati berpengaruh terhadap jumlah biji per polong, produksi per pohon dan indeks POD. Hasil analisis ragam LMA menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati dan pemangkasan tidak berpengaruh nyata, interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap parameter.

15 Hasil pengamatan puting buah menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik dan pemangkasan serta interaksinya tidak berpengaruh nyata berdasarkan varians. Pengamatan hasil buah dan analisis ragam menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik dan pemangkasan tidak berpengaruh nyata. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik dan pemangkasan pucuk, interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap bobot 100 biji.

Berdasarkan hasil pengamatan dan varian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk hayati berpengaruh nyata, sedangkan pemangkasan dan interaksi antara keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap hasil per pohon. Respon beberapa sifat kimia dan hasil tanaman kakao terhadap aplikasi pupuk organik dan pupuk hayati pada. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Sigi khususnya Kecamatan Sigi Biromaru sebagai Kawasan Pengembangan Ayam KUB dalam Kegiatan Promosi Pengembangan Ayam KUB Rumah Tangga.

Motivasi responden yang baik menjadi modal untuk kelanjutan kegiatan pengembangan ayam KUB di tingkat keluarga.

Tabel 1.  Kombinasi dosis pupuk kompos dan Azolla microphylla  Pupuk kompos (ton/ha)  Pengkayaan Azolla
Tabel 1. Kombinasi dosis pupuk kompos dan Azolla microphylla Pupuk kompos (ton/ha) Pengkayaan Azolla

SAINSTEK, XII(1), 18–25

Jipbiol, 3, 9–15

AGROVIGOR, 2(1), 14–22

Wardhana Suryapratama 2 , Sri Rahayu 2

  • Ampas tahu hasil fermentasi Neurospora sitopila selama Delapan hari dapat meningkatkan kualitas Organoleptik dan kualitas fisik ampas tahu dengan
  • Ampas tahu yang di fermentasi menggunakan kapang Neurospora sitopila selama Delapan hari memberikan kualitas lebih baik dibanding kapang
  • Pengelolaan Data Pengukuran Produksi Lahan Budidaya (Nora, 2020)
  • Pengelolaan Data Produksi Lahan Sub Optimal
  • Teknis Pengukuran Tahap-1
    • Instrumen Penelitian
    • Populasi Dan Sampel
    • Mengidentifikasi Potensi Wilayah dan Agroekosistem
    • Melaksanaan Penyuluhan

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian fermentasi ampas tahu ini adalah; Ampas tahu, Trichoderma viridae dan Neurospora cytopila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang dilakukan pada 30 masjid di wilayah Kabupaten Manokwari dengan mengacu pada nomor edaran. Aspek personal hygiene yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada SE yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian melalui Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, regresi dan korelasi dengan aplikasi Minitab 16. Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi Ongole Cross Breed (PO) milik peternak yang telah diinseminasi buatan (IB) dan telah beranak minimal dua kali. Analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif untuk menggambarkan hasil penelitian (Walpole, 1992), analisis regresi untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel dengan menggunakan aplikasi MINITAB 16 (Steel and Torrie, 1997) dan analisis korelasi untuk mengetahui tingkat kedekatan hubungan antara kedua variabel (Walpole, 1992).

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, dengan menggunakan software SPSS versi 16. Salah satu daerah pengembangan jagung kuning di Kabupaten Muna adalah di Desa Bahutara Kecamatan Kontukowuna, namun sampai saat ini belum diketahui bagaimana pengaruh penggunaan input oleh petani terhadap produksi yang digunakan dalam kaitannya dengan produksi jagung petani di daerah tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa petani jagung di Desa Bahutara rata-rata menggunakan 10-30 kg jagung.

Berdasarkan hasil penelitian, jenis pupuk yang digunakan responden adalah pupuk urea dan pupuk NPK Phonska. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peternak ayam kampung super di Manokwari tentang pemanfaatan nanoenkapsulasi minyak buah merah (Pandanus conoideus) sebagai fitobiotik untuk meningkatkan pendapatan dan keuntungan usaha. Media penyempurnaan yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan adalah map, untuk metode penyempurnaan yang digunakan yaitu pendekatan kelompok melalui ceramah dan diskusi dengan peternak, kemudian demonstrasi cara melakukan nanoenkapsulasi minyak buah merah ayam pari super bebas.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fitobiotik dengan teknologi nanoenkapsulasi minyak buah merah terhadap organ dalam (hati, jantung, ampela, usus halus, ginjal dan pankreas) ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur tingkat pengetahuan siswa KSTM Hidayatullah tentang penggunaan fitobiotik nanoenkapsulasi dengan minyak buah merah. Metode yang digunakan dalam analisis data dalam penelitian ini adalah Microsoft Excel dan DMRT, sedangkan untuk evaluasi konseling menggunakan analisis data SPSS.

Antibiotik adalah salah satu jenis feed additive yang digunakan dalam campuran pakan dan air minum. Dalam kegiatan penyuluhan, alat yang digunakan antara lain kuesioner pre dan post test, leaflet, kamera, alat tulis, dan bahan pembuatan nano-encapsulated phytobiotics dalam minyak buah merah. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain minyak buah merah, kitosan, sodium tripolyphosphate (STPP), asam asetat, 36 DOC (Day Old Chick) broiler jantan strain CP 707, pakan CP521 dan air minum.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 ulangan, dengan setiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam.

Gambar 1. Pengukuran Produksi Berdasarkan CMT Secara Vertikal Pada Lokasi Sampel  M-8
Gambar 1. Pengukuran Produksi Berdasarkan CMT Secara Vertikal Pada Lokasi Sampel M-8

TOMA BPD

PETANI

Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan pengetahuan para petani semakin meningkat, sehingga dapat memiliki tenaga kerja yang terampil dan bersinergi di bidang pertanian. Permasalahan dari segi sistem dan usaha kelembagaan agribisnis, serta sarana dan prasarana adalah rendahnya kesadaran petani dalam membentuk koperasi dan asosiasi, padahal poktan dan gapoktan berpotensi untuk didirikan. Penyuluh, BPP dan Dinas Pertanian diharapkan lebih memperhatikan rantai pemasaran petani, sehingga memperpendek jalur distribusi pemasaran dengan membentuk asosiasi petani karena memiliki bahan baku lada dan beras dataran tinggi yang unggul.

Karakteristik petani merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan pemerintah daerah dalam meningkatkan pengetahuan petani. Untuk meningkatkan kualitas karakteristik petani dapat dilakukan dengan melakukan penyuluhan pertanian secara teratur dan berkelanjutan melalui program penyuluhan yang melibatkan petani dan potensi sumber daya alam yang bersifat spesifik lokasi. Karakteristik petani yang menjadi faktor yang mempengaruhi pengetahuan dalam evaluasi pembinaan ini adalah sebagai berikut.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan 30 petani responden, umur petani responden dapat direproduksi pada tabel 3. Sumber daya manusia yang tersedia dalam pengembangan sektor pertanian dan sektor lainnya rendah karena rendahnya tingkat pendidikan penduduk. Jumlah responden yang mengenyam pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi ditunjukkan pada tabel 4.

Tingkat pendidikan responden akan mempengaruhi penerimaan inovasi terutama dalam penggunaan benih padi gogo bersertifikat premium. Diharapkan jenjang pendidikan lulusan SMP dan SMA lebih terbuka terhadap segala teknologi baru yang ada disekitarnya. Selain itu, jenis kelamin juga mempengaruhi kemampuan memimpin dan mengambil keputusan dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan pertanian.

Luas lahan mempengaruhi adopsi petani dalam menerima inovasi baru, seperti yang dikemukakan Mardikanto (2009) bahwa semakin luas lahan maka semakin cepat pendapatan meningkat, karena memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik. Pendampingan pertanian telah dilakukan dengan materi edukasi yaitu Benih Padi Unggul Bersertifikat, dengan tujuan penyuluhan kepada petani untuk menggunakan Benih Padi Unggul Bersertifikat sebesar 50%. Evaluasi penyuluhan pertanian bertujuan untuk mengetahui rata-rata nilai pengetahuan petani dan persentase peningkatan penguasaan pengetahuan benih padi unggul bersertifikat.

Tabel 2. Hasil Patricipactory Rular Appraisal (PRA)  Aspek  Masalah  Faktor penyebab
Tabel 2. Hasil Patricipactory Rular Appraisal (PRA) Aspek Masalah Faktor penyebab

Gambar

Tabel 1.  Kombinasi dosis pupuk kompos dan Azolla microphylla  Pupuk kompos (ton/ha)  Pengkayaan Azolla
Tabel 3. Analisis Unsur Hara Pupuk Kompos yang Diperkaya Azolla microphylla
Gambar 2. Pengaruh Pengkayaan Azolla microphylla Terhadap Parameter Pertumbuhan  Pada Gambar 2
Tabel 1.  Rata-rata luas daun sample (cm 2 )  Pupuk Hayati (ml/L)
+7

Referensi

Dokumen terkait

1School of Medicine, Nazarbayev University, Nur-Sultan, Kazakhstan 2Keruen Medicus clinic, Almaty, Kazakhstan 3East Kazakhstan Hospital, Oskemen, Kazakhstan 4 Regional Perinatal