Semoga Seminar Nasional MAPEKI XVII ini dapat berkontribusi dalam penguatan pendidikan dan penelitian teknologi hasil hutan di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional MAPEKI XVII (11 November 2014), Medan |ix POTENSI SENYAWA AKTIF TANAMAN MALUA (Brucea javanica (L.) Mess) SEBAGAI.
INVITED PAPER
FOSIL KAYU TERMINALIOXYLON (COMBRETACEAE) DARI ENDAPAN PLIOSEN DI CIANJUR, JAWA BARAT – INDONESIA
Fosil kayu yang ditemukan di Sungai Cemoro (Jawa Tengah) teridentifikasi sebagai fosil kayu jenis Rengas (Gluta wallichii) dari suku Anacardiaceae (Andianto et al., 2012). Artikel ini menjelaskan fosil kayu koleksi Museum Geologi Bandung dari spesies Terminalioxylon (Ketapang), anggota famili Combretaceae.
PENGGUNAAN BAMBU SEBAGAI
BAHAN TULANGAN PADA BAK PENAMPUNG AIR (RESERVOIR)
Dalam hal ini, bambu sangat ideal sebagai bahan atap - kuat, tangguh, dan ringan. e) Bambu sebagai tulangan beton. Bambu dapat digunakan sebagai bahan penguat pada konstruksi tadah hujan (tangki semen bambu) dengan kapasitas maksimal 10 M3, karena memiliki kuat tarik yang relatif tinggi dan dapat dianyam dengan sistem spiral;
JENIS KOMODITI DAN ANALISIS NILAI EKONOMI PRODUK AGROFORESTRI DI DESA SOSOR DOLOK, KECAMATAN HARIAN KABUPATEN SAMOSIR
JENIS BARANG DAN ANALISIS NILAI EKONOMI HASIL AGROFORESTRY DI DESA SOSOR DOLOK KAWASAN HARIAN KAWASAN SAMOSIR. Jenis komoditas dan analisis nilai ekonomi produk agroforestri di Desa Sosor Dolok Kecamatan Harian Kabupaten Samosir.
ORAL PRESENTATION
MORFOLOGI SERAT DAN SIFAT FISIS-KIMIA KAYU SESENDOK SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU PULP
Sifat kimia dan Kualitas Pulp
Analisis morfologi serat dan sifat fisikokimia beberapa spesies bambu sebagai bahan baku pulp dan kertas. Kandungan kimia dan sifat serat alang-alang (Imperata cylindricus) sebagai gambaran bahan baku pulp dan kertas.
PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN POHON DAN BEBERAPA SIFAT FISIS-MEKANIS KAYU JATI CEPAT TUMBUH
PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN POHON DAN BEBERAPA SIFAT FISIKA-MEKANIS TERHADAP PERTUMBUHAN CEPAT KAYU JATI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan sejajar serat tanaman jati dengan jarak tanam 2 m x 2 m secara umum tidak berbeda nyata dibandingkan dengan kuat tekan sejajar serat tanaman jati cepat tumbuh dari tegakan 3 m x 3 m (Gambar 7). Hasil analisis varian menunjukkan bahwa kuat tekan sejajar serat tidak tergantung pada jarak.
Secara umum kekerasan kayu rata-rata tidak tergantung pada jarak tanam atau diameter batang.
STUDI MUTU KAYU LOKAL PULAU LOMBOK BERBASIS STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI 2002)
Hasil uji tekan 15 jenis kayu lokal secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 3. Berdasarkan hasil uji kuat tarik paralel terhadap 15 jenis kayu lokal yang dilakukan di Laboratorium Struktur dan Material Fakultas Teknik Universitas Mataram, hasil selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4. Pengujian kuat geser sejajar serat untuk 15 (lima belas) jenis kayu dilakukan di Laboratorium Struktur dan Material Fakultas Teknik Universitas Mataram, hasil pengujian kuat geser untuk semua fasilitas pengujian tersebut dapat dilihat pada Tabel 5.
Hasil pengujian kuat lentur kayu dengan sampel 15 jenis kayu menggunakan Universal Testing Machine dapat dilihat pada Tabel 6.
PEMANFAATAN JATI-JPP SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI
Parket jati JPP secara visual menampakkan kandungan gubalnya, sehingga tergolong kelas C dari segi kualitas (Tabel 1). Secara visual pada umur 9 tahun jati-JPP masih memperlihatkan bagian gubal yang cukup tebal, dan gubal yang tebal pasti akan mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan. Peningkatan kualitas produk kayu jati JPP pada tingkat finishing diharapkan dapat menutupi kekurangan gubal yang tebal, simpul dan warna produk menjadi lebih seragam, yang dapat disesuaikan dengan permintaan pasar.
Pengawetan produk kayu jati JPP perlu dilakukan agar kayu tersebut dapat menyamai kualitas keawetannya dengan kayu jati yang dikenal sudah tua.
KARAKTERISTIK PAPAN SEMEN DARI BAHAN BAKU LOKAL (HUTAN RAKYAT SULAWESI SELATAN)
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen untuk mengevaluasi karakteristik papan semen dari berbagai jenis bahan baku. Evaluasi kesesuaian jenis bahan baku dilakukan melalui dua pendekatan yaitu pengukuran suhu hidrasi dan pengujian karakteristik papan semen yang dihasilkan. Kecepatan dan tinggi temperatur reaksi merupakan indikator kesesuaian bahan baku yang digunakan dalam produksi semen.
Selain pengujian temperatur hidrasi, evaluasi kesesuaian jenis bahan baku juga dilakukan pengujian berdasarkan sifat-sifat papan semen yang diproduksi.
PENGARUH PROSES PULP SERAT TERHADAP SIFAT MEKANIS KOMPOSIT SEMEN – PULP SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis)
Nilai kuat patah komposit tandan buah kosong semen serat kelapa sawit ditunjukkan pada Gambar 2. Nilai elastisitas komposit tandan buah kosong semen serat kelapa sawit ditunjukkan pada Gambar 3. Nilai kuat tekan komposit dapat dilihat pada Gambar 4. serat.
Nilai kuat tekan tertinggi diperoleh oleh komposit semen dengan serat pulp yang diputihkan (7,129 MPa), diikuti oleh komposit semen dengan serat pulp yang tidak dikelantang (6,717 MPa) dan komposit semen dengan serat pulp mekanis (3,586 MPa).
KARAKTERISTIK KOMPOSIT POLI (ASAM LAKTAT) DENGAN PULP TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT YANG TERMODIFIKASI
Perbandingan permukaan komposit PLA amorf murni (A), selulosa TKKS asetat PLA-5% (B), selulosa TKKS asetat PLA-10% (C) dan selulosa TKKS asetat PLA-15% (D). Komposit PLA dengan konsentrasi TKKS selulosa asetat 5% (42,48 MPa) memiliki kekuatan tarik yang lebih tinggi dibandingkan MPa) dan MPa). Permukaan uji kekuatan tarik komposit amorf PLA murni (A), permukaan uji kekuatan tarik komposit amorf selulosa TKKS asetat PLA-5% (B), permukaan uji kekuatan tarik komposit amorf selulosa asetat PLA-10% TKKS (C) dan uji dari kekuatan tarik permukaan fraktur dari komposit amorf selulosa asetat PLA-15% TKKS (D) (mikroskop cahaya pembesaran 220x).
Untuk komposit PLA dengan pulp TKKS asetat memiliki nilai modulus tarik rata-rata 1,59 GPa.
SIFAT FISIS DAN MEKANIS PAPAN PARTIKEL MENGGUNAKAN RESIN MELAMIN UREA FORMALDEHID
Pengujian
Hasil pengujian sifat fisik dan mekanik chipboard ditunjukkan pada Tabel 2 sampai Tabel 9. Chipboard terbuat dari resin dengan komposisi F/(U+Me) = 2 : 1 dengan melamin 20% mol(U+Me ) .lebih baik dalam sifat fisik dan chipboard yang terbuat dari resin dengan komposisi F/(U+Me dengan 20% mol. melamin (U+Me) memiliki sifat mekanik yang lebih baik. Berdasarkan kondisi tekanan dengan komposisi F/(U+Me ) = 2 : 1 dan F/(U+Me dengan jumlah melamin 20% mol (U+Me) baik untuk semua jenis resin dibandingkan chipboard yang dibuat dengan kondisi cetakan lainnya.
Chipboard berbahan resin dengan komposisi F/(U+Me dengan 20% mol (U+Me) melamin) sifat mekanik dapat memenuhi persyaratan kecuali pada suhu 165 oC dan waktu pengepresan 6 menit tidak memenuhi persyaratan tidak .
KARAKTERISTIK PAPAN LAMINASI BATANG KELAPA SAWIT DENGAN VARIASI PELAPIS LUAR DAN BERAT LABUR PEREKAT
Sifat fisik lembaran laminasi yang ditentukan adalah kadar air (KA), berat jenis (KR), muai tebal (PT), sedangkan sifat mekanik lembaran laminasi yang diukur adalah modulus putus atau modulus putus (MOR ). dan modulus elastisitas atau modulus lentur (MOE). Selain itu, nilai MOR papan laminasi BKS dengan pelapis luar sengon lebih rendah dibandingkan dengan nilai MOR papan laminasi BKS dengan pelapis luar BKS dan meranti. Nilai MOE umumnya sesuai dengan nilai MOR Nilai MOE papan laminasi BKS ditunjukkan pada Gambar 6.
Dalam produksi papan laminasi BKS ini, jenis lapisan luar yang paling optimal adalah kayu meranti dan berat lapisan perekat PF yang paling optimal adalah 240 g/m2.
PULP PELEPAH SAWIT TER-ASETILASI DALAM KOMPOSIT HIBRID POLIPROPILENA DAN POLI ASAM LAKTAT
Spektra FTIR pulp asetat tanpa dan dengan katalis asam sulfat ditunjukkan pada Gambar 4. Pada spektra FTIR pulp asetat tanpa katalis, serapan pada bilangan gelombang 3422 cm-1 tampak dengan intensitas tinggi. Kekuatan tarik dan modulus tarik komposit PP/PLA hidrida dengan pengisi asetat pulp sawit ditunjukkan pada Gambar 7 .
Kekuatan tarik dari PP asetat, PP/PLA, PP/PLA/pulp tanpa katalis asam sulfat atau dengan.
PENGARUH SUBSTITUSI ARANG TEMPURUNG KELAPA, SERAT SABUT KELAPA DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP SIFAT FISIK DAN
MEKANIK KOMPOSIT UNTUK PENGGUNAAN BLOK REM KERETA API Ismadi 1 , Ismail Budiman 1 , Subyakto 1 , Sasa Sofyan Munawar 2 , Wida Banar Kusumaningrum 1 ,
PT KAI mulai mengganti kampas rem metal (cast iron) dengan kampas rem komposit (non metal). Kampas rem komposit terdiri dari bahan pengisi, bahan penguat, matriks perekat dan bahan tambahan lainnya (pengubah gesekan) [8,9,10]. Kualitas campuran material pembentuk kampas rem komposit dapat dilihat pada nilai kuat tekan yang ditunjukkan pada Gambar 3.
Dilihat dari nilai laju konsumsinya, terlihat bahwa komposit berbasis karbon dari bahan alam, dalam hal ini arang tempurung kelapa, memiliki potensi yang tinggi untuk digunakan sebagai bahan rem blok.
PENGARUH KOMPONEN KIMIA DAN IKATAN PEMBULUH TERHADAP KEKUATAN TARIK BAMBU
- Pengamatan Anatomi Bambu
- Pengukuran Komponen Kimia Dinding Sel Bambu 1. Persiapan Bahan
- Komponen Kimia Dinding Sel Bambu
- Pengaruh Ikatan pembuluh dan Komponen Kimia Dinding Sel terhadap Kekuatan Tarik Bilah Bambu
Rasio alfa-selulosa terhadap holoselulosa di ruas juga berkorelasi cukup erat dengan kekuatan tarik. Kandungan lignin beserta jumlah ikatan pembuluh merupakan variabel penentu kekuatan tarik papan bambu. Artinya peningkatan kuat tarik pelat bambu terjadi ketika kandungan lignin meningkat dan jumlah ikatan pembuluh meningkat.
Kandungan lignin dinding sel hingga titik tertinggi yang ditemukan (33%) masih meningkatkan kuat tarik papan bambu.
KAPASITAS LENTUR BALOK LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) KAYU SENGON PADA VARIASI PENAMPANG
Penelitian ini dilakukan dengan melakukan uji lentur pada model struktur balok kayu sengon LVL. Sambungan geser yang digunakan untuk memotong balok LVL kayu sengon adalah paku berdiameter 2,8 mm. Dari pengujian kuat lentur kayu sengon LVL diperoleh data besarnya beban dan lendutan yang terjadi selama pengujian.
Kegagalan struktur juga terjadi akibat pergeseran sayap balok LVL sengon seperti terlihat pada Gambar 6.
REKAYASA ALAT PELENGKUNG KAYU LAMINASI SISTEM PRESS DINGIN
Alat kempa sederhana dengan Gambar 3. Alat kempa sederhana dengan pengencang balok kayu dan balok kayu serta pengencang baut. Peralatan manufaktur yang dipublikasikan dalam artikel ini adalah peralatan cold press melengkung untuk membuat kayu laminasi. Alat yang dibuat ada dua jenis yaitu alat penekuk kayu laminasi manual dan hidrolik, kedua alat tersebut dibuat pada tahun 2007 dan 2008 di Balai Penelitian dan Pengembangan Teknik Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Bogor.
Alat penekuk kayu tekan dingin yang dioperasikan secara manual atau hidraulik hanya dapat digunakan dalam produksi kayu laminasi bengkok.
SIFAT FISIS DAN APLIKASI FIBERBRICK TANDAN KOSONG SAWIT
Ori Ariyandi 2 , Atika Afriani 1 dan Luthfi Hakim 2
Hal ini terlihat dari kadar air, berat jenis, daya serap air dan nilai muai volume TKKS serat pendek, g/cm3 berturut-turut 8,29% dan 26,7%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa ukuran serat, berat serat dan konsentrasi perekat berpengaruh nyata terhadap persentase penurunan kehilangan berat bata serat TKS. Fiberbrick TKS dengan demikian termasuk dalam kelas III-IV (resistensi sedang hingga buruk) berdasarkan SNI.
Ikatan antara molekul perekat dan serat TKS akan mencegah air menembus ke dalam rongga antara serat fiberbrick TKS.
IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF TAXUS SUMATRANA DENGAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS
Ekstraksi
Jika terdapat endapan putih dengan pereaksi Meyer, endapan merah jingga dengan pereaksi Dragendorf dan endapan coklat dengan pereaksi Wagner, maka terdapat alkaloid positif.
Identifikasi Senyawa Aktif
Profil kromatografi lapis tipis (KLT) kulit, daun dan ranting Taxus sumatrana disajikan pada Gambar 1. Jika ditumpangkan pada KLT kulit, daun dan ranting, dimana kulit tersebut memiliki nilai Rf 0,69, maka diduga kuat senyawa pada kulit Taxus adalah 10-deacetylbaccatin III. Pengujian kualitatif fitokimia menunjukkan bahwa ketiga ekstrak (daun, ranting dan kulit batang) Taxus sumatrana mengandung flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid dan hidrokuinon.
Identifikasi senyawa dengan KLT menunjukkan bahwa senyawa pada daun dan ranting merupakan senyawa baccatin III, sedangkan senyawa pada kulit kayu adalah senyawa 10-decethyl baccatin III.
PENGARUH KONSENTRASI NaOH TERHADAP RENDEMEN, BRIGHTNESS, OPASITAS DAN SIFAT FISIK PULP SEMIMEKANIS
KAYU TERENTANG (Camnosperma auriculatum) Yeni Aprianis, Fitri Windra Sari dan Minal Aminin
Penggunaan NaOH konsentrasi 4 dan 6% memiliki nilai yang sama, namun dengan peningkatan konsentrasi menjadi 6 dan 8%, rendemen pulp menurun. Semakin tinggi konsentrasi NaOH maka rendemen coklat semakin rendah, begitu pula sebaliknya dengan rendemen pulp putih. Indeks perengkahan pada konsentrasi 4, 6 dan 8% menunjukkan nilai yang berbeda, namun indeks perengkahan pada konsentrasi NaOH 8% memiliki nilai yang sama dengan konsentrasi 10%.
Kesimpulan yang diperoleh pada penelitian ini adalah konsentrasi NaOH mempengaruhi semua parameter yaitu rendemen pulp (coklat dan putih), kecerahan, opasitas, sifat fisik pulp (indeks tarik, retak, sobek dan lipat).
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK DAUN GAHARU (Aquilaria malaccensis Lamk.) DAN UJI POTENSINYA
SEBAGAI TEH ANTIOKSIDAN
Hasil penapisan fitokimia serbuk simplisia, ekstrak etanol daun gaharu segar dan ekstrak etanol simplisia ditunjukkan pada Tabel 1. Hasil analisis radikal bebas dengan ekstrak etanol daun gaharu segar dan ekstrak etanol simplisia. Aktivitas tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol simplisia dan diikuti oleh ekstrak etanol daun gaharu segar.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun gaharu segar dan ekstrak etanol simplisia memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
KARBON AKTIF AMPAS SINGKONG DARI PROSES KARBONISASI HIDROTERMAL
Kapasitas adsorpsi yodium arang dan karbon aktif (KOH dan KOH uap air) dan batas baku mutu. Dalam proses aktivasi hidrokarbon menjadi karbon aktif, zat-zat volatil terlepas karena pengaruh suhu dan aktivator KOH. Pengaruh lain yang tidak diduga adalah kemungkinan pengaruh adanya unsur K pada karbon aktif KOH-uap air.
Kapasitas penyerapan yodium karbon aktif lembab KOH sedikit lebih rendah dari karbon aktif KOH.
PEMBUATAN BIODIESEL DARI BIJI MALAPARI (Pongamia pinnata) *) (MAKING OF BIODIESEL FROM Pongimia pinnata SEED)
Penurunan angka asam atau kandungan asam lemak bebas pada biodiesel dapat dilakukan melalui proses esterifikasi. Penurunan bilangan asam terbesar terdapat pada perlakuan pemberian campuran katalis metanol 20% (v/v) dengan HCl 1% (v/v) yaitu sebesar 1,59 mg KOH/g. Asam lemak bebas (FFA) adalah asam karboksilat yang diperoleh dari hidrolisis suatu lemak atau minyak (Fessenden dan Fessenden, 1986).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi biodiesel dari minyak biji Malapari menghasilkan nilai bilangan asam pada kisaran mg KOH/g (Tabel 7).
KETAHANAN MERANTI MERAH Shorea leprosula Miq. HUTAN ALAM DAN HUTAN TANAMAN TERHADAP SERANGAN JAMUR PELAPUK KAYU